Pos

MEDAN (fk.uii.ac.id)Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Delegasi FK UII yang terdiri dari Muhammad Rafi Falah, Faj’rian Haikal Faros, dan Tsaniya Ahda Indrayan berhasil meraih Juara 2 Nasional Lomba Poster Ilmiah “Stop Antimicrobial Resistance” Standing Committe on Public Health Center for Indonesian Medical Students’ Activities Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Pada rangkaian kompetisi yang berlangsung secara daring pada 27 Juli-14 Agustus 2021 tersebut, delegasi FK UII menjadi juara setelah bersaing ketat dengan 29 tim yang berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Sebelas Maret, tuan rumah Universitas Sumatera Utara, dan sebagainya.

Karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul: “Stop Konsumsi Antibiotik Sembarangan, Patuhi PPKM!”. PPKM di sini merupakan akronim dari langkah-langkah penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional. Ide awal pembuatan poster ilmiah ini berawal dari maraknya konsumsi antibiotik secara tidak teratur pada masyarakat Indonesia, seperti lupa meminumnya ataupun tidak menghabiskan sesuai dosis yang telah ditentukan sehingga menyebabkan AMR (antimicrobial resistance).

Secara global AMR merupakan ancaman seluruh dunia dan multi sektoral, baik dalam bidang medis, peternakan, sosial dan ekonomi dan di Indonesia sendiri kasusnya sedang marak. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang relatif kurang terhadap AMR di kalangan masyarakat. Dari sini kami tertarik untuk memberikan edukasi terkait bahaya AMR ini. Harapannya melalui poster ini masyarakat dapat lebih teredukasi tentang AMR dan bisa melakukan pencegahan dini. Sehingga tidak banyak kasus serupa yang terjadi di Indonesia,” jelas Tsaniya. (dsh)

MEDAN (fk.uii.ac.id) – Zavia Putri Salsabila, Fathiyatul Mudzkiroh, Violetta Meitrie Sugianto mahasiswa Program Studi Kedokteran yang menjadi delegasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada kompetisi ilmiah Scripta Research Festival 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (FK USU), berhasil meraih hasil gemilang dengan tampil sebagai Juara 2 Nasional Literature Review. Prestasi ini sekaligus mengulang raihan serupa pada penyelenggaraan Scripta tahun 2018 lalu.

Pada babak final yang diselenggarakan secara online dengan host di Medan pada tanggal 29-31 Januari 2021, Delegasi FK UII harus bersaing ketat dengan sembilan finalis lainnya yang berasal dari berbagai universitas dengan tradisi kuat di bidang ilmiah, seperti Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas, Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jember, hingga tuan rumah USU.

Scripta Research Festival merupakan salah satu event ilmiah nasional terbesar yang diselenggarakan oleh Standing Committees on Research Exchange Pemerintahan Mahasiswa (SCORE PEMA) FK USU. Tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk menciptakan dan mendukung terbentuknya iklim keilmiahan di kalangan mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia melalui kegiatan simposium dan perlombaan ilmiah.

Tema besar yang diangkat pada penyelenggaraan Scripta tahun ini adalah: “Novel Innovation and Strategy in Genitourinary Disease Prevention as an Improved Health Solution”, dengan cabang lomba meliputi empat bidang, yaitu: Literature Review, Esai Ilmiah, Poster Publik, dan Video Edukasi.

Sesuai dengan fokus tema lomba yang menyoroti tentang genitourinary disease, pada perlombaan ini delegasi FK UII menampilkan karya ilmiah berjudul: “Karakterisasi microRNA-203 Terenkapsulasi Liposom dengan Konjugasi Single Stranded Oligonukleotida (A9g Aptamer) Sebagai Novel Terapi Sel Kanker Prostat Tertarget”.

Menurut Fathiyatul Mudzkiroh, salah satu delegasi FK UII, latar belakang atau ide pembuatan karya tersebut terinspirasi dari kenyataan bahwa kanker prostat merupakan penyakit keganasan pada pria dengan prevalensi tertinggi kedua di dunia setelah kanker paru-paru. Jumlah kasus kanker prostat terbanyak ditemukan di Amerika dan Eropa, dengan tingkat kematian tertinggi di Asia. Di Indonesia sendiri jumlahnya mencapai 10,3 per 100.000 populasi dan diprediksi akan terus meningkat ke depannya.

