,

Studium Generale: DRESSCODE & LATAR ZOOM

Untuk lebih mendekatkan pada kesempurnaan pelaksanaan stadium general, peserta utamanya para mahasiswa angkatan 2020 untuk unduh dan mempersiapkan hal berikut:

 

  • Dress Code (seperti gambar berikut ini)

  • Latar Belakang


Informasi terkait:

Meeting ID: 918 6451 6298
Passcode: FKUII2020

,

Kedokteran Digandeng Baznas Selenggarakan Khitan

 

Caption : Peserta Khitan Ceria atas nama Ichsan berfoto bersama dengan dokter penghitan yang juga dosen FK UII, dr. Veby Novri Yendri, Sp.THT-KL (Poto : Wibowo)

Yogyakarta (UII News) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta bersama Takmir Masjid Pangeran Diponegoro, Balaikota Yogyakarta menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan Khitan Ceria 2019.Kegiatan khitan tersebut diselenggarakan dan diperuntukan bagi anak-anak dhuafa di lingkungan Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Aman Yuriadijaya, MM, selaku Sekda Kota Yogyakarta, mewakili Walikota Yogyakarta, dan Pemerintah Kota Yogyakarta saat menyampaikan sambutannya dalam Khitan Ceria yang diselenggarakan pada hari Ahad, 18 Robi’ul Akhir 1148 H /15 Desember 2019, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro, Komplek Balaikota Yogyakarta, dengan jumlah peserta 100 anak.

Dengan adanya khitan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung, dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Khitan Ceria XIII, dengan harapan kegiatan ini bisa berlangsung di setiap tahunnya.

“Adik-adik tidak usah takut, karena ini khitan ceria, jadi tidak sakit, kalaupun sakit hanya sebentar saja, dan tidak perlu khawatir karena yang melakukan adalah daritim medis Fakultas Kedokteran UII, yang sudah preofesional dan ahli dalam mengkhitan,” kata Sekda Kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuriadijaya, MM.

Lebih lanjut, Pak Aman berpesan kepada adik-adik yang sudah di khitan, agar selalu menjaga dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, Sholat lima waktu dikerjakan setiap harinya, dan selalu berbakti kepada kedua orang tua dan bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa.

Sementara itu, selaku Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kota Yogyakarta, dan Pemerintah Kota Yogyakarta yang sudah menjalin kerjasama dengan FK UII guna menyelenggarakan Khitan Ceria XIII, dan bisa dipertahankan dan bisa berlangsung secara terus menerus.

“Adik-adik tidak perlu takut, karena khitan ini akan dilakukan oleh para dokter FK UII yang sudah profesional, sehingga di ikuti saja aturannya, dan mendengarkan informasi sebaik-baiknya dari dokter FK UII, baik itu sebelum maupun sesudah khitan,” ungkap Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK.

Lebih lanjut dikatakan Dekan FK UII bahwa pelayanan yang dilakukan oleh FK UII dimulai dengan acara skerening bagi peserta sebelum khitan dilakukan, hal ini berguna untuk mengidentifikasi para peserta apakah ada pemberat, atau dalam keadaan normal, setelahnya maka dilakukan khitan, kemudian layanan FK UII selanjutnya adalah pelayanan setelah khitan, berupa kontrol dan melepas perban.

Selaku penyelenggara, Muhaimin dari Baznas Kota Yogyakarta, mengaku senang dengan kerja tim medis FK UII yang sudah bersedia menjadi petugas khitan dalam kegiatan Khitan Ceria XIII kali ini.

Dijelaskan oleh Muhaimin, peserta yang ikut khitan ini mendapatkan uang saku sebesar dua ratus ribu rupiah, dan mendapatkan bingkisan berupa sarung, baju koko dan peci dan konsumsi pada saat khitan dilaksanakan.

“Tidak semua peserta khitan bergama Islam, pada periode ini ada dua anak yang berasal dari non muslim, sehingga benar-benar terasa manfaatnya dan bisa diterima oleh masyarakat, kemudian dari sisi jarak maka peserta terjauh berasal dari Turi, Sleman, meskipun juga ada dari Banguntapan Bantul dan diluar Yogyakarta,” kata Muhaimin.

Sementara itu selaku Ketua Tim Medis, dr. R.Edy Fitriyanto, M.Gizi menjelaskan bahwa sebagai tim medis dalam Khitan Ceria III kerjasama Baznas Kota Yogyakarta dengan FK UII maka Kedokteran sudah menyiapkan 11 dokter, 20 Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) dan Staf Pendukung, guna melancarakan acara khitanan tersebut.

