Kedokteran (UII) – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K)   melantik dan mengangkat sumpah dokter baru periode Januari 2022 pada hari Rabu, 02 Jumadil Akhir/ 05 Januari 2022 bertempat di auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Universitas Islam Indonesia, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5, Ngemplak, Sleman, D.I Yogyakarta, yang diikuti sebanyak 79 orang dokter baru, yang terdiri dari 26 laki-laki dan 53 perempuan, yang dilaksanakan secara hybrid (Luring dan Daring).

Menurut dr. Linda bahwa sumpah dokter yang dilaksanakan pagi ini pada tanggal 5 Januari 2022 merupakan sumpah dokter yang ke-55. Pada sumpah dokter kali ini, merupakan sumpah dokter yang dilakukan secara luring pertama kali setelah hampir 2 tahun, dilakukan secara virtual. Fakultas Kedokteran UII meluluskan sebanyak  79 dokter baru, yang terdiri dari 26 dokter laki-laki dan 53 dokter perempuan. Selama berdiri dari tahun 2001 Fakultas Kedokteran UII telah meluluskan 1973 dokter, sementara tiap tahun dapat meluluskan 150-200 dokter yang turut mewarnai jumlah dokter yang dihasilkan dari seluruh FK di Indonesia.

“Pada masa pandemi ini, sangat tepat visi rahmatan lil a’lamin lain yang harus dipahami adalah bagaimana dokter lulusan FK UII memiliki jiwa pengabdian untuk ikut serta dalam program mengakhiri pandemi ini dan menjadi pelopor untuk tegaknya disiplin terhadap protokol kesehatan dimana saja berada. Omicron masih ada di sekitar kita, kewaspadaan menjadi kunci untuk kita menghentikan pandemi ini,” demikian pesan dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K) selaku Dekan FK UII. (Wibowo)

Dekan FK UII, dr.Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K) saat melakukan serahterima naskah kerjasama dengan Ir. H. Mashadi Hidayat dari KBIH Multazam Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Wibowo

Kedokteran (UII) – Wakil Rektor IV UII, Bidang Kerjasama dan Kewirausahaan,  Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., menyaksikan Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K) menerima rombongan Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Multazam Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Ir. H. Mashadi Hidayat untuk menandatangani kerjasama untuk kesehatan jama’ah haji, pada hari Selasa, 17  Rabiul Awal 1443 H/ 21 Desember 2021 bertempat di auditorium Lt. 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indoneisa, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta.

Warek IV UII mengungkapkan dalam sambutannya bahwa kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UII bisa diperluas dengan prodi prodi lain di UII, karena kerjasama ini sebagai sarana menjalankan Catur Dharma Universitas Islam Indonesia.

Selama pertemuan proses kerjasama tersebut, dari pihak KBH Multazam lebih banyak bercerita tentang proses kerjasama yang akan dilaksanakan pada saat nantinya, yaitu pemeriksaan terhadap para calon jama’ah haji.

Sementara itu, Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K) menuturkan bahwa kerjasama ini meliputi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dakwah serta Local Genius (Kurikulum Unggul Fakultas Kedokteran UII) yaitu Kesehatan Haji dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati dalam perjanjian kerjasama ini. Wibowo

SURABAYA (fmuiinews) – Delegasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang terdiri dari Adi Nugraha, Naila Salim Suparlan, dan Vatia Lucyana Hendyca berhasil meraih gelar Juara 1 Nasional Video Edukasi Airlangga Medical Scientific Week 2021 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Pada babak final yang berlangsung pada 22-24 Oktober 2021 tersebut, FK UII harus bersaing ketat dengan berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Hang Tuah.

Pada kesempatan kali ini, delegasi FK UII menampilkan karya berjudul: “Hah, Graves’ Disease? Apa itu?”. Karya tersebut menyesuaikan tema AMSW 2021, yaitu “Endocrine & Metabolic Disorders”.

Kami harus mencari penyakit yang berkaitan dengan tema tersebut. Dari masing-masing penyakit, kami mencari prevalensi serta berapa banyak edukasi yang telah ada pada YouTube. Berdasarkan survei kami, penyakit Graves’ Disease inilah yang memiliki prevalensi lumayan tinggi,” jelas Naila

Menurut Basic Health Research pada tahun 2007, jumlah penderita Graves’ Disease di Indonesia mencapai 6.9% penduduk Indonesia. Sedangkan menurut data studi epidemiologi, pengidap Graves’ Disease di seluruh dunia mencapai 20:100.000 individu.

