Peduli SDM Kesehatan, Kedokteran Jalin Kerjasam Dengan RSCC Sleman

kedokteran-jalin-kerjasama-dengan-rscc-sleman

Foto Wibowo: Foto Bersama Antara Kedua Belah Pihak yaitu FK UII dengan RSCC Sleman seusai Pembahasan Naskah Kerjasama

Kaliurang (UII News) – Memiliki komitmen yang sama tentang kemampuan dan fungsi yang dapat ditingkatkan demi kepentingan pengembangan bersama dan dilandasi oleh keinginan bersama untuk saling membantu sesuai kemampuan dan fungsi masing-masing untuk berperan serta di dalam penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi dan Pembangunan Daerah di Kabupaten Sleman, maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dan Rumah Sakit Condong Catur (RSCC) Sleman  mengadakan Perjanjian Kerjasama.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII)  dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat menerima rombongan dari Direksi Rumah Sakit Condong Cartur (RSCC) untuk melakukan pembahasan kerjasama antar kedua belah pihak  pada hari Selasa, 08 Shafar  1438 H / 08 November  2016 di ruang sidang Dekanat Fakultas Kedokteran, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Menurut dokter Linda, tujuan kerjasama ini adalah untuk membangun hubungan kemitraan, kelembagaan dan kekeluargaan yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan klinik dan administrasi dalam bidang kesehatan.

 

“Selain itu tujuan lain adalah meningkatkan mutu pendidikan dengan memperluas pengalaman belajar klinik dan praktek lapangan serta ketrampilan bagi mahasiswa program pengenalan klinik Prgram Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia”, demikian katanya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh dokter Linda  bahwa Ruang lingkup Perjanjian Kerjasama ini meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia; penyelenggaraan kegiatan praktek program pengenalan klinik, penelitian kedokteran, dan kesehatan; pertukaran informasi dan data ilmiah serta penyelenggaraan pertemuan ilmiah;

“Disilain pengembangan institusi juga di perhatikan dalam kerjasama ini agar kedua belah pihak  dapat memenuhi tugas kelembagaan masing-masing dengan baik; dengan bidang-bidang lain yang dipandang perlu dan disepakati oleh Kedokteran dan RSCC Sleman”,demikian ungkap dokter Linda. Wibowo/Tri

TAWARAN BEASISWA CIMB NIAGA TAHUN 2016

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Diinformasikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Islam Indonesia tentang tawaran beasiswa CIMB Niaga tahun 2016. Adapun timeline kegiatan sebagai berikut:

 

NO AKTIVITAS WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Sosialisasi pendaftaran dan seleksi beasiswa 8 – 11 November 2016 Laman kemahasiswaan.uii.ac.id dan laman CIMB Niaga
2. Pendaftaran dan Pengumpulan berkas 14 -25 November 2016 Via laman kemahasiswaan.uii.ac.id dan pengumpulan berkas fisik ke kantor DPBMKM UII
3. Seleksi berkas dan verifikasi oleh DPBMKM UII 28 – 30 November 2016 Kantor DPBMKM UII
4. Pengumuman seleksi tahap 1

è  Hasil verifikasi berkas

1 Desember 2016 Kantor DPBMKM UII dan laman kemahasiswaan.uii.ac.id
5. Upload dokumen seleksi pada laman yang disiapkan CIMB Niaga 2 – 18 Desember 2016 Laman CIMB Niaga
6. Proses Seleksi calon penerima beasiswa oleh CIMB Niaga 19 – 31 Desember 2016 CIMB Niaga
8. Pengumuman penerimaan beasiswa (pengumuman tahap akhir) Pekan ke-I bulan Januari 2017 Laman CIMB Niaga dan laman kemahasiswaan.uii.ac.id
9 Penganugerahan Penerima Beasiswa CIMB Niaga Pekan ke-II bulan Januari 2017 CIMB Niaga

 

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa/i adalah sebagai berikut:

  1. Ft Kartu Tanda Penduduk
  2. Ft Kartu Tanda Mahasiswa
  3. Kartu Hasil Studi (minimal semester 4)
  4. Surat Keterangan tidak menerima beasiswa lain
  5. Surat keterangan penghasilan atau surat keterangan tidak mampu dari RT/RW
  6. Sertifikat prestasi akademik atau penghargaan lain

Berkas dijadikan 2 bundel (bukan digabung) dengan susunan 1 bundel berkas

asli/legalisir di bagian atas dan 1 bundel berkas kopi di bawahnya, semuanya

dimasukkan di dalam 1 map biru.

