Pos

Berdasarkan hasil tes seleksi dan rapat Tim Rekrutmen Tutor & Instruktur Keterampilan Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa nama-nama
tersebut di bawah ini dinyatakan diterima sebagai Tutor dan Instruktur Keterampilan Medik di
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia:

1. dr. Achmad Irfan Hanifudin
2. dr. Afifah Az Zahra
3. dr. Fitri Faiza Rachmawati
4. dr. Muhammad Roydh Prenadenta Pratama
5. dr. Nurmala Widya Absari, Amd.Keb
6. dr. Raden Rara Dewi Sitoresmi Ayuningtyas, Sp.A
7. dr. Ratna Amalia Fairuz
8. dr. Sheni Novita Irjayanti
9. dr. Shofiati Ashfia
10. dr. Syifa Nurul Asma
11. dr. Yanasta Yudo Pratama

Informasi selengkapnya dapat didownload pada link berikut: DOWNLOAD

Disampaikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, berikut agenda terkait tutup teori, lulus sarjana kedokteran, dan wisuda Periode II dan III Semester Ganjil TA 2021/2022. Informasi selengkapnya pada tautan di bawah ini:

Link download:
>> Formulir pengajuan tutup teori
>> Formulir pernyataan verifikasi data

JAKARTA (fk.uii.ac.id) Salsabila Zannuba Kurniawan, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) angkatan 2019, berhasil mengharumkan almamater dengan meraih gelar Novice Champion dan Silver Medal Best Speaker dari ajang lomba debat Bahasa Inggris terbesar di Indonesia: National University Debating Championship (NUDC) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

NUDC 2021 berlangsung secara daring pada tanggal 24-29 Agustus 2021 dengan total peserta mencapai 110 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus-kampus dengan nama besar di sejarah NUDC, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, hingga Universitas Airlangga.

Tiap peserta NUDC terdiri dari dua debaters dan satu N1 Adjudicator. Debater adalah mahasiswa aktif Program Sarjana (maksimal semester 10) atau Diploma (maksimal semester 6 untuk D-3 dan semester 8 untuk D4), yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). N1 Adjudicator adalah mahasiswa aktif/dosen dari perguruan tinggi asal debater yang dibuktikan dengan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi. Untuk dapat tampil di NUDC, para peserta harus lolos terlebih dahulu pada seleksi wilayah.

Berbagai topik hangat dan terkini diangkat pada NUDC kali ini, antara lain terkait Childfree Movement, digital alterations (seperti penggunaan filter), kompetisi olahraga dan dampaknya pada kesehatan mental, perang di timur tengah (Palestina, Israel, dan Afghanistan), hubungan internasional (NATO, resolusi konflik, dan sebagainya), pendidikan, hingga lingkungan dan hubungannya dengan ekonomi (kebijakan pemerintah, kebijakan korporasi).

Singkatnya, untuk dapat berprestasi pada NUDC ini tiap peserta dituntut memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas terkait berbagai perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri mencakup berbagai sendi kehidupan.

Semenjak ditentukan menjadi delegasi dari universitas, saya termotivasi untuk terus rajin berlatih intensif selama 4 bulan lebih. Selain itu persiapan juga saya lakukan dengan sering membaca berita dan mengikuti sparring debat,” jelas Salsabila. (dsh)

YOGYAKARTA (fk.uii.ac.id) Sajjad Khairunnas, Mohammad Taufiqurrahman Guritno, dan Aldi Surya Rizkiyanto, mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang menjadi delegasi pada event kompetisi ilmiah Interfaculty of Medicine Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2021 Faculty of Medicine Universitas Islam Indonesia, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara 3 Nasional Video Edukasi.

Pada babak final yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2021 secara daring, FK UII harus bersaing ketat dengan delegasi dari Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Lampung, dan UIN Maulana Malik Ibrahim.

Karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul “Ayo Cegah Depresi Saat Pandemi dengan SEMANGAT”. “SEMANGAT” di sini merupakan akronim dari langkah-langkah preventif terhadap depresi. Dihubungi terpisah, Sajjad Khairunnas menjelaskan bahwa ide pembuatan karya timnya terinspirasi dari fakta terkait tingginya kasus depresi di Indonesia selama pandemi melanda.

