Kabar baik untuk para mahasiswa UII.  Berikut kami sampaikan tenawaran beasiswa dari Yayasan Van Deventer-Maas Indonesia (VDMI) untuk TA. 2020/2021. Waktu pendaftaran pada tanggal 10 Februari – 10 Maret 2020.

Perlu kami informasi, bahwa 2 tahun yang lalu UII bisa ada 15 grantees yang menerima beasiswa, sementara tahun lalu hanya ada 6 grantees. Oleh karena itu, besar harapan kami mahasiswa UII untuk tahun 2020 ini dapat memanfaatkan peluang beasiswa VDMI ini. Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan ucapan terima kasih.

Informasi secara rinci silahkan baca dan unduh informasinya di:

1.   Website UII

2.  Instagram 

 

 

 

Kaliurang (UII News) – Guna mengetahui proses pembelajaran dan sarana prasrananya maka Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) melakukan studi banding dan kunjungan ke Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan 1 FK UNIMUS, dr. Arif Tajaly Adhiatama, M.HKes, saat berkunjung di FK UII beserta rombongan, pada hari Senin 02 Robi’ul Akhir 1441 H/27 Januari 2020 di auditorium Lantai 1 Fakultas Kedokteran UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yand diterima oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD, didampingi Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kaprodi dan Sekprodi Program Sarjana.

Menurut dokter Arif, kunjungan ini dilaksanakan oleh FK Unimus dalam rangka mencari tambahan ilmu, terutama di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK UII, dan bertanya Tanya tentang sistem pembelajaran di FK UII.

“Setelah melakukan diskusi dan berkeliling meninjau sarana prasarana di FK UII, maka Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK UII layak mendapatkan akreditasi A,” uangkap Wadek I FK Unimus.

Sementera itu dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD mengaku senang mendapat kunjungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Semarang (FK Unimus), dan berharap tidak berhenti disini saat studi banding, namun bisa di tingkatkan dengan menjalin kerjasama dibidang riset dan ilmiah.

“kami sangat bangga menerima kunjungannya dari FK Unimus, selama diskusi dan berkeliling mengujungi kampus FK UII jika ada hal-hal yang baik bisa di jadikan pembanding untuk pembelajaran, namun demikian jika ada yang kurang pas maka bisa langsung di sampaikan kepada kami, FK UII,” pesan dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD

Dalam acara tersebut, juga diadakan acara saling tukar menukan cindera mata, atau kenang-kenangan, kemudian diakhiri dengan berfoto bersama atara FK UII dengan FK Unimus. Wibowo

assalamu’alaykum wrwb

 

Disampaikan mahasiswa yang menempuh blok 1.3 (Organ Indera), berikut disampaikan nilai akhir blok 1.3 secara utuh.

 

LIHAT/UNDUH Nilai Blok 1.3 (Organ Indera)

 

Kepada mahasiswa yang memiliki tanggungan yang berakibat nilainya belum bisa ditampilkan dalam publikasi ini segera menyelesaikan tanggungannya dalam waktu 1 (satu) pekan sejak pengumuman ini disampaikan.

Apabila melewati batas 1 (satu) pekan tanggungannya belum diselesaikan, maka nilai dianggap hangus, & mahasiswa wajib mengikuti segala proses dari awal.

 

Yogyakarta, 24 Januari 2020.

 

wassalamu’alaykum wrwb

 

Kadiv. Akademik & TI.

Eko Sukanto

Pemerintah Berharap Dokter Bekerja Secara Profesional

Caption : 38 dokter baru Alumni FK UII, yang terdiri 18 laki-laki dan 20 perempuan (Poto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Pemerintah berharap para dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bisa bekerja secara profesional sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, baik itu melalui program-program pemerintah maupun program-program mandiri.