 

Pengumpulan berkas hanya dilayani pada hari kerja pukul 08:00 – 16:00 WIB

(istirahat 12:00 – 13:00 WIB) dan pada tanggal pendaftaran yang telah ditetapkan.

Estimasi Bantuan Beasiswa per mahasiswa:

– Biaya Kuliah 4 Semester: Rp 20 Juta

– Biaya Pembelian Laptop: Rp 4 juta

– Biaya Penyusunan Skripsi: Rp 1 Juta

Total per mahasiswa: Rp 25 juta

 

Informasi lebih lanjut dapat langsung mendatangi kantor DPBMKM Gedung Rektorat lt.2 Kampus Terpadu Universtas Islam Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Rektor UII, Komunikasi Yang Baik Bermuara Pada Optimalisasi Studi Mahasiswa

rektor-uii-komunikasi-yang-baik-bermuara-pada-optimalisasi-studi-mahasiswa

Foto Wibowo : Rektor UII, Dr. Ir.Harsoyo,M.Sc, Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, Ketua FOSMA FK UII, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, dan Wakil Orang tua Kedokteran UII 2016, Dr. H. Hamengkubuwono, M.Pd dalam acara FOSMA 2016.

Kaliurang (UII News) – Agar sukses dalam mencapai studinya untuk putra putrinya dalam menepuh studi kedokteran maka orang tua perlu menjalin komunikasi dengan pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc saat menyampaikan pidatonya dalam acara Forum Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa (FOSMA) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, pada hari Sabtu, 05 Shafar 1437 H / 05 November 2016 bertempat di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta yang di hadiri oleh orang tua mahasiswa baru angkatan 2016.

Menurut Rektor UII, Proses pendidikan di perguruan tinggi pada dasarnya tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pihak kampus, karena kondisi mahasiswa yang tengah berada di perantauan menjadi salah satu kendala tersendiri. Orang tua perlu menjalin komunikasi dan sinergi dengan pihak fakultas sebagai pihak yang mendapat amanah untuk membimbing mahasiswa. Kerjasama dan sinergi dari kedua pihak ini harus berjalan saling beriringan agar pengawasan terhadap mahasiswa juga berjalan lebih efektif.

 

“Komunikasi yang baik akan bermuara pada dukungan optimal untuk menyukseskan studi mahasiswa. Menyadari pentingnya peran tersebut, kami selaku pimpinan universitas tentunya akan senantiasa mendukung keberadaan FOSMA FK UII”, demikian pidato Pak Harsoyo.

 

Sementara itu, Dr. H. Hamengkubowo, M.Pd salah satu orang tua yang mewakili segenap orang tua menyatakan dalam sambutannya merasa sangat terharu dan bangga dengan diberikannya kesempatan kepada anak-anak para orang tua mahasiswa baru 2016 untuk dapat menimbah ilmu dan mengikuti pendidikan, penelitian dan pengabdian pada Fak.Kedokteran UII.

 

“Kami tahu bahwa Fak.Kedokteran UII mempunyai keunggulan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai keIslaman dalam proses pendidikan untuk mewujudkan lulusan dokter muslim sebagai implementasi visi dari rahmatan lil’alamin. Fak. Kedokteran UII diakui oleh BAN PT dengan kategori akreditas “A”, sebagai jawaban dari keunggulan dan profesionalitas yang mereka miliki, marilah kita bertepuk tangan dan selamat buat Fak.Kedokteran UII dan seluruh civitas akademiknya”, demikian sambutannya.

 

Senada dengan pesan Rektor UII, maka dr. Linda Rosita,M.Kes, Sp.PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) mengajak kepada segenap orang tua untuk lebih mengenal seluruh proses dalam sistem pembelajaran di Program Studi Pendidikan Dokter FK UII, sehingga dapat mengantarkan putra putri tercinta menjadi dokter muslim yang professional. Tentunya pendampingan dari orang tua sangat dibutuhkan, karena proses pembelajaran di PSPD tentu berbeda dengan kondisi SMA sebelumnya.

 

Menurut Bu Dekan, bahwa bantangan profesi dokter ke depan akan semakin besar, baik persaingan di dunia global maupun regional. Tantangan  persaingan di dalam negeri adanya pilihan dokter sebagai pelayanan kesehatan  primer.