Selain itu, konten edukasi Graves’ Disease pada kanal YouTube juga sangat terbatas. Dari situlah kami mengambil keputusan untuk memilih materi tentang penyakit Graves’ Disease agar dapat turut berkontribusi dalam pencegahan dan penanganannya,” pungkas Naila. (dsh)

YOGYAKARTA (fmuiinews)FK UII berhasil menorehkan prestasi gemilang pada event Muslimah Got Talent 2021 yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) Indonesia dengan meraih gelar Juara 3 Nasional Poster Publik. Pada perlombaan yang berlangsung secara daring dengan babak final diselenggarakan pada tanggal 3 Oktober 2021 tersebut, delegasi FK UII terdiri dari Tsaniya Ahda Indrayani, Aninda Zunia Pratiwi, dan Salma Nur Hamidah.

Untuk menjadi juara, FK UII harus bersaing ketat dengan 14 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Airlangga, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram, UIN Malang, UIN Sriwijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, dan sebagainya.

Pada kesempatan kali ini karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul: “Cegah Burnout dengan Sholawat. Burnout merupakan suatu kondisi kelelahan atau frustasi dari pekerjaan karena tidak mencapai suatu target dan tidak mendapatkan imbalan yang diharapkan. Menurut WHO, burnout menggambarkan suatu perasaan kehabisan energi, kelelahan, dan memiliki kesan negatif terkait dengan pekerjaan seseorang”.

Burnoutmerupakan suatu kondisi yang banyak dialami oleh masyarakat, tercatat sebanyak 59% generasi Z di dunia mengalami kondisi ini. Hal tersebut makin diperburuk dengan situasi pandemi seperti saat ini yang membuat orang-orang kian memiliki kecenderungan mengalami burnout”.

Disinilah hebatnya pengaruh sholawat terhadap “burnout”. Sholawat tidak hanya menumbuhkan energi positif yang mampu menyejukkan hati dan jiwa sehingga dapat meredam berbagai energi negatif yang memicu terjadinya “burnout”. Melalui karya ini delegasi FK UII ingin mengedukasi masyarakat terkait pentingnya ber-sholawat sebagai salah satu obat hati dan pikiran yang diantaranya mampu mencegah “burnout”. (dsh)

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali mengadakan pelatihan teknologi informasi bagi seluruh tenaga kependidikan (tendik). Pelatihan yang dilakukan secara luring di Laboratorium Komputer pada 4-5 November 2021 ini merupakan tindaklanjut atas pelatihan yang diadakan sebelumnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan diadakan pelatihan ini diharapkan seluruh tendik yang ada di lingkungan FK UII lebih optimal dan mahir dalam menggunakan aplikasi penunjang pekerjaan sehari-hari, serta mampu secara mandiri menyelesaikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan teknologi informasi.

Pelatihan ini dibersamai oleh narasumber FK UII yaitu Sujono, S.Kom, M.Kom dengan materi optimalisasi penggunaan aplikasi Zoom & Panopto, Ramansyah, S.Kom, M.Kom membahas Google Form & FK Form, dan Tri Suwarno, S.Kom yang mengulik desain grafis Canva.

Seluruh peserta pelatihan terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini, nampak jelas suasana ceria dan penuh semangat dari peserta, setelah sekian lama menunggu momen kebersamaan yang tertunda karena masa pandemi. Keceriaan peserta bertambah saat disampaikan disediakan hadiah dan dooprize bagi peserta yang berhasil membuat karya terbaik sebagai feedback atas pelatihan ini. Namun tidak melupakan dari tujuan utama pelatihan yaitu agar peserta pelatihan tidak ketinggalan teknologi dan selalu update informasi.

Selain tendik, tenaga satuan pengamanan (satpam) juga dibekali pelatihan yang sama tentang optimalisasi teknologi informasi ini. Pelatihan khusus bagi satpam dilaksanakan pada Rabu, 10 November 2021.

