Kedokteran (11/8) – Mahasiswa dan Mahasiswi Baru TA. 2016/2017 Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) mengkuti kegiatan Pembukaan Kuliah Umum (PKU) yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir UII, Jl. Kaliurang KM.14,5 Sleman Yogyakarta yang diikuti oleh 4.201 mahasiswa baru se UII.

 

        Dalam acara tersebut Wakil Rektor I UII, Dr. Ing-Ir. Ilya Maharika, MA, IAI mengajak kepada mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia  untuk siap menjadi pemimpin serta pembelajar sejati.

 

        “Selamat datang di kampus UII untuk menjadi pembelajar sejati serta menjadi pemimpin yang bernuaraini”, demikian pesan Warek I UII.

 

        Kegiatan Pembukaan Kuliah Umum (PKU) ini dihadiri oleh Rektor UII, Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc beserta Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III UII, beserta seluruh Dekan se Universitas Islam Indonesia.

 

        Adapun selaku pemateri dan orasi ilmiah dalam acara tersebut dengan menghadir mantan Menteri Pendidikan RI , Anis Baswedan. Wibowo/Tri

 

Bekerja sama dengan Bio4NU Germany, Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan International Conference on Bioinformatics; Update and Challenges pada Kamis (04/08) bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran. Tujuan dari acara ini adalah untuk mempertemukan para peneliti dan praktisi yang tertarik dalam penerapan sistem komputasi, konsep algoritma dan teknologi informasi untuk mengatasi masalah yang menantang dalam ilmu biomedis.

Seminar internasional ini diselenggarakan secara jarak jauh melalui video conference. Sebagai pembicara, Dr. Baktiar Hasan (Brussel Belgia) yang membahas tentang Biostatistics: General View and Its Application. Selain itu, Dr. Wahyu W. Hadiwikarta (Germany) memperkenalkan sebuah aplikasi Bioconductor yang dirangkum dalam presentasinya dengan judul Introduction to R/Bioconductor. Dari Indonesia, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc. (Indonesia) yang juga Wakil Dekan FK UII memaparkan materinya bertema Application of Bioinformatics on Medical and Bioethics Aspect. Tri

Ketua OC Kontingen IMO 2016 FK UII, Wahyu Cipto Utomo (kiri) bersama tim kardiorespirasi: M.Rahman Suhendri (peserta, kedua dari kiri), dr. Dimas Satya Hendarta (dosen pembimbing), Prita Malinda Yadanta (peserta), dan Nadia Rachma Nirwingsyah (PJ kardiorespi)          

Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) giat mempersiapkan diri untuk menghadapi lomba ilmiah kedokteran terbesar;  Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2016 yang akan berlangsung pada tanggal 12 – 16 Oktober 2016 mendatang di FK Universitas Pelita Harapan Jakarta. Total terdapat 12 mahasiswa FK UII yang akan berlomba di 6 cabang IMO, yaitu kardiorespirasi, muskuloskeletal, neuropsikiatri, digestif, infeksi, dan uroreproduksi.

Foto : dr. Diani Puspa Wijaya, M.Med.Ed saat menyerahkan kenang-kenangan dan diterima langsung oleh Prof Dato’ Dr Abd Rahim bin Mohamad, Dean  Faculty of Medicne, Cyber jaya University College of Medical Science (CUCMS) Malaysia

         Kedokteran (UII News) – Selama kurang lebih 3 minggu, enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti perkuliah blok di Cyber jaya University College of Medical Science (CUCMS) Malaysia

         Hal tersebut disampaikan oleh dr. Diani Puspa Wijaya, M.MEdEd bersama dr. M.Kharisma sepulang mengantarkan keenam mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK UII  ke Cyber jaya University College of Medical Science (CUCMS) Malaysia pada Senin, 05 Dzulqoidah 1437 H / 08 Agustus 2016.

        Adapun keenam mahasiswa tersebut adalah Sholihatun Marda’in (13711070), Andra Gita Aruumsari (13711114), Dellarious Benefit Yubaidi (13711124), Vitia Ajeng Nur Linda (13711124), Hifzhan Maulana Ghiffari (13711092), Fauzan Nuha Muhammad (13711126).

 

 

        Kedokteran (8/8) – Dalam  rangka persiapan remediasi bagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran UII di semester genap ini maka divisi akademik dan sim melakukan brefing terhadap pengawas dan koordinasi dengan panitia.

 

        Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv  Akademik dan SIM, Winarto,S.Kom saat memimpin koordinasi pada hari Senin, 05 Dzulqoidah 1437 H/08 Agustus 2016 bertempat di Ruang Sidang Pendidikan Klinik, yang dihadiri oleh Sekprodi dr. Utami Mulyaningrum, M.Sc dan Koordinator Tahap S.Ked dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc.

 

        Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa jumlah peserta remediasi cukup banyak, sebagai gambarannya adalah untuk key tahap pertama blok kardiovaskuler dann Respirasi (1.4) sebanyak 127 mahasiswa, Blok Endokrin dan Reproduksi 1.5 sebanyak 268 mahasiswa, Uropoetika sebanyak 189 mahasiswa, Gangguan Pertumbuhan (2.4) 160 mahasiswa, Trauma dan Injury 2.5 sebanyak 172 mahasiswa, Gangguan Metabolik dan Degeneratif 2.6 sebanyak 156 mahasiswa, Masalah pada Dewasa I 3.4 28 mahasiswa dan Masalah Pada Dewasa II 3.5 sebanyak 47 mahasiswa.