 

“Sehingga hal tersebut memacu dokter lulusan Indonesia untuk meningkatkan kualitas kompetensinya. Hal tersebut sudah harus dimulai pada masa sekolah untuk mempersiapkan diri dengan baik”, demikian kat dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK. Wibowo

 

 

 

 

Alhamdulillah, 1234 Dokter Telah “Ditelorkan” FK UII

alhamdulillah-1234-dokter-telah-di-telorkan-fk-uii

Foto Wibowo : Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc berfoto bersama dengan 89 dokter baru didapingi Dekan, Guru Besar, Rumah Sakit Pendidikan Mintra FK UII dan FOSMA FK UII


Kaliurang (UII News) – Alhamdulillah, sampai saat ini Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran  (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) telah meluluskan 1.234 dokter yang tersebar di semua penjuru tanah air ataupun di luar negri.

 

Hal tersebut dilaporkan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PSPD FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD, saat acara upacara pelantikan dan sumpah dokter periode ke-35 yang diselenggarakan di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir,Masjid Ulil Albab,  Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, pada hari Selasa, 01 Safar 1438 H / 01 November 2016 yang dikuti 89 orang dokter baru, terdiri dari 28 laki-laki dan 61 perempuan.

Menurut dokter Erlina, kebijakan kesehatan nasional juga berpengaruh pada perjalanan karir seorang dokter. Menyandang gelar dokter, mempunyai tanggung jawab semakin berat dalam pelayanan kesehatan di masyarakat. Dalam melaksanakan tanggung jawab ini, para lulusan hendaknya senantiasa jangan pernah berhenti untuk terus belajar mendalami, dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang terus mengalami peningkatan dan perubahan.

 

“Sehingga dokter harus mengupdate ilmunya sepanjang hayat, sebagai seorang “long life learner” dalam menangani masalah kesehatan. Penanganan masalah penyakit yang tidak sesuai standar terbaru merupakan malpraktek” demikian laporannya selaku Kaprodi dan pesannya kepada kepada para dokter baru.

 

            Senada dengan Kaprodi FK UII, Dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menegaskan bahwa dokter yang dilantik pada hari itu sudah kompeten untuk bekerja di Layanan Kesehatan. Namun, itupun tidaklah cukup maka yang harus dilakukan adalah mengetahui tantangan kedepan yang harus di perhatikan.

 

“Tantangan dokter ke depan akan semakin berat, sehingga ilmu harus diperdalam terus, asah akal, hati dan ruh. Dokter muslim diharapkan dapat memberikan manfaaf buat sesama dan turut menyelesaikan permasalahan bangsa, negara dan umat di seluruh nusantara,” demikian pesan Dekan FK UII.

 

Sementara itu, Rektor UII, Dr. Ir Harsoyo, M.Sc menyampaikan data dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang menerangkan bahwa per 9 Mei 2016, jumlah dokter di Indonesia adalah 110.720 orang, artinya satu dokter melayani 2.270 penduduk.

 

Menurut Rektor UII ini,  hal tersebut diatas adalah suatu kondisi yang  menjadi tanggung jawab para alumni Fakultas Kedokteran UII.

“Oleh karena itu sebagai wujud kontribusi nyata, hendaknya para alumni Fakultas Kedokteran UII selalu siap untuk mengabdikan diri, pulang ke daerah masing-masing, dan bersedia ditugaskan di wilayah-wilayah terpencil”, ungkap Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc saat menyampaikan pidatonya.

 

Dari data yang di sampaikan oleh Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK UII menjelaskan bahwa alumni di periode ini rata-rata umurnya 25 tahun, dengan lama studi kurang lebih 6 tahun dari angkatan 2010.

Adapun Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan saat menempuh pendidikan klinik adalah RSUD dr. Soedirman Kebumen, RSUD dr. Soediran Mangunsumarso Wonogiri, RSUD Caruban, RS Bhayangkara Semarang,RSJ Grhasia Yogyakarta, dan Puskesmas di Kabupaten Magelang.

Untuk prestasi terbaik di raih oleh dr. Annisa Prima Monika dengan IPK Dokter 3.96, dr. Befri Mahaztra Sudarman dengan IPK Dokter 3,94 dan dr. Prily Raleka Pahlewati dengan IPK Dokter 3.93, sehingga ketiganya mendapatan bingkisan dari Forum Silaturahmi Orang Tua (FOSMA) FK UII yang diserahkan langsung oleh Ketuanya yaitu dr. Mafilinda Nuraini, M.Kes.