Harapan dari seluruh peserta pelatihan yaitu agar kegiatan ini dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, sehingga seluruh tendik yang berada di FK UII, senantiasa update teknologi informasi, serta mampu menjalankan tugas/amanah dengan sebaik-baiknya dengan memberikan kontribusi terbaik untuk UII. (Rahman)

 

Foto Kegiatan : Dr.dr. Sunarto, M.Kes saat membagikan semabako di Desa Binaan Ngandong

Dalam rangka menyukseskan program pemerintah Republik Indonesia tentang pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI) mengadakan vaksinasi masal bagi seluruh lapisan masyarakat umum dengan batasan usia 12 tahun ke atas pada tanggal 22 September 2021. Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (K) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif UII sebagai institusi pendidikan, sekaligus sebagai pengejawantahan prinsip rahmatan lil’alamin yang menjadi visi UII.

Sebagaimana diketahui pandemi Covid 19 membawa dampak yang luas bagi masyarakat salah satunya pada sektor perekonomian. Untuk itu selain mempercepat program vaksinasi pemerintah juga mengatasi dampak pada sektor perekonomian dengan ketahanan pangan terutama pada lapisan masyarakat miskin. Gerakan Ketahanan Pangan (GKP) di tengah ancaman virus corona saat ini harus didukung oleh semua pihak. Universitas Islam Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan dan dakwah mengambil peran dalam Gerakan Ketahanan Pangan (GKP) bersama dengan pemerintah. Salah satu Gerakan Ketahanan Pangan (GKP) yang dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan POLRI adalah pembagian beras terutama bagi masyarakat miskin.

Atas dasar tersebut, menurut Dekan Fakultas Kedokteran UII, maka kegiatan vaksinasi masal kerjasama antara UII dengan POLRI tersebut dilanjutkan dengan bhakti sosial. Kegiatan bhakti sosial berupa pembagian beras kepada masyarakat umum, yang dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2021, dengan dana sepenuhnya berasal dari POLRI.

Kegiatan pelaksanaan bhakti sosial pembagian beras kerjasama UII POLRI berhasil mengumpulkan sejumlah 955 kemasan beras, dengan berat 5 kg per kemasan. Distribusi bantuan beras kerjasama UII-POLRI tersebut diwakili oleh DR. dr. Sunarto, M. Kes kepada sejumlah masyarakat miskin, panti asuhan, komunitas pedagang asongan sekolah, dan juga pondok pesantren di wilayah Sleman Yogyakarta dan sekitarnya. Beberapa lembaga/institusi yang menerima bantuan beras kerjasama UII-POLRI tersebut antara lain Desa Binaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Tritis Ngandong, Relokasi Pelem, Panti Asuhan Ghifari Relokasi Pelem, Sidorejo, Karangtaruna Girikerto, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Asy-Syafi’iyah Mirikebo, Pondok Pesantren Daarus Salam Tritis Turgo, Desa Ngepring, Pondok pesantren Daarut Taqwa Minggir, Pedagang Asongan Sekolah, dan Panti Asuhan Cipto Siswoyo Bangunkerto Turi Sleman.

”Bhakti Sosial pembagian beras kerjasama UII POLRI ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu dalam ketahanan pangan di tengah pandemi COVID 19,” demikian ungkap dr. Linda.

Lebih lanjut dr. Linda mengharapkan supaya Universitas Islam Indonesia dapat terus mengambil peran penting dalam masyarakat dalam pencegahan, pengendalian dan penanggulangan COVID 19 sehingga dapat mewujudkan visinya sebagai rahmatan lil’alamin.

Semoga Universitas Islam Indonesia dapat menghujamkan akar, menjulangkan cabang dan melebatkan buah sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Ibrahim 14: 24-25.