“Kedokteran UII, memberikan pelayanan khitan dimulai ketika anak-anak sebelum khitan, pada saat khitan dan setelah khitan, dan menyiapkan dokter siaga jika ada telepon dari para peserta,” demikian kata dr. Edy Fitriyanto. Wibowo

 

Pentingnya Menyusun Soal Yang Baik

 

Caption : dokter Yeny Dyah Cahyaningrum, M.Med.Ed menjelaskan tentang menyusun soal secara baik yang dihadiri para dosen pakar FK UII (Poto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Sebagai dosen pakar dalam perkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia maka diwajibakan setelahnya membuat soal yang akan di ujikan. Guna membekali bagi para dosen pakar agar bisa menyusun soal dengan baik dan benar maka Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Diani Puspa Wijaya, M.Med.Ed selaku penyelenggara lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 Muharram 1441 H/25 September 2019 jam.13.00 -15.30 bertempat di laboratorium Komputer lt.2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang diikuti oleh segenap dosen pakar dari eksternal UII, dosen internal FK UII, dan para tutor baru.

Menurut dr. Diani menjelaskan bahwa dalam lokakarya tersebut diajarkan cara membuat atau menyusun soal serta praktek membuat soal dengan memberikan penjelasan kepada para dosen pakar tentang konsep dasar assessment, tetang konsep dasar blueprint assessment dan tentang penyusunan soal MCQ yang baik.

“dalam kegiatan ini juga di jelaskan tentang penyusunan soal yang baik untuk materi-materi tentang kedokteran seperti MCQ dan materi-materi non kedokteran, dan dijelaskan juga penyusunan soal ujian tipe lain yang seperti SAQ, Essay, dan diakhiri dengan latihan pembuatan soal”, demikin dokter Diani menjelaskan.

Lebih lanjut, dokter Diani menambahkan bahwa untuk level kognitif soal MCQ yang disepakati adalah level reasoning dan recalling, (sesuaikan dengan blue print assessment) khusus untuk level recalling soal yang diharapkan minimal pada level taksonomi Bloom C2 (comprehension) bukan pada level C1 (murni recall).

“Soal MCQ harus memiliki 3 komponen yaitu stem soal, lead in dan option. Ketiga komponen ini harus selalu ada baik pada soal bertipe recalling maupun reasoning, soal klinik maupun biomedis”, tambah dosen dari MEU FK UII ini.

Sementara itu, selaku pemateri, dokter Yeny juga menambahkan bahwasan untuk menulis stem soal dapat berisi pernyataan, data-data, table, grafik, gambar, vignette (kasus), kemudian data-data yang ditampilkan dalam stem soal haruslah bersifat konvergen, artinya data- data yang ada mengerucut, mengarah ke satu hal (diagnostik) yang spesifik.

“data-data yang ditampilkan adalah data-data yangg penting (memiliki makna) dan tidak

Menjebak”, demikian penjelas dari pemateri dr. Yeny Dyah Cahyaningrum, M.Med.Ed.

Sedangakan untuk lead in atau question tag adalah pertanyaan dalam soal, karakter lead in yang baik adalah dalam bentuk kalimat tanya (diakhiri tanda tanya).

“option atau pilihan jawaban mutlak harus ada dalam soal MCQ, beberapa karakter option yang disepakati yaitu: option harus berjumlah 5 (A s.d. E)”, imbuh dokter Yeny. Wibowo

Caption : Ustad. Drs. Zamroni, M.Si saat berdiskusi di acara lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII (Poto : Wibowo)

 

Pemerintah Berharap Dokter Bekerja Secara Profesional

Pemerintah Berharap Dokter Bekerja Secara Profesional

Caption : 38 dokter baru Alumni FK UII, yang terdiri 18 laki-laki dan 20 perempuan (Poto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Pemerintah berharap para dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bisa bekerja secara profesional sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, baik itu melalui program-program pemerintah maupun program-program mandiri.