Bingkisan dari Fakultas Kedokteran UII diberikan  kepada dokter Novian Fajri yang berhasil memperoleh nilai tertinggi saat menempuh Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) Periode Agustus 2016. Wibowo

 

 

 

 

Kedokteran UII Ikuti Lomba Anatomi GIMSCO 2016 di FK UGM

kedokteran-ikuti-lomba-anatomi

Foto Wibowo/Istimewa : Delegasi Kedokteran UII saat mewakili UII di ajang GIMSCO 2016 di FK UGM

Kaliurang (UII News) – Delapan delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UII mengikuti rangkaian kegiatan Gadjah Mada Indonesian Medical Science Olimpiad (GIMSCO), dengan kegiatan lomba khusus membahas mengenai cabang ilmu kedokteran yaitu Anatomi baik anatomi dasar maupun anatomi klinis, dan diikuti oleh 95 tim dari 33 Universitas berbeda.

Hal terserbut disapaikan oleh Amnaz Alhamanisa (2014) Kedokteran UII, setelah mengikuti acara tersebut pada Kamis – Senin, 26-30 Muharram 1437 H / 27 – 31 Oktober 2016 di Fakutas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

Menurut Amnas, Delegasi Kedokteran UII yang dikirimkan berasal dari angkatan 2014 dan 2015 yang kemudian terbagi menjadi 4 tim yang berbeda dan diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga seluruh rangakaian kegiatan acaranya dilangsungkan disekitar gedung kedokteran FK UGM.

“Kegiatan ini terdiri dari beberapa babak, pertama ialah babak penyisihan tahap I (BPT I), pada babak ini, seluruh delegasi dibagi menjadi 3 kloter untuk mengikuti tentamen anatomi. Setelah mengikuti BPT I kemudian akan disaring 60 tim terbaik untuk mengikuti BPT II, dari 4 tim yang dikirimkan oleh FK UII, hanya 1 tim yang berhasil lolos untuk mengikuti BPT II, tim yang lolos ini beranggotakan Amnaz Alhamanisa (2014) dan Hilya Nabila (2015)”, kata Amnas

 

Lebih lanjut Amnas menceritakan bahwa  seleksi BPT II, soal berupa slide sebanyak 100 buah dan menerapkan sistem +4 untuk setiap jawaban benar dan -1 untuk jawaban yang salah.

Kesulitan pada GIMSCO tahun ini ialah seluruh pertanyaan dijabarkan menggunakan bahasa inggris dengan waktu setiap soalnya 30 detik. Sehingga para delegasi harus lebih pintar dalam membagi dan mengalokasikan waktu yang dimilikinya untuk menjawab pertanyaan yang sudah disediakan.

“Untuk bisa lolos mencapai tahap selanjutnya, model pembelajaran anatomi dari FK UII sendiri perlu diperbaiki untuk mengingkatkan kualitas anatomi bagi generasi selanjutnya. Pembahasan dan pemahaman materi-materi yang telah dipelajari kurang dalam dan kurang mendetail sehingga masih belum terlalu menguasai pertanyaan terutaman mengenai anatomi klinis. Evaluasi dan perbaikan pada tahun ini diharapkan dapat membuat kemajuan bagi generasi selanjutnya yang akan mengikuti GIMSCO 2017, sehingga tim utusan dari FK UII bisa masuk menjadi 25 tim terbaik dan 5 tim terbaik yang akhirnya akan membawa nama FK UII menjadi lebih baik lagi aamin.” Harap Amnaz Alhamanisa- delegasi GIMSCO 2016 FK UII. Wibowo/Tri

Mahasiswa Kedokteran Ikuti TMSC 2016

 mahasiswa-kedokteran-ikuti-tmsc-2016

 

Foto Wibowo/Istimewa : Delegasi FK UII yang Dipimpin oleh Mohammad Rahman Suhendri saat mengikuti TMSC 2016 di Pontianak.

Kaliurang (UII News) – Alhamdulillah dengan izin Allah dua tim dari FKUII dinyatakan lolos sebagai 10 besar kompetisi keilmiahan tingkat nasional Tanjungpura Medical Scientific Competition (TMSC) 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri (2014) saat memimpin delegasi FK UII mengikuti TMSC 2016 yang diseleggarakan di Pontianak, pada Jumat-Ahad, 27-29 Muharom 1438 H /28-30 Oktober 2016 dengan keempat temannya, yaitu Ayu Indra Mashita, Urani Nur Hidayah, Wildan Jauhar Alafi, Larasati Cahyaning Edi, dan Zulfa karomah.

