Caption : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK dan dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc beserta tim FOKI, MUKISI dan FIMA saat di Kedutaan Besar Indonesia untuk Jorda. (Photo : Istimewa/Wibowo)

Jordan (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bergabung dengan delegasi Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) dan Rumah Sakit Islam Indonesia yang tergabung dalam Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) bersama Federation Of Islamic Medical Assosiation (FIMA) melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Jordan dan Palestina dan diterima langsung oleh Drs Andi Rachmianto M.Phil.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dengan dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc lewat WhatsApps (WA) pada hari Jumat, 08 September 2018 / 26 Dzulhijah 1439 H.

Menurut dokter Syaefudin, dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang perlunya keterlibatan FOKI dan (FIMA) serta MUKISI untuk membantu saudara saudara kita di palestina. Apalagi dengan saat posisinya sekarang yang dihentikannya bantuan Amerika kepada Palestina sebesar $ 350 juta dari $700 juta dana pengungsi yangg dikelolal PBB lewat UNHCR.

“Ada sekitar emapt juta pengungsi yang ditampung oleh Jordan dan dua juta lebih adalah pengungsi Palestina. Dari delapan juta penduduk Jordan hampir separohnya adalah pengungsi sejak tahun 1948. Dulunya Palestina adalah daerah meliputi Jordan Jerussalam dan tepi barat serta Gaza”, kata dokter Udin lewat WA.

Lebih lanjut, dokter Udin mengatakan bahwa penjelasan dari Dubes menerangkan setelah perang dunia pertama, 50 persen dari daerah tersebut menjadi wilayah yang lepas dari Arab dan akhirnya oleh Inggris dan Amerika diserahkan ke Israel dengan gerakan Zionisme.

“Tidak semua Yahudi itu zionis, terutama Yahudi asli Arab masih membela suku Aarab yang tinggal di Palestina.”, kata dokter Udin menyalin dari paparan Dubes mengenai konflik Israel Palestina .

 

Intinya Pak dubes mengajak kirimkan bantuan bisa tenaga guru dan tenaga medis untuk jadi relawan ke Jordan, bisa KKN internasional atau pengabdian masyarakat ke pengungsi yg ada di Jordan. Sekedar mengisi klinik klinik dan sekolah sekolah yang kekeurangan tenaga karena budget dari USA sudah tidak ada.

Kalau tidak bisa juga ya bisa kirim bantuan dana atau membuka beasiswa bagi anak anak pengungsi untuk sekolah di Perguruan Tinggi Islam. Universitas Brawijaya juga telah memulai kerja samadg jordan utk memberikan bantuan dan ke depan akan proyek bersama utk membangun pabrik vaksin di jordan kerja sama dg biofarma bandung.

Jordan termasuk generous country dengan menyediakan 25 persen APBN nya untukk para pengungsi meskipun negeri Jordan tidak sekaya Arab Saudi tapi itulah pilihannya demi membantu saudara seiman seislam.

Dijelaskan lebih lanjut oleh dokter Udin bahwa Dekan FK UII juga telah melaporkan bahwa Uniersitas Islam Indonesia (UII), pada tahun ini sudah menerima satu mahasiswa dari Palestina untuk menjadi dokter nantinya dan terbuka untukk jurusan lainnya serta belajar bahasa Indonesia bagi penutur asing telah ada BIPA di UII, demikian uangkap dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc sampai berita ini di turunkan posisi masih di Jordan besama Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK. Wibowo

Berita Foto : Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. Rektor UII kembali melepas tim medis peduli Lombok Gelombang 2 di Bandara International Adi Sucipto, pada hari Ahad, 30 Dzulqoidah 1439 H/ 12 Agustus 2018. Tim Medis gelombang 2 ini terdiri dari 3 dokter spesialis, 2 dokter umum, 1 perawat, dan 2 sopir (Photo : Wibowo)

 

Berita Foto : Kedokteran Sukses selenggarakan Workshop Pengelolaan Jurnal yang diselengarakan pada hari Sabtu, 13 Dzulhijah 1439 H /25 Agustus 2018 yang diikuti para para praktisi pengelola Jurnal dengan menghadirkan para pemateri dr. Viera Wardhani, M.Kes (Editor in Chief Jurnal Kedoteran Brawijaya (JKB) dan ana Yulianai , S.Psi pengelola Web Site Jurnal UII. (Photo : Wibowo)

 

Berita Foto : Kedokteran UII menyambut dosen S3 dan dosen spesialis, diantaranya adalah dr. Riana Rahmawati, M.Kes, Ph.D, Dr.dr. Isnatin Miladiyah, M.kes, Dr.dr. Betty Ekawti S, Sp.KK, dan dr. Firandi Saputra, Sp.JP. di audit lantai 1 Fakultas Kedokteran UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, pada Kamis, 04 Dzulhijah 1439 H/ 16 Agustus 2018 yang dihadiri seluruh civitas akademikan FK UII. (Photo : Wibowo)

Berita Foto : dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat mengobati pasien korban Gempa Lombok Utara , Nusa Tenggara Barat (NTB). Dokter Udin adalah Tim Medis gelombang 3 yang berangkat pada Jumat, 05 Dzulhijah 1439 H/17 Agustus 2018 bersama 2 TBMM FK UII, 2 sopir dan 1 apoteker. (Photo : Wibowo/istimewa)

 