Permasalahan kesehatan saat ini semakin komplek, hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa Penyakit Tidak Menular semakin tinggi, oleh karena itu Pemerintah berharap para alumni dokter FK UII ikut berperan dalam melaksanakan 5 program besar Kementerian Kesehatan yang harus dilaksanakan baik di pusat, tingkat provinsi, Kabupaten/kota maupun puskesmas, yaitu 1. Pengendalian PTM, 2. Eliminasi TBC, 3. Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatal, 4. Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi, 5. Penurunan Stunting

Hal tersebut disampaikan oleh Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada acara Sumpah dan Pelantikan Dokter FK UII periode XLVII Tahun Ajaran 2019/2020 pada hari Selasa, 08 Oktober 2019/09 Safar 1441 H yang diikuti oleh 38 dokter baru, bertempat di auditorium Prof.KH.Abdul Kahar Muzakir, Komplek Masjid Ulil Albab UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang dihadiri oleh Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. selaku Wakil Rektor UII Bidang Pengembangan Akademik & Riset

Menurut Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes, perilaku professional diantaranya adalah perilaku yang tidak mementingkan kepentingan diri pribadi atau golongan, dan tidak mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain.

“Saat ini Pemerintah sangat membutuhkan sumber daya manusia bidang kesehatan untuk keberhasilan pembangunan, terutama lulusan dari FK untuk mengisi kekosongan tenaga kesehatan/tenaga medis di daerah- daerah,” ungkap Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dokter merupakan satu dari sekian banyak profesi di bidang kesehatan, yang memiliki karater berbeda dari profesi lain. Ketika Saudara telah menyandang gelar satu profesi, maka sudah semestinya Saudara akan bertindak atau berperilaku professional setiap saat mengemban tugas profesi.

“Saudara mulai hari ini telah resmi menyandang gelar dokter, namun belum dapat berpraktek mandiri karena harus mengikuti tahapan magang/internsip sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Pada pasal 9 ayat 1 menyatakan bahwa Setiap dokter atau dokter gigi yang lulus program profesi dokter atau dokter gigi dalam negeri dan luar negeri wajib mengikuti program internsip,” pesan bu Rini dari Dinkes DIY.

Selanjutnya selaku Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menginformasikan bahwa sumpah dokter periode tersebut diikuti oleh 38 orang dokter baru, yang terdiri dari 18 laki-laki dan 20 perempuan., dengan dinyatakan telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), sehingga total alumni FK UII sejumlah 1.741 orang dokter.

Dalam pidatonya dr. Linda berpesan bahwasanya makna terkandung dari butir sumpah dokter yang lain yaitu setiap dokter untuk menjaga nama baik profesi yang melekat pada diri tiap dokter. Dokter lulusan FK UII mestinya mengingat kata-kata tagline yaitu “be a good muslim doctor”. Tidak mudah untuk menjadi pribadi dokter muslim yang memiliki aqidah yang lurus dan akhlak yang terpuji. Akhlak yang baik adalah puncak dari kebaikan seseorang. Terlebih dokter, segala hal yang melekat padanya akan menjadi cerminan profesi dokter, termasuk dalam hubungan antar personal, keluarga terlebih dalam menjalankan profesi dokter.

”Banyak peristiwa yang terjadi yang merusak citra dokter karena memiliki akhlak yang kurang baik. Fakultas Kedokteran tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan dokter alumni UII untuk dapat menjaga kehormatan diri, yang nantinya pasti akan membawa keharuman almamater,” pesan dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, Dekan FK UII.

Lebih lanjut, perilaku dokter di masyarakat akan selalu disorot, baik yang berhubungan dengan profesinya maupun akhlak keseharian. Islam mengatur kita untuk berbuat baik kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja dan kepada Pasien, keluarga pasien, masyarakat/umat. Kompetensi komunikasi, memiliki empati dan kepedulian akan membantu membentuk akhlak dokter muslim, demikian pidatonya.

Caption : Prosesi penyerahan naskah sumpah dokter yang ditandatangin dan penyerahan pin IDI oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dan disaksikan oleh Wakil Rektor UII Bidang Pengembangan Akademik & Riset, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.

Hal senada disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa dokter adalah profesi mulia. Tidak jarang, di tangannya nyawa anak manusia dititipkan. Dedikasi dan kecermatan dalam bertindak tidak dapat ditawar. Indonesia tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat, bila sumber daya manusianya tidak sehat. Selain itu, dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya memasuki era industri 4.0, nampaknya masa depan digitalisasi kesehatan perlu mendapatkan perhatian khusus. Inovasi merupakan hal vital dalam pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan, perlu mengembangkan inovasi layanan kesehatan dimulai dari layanan primer, dengan memanfaatkan teknologi digital yang mutakhir, seperti sistem aplikasi informasi rumah sakit, sistem informasi nasional yang terintegrasi, dan notifikasi kejadian penyakit. Wibowo

,

PENDAFTARAN TUTUP TEORI & PENDAFTARA WISUDA PERIODE 3 TA: 2019/2020

assalamu’alaykum wrwb

 

Disampaikan kepada seluruh civitas akademik Fakultas Kedokteran (FK) UII, bahwa permohonan tutup teori dan yudisium lulusan, pada wisuda periode 3 semester ganjil tahun akademik 2019/2020 menggunakan formulir baru.