Menurut penelilitian dari PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia-red) tahun 2020, yang dilakukan terhadap 4010 responden swaperiksa, terdapat sebanyak 62% orang mengalami depresi saat pandemi. Akhirnya kami berinisiatif ingin mengedukasi masyarakat melalui karya yang kami buat terkait bagaimana cara mencegah depresi saat pandemi. Diharapkan video ini bisa membantu masyarakat untuk mencegah depresi,” jelas Sajjad. (dsh)

YOGYAKARTA (fk.uii.ac.id) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali meneruskan Tradisi Prestasi Tiada Henti dengan meraih gelar Juara 2 Nasional Poster Publik Emergency Medical Competition 2021 Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI) Wilayah 1. Pada babak final yang berlangsung secara daring pada 22 Agustus 2021, delegasi FK UII yang terdiri dari Anisa Sugiyanti, Amany Taqiyyah Wardhani, dan Anindya Amanda Damayanti harus bersaing ketat dengan finalis lainnya yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Universitas Hangtuah, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pada kesempatan kali ini delegasi FK UII menampilkan karya berjudul: “Waspada Racun Hand Sanitizer, Yuk Mulai CAKAP!”. Kata “CAKAP” di sini merupakan akronim dari langkah-langkah pencegahan toksikasi hand sanitizer. Topik tersebut sengaja dipilih delegasi FK UII karena masih jarang dibahas di tengah-tengah publik, padahal angka kejadian kasusnya kian meningkat di Indonesia, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Gejala yang dapat muncul akibat toksikasi hand sanitizer begitu bervariasi, mulai dari iritasi kulit hingga penurunan kesadaran yang dapat mencapai tahapan yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention pada tahun 2020, sebanyak 300 anak dirawat dan 2 orang meninggal setiap harinya karena keracunan hand sanitizer. Oleh karena itu, pengetahuan terkait hal ini perlu diedukasikan kepada masyarakat agar mereka memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik saat membeli hand sanitizer, minimal dengan meneliti terlebih dahulu label komposisinya apakah terdapat zat berbahaya seperti metanol atau tidak. (dsh)

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan rapat Tim Rekrutmen Tutor & Instruktur Keterampilan Medik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dengan ini memutuskan bahwa nama-nama yang tersebut di bawah ini dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak untuk mengikuti seleksi tertulis dan praktek:

1. dr. Achmad Irfan Hanifudin
2. dr. Afifah Az Zahra
3. dr. Ajeng Dennise Distelita
4. dr. Fitri Faiza Rachmawati
5. dr. Maharita Pandikasari
6. dr. Muhammad Roydh Prenadenta Pratama
7. dr. Mutiara Jihad
8. dr. Nadia Lakshita Anindya Devi
9. dr. Nurmala Widya Absari, Amd.Keb
10. dr. Putry Bayu Rini
11. dr. Raden Rara Dewi Sitoresmi Ayuningtyas, Sp.A
12. dr. Ratna Amalia Fairuz
13. dr. Sheni Novita Irjayanti
14. dr. Shofiati Ashfia
15. dr. Silvia Ningrum Utami, MMR
16. dr. Syifa Nurul Asma
17. dr. Yanasta Yudo Pratama

Timeline pelaksanaan rekrutmen tutor dan instruktur tahun 2021 selengkapnya dapat didownload pada link berikut: DOWNLOAD

MEDAN (fk.uii.ac.id)Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Delegasi FK UII yang terdiri dari Muhammad Rafi Falah, Faj’rian Haikal Faros, dan Tsaniya Ahda Indrayan berhasil meraih Juara 2 Nasional Lomba Poster Ilmiah “Stop Antimicrobial Resistance” Standing Committe on Public Health Center for Indonesian Medical Students’ Activities Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Pada rangkaian kompetisi yang berlangsung secara daring pada 27 Juli-14 Agustus 2021 tersebut, delegasi FK UII menjadi juara setelah bersaing ketat dengan 29 tim yang berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Sebelas Maret, tuan rumah Universitas Sumatera Utara, dan sebagainya.

Karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul: “Stop Konsumsi Antibiotik Sembarangan, Patuhi PPKM!”. PPKM di sini merupakan akronim dari langkah-langkah penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional. Ide awal pembuatan poster ilmiah ini berawal dari maraknya konsumsi antibiotik secara tidak teratur pada masyarakat Indonesia, seperti lupa meminumnya ataupun tidak menghabiskan sesuai dosis yang telah ditentukan sehingga menyebabkan AMR (antimicrobial resistance).

