Berita Foto 2 Kedokteran terima : Kunjungan SMA ABBS Surakarta, Selasa,25 Sya’ban 1440 H/ 30 April 2019 pukul 10.00 di Lab Anatomi FK UII 108 Siswa dan 5 guru pendamping. (Foto : Wibowo)

 

Ikuti Kemajuan Kedokteran Hadir Workshop Nasional LMS

Caption : dr. Veby Nivry Yendry, Sp.THT-KL dan Rahmansyah, S.kom saat mengikuti acara “Seminar dan Workshop Learning Management System” di Jakarta (Foto : Istimewa/wibowo)

Kaliurang (UII News) – Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan sistem pembelajaran berbasis teknologi, daring, dan media elektronik maka Kedokteran UII ikuti kegiatan ilmiah berupa “Seminar dan Workshop Learning Management System” yang dilaksanakan oleh Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI), yang diikuti oleh seluruh anggota AFKSI, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Hal tersbut disampaikan oleh dokter Veby Novri Yendri, Sp.THT-KL sepulang mengikuti kegiatan tersebut bersama Rahmansyah, S.Kom selaku laboran. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, 23 Sya’ban 1440 H/28 april 2019 bertempat di di Park Hotel Cawang Jakarta.

Menurut dokter Veby bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara AFKSI dan Elsevier yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan sistem pembelajaran berbasis teknologi, daring, dan media elektronik pada seluruh anggota AFKSI. Hal ini diharapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas institusi dalam pemanfaatan literasi serta publikasi.

“Upaya menuju kesana salah satunya dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) berbasis digital dan jaringan internet. Kurikulum yang disusun perlu lebih menstimulasi peserta didik untuk mejadi pembelajar mandiri dan dewasa serta mampu memanfaatkan fasilitas digital dalam proses literasi.”, ungkap dokter Veby.

Lebih lanjut dikatakan metode pembelajaran saat ini juga didorong untuk menerapkan blended learning yakni mengkombinasi sesi tatap muka di kelas dan pembelajaran daring secara interaktif. Sehingga hal ini memberikan interkoneksi untuk menghubungkan peserta didik, dosen, dan berbagai sumber belajar lainnya.

“Adapun sarana berbasis digital yang sudah difasilitasi oleh kemenristekdikti melalui web Indonesia Cyber Education Institute dan https://spada.ristekdikti.go.id (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA))”, katanya.

Selanjutnya setelah mengikuti kegiatan ini maka FK UII berusaha membuat rencana tindak lanjut dengan mencoba mengaplikasikan metode blended learning serta mengoptimalakan Learning Management System yang sudah diaplikasikan di FK UII. Wibowo

 

Berita Foto 3 Ziaroh Tokoh UII : Dalam rangka milad ke-76 pada Sabtu, 22 Sya’ban 1440 H/ 27 April 2019 Keluarga Besar Universitas Islam Indonesia melakukan ziaroh ke makam matar rektor UII dan tokoh UII, Kegiatan ziarah dimulai dengan berziarah ke makam tokoh-tokoh UII di Kampus Terpadu UII berikutnya ke Taman Makam Sawitsari diantaranya Prof. Dr. R. H. Ace Partadiredja, Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc., dan Ir. R.H.A Sahirul Alim, M.Sc. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara untuk menziarahi makam Prof. Dr. Dr. Sardjito yang merupakan Rektor UII periode 1963-1970 serta makam Panglima Besar jendral Sudirman. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kotagede untuk menziarahi dua tokoh UII yaitu Prof. KH. A. Kahar Muzakkir dan Prof. RHA. Kasmat Bahuwinangun yang kedua pernah menjabat menjadi rektor UII, .. (Foto : Wibowo)

 

 

Caption : Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan saat membacakan pesan Rektor UII bagi Dokter Baru FK UII. (Poto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Teruslah mengasah diri dan tidak mengenal puas dalam belajar. Karena hanya mereka yang dapat mengimbangi perkembanganlah yang dapat terus menjaga relevansinya di tengah-tengah zaman dan masyarakatnya.

Pesan tersebut disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D yang dibacakan oleh Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode XLV Tahun 2019 Fakultas Kedokteran UII, yang diikuti oleh 33 orang dokter baru, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Semuanya telah lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), sehingga Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) telah meluluskan 1.638 orang dokter, yang diselenggarakan pada hari Jumat, 07 Sya’ban 1440 H/12 April 2019 di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta

Lebih lanjut Rektor UII, menambahkan bahwa sejalan dengan tekat Fakultas Kedokteran UII untuk menghasilkan Good Muslim Doctors, tentunya banyak harapan tersemat di pundak para dokter baru.

“Kami berharap kepada Saudara jadilah dokter muslim yang memiliki kompetensi keilmuan yang luas, pemahaman keislaman yang dalam, dan profesionalisme yang tinggi”, ungkap Rektor UII melalui Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan

.