 

Menurut Rahman, TMSC 2016 merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Universitas Tanjungpura. Pada kompetisi ini terdapat 3 cabang lomba, yaitu, Karya Tulis Ilmiah(KTI), video edukasi publik, dan poster ilmiah.

“Setelah melalui penjurian, pada setiap cabang lomba diambil 10 karya terbaik untuk dipresentasikan.  Adapun kedua tim dari FKUII yang berhasil lolos adalah tim video edukasi dan poster ilmiah. Tim video edukasi yang berisi Wildan Jauhar Alafi, Larasati Cahyaning Edi, dan Zulfa Karomah sedangkan tim poster ilmiah berisi Ayu Indra Mashita, Urani Nur Hidayah, dan Mohamad Rahman Suhendri”, katanya.

. Selain kompetisi, acara TMSC 2016 juga menyuguhkan seminar nasional yang membahas tentang kontroversi imunisasi dan vaksin palsu.

“Perjuangan untuk masuk final tidak mudah, kami harus begadang sampai tengah malam untuk menyusun karya tersebut disamping padatnya kegiatan kuliah. Qadarullah, pada kesempatan kali ini kami belum bisa membawa penghargaan, namun Alhamdulillah kami belajar banyak dari kompetisi kali ini sebagai pengukur kemampuan diri dan sebagai perbaikan untuk karya-karya selanjutnya”, demikian kesan Rahman.Wibowo

 

 

 

 

 

Dosen Patogi Klinik FK UII, Ikuti Laboratory Medicine Congress and Exhibition 2016 & Korean Society Laboratory Medicine 57th Annual Meeting, The K Hotel, Seoul, Korea.

dosen-patogi-klinik-fk-uii-ikuti-laboratory-medicine-congress-and-exhibition-2016

Foto Wibowo /istimewa : Dokter Rahma Yuantari, M.Sc., Sp.PK (tengah kerudung putih) saat bersama-sama dengan delegasi lainnya saat mengikut KSLM di Korea

Kaliurang (UII News) – Laboratory Medicine Conggress and Exhibition (LMCE) ini merupakan kegiatan pertemuan internasional yang pertama diadakan pada tahun 2016 dan diselenggarakan bersama pertemuan ilmiah tahunan Korean Society Laboratory Medicine (KSLM)  yang ke 57 dengan mengangkat tema “Quality Saves Your Life.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Rahma Yuantari, M.Sc, Sp.PK setelah mengikuti kegiatan tersebut pada 25 – 27 Muharam 1437 H / 26 – 28 Oktober 2016 di Teh K Hotel, Seoul Korea, yang diikuti oleh delegasi seluruh negara.

 

Menurut dokter Rahma Yuantari, kegiatan ini meliputi rangkaian program ilmiah yang berisi kegiatan plenary lectures, keynote speeches, symposia, education workshops, free paper dan pameran sehingga diharapkan akan membawa pengembangan pada pendidikan, kebijakan, penelitian dan juga industri.

 

 

“Kegiatan LMCE 2016 ini mengundang pembicara dari berbagai negara seperti, Korea, Jepang, Myanmar, Uni Emirat Arab, Thailand, Australia, Swiss, USA, Italia, UK,Singapura dan India,  dengan berbagai topik sehingga memberikan kesempatan untuk bertukar informasi dari masing-masing negara  tentang upaya dalam peningkatan kualitas manajemen dan keselamatan pada laboratorium klinik. Pembicara dari Indonesia adalah Prof.dr. Ida Parwati, SpPK(K), PhD (Ketua PDS Patologi Klinik Indonesia) dan dr. Yusra, Sp.PK,PhD (UI)”, katanya

 

Selain itu terdapat 5 orang delegasi dari Indonesia yang mengikuti free paper presentasi oral maupun poster yaitu dr. Rahma Yuantari, MSc, Sp.PK (FK UII, Yogyakarta), dr. Adhi Kristianto Sugianli, Sp.PK dan dr. Ellyana (FK UNPAD), dr. Yosanti Elsa Kartikawati, Sp.PK (RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta) dan dr. Tika Adilistya, Sp.PK (FK UI, Jakarta). Perwakilan dari FK UII, dr. Rahma Yuantari, MSc, Sp.PK, berkesempatan mempresentasikan poster dengan judul “Lipoprotein (a) Level in Acute Myocardial Infarct Patients with Diabetes Mellitus.” Wibowo