Secara global AMR merupakan ancaman seluruh dunia dan multi sektoral, baik dalam bidang medis, peternakan, sosial dan ekonomi dan di Indonesia sendiri kasusnya sedang marak. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang relatif kurang terhadap AMR di kalangan masyarakat. Dari sini kami tertarik untuk memberikan edukasi terkait bahaya AMR ini. Harapannya melalui poster ini masyarakat dapat lebih teredukasi tentang AMR dan bisa melakukan pencegahan dini. Sehingga tidak banyak kasus serupa yang terjadi di Indonesia,” jelas Tsaniya. (dsh)

SURAKARTA (fk.uii.ac.id) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) terus mengukir prestasi di level nasional. Pada final kompetisi Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI) Cup 2021 yang berlangsung pada 24 Juli 2021 secara daring dengan TBM Vagus FK Universitas Negeri Sebelas Maret selaku host, delegasi FK UII yang terdiri dari Amany Taqiyyah Wardhani, Anindya Amanda Damayanti, Annisa Sugiyanti berhasil meraih gelar Juara Favorit Nasional Poster Publik setelah bersaing ketat dengan peserta dari Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mulawarman, Universitas Halu Oleo, Universitas Al-Azhar, dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya di babak final.

Pada kesempatan ini, karya yang ditampilkan oleh delegasi FK UII berjudul: “Tangani Gagal Napas Saat Pandemi Dengan Tangkas”. “Ide awal pembuatan karya ini berawal dari kenyataan banyaknya nyawa yang melayang karena ketakutan orang untuk menolong pasien gagal napas di masa pandemi. Oleh karena itu, kami memilih tema penanganan gagal napas di saat pandemi agar masyarakat mengetahui prosedur yang benar dan aman, sehingga harapannya tidak ada lagi korban yang tidak tertangani,” jelas Anindya. (dsh)

JAKARTA (fk.uii.ac.id)Salsabila Zannuba Kurniawan, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan prestasi di arena kompetisi debat ilmiah Bahasa Inggris tingkat nasional dengan meraih gelar Co-4th Novice Best Speaker Nusantara Overland Varsity English Debate (NOVED) 2021 yang diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara dan Podomoro University pada tanggal 29-30 Mei 2021.

Gelar tersebut diraih oleh Salsabila setelah bersaing ketat dengan 74 tim peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, dan sebagainya.

Topik yang diangkat dalam debat kali ini cukup beragam, antara lain terkait kesetaraan gender, feminisme, filosofi, politik, ekonomi, dan tekologi,” jelas Salsabila.

Untuk mematangkan persiapan, saya selalu rajin membaca berita terkini dan mengkajinya, berlatih membuka wawasan seluas mungkin dan memposisikan diri sebagai pihak netral, berusaha mencari argumen baru, serta rajin mengikuti latihan rutin,” tambah Salsabila. (dsh)

YOGYAKARTA (fk.uii.ac.id) Salsabila Zannuba Kurniawan, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) angkatan 2019 berhasil mengharumkan almamater dari arena lomba debat ilmiah tingkat nasional dengan meraih gelar Novice Runner Up Jogja Debating Forum (JDF) Open 2021 (29-30 Mei) dan Co-4th Best Speaker Student English Activity Debating Championship (SEADC) 2021 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (17-19 Juni) yang diadakan secara online.

Prestasi tersebut diraih Salsabila setelah bersaing ketat dengan 36 tim di ajang JDF Open dan 16 tim di SEADC dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi di Indonesia. Topik debat yang diangkat pun banyak yang tidak bersinggungan dengan ilmu kedokteran, seperti “Youth in Actions Against Global Issues” pada SEADC yang men-trigger peserta untuk mengkritisi berbagai masalah di Indonesia, baik terkait isu politik, ekonomi, kemanusiaan, ataupun kesetaraan.

Guna mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi tersebut, Salsabila melatih kemampuan dan meningkatkan pengetahuan dengan rutin mengikuti regular practice, meng-update isu-isu sosial, dan mencoba berbagai stance dalam debat sesering mungkin.

Menurut saya, sekarang ini tuntutan sebagai dokter tidak hanya sebagai penyedia tenaga kesehatan saja. Sekarang seorang dokter juga harus dapat memahami masalah yang terjadi di sekitar yang pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan. Oleh karena itu, dokter juga bisa mengerti masalah sosial yang ada disekitarnya untuk bisa mengadvokasikan hak-hak masyarakat sebagai langkah menyelesaikan masalah,” jelas Salsabila terkait alasannya mendalami ilmu debat.

Saya pribadi sangat tertarik untuk bisa menjadi dokter di daerah krisis kemanusiaan, oleh karena itu saya ingin melatih kemampuan berpikir kritis dan advokasi tersebut,” pungkasnya. (dsh)