Sementara itu Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menyatakan bahwa dalam salah satu butir Sumpah dokter memuat yaitu dalam menjalankan profesi, saya tidak akan membedakan ras, suku bangsa, warna kulit, agama, perbedaan kulit dan jenis kelamin.

Sehingga menurut dokter Linda adalah sangat penting bagi dokter menancapkan semangat kemanusian kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Termasuk dalam suasana tahun politik menjelang puncak pesta demokrasi dengan akan digelarnya perhelatan besar yaitu Pemilu 2019.

“Kita sebagai dokter boleh saja memiliki pilihan politik sesuai dengan pemikiran dan pertimbangan kita, tapi dalam melayani pasien dan masyarakat – tiap insan harus kita layani dengan standar tertinggi profesi dokter. Dengan demikian dokter akan dapat memainkan peran penting sebagai insan penjaga kesehatan jasmani dan jiwa seluruh bangsa”, ungkap Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK

Dalam acara sumpah tersebut juga diberikan kenang-kenangan bagi lulusan yang memiliki nilai Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) tertinggi yaitu dr. Syafri Nahdi. Wibowo

Caption : 33 Dokter baru Periode XLV Fakultas Kedokteran UII (Poto Wibowo/Istimewa).

 

 

Kaliurang (UII News) – Indikator keberhasilan proses pendidikan dokter FK UII dapat dinilai dari keberhasilan alumni dalam menjalankan peran mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun berbagai bidang pekerjaan yang mereka jalani secara profesional sesuai minat dan kemampuan.

Dalam berbagai kesempatan, peranan alumni dalam memajukan kualitas suatu institusi pendidikan formal sering kali tidak diperhatikan dengan serius. Padahal alumni adalah modal penting yang harus dirangkul dan dikembangkan sedini mungkin.

Hal tersebut disampaikan oleh dr.Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK selaku Dekan FK UII dalam acara Workshop Peran Serta Alumi Fakultas Kedokteran UII dengan tema “ Sinergi alumni alumni Untuk Pengabdian Tanpa Henti Menuju Ridha Illahi”, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 Sya’ban 1440 H/13 April 2019 bertempat di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta yang di ikuti oleh alumni FK UII.

Menurut dokter Linda menyampaikan bahwa, Inisiasi pengembangan peran serta alumni melalui workshop peran serta alumni FK UII tahun 2019 adalah langkah awal merajut ukhuwah dan merangkul kembali alumni FK UII dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan (konteksnya akreditasi prodi) dan pengembangan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang produktif di FK UII, alumni dapat berperan sebagai katalis dengan memberikan berbagai masukan kritis dan membangun.

“Alumni, sebagai produk utama dari pabrik pendidikan FK UII juga diharapkan mampu mengembangkan jaringan dan membangun pencitraan insitusi di luar. Pengembangan jaringan oleh alumni merupakan potensi strategis untuk membuka berbagai peluang dan meningkatkan daya saing suatu almamater pendidikan karena manfaatnya yang akan berdampak secara langsung pada siswa/i dan sesama alumni. Penciptaan peluang usaha, kerja dan magang, kesempatan beasiswa, serta sirkulasi berbagai macam informasi penting seputar dunia pendidikan dan kerja merupakan beberapa contoh riil yang dapat dikontribusikan oleh alumni melalui jaringan yang dimiliki”, jelas dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK

Sementara itu selaku keuta Panitia Workshop, dr. Yaltafit Abroor Jeem, M.Sc menyampaikan bahwa melalui pengorganisasian alumni secara profesional, berbagai macam peluang dan kesempatan akan dapat terkomunikasikan dengan baik. Hal ini menjadi momentum oleh peserta workshop untuk merestrukturisasi kembali organasisasi ikatan alumni FK UII dan memperjelas visi serta rencana strategis dari organisasi IKA FK UII.

“Melihat potensi strategis dan luar biasa yang bisa digali dari keberadaan alumni, maka sudah saatnya pihak civitas akademika FK UII mulai merangkul kembali alumninya menyiapkan para mahasiswa dengan persiapan yang matang untuk dapat menjadi alumni yang memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi untuk membesarkan almamaternya”, demikian ungkap Ketua Panitia yang juga alumni angkatan 2008, dr Yaltafit Abroor Jeem, M.Sc. Wibowo

Caption : Pimpinan FK UII foto bersama dengan para alumni FK UII (Poto Wibowo)

Caption : Untuk bisa menggunakan Jas Putih dan bisa di lantik sebagai dokter maka mahasiswa FK UII harus lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter di Indonesia (UKMPPD) (Poto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut Pemerintah memiliki tugas dan kewajiban menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Dokter sebagai pelaku pelayanan kesehatan utama harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang handal serta memiliki integritas etika/ moral untuk mendukung terwujudnya pelayanan kedokteran bermutu. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter yang profesional maka proses pendidikan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Untuk menjamin mutu lulusan program pendidikan dokter di Indonesia harus sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sebagaimana amanat UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan UU RI Nomor 20 tentang Pendidikan Kedokteran.