 

 

FK UII menjadi Presenter dalam Second World Congress on Integration and Islamicisation; focus on medical and health care sciences

FK UII menjadi Presenter dalam Second World Congress on Integration and Islamicisation; focus on medical and health care sciences
Sejak saat didirikannya IIUM pada tahun 1983 dimaksudkan untuk menyebarkan pendidikan terintegrasi pada level pendidikan tinggi dimana pengetahuan dikejar dan dikembangkan terus dalam bingkai paradigm tauhid yang berpinsip pada keabsolutan ketuhanan yang maha esa Allah SWT dan semua dalam kekuasaan Allah SWT sebagai Raja dan Penjaga alam semesta. Dalam pandangan islam wahyu sebagai kalam ilahi merupakan sumber tertinggi pengetahuan yang benar dan referensi yang terpercaya dan akal manusia sebagai ciptaan Allah dan amanah Allah digunakan secara harmoni dengan wahyu dan kehendak Allah. Akibat dari werternisasi sekularisai dan imperialisme barat telah memghasilkan pengetahuan yang secular, positivistic, rasionalisme, dan emperisme serta naturalism yang menyingkirkan suoremasi pengetahuan wahyu. Konsekwensinya adalah semua ilmu modern seperi ilmu alam, kedokteran dan kesehatan di barat serta di dunia islam berkembang menjadi secular dan membusuk yang berdampkak pada dehumanisasi. Keadaan ini tentunya tidak dapat diterima oleh para pemikir islam. Sebagai bagian dari proses membebaskan personal muslim, budaya dan peradaban dari dominasi paham sekuler maka telah dimulai dalam 100 tahun terakhir ini sebuah proyek islamisasi pengetahuan dan berbagai disiplin yang berasal dari dominasi peradaban modern yang agnostic. IIUM merupakan institusi dunia yang memiliki misi islamisai pengetahuan. Proses islamisasi dan relevansi pengetahuan dengan islam dibimbing oleh hikmah shariah. Hal ini diyakini bahwa proses untuk menyelesaikan problem umat hari ini adalah dengan metodologi integrasi dan islamisai ilmu pengetahuan seperti jaman keemasan islam. Model pendekatan terintegrasi dilakukan dalam proses islamisasi science dan scientifikasi islam serta penanaman karakter nubuwah dalam diri peneliti dan setiap professional.
Pada tahun 2013 IIUM telah sukses mengadakan seminar internsional atau congress pertama integrasi dan silamisiasi ilmu dengan segala cabangnya. Topik dari kongres dunia tersebut adalah The Need to Apply the paradigm of tawhid as an alternative to the secular paradigm” dan selanjutnya ditindak lanjuti dengan world congress yang kedua dengan tema aplikasi dan inkorporasi nilai moral dan maqosidus shariah ke dalam kedokteran dan kurikulum serta prakteknya. Kegiatan ini diikuti oleh 300 presenter dari berbagi Negara dalam rangka mengenalkan rumah sakit IIUM yang baru dan masjid yang terintegrasi dalam kampus dan rumah sakit.
Kongress dunia islamisasi ilmu pengetahuan dalam dunia medis berbasis Maqoshidus shariah dan Qowaaidush shariah diselenggerakan di kampus kuantan IIUM mulai dari tgl 20-23 Oktober 2016.
Pada hari pertama diadakan acara pre congress workshop mengenai end of life. Kegiatan pre congress ini khusus diselenggarakan untuk memberikan pemahaman secara mendalam kepada peserta mengenai isu end of life dalam praktek kedokteran dari aspek medis, etis, hukum dan sosial budaya. Pembicara berasal dari Malaysia semua terdiri dari Prof Arif Oesman, Prof Puteri, Prof Nor Azizi, Prof Ramizah. Masing masing berbicara sesuai latar belakangnya dari anestesi hukum dan hukum islam.
Dari kegiatan ini Nampak jelas bahwa penentuan akhir kehidupan harus melibatkan para ahli dari medis seperti anestesiologi dan ahli hukum serta ahli agama. Hal yang menarik dari acara ini adalah siapakah yang berhak memutuskan akhir kehidupan seseorang seperti dalam film titanic dengan konsesus you jump I jump dan tradisi ninja untuk hara-kiri ketika mereka menghianati kaisar atau harus bunuh diri ketika terdesak dalam situasi yang genting demi menyelamatkan kaisar.
Pembahasan oleh para pembicara sangat menarik karena sesuai keahlian masing masing. Problem utamanya adalah siapa yang memutuskan untuk mengakhiri kehidupan dan tidak ada satu undang undang pun yang membolehkan euthanasia aktif. Permainan bahasa atau kangguage game dengan adanya istilah pasif euthanasia dan volunteer serta involunter euthanasia.
Meskipun namanya mercy killing atau Al Qatl Marhamah tetap dalam islam harus dikaji atau digali hukumnya pada kondisi tertentu seperti pada keadaan darurat. Intinya harus ada dalil dan cara pelaksanaannya sesuai syariah serta niatnya benar.
Isu atau istilah euthanasia dari barat jangan ditelan mentah mentah tapi harus dikaji secara mendalam berbagai aspek dari segi profesionalisme dokter, agama, hukum Negara dan etika serta budaya yang kadang sering terjadi konflik.
Kegiatan hari kedua diisi dengan presentasi panelis para ahli dan pakar dunia dari Uganda prof Oma hasan kasuli dan dari Malaysia mantan rector IIUM. Pembahasan mereka pada aspek urgensinya islamisasi ilmu pengetahuan untuk mengembalikan pemahan umat yang benar atas konsep alam, metafisika dan realitas dengan pendekatan paradigm tauhid dan aplikasi maqosidus syaariah dan qowaidus shariah. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter.

