cara pakai skype

  1. Buka browser. Masukkan url https://www.office.com/
  2. Klik Sign In

  1. Masukkan username NIM@students.uii.ac.id lalu klik Next

  1. Masukkan password Unisys anda lalu klik Sign In

  1. Klik Install Office apps lalu klik Other install options

  1. Klik Skype for Business lalu klik Install

  1. Klik Save File. Simpan di folder drive anda.

  1. Install Setupskypeforbusiness.exe yang telah didownload sebelumnya, lalu tunggu sampai selesai.

  1. Setelah instalasi selesai. Klik Skype for Business.

  1. Login menggunakan akun UII dengan NIM@students.uii.ac.id lalu masukkan password Unisys.

  1. Klik tanda panah samping Gear Icon lalu klik Meet Now

  1. Untuk mengetahui link yang akan dipakai oleh peserta, klik Icon 3 Dots lalu klik Meeting Entry Info.

  1. Copy link dalam Meeting link, lalu share kepada peserta.

 

Kedokteran Lantik 35 Dokter Baru

 

Caption : Rektor UII, Wakil Rektor Bidang KKA, PHBW UII , Dekan dan Fosma,RS Pendidikan menyempatkan foto bersama dengan dokter baru FK UII. (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melantik dokter baru sebanyak 35 anak, yang terdiri dari 13 laki-laki, dan 22 perempuan, dengan usia rata-rata 25 tahun. , dan sampai dengan saat ini jumlah dokter lulusan UII sebanyak 1580 dokter.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ana Fauziyati, M.Sc, Sp.PD selaku Ketua Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) saat menyampaikan laporannya dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter baru FK UII pada hari Rabu, 08 Shafar 1440 H/ 17 Oktober 2018 bertempat di auditorium KHA. Kahar Muzakir, Komplek Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14, 5 Sleman, Yogyakarta, yang di hadiri oleh PHBW UII, Rektor UII, Wakil Rektor Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII, Dinkes DIY, IDI Wilayah DIY, FOSMA, dan para orang tua dokter baru.

Dijelaskan oleh dokter Ana Fauziati bahwa daerah asal dokter baru UII terdiri dari Jawa Tengah sebanyak 7 orang, DIY 6 orang, Jatim 6 Orang, Benggulu 4 orang, Jabar 2 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Sumatera Selatan 2 orang, Jambi 1 orang, Kalbar 1 orang, Kalsel 1 orang, Kepri 1 orang, Riau 1 orang, Sulsel 1 orang dan Sulteng 1 orang.

“untuk periode ini yang mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Pendidikan Dokter terbaik dicapai oleh dr. Mayangdita Hapsari dengan IPK dokter 3.62 dan nilai terbaik UKMPPD dicapai oleh dr. Abdulhalim Ahmad Najamuddin dengan nilai rata-rat 89.5”, demikian laporan dokter Ana.

Sementara itu Dekan FK UII, dr. Linda Rosita,M.Kes, Sp.PK mengapresiasi para dokter baru agar selalu berupaya untuk hidup mandiri, mengupdate keilmuan terkini, dan belajar sepanjang hayat.

“menjadi seorang dokter adalah siap untuk mengabdi sepanjang hayat, untuk berupaya menyehatkan umat dan masyarakat, maka harus dipersiapkan dari sekarang, dan untuk urusan rejeki,. Allah SWT sudah mengaturnya, dan apapun tugas yang diterima ditempat kerja maka sebagai dokter alumni UII juga harus bisa berdakwah”, pesan Dekan FK UII.

Hal sedanda juga disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wachid, ST., M.Sc., PhD dalam sambutanya mengajak dokter baru lulusan Universitas Islam Indonesia untuk berlaku sesuai kode etik dan profesional di tempat kerja.

“Profesionalisme bisa dimulai dengan kemampuan komunikasi yang baik dan memiliki rasa empati untuk memahami perasaan pasien”, demikian kesan pesan dari Rektor UII untuk dokter baru FK UII. Wibowo

FOSMA FK UII beri bingkisan lulusan terbaik dr. Mayangdita

Berita Foto : Forum Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa (FOSMA) Fakultas Kedokteran UII, yang di diwakili oleh Dr. H. Abdul Jamil, SH., MH memberikan bingkisan kepada dokter lulusan terabaik dr. Mayangdita, seusai pelantikan pada hari Rabu, 08 Shafar 1440 H/ 17 Oktober 2018 bertempat di Auditorium KHA. Kahar Muzakir, Universitas Islam Indonesia. (Wibowo)

Mahasiswi Kedokteran UII, Delegasi ICDM 2018

Caption : Alissa Anna Safira, mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesa (FK UII) angkatan 2017 dengan Posternya (Photo : Wibowo/istimewa).