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 14: 24-25). (Hana)

Berdasarkan hasil tes seleksi dan rapat Tim Rekrutmen Tutor & Instruktur Keterampilan Medik
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa nama-nama
tersebut di bawah ini dinyatakan diterima sebagai Tutor dan Instruktur Keterampilan Medik di
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia:

1. dr. Achmad Irfan Hanifudin
2. dr. Afifah Az Zahra
3. dr. Fitri Faiza Rachmawati
4. dr. Muhammad Roydh Prenadenta Pratama
5. dr. Nurmala Widya Absari, Amd.Keb
6. dr. Raden Rara Dewi Sitoresmi Ayuningtyas, Sp.A
7. dr. Ratna Amalia Fairuz
8. dr. Sheni Novita Irjayanti
9. dr. Shofiati Ashfia
10. dr. Syifa Nurul Asma
11. dr. Yanasta Yudo Pratama

Informasi selengkapnya dapat didownload pada link berikut: DOWNLOAD

Disampaikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, berikut agenda terkait tutup teori, lulus sarjana kedokteran, dan wisuda Periode II dan III Semester Ganjil TA 2021/2022. Informasi selengkapnya pada tautan di bawah ini:

Link download:
>> Formulir pengajuan tutup teori
>> Formulir pernyataan verifikasi data

JAKARTA (fk.uii.ac.id) Salsabila Zannuba Kurniawan, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) angkatan 2019, berhasil mengharumkan almamater dengan meraih gelar Novice Champion dan Silver Medal Best Speaker dari ajang lomba debat Bahasa Inggris terbesar di Indonesia: National University Debating Championship (NUDC) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

NUDC 2021 berlangsung secara daring pada tanggal 24-29 Agustus 2021 dengan total peserta mencapai 110 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus-kampus dengan nama besar di sejarah NUDC, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, hingga Universitas Airlangga.

Tiap peserta NUDC terdiri dari dua debaters dan satu N1 Adjudicator. Debater adalah mahasiswa aktif Program Sarjana (maksimal semester 10) atau Diploma (maksimal semester 6 untuk D-3 dan semester 8 untuk D4), yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). N1 Adjudicator adalah mahasiswa aktif/dosen dari perguruan tinggi asal debater yang dibuktikan dengan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi. Untuk dapat tampil di NUDC, para peserta harus lolos terlebih dahulu pada seleksi wilayah.

Berbagai topik hangat dan terkini diangkat pada NUDC kali ini, antara lain terkait Childfree Movement, digital alterations (seperti penggunaan filter), kompetisi olahraga dan dampaknya pada kesehatan mental, perang di timur tengah (Palestina, Israel, dan Afghanistan), hubungan internasional (NATO, resolusi konflik, dan sebagainya), pendidikan, hingga lingkungan dan hubungannya dengan ekonomi (kebijakan pemerintah, kebijakan korporasi).

Singkatnya, untuk dapat berprestasi pada NUDC ini tiap peserta dituntut memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas terkait berbagai perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri mencakup berbagai sendi kehidupan.

Semenjak ditentukan menjadi delegasi dari universitas, saya termotivasi untuk terus rajin berlatih intensif selama 4 bulan lebih. Selain itu persiapan juga saya lakukan dengan sering membaca berita dan mengikuti sparring debat,” jelas Salsabila. (dsh)

 

YOGYAKARTA (fk.uii.ac.id) Sajjad Khairunnas, Mohammad Taufiqurrahman Guritno, dan Aldi Surya Rizkiyanto, mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang menjadi delegasi pada event kompetisi ilmiah Interfaculty of Medicine Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2021 Faculty of Medicine Universitas Islam Indonesia, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara 3 Nasional Video Edukasi.

Pada babak final yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2021 secara daring, FK UII harus bersaing ketat dengan delegasi dari Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Lampung, dan UIN Maulana Malik Ibrahim.

Karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul “Ayo Cegah Depresi Saat Pandemi dengan SEMANGAT”. “SEMANGAT” di sini merupakan akronim dari langkah-langkah preventif terhadap depresi. Dihubungi terpisah, Sajjad Khairunnas menjelaskan bahwa ide pembuatan karya timnya terinspirasi dari fakta terkait tingginya kasus depresi di Indonesia selama pandemi melanda.

Menurut penelilitian dari PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia-red) tahun 2020, yang dilakukan terhadap 4010 responden swaperiksa, terdapat sebanyak 62% orang mengalami depresi saat pandemi. Akhirnya kami berinisiatif ingin mengedukasi masyarakat melalui karya yang kami buat terkait bagaimana cara mencegah depresi saat pandemi. Diharapkan video ini bisa membantu masyarakat untuk mencegah depresi,” jelas Sajjad. (dsh)