Kanker prostat juga memiliki pathogenesis stage, yaitu dependent androgen dan independent androgen, dimana pengobatan yang ada saat ini hanya bisa digunakan pada salah satu fase saja (dependent atau independent). Selain itu, modalitas yang ada saat ini juga memiliki efek samping yang berisiko, contohnya kemoterapi dan radioterapi. Sehingga kami berinovasi untuk membuat suatu usulan baru yang dapat menarget kanker prostat secara spesifik, pada semua fase, dan memiliki efek samping yang minimal,” jelas mahasiswa angkatan 2019 tersebut. (dsh)

Mengenal Kanker Prostat dan Pencegahannya

PROSTAT merupakan organ genitalia pria yang menghasilkan cairan prostat (salah satu komponen cairan ejakulat) dan terletak di bawah kandung kencing, di depan rektum, serta “membungkus” uretra bagian belakang.

Kanker prostat dikenal sebagai penyakit keganasan dengan angka kejadian tertinggi pada sistem urogenitalia pria. Penelitian menunjukkan kejadian ini banyak ditemukan pada pasien berusia lebih dari 50 tahun dengan angka kejadian terbanyak pada kelompok usia lebih dari 80 tahun.

Menariknya, dewasa ini salah satu faktor yang meningkatkan insidens kanker prostat adalah meningkatnya kewaspadaan pada masing-masing individu terhadap penyakit ini, seiring dengan kian banyaknya informasi terkait kesehatan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai media cetak ataupun elektronik termasuk internet.

Hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan screening dengan pemeriksaan prostate specific antigens (PSA) untuk deteksi dini. Penemuan peningkatan kadar PSA pada pemeriksaan laboratorium secara tidak sengaja sering menjadi petunjuk pada kanker prostat stadium dini yang tidak menunjukkan gejala atau tanda klinis.

Kanker prostat dapat menimbulkan berbagai gejala yang sangat mengganggu pasien. Bila kanker telah menekan uretra, pasien dapat mengalami kesulitan berkemih, nyeri saat berkemih, hingga adanya darah pada urin. Pada kasus lain yang lebih jarang, pasien juga mengeluhkan kesulitan buang air besar akibat penekanan rektum oleh kanker.

Sebagaimana pada kanker lainnya, kanker prostat juga dapat menyebar (metastasis) ke berbagai lokasi, baik melalui limfe maupun pembuluh darah. Lokasi yang dituju antara lain kelenjar limfe di area retroperitoneal, tulang pinggul, tulang paha, tulang belakang, tulang iga, hingga berbagai organ penting seperti paru-paru, hati, bahkan otak. Hal ini akan memberikan dampak yang kian serius bagi pasien, seperti munculnya nyeri tulang, patah tulang pada lokasi metastasis, ataupun gangguan saraf akibat penyebaran pada tulang belakang. Lebih lanjut, metastasis pada organ penting dapat menyebabkan kerusakan organ yang berujung pada kematian.

Salah satu faktor yang diyakini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat adalah pengaruh lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi lemak yang berlebihan, hingga paparan bahan kimia seperti cadmium atau Cd (banyak terdapat pada baterei dan alat listrik) berhubungan dengan meningkatnya kejadian kanker prostat, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengetahui dan mencegahnya.

Selain itu juga telah banyak diketahui pula macam-macam makanan yang diduga dapat mencegah terjadinya kanker prostat, antara lain yang kaya akan kandungan vitamin A, vitamin E, beta karoten, fitoestrogen, likofen, ataupun selenium, seperti: tomat, kedelai, ikan laut, daging, biji-bijian, dan sebagainya. Tentunya makanan seperti ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara cukup dan rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dengan mengetahui berbagai faktor resiko dari lingkungan dan kebiasaan tersebut, sudah sewajarnya kita mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk terhindar dari berbagai penyakit seperti kanker prostat. Dengan tubuh yang sehat, produktivitas akan meningkat dan hidup menjadi lebih bersemangat untuk banyak bermanfaat bagi masyarakat. (dsh)