Terkait hal tesebut, berikut ini beberapa informasi yang dapat diunduh:

1.  Informasi Lengkap

2. Form Tutup Teori & Kelulusan (S.Ked)

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bisa memudahkan urusan-urusan terkait.

 

wassalamu’alaykum wrwb

 

LEBARAN SEHAT bersama dr. R. Edi Fitriyanto, M.Gizi

LEBARAN SEHAT

dr. R. Edi Fitriyanto, M.Gizi

(Dosen Tetap FK UII/Kepala KKN UII)

Lebaran atau Iedul Fitri merupakan hari kemenangan yang dirayakan kaum muslimin setelah berhasil menunaikan ibadah puasa selama sebulan. Di hari itu, sebagian besar masyarakat Indonesia mempunyai tradisi saling berkunjung di antara saudara, kolega dan tetangga. Fenomena mudik menjadi agenda rutin tahunan setiap Lebaran. Semua acara menyambut Lebaran tidak lengkap tanpa berbagai hidangan khas dengan cita rasa yang enak, bahkan kadang-kadang hari raya diidentikan dengan ketupat dan opor. Tanpa disadari gaya hidup tersebut berisiko mengakibatkan gangguan kesehatan, terutama sistem pencernaan. Kemungkinan penyebab masalah tersebut dalah perubahan mendadak pola konsumsi makanan, overeating, konsumsi makanan dari perhitungan total kalori maupun jenis zat gizi sangat berlebihan.

Konsumsi makanan yang berlebihan sangat kontradiktif dengan kondisi tubuh selama puasa. Ketika berpuasa tidak ada asupan makanan dan minuman sejak dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Untuk menyesuaikan dengan keadaan tersebut terjadi beberapa perubahan dalam fisiologi tubuh, diantaranya secara anatomis dan fungsional sistem pencernaan mengalami keadaan “istrahat”. Secara hormonal terjadi peningkatan produksi hormon glukagon untuk pembongkaran cadangan energi, dan penurunan hormon insulin karena diperlukan sumber energi selain dari metabolisme glukosa darah. Keadaan tersebut terjadi selama asupan makanan menurun. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang berlebihan dalam waktu singkat pasca puasa tidak sesuai dengan kondisi metabolisme tubuh saat itu, serta sistem pencernaan belum siap untuk menerima beban berat.

Mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan antara lain, heart burn atau rasa panas akibat terjadi aliran isi lambung termasuk asam lambung ke esofagus (kerongkongan) yang disebabkan volume makanan melebihi kapasitas lambung. Pengisian lambung di atas kapasitasnya juga menyebabkan pembesaran ukuran lambung yang menimbulkan gejala rasa nyeri pada lambung dan organ sekitarnya. Overeating juga menyebabkan organ hati, pankreas, dan usus halus bekerja lebih keras karena beban berat proses pencernaan, dan metabolisme. Denyut jantung juga akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme yang berlebihan, sehingga menyebabkan keadaan gelisah.

Untuk itu, lebih baik kita mencegah dengan bijak dalam mengkonsumsi makanan untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan. Sebagaimana firman Allah: …. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (QS Al-Baqarah:195). Secara praktis hal tersebut dapat diaplikasikan dalam tips menjaga pola makan sehat saat Lebaran:

  1. Makanlah sesuai dengan kebutuhan, usahakan menepati jadwal makan (sarapan, makan siang, makan malam), di laur waktu tersebut hindari makan, berhenti makan sebelum kenyang.
  2. Makanlah dengan menu seimbang, karbohidrat 50 – 65%, lemak 25 – 30%, dan protein 10 – 15%, sumber vitamin dan mineral secukupnya.
  3. Pebuhi kebutuhan air kurang lebih 40 ml/kgBB.
  4. Kurangi konsumsi makanan bergula tinggi, bergaram tinggi, berlemak tinggi, dan terlalu merangsang (misalnya pedas).
  5. Berusaha menjalankan puasa Syawal untuk mempertahankan pola makan yang baik selama Ramdan.