Permasalahan kesehatan saat ini semakin komplek, hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa Penyakit Tidak Menular semakin tinggi, oleh karena itu Pemerintah berharap para alumni dokter FK UII ikut berperan dalam melaksanakan 5 program besar Kementerian Kesehatan yang harus dilaksanakan baik di pusat, tingkat provinsi, Kabupaten/kota maupun puskesmas, yaitu 1. Pengendalian PTM, 2. Eliminasi TBC, 3. Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatal, 4. Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi, 5. Penurunan Stunting

Hal tersebut disampaikan oleh Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada acara Sumpah dan Pelantikan Dokter FK UII periode XLVII Tahun Ajaran 2019/2020 pada hari Selasa, 08 Oktober 2019/09 Safar 1441 H yang diikuti oleh 38 dokter baru, bertempat di auditorium Prof.KH.Abdul Kahar Muzakir, Komplek Masjid Ulil Albab UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang dihadiri oleh Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. selaku Wakil Rektor UII Bidang Pengembangan Akademik & Riset

Menurut Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes, perilaku professional diantaranya adalah perilaku yang tidak mementingkan kepentingan diri pribadi atau golongan, dan tidak mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain.

“Saat ini Pemerintah sangat membutuhkan sumber daya manusia bidang kesehatan untuk keberhasilan pembangunan, terutama lulusan dari FK untuk mengisi kekosongan tenaga kesehatan/tenaga medis di daerah- daerah,” ungkap Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dokter merupakan satu dari sekian banyak profesi di bidang kesehatan, yang memiliki karater berbeda dari profesi lain. Ketika Saudara telah menyandang gelar satu profesi, maka sudah semestinya Saudara akan bertindak atau berperilaku professional setiap saat mengemban tugas profesi.

“Saudara mulai hari ini telah resmi menyandang gelar dokter, namun belum dapat berpraktek mandiri karena harus mengikuti tahapan magang/internsip sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Pada pasal 9 ayat 1 menyatakan bahwa Setiap dokter atau dokter gigi yang lulus program profesi dokter atau dokter gigi dalam negeri dan luar negeri wajib mengikuti program internsip,” pesan bu Rini dari Dinkes DIY.

Selanjutnya selaku Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menginformasikan bahwa sumpah dokter periode tersebut diikuti oleh 38 orang dokter baru, yang terdiri dari 18 laki-laki dan 20 perempuan., dengan dinyatakan telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), sehingga total alumni FK UII sejumlah 1.741 orang dokter.

Dalam pidatonya dr. Linda berpesan bahwasanya makna terkandung dari butir sumpah dokter yang lain yaitu setiap dokter untuk menjaga nama baik profesi yang melekat pada diri tiap dokter. Dokter lulusan FK UII mestinya mengingat kata-kata tagline yaitu “be a good muslim doctor”. Tidak mudah untuk menjadi pribadi dokter muslim yang memiliki aqidah yang lurus dan akhlak yang terpuji. Akhlak yang baik adalah puncak dari kebaikan seseorang. Terlebih dokter, segala hal yang melekat padanya akan menjadi cerminan profesi dokter, termasuk dalam hubungan antar personal, keluarga terlebih dalam menjalankan profesi dokter.

”Banyak peristiwa yang terjadi yang merusak citra dokter karena memiliki akhlak yang kurang baik. Fakultas Kedokteran tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan dokter alumni UII untuk dapat menjaga kehormatan diri, yang nantinya pasti akan membawa keharuman almamater,” pesan dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, Dekan FK UII.

Lebih lanjut, perilaku dokter di masyarakat akan selalu disorot, baik yang berhubungan dengan profesinya maupun akhlak keseharian. Islam mengatur kita untuk berbuat baik kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja dan kepada Pasien, keluarga pasien, masyarakat/umat. Kompetensi komunikasi, memiliki empati dan kepedulian akan membantu membentuk akhlak dokter muslim, demikian pidatonya.

Caption : Prosesi penyerahan naskah sumpah dokter yang ditandatangin dan penyerahan pin IDI oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dan disaksikan oleh Wakil Rektor UII Bidang Pengembangan Akademik & Riset, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.