Kegiatan hari ketiga diisi dengan presentasi panelis para ahli dan pakar dunia dari Arab Saudi dan dari Malaysia mantan Dekan FK IIUM. Pembahasan mereka pada aspek respon dunia islam dan para ilmuwan non muslim terhadap perkembangan teknologi biomedis. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter.
Kegiatan hari keempat diisi dengan presentasi panelis Indonesia Rektor UNISULA SEMARANG yang membahsa mengenai pendekatan islam dalam pengembangan ilmu dan pengalaman unisula dalam integrasi ilmu pengetahuan dengan dasar islam. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter. Kami dari FK UII memberikan presentasi pada hari keempat di jam terkhir sebelum penutupan dengan respon dari para peserta yang bagus.

Kedokteran Dipercaya Periksa Kesehatan Timnas Sepakbola Indonesia

kedokteran-dipercaya-periksa-kesehatan-timnas-sepakbola-indonesia

Foto Wibowo/Istimewa : Tim Dokter FK UII saat melakukan pemeriksaan kepada Timnas

Kaliurang (UII News) – Guna mengetahui kondisi kesehatan standar Timnas sepak bola Indonesia sebelum menjalankan latihan intensif  maka Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dipercaya melakukan cek kesehatan dengan pengecekan sampel Darah dan Elektrodiografi (EKG).

Hal tersebut disampaikan oleh dosen FK UII, dr. Alfan Nur Asyhar yang juga dokter Timnas Sepakbola Indonesia saat melakukan pengecekan sebanyak 25 pemain timnas di Laboratorium Pelayan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada hari Sabtu, 21 Muharram 1438 H / 22 Oktober 2016.

Menurut dokter Alfan, Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan secara komprehensif dan menyeluruh terhadap para pemain Timnas Sepakbola Indonesia sebelum melakukan latihan intensif.

“Meskipun kondisi pemain tampak fit, namun pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan guna memastikan kondisi organ tubunya berfungsi secara normal atau ada kelainan, termasuk pelatih Alfred Riedl dan para ofisial juga diperiksa”, kata dokter Alfan.

Lebih lanjut dijelaskan oleh dokter Alfan bahwa jika nantinya  kedapatan para pemain ini ada gangguan fungsi organ, seperti penyakit jantung maka pelatih akan berhak mencoret sepagai Timnas Sepakbola Indonesia.

“Semoga dengan adanya moment ini FK UII bisa menjadi partner kerja utk  tim olahraga lainnya baik lokal maupun nasional sebagai cikal bakal berdirinya sports medicine sports yg rencana di gagas berdiri”, demikian ungkap dr.Alfan Nur Asyhar, yang juga  dokter timnas PSSI U16 dan U19 yg juga sebagai dosen tutor FK UII, sekaligus sebagai kordinator pemeriksaan Timnas dari FK UII. Wibowo/Tri