Kaliurang (UII News) – The 2018 International Congress of Diabetes and Metabolism (ICDM2018) merupakan sebuah pertemuan ilmiah resmi atau konferensi yang diadakan di Grand Hilton Hotel, Seoul, Korea Selatan pada tanggal 11 sampai 13 Oktober 2018 yang bertujuan untuk mendalami dan membahas lebih lanjut mengenai diabetes, baik dari segi faktor risiko yang berkaitan, hingga tatalaksana baru dalam mengatasi diabetes, sekaligus dalam rangka memperingati ulang tahun ke-50 Korean Diabetes Association (KDA).

Hal tersebut disampaikan oleh Alissa Anna Safira, mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesa (FK UII) angkatan 2017 setelah menjadi The 2018 International Congress of Diabetes and Metabolism (ICDM 2018).

Menurut Alissa, kegiatan ini menjadi sebuah kesempatan yang hebat bagi nya selaku mahasiswa kedokteran FK UII untuk memaparkan hasil penelitian saya yang berjudul The Effect of Probiotic Juice From Dates Palm and Kefir Grain on Body Mass Index of Hyperlipidemic Rat(Rattus Norvegicus) dalam Poster Exhibition.

Hal yang saya dapatkan dari konferensi ini adalah pengalaman berharga dan ide-ide baru untuk penelitian selanjutnya”, kata Alissa.

Lebih lanjut dikatakan bahwa konferensi ini berhasil diikuti oleh 1400 delegasi dari 35 negara yang terdiri dari mahasiswa hingga tingkat profesor yang mengikuti symposium, oral presentation dan poster exhibition.

Konferensi ini memang penting untuk dilakukan, mengingat Diabetes Melitus akan menduduki peringkat ke-7 sebagai penyebab kematian utama pada tahun 2030 menurut WHO (World Health Organization).

“Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat diabetes dan 4% meninggal sebelum usia 70 tahun, khususnya Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM (diabetes) sebanyak 21,3 juta jiwa”, ungkap mahasiswa 2017 FK UII ini.

Delegasi ini membuat harapan bagi Alissa, yang menyatakan diakhri ceritanya bahwa tentunya sudah tugas saya sebagai calon tenaga kesehatan dimasa depan untuk ikut berperan dalam pengembangan ilmu kedokteran sehubungan dengan penyakit yang terus berkembang, dibuktikan dengan mengikuti konferensi ini. Dengan diadakannya konferensi ini, saya dapat mengetahui terobosan-terobosan baru dalam dunia diabetes seperti pengobatan terbaru termasuk tatalaksananya yang inovatif, demikian katanya. Wibowo

Kedokteran Selenggarakan Diskusi Panel Intersex

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_1529.jpg

Caption : Para Pemateri Diskusi Panel tentang Intersex yang diselenggarakan oleh FK UII (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Guna mengkaji tentang intersex, dari aspek medis, prespektif islam, secara psikologis, aspek Islamic Bioethic serta mengkaji polemik dan dilema jenis kelamin ketiga di Indonesia maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan diskusi panel bertema tentang The Persistent Controversies of Intersex : Science, Human Right And Islamic Bioethics Perpective, dengan para pemateri diantaranya adalah Ary Wibowo SHI., SH.,MH., Drs. Asmuni M.Th, MA.., dr. Zainuri Sabta Nugraha, M.Sc., dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Muhammad Syifa Syukron Akbar selaku ketua panita acara diskusi panel yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 04 Shafar 1440 H/ 13 Oktober 2018 bertempat di auditorium lt.1 Fakultas Kedokteran UII, yang dihadiri oleh 100 orang peserta.

Menurut dokter Syifa, diskusi panel ini diselenggarakan dari aspek hukum bertujuan untuk mencari definisi intersex dan fenomenal intersex yang diakui di negara lain, serta mencari jawaban apakah intersex akan diakui secara legal di Indonesia terkait dengan segala konsekuensi hukum dan kondisi sosial kultural yang ada di Indonesia.