Insya Allah merayakan Lebaran bersama orang-orang terdekat merupakan kebahagiaan tersendiri sehingga jangan sampai kita sendiri yang merusaknya dengan tidak hati-hati menjaga kesehatan.

Wallahua’lam bishshowab. (Wibowo)

 

Ziaroh Tokoh UII : Dalam rangka milad ke-76

Berita Foto 3 Ziaroh Tokoh UII : Dalam rangka milad ke-76 pada Sabtu, 22 Sya’ban 1440 H/ 27 April 2019 Keluarga Besar Universitas Islam Indonesia melakukan ziaroh ke makam matar rektor UII dan tokoh UII, Kegiatan ziarah dimulai dengan berziarah ke makam tokoh-tokoh UII di Kampus Terpadu UII berikutnya ke Taman Makam Sawitsari diantaranya Prof. Dr. R. H. Ace Partadiredja, Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc., dan Ir. R.H.A Sahirul Alim, M.Sc. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara untuk menziarahi makam Prof. Dr. Dr. Sardjito yang merupakan Rektor UII periode 1963-1970 serta makam Panglima Besar jendral Sudirman. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kotagede untuk menziarahi dua tokoh UII yaitu Prof. KH. A. Kahar Muzakkir dan Prof. RHA. Kasmat Bahuwinangun yang kedua pernah menjabat menjadi rektor UII, .. (Foto : Wibowo)

 

TBMM FK UII Buka Posko Banjir di Bantul

 

Caption : Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dilokasi banjir Bantul guna memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Foto : Wibowo/istimewa

Bantul (UII News) – Banjir di wilayah Bantul, menyebabkan kerusakan di beberapa tempat, dan pengungsian di berbagai lokasi. Atas kejadian tersebut maka Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan SAR, dan Organisasi Sosial lainya membuka posko penanggulangan bencana banjir guna meringankan beban dan memberikan pemeriksaan kesehatan bagi warga berdampak di Bantul.

Hal tersebut di sampaikan oleh Dian Muhamad Gibran, selaku ketua Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, saat membuka posko kesehatan korban Banjir Bantul, di Desa Donotirto dan Tirtohargo, Bantul, DIY pada hari Senin, 11 Rajab 1440 H/18 Maret 2019.

Menurut Gibran, sebelum posko kesehatan di buka, TBMM FK UII melakukan assessment di lokasi bencana banjir. Dari hasil koordinasi tim diarahkan menuju ke beberapa daerah salah satunya adalah Kec. Karangtalun. Tim memutuskan untuk menuju Kec. Karangtalun karena nenurut informasi dari ACT, kecamatan tersebut yang paling membutuhkan.

“Jenis bencana adalah bajir, akibat hujan deras, sifat yang ditimbulkan meluapnya sungai dan menggenangi jalan hingga rumah rumah warga, akses menuju lokasi dapat dilalui namun beberapa jalan seperti Jl. Parangtritis masih digenangi air setinggi lutut,” kata Gibran.

Selanjutnya setelah pengobatan selesai team melanjutkan assessment ke Daerah Tilaman, Imogiri, Bantul pada tanggal 19 Maret 2019, telah terjadi longsor susulan sehingga menyebabkan beberapa akses jalan tertutup sehingga ada beberapa warga yang terisolir. Menurut informasi yang didapatkan, ada 3 korban dan 2 diantaranya belum ditemukan. Tim gabungan SAR dan beberapa relawan masih dalam proses membuka akses jalan dan pencarian korban. Wibowo

Caption : Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia memberikan layanan kesehatan para pengungsi bencana Banjir Bantul. Foto : Wibowo/istimewa

 

,

Rombongan dari Universitas Islam Sumatera Utara melakukan Audiensi ke UII

Rombongan dari Universitas Islam Sumatera Utara melakukan Audiensi ke UII dan Fakultas Kedokteran UII, Rabu, 6 Maret 2019 di Auditorium lt 1 Fakultas Kedokteran UII (Foto : Wibowo)

 

FK UII Juara 1 dalam Pertandingan olahraga Bola Volly Putri

FK UII Juara 1 dalam Pertandingan olahraga Bola Volly Putri dalam rangka Milad ke-76 UII,Kamis,28 Februari 2019 di GOR UII (Foto : Wibowo)