Hal senada disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa dokter adalah profesi mulia. Tidak jarang, di tangannya nyawa anak manusia dititipkan. Dedikasi dan kecermatan dalam bertindak tidak dapat ditawar. Indonesia tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat, bila sumber daya manusianya tidak sehat. Selain itu, dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya memasuki era industri 4.0, nampaknya masa depan digitalisasi kesehatan perlu mendapatkan perhatian khusus. Inovasi merupakan hal vital dalam pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan, perlu mengembangkan inovasi layanan kesehatan dimulai dari layanan primer, dengan memanfaatkan teknologi digital yang mutakhir, seperti sistem aplikasi informasi rumah sakit, sistem informasi nasional yang terintegrasi, dan notifikasi kejadian penyakit. Wibowo

assalamu’alaykum wrwb

 

Disampaikan mahasiswa yang menempuh blok 2.3 (Gangguan Hemodinamik), berikut disampaikan nilai akhir blok 2.3 secara utuh.

 

LIHAT/UNDUH Nilai Blok 2.3 (Gangguan Hemodinamik)

 

Kepada mahasiswa yang memiliki tanggungan yang berakibat nilainya belum bisa ditampilkan dalam publikasi ini segera menyelesaikan tanggungannya dalam waktu 1 (satu) pekan sejak pengumuman ini disampaikan.

Apabila melewati batas 1 (satu) pekan tanggungannya belum diselesaikan, maka nilai dianggap hangus, & mahasiswa wajib mengikuti segala proses dari awal.

 

Yogyakarta, 20 Januari 2020.

 

wassalamu’alaykum wrwb

 

Kadiv. Akademik & TI.

Eko Sukanto

assalamu’alaykum wrwb

 

Disampaikan kepada seluruh civitas akademik Fakultas Kedokteran (FK) UII, bahwa permohonan tutup teori dan yudisium lulusan, pada wisuda periode 3 semester ganjil tahun akademik 2019/2020 menggunakan formulir baru.

Terkait hal tesebut, berikut ini beberapa informasi yang dapat diunduh:

1.  Informasi Lengkap

2. Form Tutup Teori & Kelulusan (S.Ked)

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bisa memudahkan urusan-urusan terkait.

 

wassalamu’alaykum wrwb

 

Sleman (UII)- Fakultas Kedokteran (FK) UII pada Rabu, 15 Januari 2020 melaksanakan sumpah dokter yang ke-48 di Ruang Audio Visual, Gedung Moh. Hatta, Perpustakaan Pusat, Kampus Terpadu UII. Pada sumpah dokter periode ini, FK UII meluluskan 15 dokter baru, yang terdiri dari 8  dokter laki-laki dan 7 dokter perempuan. FK UII, selama berdiri dari tahun 2001 telah meluluskan 1.756 dokter, sementara tiap tahun dapat meluluskan 150-200 dokter yang turut mewarnai sistem kesehatan di Indonesia.

Dalam sambutannya Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK berpesan, “Bagi anak-anakku yang diangkat sumpah hari ini, dan Fakultas yang telah meluluskan dokter – marilah kita menundukkan hati dan kepala kita sejenak bahwa ini semata karena izin dan ridho Allah SWT. Hal ini merupakan sumbangsih UII untuk negara ini dalam membangun sistem kesehatan nasional dengan menyediakan dokter untuk bangsa dan negara ini.”

Selain itu, dr. Linda juga menyampaikan kepada dokter alumni FK UII yang hari ini melaksanakan sumpah dokter agar menjadi Dokter yang Plus yaitu dokter penyedia layanan kesehatan (care provider), pemimpin masyarakat (community leader), pengambil keputusan (decision maker), manajer (manager), komunikator (communicator), peneliti (researcher), dan agen perubahan (agent of change) yang berdasar pada nilai keIslaman dan kebangsaan. Warna UII tercermin dalam 3 sosok dokter yaitu, unsur keilmuan, kebangsaan dan keislaman.

Nilai dokter plus, yaitu ada unsur sebagai agent of change, dengan kata lain sebagai dai/ah yang memberikan kabar gembira kepada siapa saja. Sebagai agent of change, seorang dokter dituntut untuk membuat kekuatan pada dirinya dulu, sebelum bisa mengubah orang lain. Perubahan yang diinginkan adalah perubahan menjadi lebih sehat, lebih baik, lebih berdaya dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan. Kehidupan masyarakat kita saat ini semakin keras, banyak orang yang tidak peduli pada masalah yang ada pada dirinya, termasuk dalam menjaga kesehatannya dan menjaga imannya. (Jo)

Caption : Warga Polowidi sedang dilayani pemeriksaan gratis oleh Tim medis AMYGDALA FK UII 20019 (Foto Wibowo/Istimewa)

Kedokteran – 9 dokter alumni UII yang tergabung dalam AMYGDALA (A Miraclous Young Generation Doctor As A Leader of Indonesia) menyelenggarakan pemeriksaan gratis bagi warga Desa Polowiji, Sleman pada hari Ahad, 16 Jumadil Awal 1441 H/ 11 Januari 2020, bertempat di Masjid Darul Huda, Polowidi, Sleman, Yogyakarta.