Institusi pendidikan kedokteran patut menerapkan standar sesuai dengan standar pendidikan profesi dokter Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran secara komprehensif melalui berbagai proses. Proses tersebut antara lain proses seleksi mahasiswa, penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, penentuan materi pembelajaran, disain proses dan metode pembelajaran, desain evaluasi pembelajaran, penyediaan dan pengelolaan sumber daya serta penjaminan mutu.

Di akhir proses program pendidikan kedokteran dilakukan uji kompetensi mahasiswa yang bersifat nasional untuk memperoleh sertifikat profesi dari institusi pendidikan sesuai UU Pendidikan Kedokteran sekaligus direkognisi sebagai Uji Kompetensi Dokter Indonesia untuk memperoleh sertifikat kompetensi dari organisasi profesi dalam hal ini Kolegium sesuai UU Praktik Kedokteran dan Perkonsil No.1 Tahun 2010.

Uji Kompetensi Dokter Indonesia telah dimulai sejak tahun 2007, diselenggarakan atas kerjasama dari Kolegium Dokter Indonesia dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia. Berbagai praktek baik telah dihasilkan. Sebagai upaya perbaikan berkelanjutan, pelaksanaan uji kompetensi mengalami beberapa kali perubahan diantaranya dari metode yang digunakan, penentuan batas kelulusan dan pengorganisasian pelaksanaan.

Menurut Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat seusai acara sumpah Dokter XLV pada Jumat, 07 Sya’ban 1440 H/12 April 2019 di ruang kerjanya membenarkan tentang latar belakang adanya Uji Kompetensi bagi mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter, sehingga FK UII harus siap dan mengikuti regulasi yang ada.

Ditambahkan oleh dokter Ana Fauziyati selaku Kaprodi Profesi Dokter FK UII yang meyandur dengan panduan UKMPPD maka Uji kompetensi merupakan penilaian kemampuan mahasiswa program pendidikan profesi dokter meliputi ranah kognitif, psikomotor dan afektif yang bersifat nasional bagi mahasiswa program profesi dokter dengan tujuan untuk:

  1. Menjamin lulusan program profesi dokter yang kompeten dan terstandar secara nasional.
  2. Menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta etika profesi dan disiplin keilmuan sebagai dasar untuk melakukan praktik kedokteran.
  3. Memetakan mutu pendidikan di setiap institusi pendidikan kedokteran.
  4. Memberikan umpan balik proses pendidikan pada fakultas kedokteran.
  5. Mempersiapkan lulusan program profesi dokter dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Berdasarkan hal tersebut maka disusunlah Panduan Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter di Indonesia dan diikuti dan ditaati oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang merupakan produsen bagi para dokter. Wibowo

Caption : Upaya FK UII mengikuti panduan dan aturan UKMPP dengan giat mengadakan evalusai terus menurus,salah satunya dengan workshop Evaluasi Pendidikan Profesi guna meningkatkan jumlah kelulusan UKMPPD bagi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter FK UII di Jogjakarta Plaza Hotel, 09 Februari 2019. (Foto : Wibowo/Istimewa/dokumen)

Berita Foto 3 Dekan Gantikan Orang Tuanya : Adalah dokter Pangki Pasulima, disaat sumpah dokter pada Jumat, , 07 Sya’ban 1440 H/12 April 2019 perasaanya tidak sebahagia teman-temannya yang di hadiri kedua orag tuanya serta keluarganya, hal ini dikarenaakan orang tuanya baru mengalami musibah kebakaran,yang kemudian kedua orang tuanya tidak mampu menghadiri acara yang paling membahagiakan tersebut, sehingga sebagai pengganti orang tuanya digantikan oleh Dekan FK UII,dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, yang membuat syahdu. (Foto : Wibowo)

 

D:\DOCUMENTS\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-04-11 at 13.47.24.jpeg

Kamis, 11 April 2019, FK UII menyelenggarakan pengajian rutin bulanan dengan tema Maqashid Syariah. Ustad. Sulkhan Zainuri, Lc, MA memberikan materi tentang konsep halal dalam sudut pandang Maqashid Syariah. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan bahwa Maqashid Syariah adalah nilai nilai sasaran hukum yang tersirat dalam segenap hukum-hukumnya dalam memberikan maslahat dunia dan akhirat. Rani

 

Berita Foto 2 Pelayanan Kesehatan Syariah : Calon Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia mendapatkan pelajaran berharga dari Direktur RS UII dr. Widodo Wirawan, MPH tentang Pelayanan Kesehatan Syariah berlangsung pada hari Selasa, 26 Rajab 1440 H/02 April 2019. (Foto : Wibowo)