Rektor UII : Dokter Lulusan FK UII harus Tetap Belajar

 

Caption : Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan saat membacakan pesan Rektor UII bagi Dokter Baru FK UII. (Poto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Teruslah mengasah diri dan tidak mengenal puas dalam belajar. Karena hanya mereka yang dapat mengimbangi perkembanganlah yang dapat terus menjaga relevansinya di tengah-tengah zaman dan masyarakatnya.

Pesan tersebut disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D yang dibacakan oleh Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode XLV Tahun 2019 Fakultas Kedokteran UII, yang diikuti oleh 33 orang dokter baru, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Semuanya telah lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), sehingga Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) telah meluluskan 1.638 orang dokter, yang diselenggarakan pada hari Jumat, 07 Sya’ban 1440 H/12 April 2019 di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta

Lebih lanjut Rektor UII, menambahkan bahwa sejalan dengan tekat Fakultas Kedokteran UII untuk menghasilkan Good Muslim Doctors, tentunya banyak harapan tersemat di pundak para dokter baru.

“Kami berharap kepada Saudara jadilah dokter muslim yang memiliki kompetensi keilmuan yang luas, pemahaman keislaman yang dalam, dan profesionalisme yang tinggi”, ungkap Rektor UII melalui Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan

.

Sementara itu Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menyatakan bahwa dalam salah satu butir Sumpah dokter memuat yaitu dalam menjalankan profesi, saya tidak akan membedakan ras, suku bangsa, warna kulit, agama, perbedaan kulit dan jenis kelamin.

Sehingga menurut dokter Linda adalah sangat penting bagi dokter menancapkan semangat kemanusian kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Termasuk dalam suasana tahun politik menjelang puncak pesta demokrasi dengan akan digelarnya perhelatan besar yaitu Pemilu 2019.

“Kita sebagai dokter boleh saja memiliki pilihan politik sesuai dengan pemikiran dan pertimbangan kita, tapi dalam melayani pasien dan masyarakat – tiap insan harus kita layani dengan standar tertinggi profesi dokter. Dengan demikian dokter akan dapat memainkan peran penting sebagai insan penjaga kesehatan jasmani dan jiwa seluruh bangsa”, ungkap Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK

Dalam acara sumpah tersebut juga diberikan kenang-kenangan bagi lulusan yang memiliki nilai Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) tertinggi yaitu dr. Syafri Nahdi. Wibowo

Caption : 33 Dokter baru Periode XLV Fakultas Kedokteran UII (Poto Wibowo/Istimewa).