“dari aspek Islam diskusi panel ini mengkaji tentang konsep jenis kelamin, jenis kelamin dan implikasinya hukum Islam, dan perubahan hukum Islam khusus bagi waria dan pandangan Islam terhadap Intersex”, katanya.

Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa dari aspek lain yaitu aspek medis, diskusi panel ini bertujuan untuk memahamkan konsep jenis kelamin berdasarkan anatomi dan fisiologis tubuh manusia, Penentuan jenis kelamin karena abnormalitas anatomis dan fungsi organ, dan Indikasi reparasi atau operasi ganti jenis kelamin dan konsekuensi ditinjau dari sisi Islamic medicine. Wibowo

 

 

Bangkitkan Soft Skill Untuk Menjadi Dokter Hebat

Capton : Peserta pembekalan antusias mengkuti Soft Skill yang diselenggarakan oleh Profesi Dokter FK UII. (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Guna memberikan wawasan kedepan untuk menjadi dokter yang hebat maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan pembekalan berupa soft skill bagi para dokter yang akan meninggalkan kampus untuk mengabdi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Ana Fauziyati, M.Sc, Sp.PD saat mendapingi acara tersebut di Ruang Sidang Utama Lt.2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diikuti oleh 35 peserta pada hari Sabtu, 04 Shafar 1440 H/ 13 Oktober 2018 dengan pemateri Dr.dr. Betty Ekawtty S, Sp.KK.

Menurut dokter Ana, materi ini diberikan untuk memberikan gambaran bagi dokter baru untuk memproyeksikan diri kedepannya akan memiliki komitmen untuk menjadi dokter sesuai yang dicita-citakan tanpa menunda stu berkelanjutan guna menjadi orang yang berkemajuan.

“menghadirkan dokter Betty adalah sebagai motivasi untuk para dokter baru, dan beliau adalah dosen FK UII juga yang memiliki banyak pengalaman sebagai dokter pendidik, dokter entrepreneur, dokter di keluarga dan dokter untuk masyarakat”, kata dokter Ana Fauziayati.

Materi yang di kemas selama dua hari, dua malam juga mengajarkan para dokter baru untuk selalu memiliki komitmen dalam menjalan tugas dengan sepenuh hati dan empaty, dan selalu mengoptimalkan diri dengan kemampuan spiritual dan medis. Wibowo

Rapat Kerja Program Studi Pendidikan Dokter dan Fakultas Kedokteran UII

Berita Foto : Kedokteran Menyelenggaran Rapat Kerja di Auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Ahad, 26 Muharam 1440 H/ 06 Oktober 2018 yang di hadiri oleh Rektor UII dan segeap dokter dilingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Wibowo

UII Kirimkan Tim Medis ke Palu dan Donggala

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2018-10-03 at 08.14.22.jpeg

Universitas Islam Indonesia (UII) memberangkatkan Tim Bantuan Medis untuk membantu korban musibah gempa di Palu, pada Rabu, 03 Oktober 2018. Tim yang diberangkatkan terdiri dari Pimpinan Universitas Islam Indonesia, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagaam dan Alumni, 4 orang dokter, 2 orang perawat dan 5 orang mahasiswa dari Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran UII.

Pelepasan oleh Rektor UII, Fathul Wachid, ST., M.Sc, Ph.D, di damping oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni FK UII, dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc di pintu keberangkatan Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta.

Adapun nama-nam tim dari UII adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin., SH., M.Ag,

Para dokter yaitu : dr. Enggar Azis Febian Asyaf, dr. Taufiq nugroho, Sp.B, dr. Hendi Prihatna, Sp.An, dr. Hadawiyah, M.Sc.,

Nama-nama mahasswa FK UII, yaitu Jasmien Aisya Sastiarini (Mahasiswa FK UII), Satwikanti Maeswari, Zinedine Yusuf Ariant, Muhammad Wildan Jauhar Alafi, Riyandra Ade Rusdianto,dan

Perawat dari RS Jejaring FK UII yaitu Budi Rahayu, Khoiri Saleh.

Selain mengirimkan relawan tenaga medis, UII juga mengirimkan bantuan berupa obat-obatan

Tim UII adalah tim pertama, yang berangkata dari tanggal 03 – 09 Oktober 2018.