Menurut dr. Faisal Rildo Sakti, angkatan 2013 menyampaikan bahwa Kegiatan ini didukung oleh Ikatan Alumni FK UII dan dipandu oleh dr. Mahdea Kasyifa.

Dalam kegiatan itu dilakukan screening, untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga dilakukan pada acara ini. Dibantu oleh dua mahasiswa FK UII angkatan 2017 (Uci dan Via), mereka dipandu dengan dr.Daris dan dr.Halida, untuk pemeriksaan kadar gula darah dengan pengambilan sedikit sampel darah di ujung jari tengah pasien.

Selain gula darah, tersedia juga pelayanan cek kolesterol dan asam urat setelah dipastikan oleh dokter yang bertugas bahwa pasien terindikasi untuk diberikan pelayanan tersebut

“Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk syukur kami selaku dokter yang baru saja dilantik. Sesuai dengan visi FK UII, kami ingin menjadi dokter muslim yang Rahmatan lil Alamin. InsyaAllah kegiatan ini akan rutin kami lakukan setiap 3 bulan sekali sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kami.”, jelas dr.Faisal Ridho Sakti selaku ketua angkatan AMD FK UII 2013. Wibowo

 

Jakarta (UII)- Pada awal tahun 2020 ini, bencana banjir melanda di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Jabodetabek. Banjir di awal tahun ini telah merenggut puluhan korban jiwa karena tanah longsor, hipotermia, tenggelam ataupun tersengat listrik.

Sebagai wujud dalam mengimplementasikan visinya yang Rahmatan lil’alamin, Fakultas Kedokteran UII turut berpartisipasi dalam penanganan korban banjir dengan mengirimkan delegasi tenaga dokter dan mahasiswa Fakultas Kedokteran ke lokasi bencana banjir di Jakarta.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII berkolaborasi dengan para seniornya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni UII (IKA UII) di Jakarta guna meringankan beban saudara-saudara yang terdampak banjir di Jakarta.

Tim Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII saat merapat ke Sekretariat IKA UII di Jl. Kerinci VII Kebayoran Baru, Jakarta ikut serta dalam bungkus-bungkus sembako. (Jo)

Disampaikan kepada seluruh civitas akademik FK UII, bahwa ada sedikit perubahan dalam pengumuman remediasi yang sudah dipublikasikan sebelumnya.

Adapun perubahannya antara lain:

  1. Penambahan SOP/syarat apabila ada mhs yang akan menambah MK remediasi yang tidak diambil pada semester ganjil 2019/2020.
  2. Perubahan jadwal ujian, khusus blok 4.
  3. Penambahan link (google form) bagi mahasiswa yang mengambil remediasi blok 1.1 atau blok 4.1.

Informasi selengkapnya disilahkan lihat pada link atau klik gambar di bawah ini.

Remediasi semester ganjil 2019/2020 di lingkungan Fakultas Kedokteran UII, dilaksanakan dalam 3 tahap diantaranya

  1. Tahap Khusus blok 4. (2016)
  2. Tahap I
  3. Tahap II

Diinformasikan kepada seluruh mahasiswa bahwa untuk pemilihan mata kuliah (key-in) yang akan dilakukan remediasi menggunakan sistem unisys.

Berikut ini informasi resmi sebagai acuan pelaksanaan remediasi semester ganjil 2019/2020

1.  Pengumuman Remediasi Ganjil 2019/2020

2.  Petunjuk Key-in

3.  Khusus mahasiswa yang menempuh remediasi blok 1.1 atau blok 4.1, ada tambahan link (google form) untuk melengkapi informasi remediasi.