Berita Foto : dokter Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S saat memberikan motivasi kepada calon peserta Pendidikan Klinik dengan tema Dokter Muda Yang Sukses Dunia Akherat , di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. (Photo : Wibowo)

 

Berita Foto : Jelang menjadi mahasiswa Pendidikan Klinik, calon dokter muda FK UII ikuti kegiatan kohesifitas untuk melatih kebersamaan, saling bekerjasama, dan mejaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan alamamater, yang nantinya akan di implementasikan saat di Rumah Sakit Pendidikan. Kegiatan ini di laksanakan pada hari Sabtu, 22 Dzulqoidah 1439 H/ 04 Agustus 2018 di halaman parkir FK UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang diikuti para dokter muda FK UII periode Agustus 2018. (Photo : Wibowo)

 

Berita Foto : Para alumni Kedokteran UII yang sudah berprofesi sebagai dokter spesialis meberikan simposisum ilmiah pada temu alumni, yaitu dr. Tedjo Sujadmiko, Sp.OG dan dokter Maya Anggraeni, Sp.KJ pada hari Sabtu, 06 Dzulhijah 1439 H/ 18 agustus 2018 di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. (Photo : Wibowo)

 

Milad ke-10, Alumni FK UII Selenggarakan Reuni Akbar

Caption : Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni, beserta Pimpinan Fakultas Kedokteran UII menghadiri temu alumni mahasiswa FK UII. (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Ngumpulke balung pisah merupakan konsep dalam rangka mengumpulkan kembali para alumni Fakultas Kedokteran UII yang telah lulus dan mengabdi ke seluruh penjuru negeri, yang di usung dalam rangka milad ke-10 alumni FK UII.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Alumni FK UII, dr. Muhammad Yusuf Hisam, Sp.An saat menyampaikan sambutannya pada hari Sabtu,06 Dzulhijah 1439 H / 18 Agustus 2018 di auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang di hadiri sebanyak 200 dokter alumni FK UII.

Menurut dokter Yusuf, reuni akbar ini di gagas untuk mengumpulkan kembali teman-teman yang sudah merantau kemana-mana, hanya saja untuk mengumpulkan teman-teman harus ada yang mengingat diantaranya adalah symposium, temu kangen, dan rapat kerja.

“program kerja kedepan, alumni akan membentuk yayasan yang berguna untuk mewadahi kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, dan ilmiah”, kata doker Yusuf.

Sementara itu, Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni merasa bangga kepada alumni Kedokteran Universitas Islam Indonesia, banyak karya yang sudah di capai, selama ini.

“perlu diketahui bahwa tahun ajaran baru ini, mahasiswa baru UII meingkat, dan program studi yang banyak di minati adalah kedokteran. Artinya bahwa Fakultas Kedokteran UII sudah di terima dan dipandang oleh masyarakat atas segala jerih payah dan prestasinya, sehingga diminati’, ungkap Warek III UII.

Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK juga mengapresiasi atas penyelenggaraan temu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, yang sudah bisa menyatukan para alumni serta mempertemukan para dosen dan karyawan serta civitas akdemika FK UII.

“semoga kedepan bisa di kemas lebih baik lagi, lebih ramai lagi dan penuh dengan kegiatan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat, seperti saat ini tim FK UII sedang mengirimkan tim medis ke Lombok”, demikian pesan dokter Linda Rosita. Wibowo

 

Kedokteran Qurban di Desa Binaan dekat Rumah Sakit Pendidikan

Caption : Penyerahan sapi di Desa Wijirejo Pandak Bantul yang merupakan binaan FK UII dekat Rumah Sakit Pendidikan UII. (Photo : Wibowo)

Bantul (UII News) – Fakultas kedokteran UII dengan visi rahmatan lil alamin senantiasa melakukan pendekatan-pendekatan kemasyarakatan sebagai bagian dari dakwah profesi konsisten dan kontinyu melakukan kurban Idul Adha di desa binaan yaitu Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul, tepanya di sebelah selatan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Indonesia (UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengabdian Masyarakat Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul, Fakultas Kedokteran UII, dokter Sani Rahman Soleman,M.Sc, pada hari Selasa, 09 Dzulhijah 1439 H/21 Agustus 2018 saat menyerahkan satu ekor lembu hewan qurban.

Menurut dokter Sani, kegiatan yang dikemas dalam rangka mempererat hubungan antara FK UII dengan masyarakat di desa binaan tersebut merupakan amanah yang harus dilaksanakan agar terciptanya harmonisasi sebagai tanggung jawab institusi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

“Idul adha sebagai momentum untuk berkurban bukan hanya dalam tekstual Al Qur’an saja tapi values yang cakupannya lebih luas yaitu untuk membangun peradaban Qur’ani melalui kegiatan sosial kemasyarakatan” , kata dokter Sani.

Lebih lanjut di tambahkan oleh dokter Sani bahwa pendeketan-pendekatan kultural masih sangat diperlukan dalam rangka menjembati antara kepentingan umahat dengan umara sebagai bagian dari risalah islamiyah, beramal ilmiah dan berilmu amaliah sebagaimana Universitas Islam Indonesia canangkan kepada para Civitas Akademikanya.

Daging qurban nantinya di bagikan ke desa binaan Fakultas Kedokteran UII, berdekatan dengan RSP UII kepada 500 KK di desa Wijirejo. Wibowo