 

        Sementara itu dokter Utami Mulyaningrum, M.Sc selaku Sekprodi mengarahkan kepada segenap pengawas untuk selalu bersikap tegas dalam setiap mengawas mahasiswa ketika mengikuti remediasi.

 

        “Tegas bukan berarti galak, pengawas  adalah menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada, sehingga bisa  dipahami oleh mahaiswa FK UII yang mengikuti remediasi di semester genap ini”, katanya.

 

        Adapun jadwal yang sudah direncanakan, untuk ujian remediasi ini dimulai pada hari Selasa, 09 Agustus 2016 sampai dengan Jumat, 19 Agustus 2016. Wibowo/Tri

C:Documents and SettingsARBLocal SettingsTemp20160725_093905.jpg

Foto : Wibowo / Istimewa : Dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat  berkunjung ke College Of Medicine University Lagos, Nigeria

Kedokteran (UII News) – Penggunaan herbal dan madu serta metode pengobatan lainnya dari nabi mengandung sisi syariah, science dan culture yang harus diharmoniskan supaya tidak terjadi pertentangan serta kepentingan komersialisasi atas nama dogma tanpa upaya scientifikasi yang misleading bagi masyarakat awam dan hanya dimanfatkan oleh market demi industri berlabel thibbun nabawi.  

Hal tersebut di jelaskan oleh dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc selaku Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), sepulang dari Negara Nigeria pada saat menjadi Invited Speker di acara FIMA (Federation of Islamic Medical Assosiation) pada 14-19 Syawal 1437 H / 19 -24 Juli 2016 di di Komplek Central Mosque atau masjid Nasional Nigeria.

Dalam acara  yang dihadiri oleh berbagai negara di dunia, ,seperti Canada, Palestina, Malaysia, Pakistan, Indonesia, dan Afrika Selatan, dengan jumlah peserta yang dihadiri kurang lebih sekitar 300-500 orang, dan diikuti oleh  mahasiswa, perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya, dokter Udin  yang memiliki kompetensi di bidang Bioetik ini menjelaskan bahwa seseungguhnya thibbun nabawi telah berkembang.  

“Seseungguhnya thibbun nabawi telah berkembang dari yang sederhana dengan Herbal Medicine sampai kepada operasi canggih dan obat obatan yang halalan thoyyiban, aman, efektif dan sedikit efek samping”, katanya.

Sebagai pembicara,  Dokter Udin tidak hanya sendiri melainkan tampil bersama dengan  pembicara Malaysia dan Bangladesh membahas tentang Profetik medicine atau Thibbun Nabawi dari sisi scientific basis.

Lebih lanjut dokter Udin menceritakan bahwa  para peserta banyak  tertarik dengan topic yang diangkat dalam symposium Islamic Hospital Consortium, dan CIMSCO yaitu tentang pendidikan kesehatan.  Wibowo/Tri

 

 C:Documents and SettingsARBLocal SettingsTemp20160725_093142.jpg

 

 

 

Foto Wibowo / Istimewa  Wadek FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat berkunjung  di UNILAG Nigeria

Kedokteran (UII News) – Kedokteran jalin komunikasi bidang pendidikan kesehatan dengan jajaki kerjasama dengan Universitas Lagos (UNILAG) Nigeria guna memperkenalkan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) di kancah internasional serta menghadapi reakreditasi 2017.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat mewakili UII melakukan penjajakan kerjasama di Universitas Logos Nigeria (UNILAG) pada Kamis, 16 Syawal 1437 H / 21 Juli 2016.

 

Dipilihnya UNILAG untuk dijajaki sebagai tempat kerjasama di bidang pendidikan kesehatan, dijelaskan oleh dokter Udin, bahwa UNILAG Nigeria adalah Perguruan Tinggi (PT) yang masuk 3 besar Universitas Terbaik di Negeria  dalam pemeringkatan perguruan tinggi versi webometric.

 

“Kelebihan dari UNILAG adalah semua pendidikan dilakuakukan dalam bahasa inggris, hal ini dikarenakan bahwa negara Afrika masuk dalam kategori English Speaking Country meskipun dialeknya khas sekali, seperti  Hausa dan Ghuroba serta Ibo.”, kata dokter Udin.

 

Lebih lanjut dikatakan dokter Udin bahwa penjajagan ini termasuk sesuatu yang ajaib karena tidak terencana dengan baik sebelumnya mengingat rencana awalnya hanya membuka kerjasama dengan beberapa delegasi FIMA dari Timur Tengah, Afrika, dan rekanan yang memang hadir di acara FIMA Conference.

“Kegiatan kerjasama ini adalah di luar rencana, jika merunut kejadiannya maka hal ini terjadi  atas nikmat yang diberikan Allah SWT yang sudah mempertemukannya dengan panitia FIMA Conference dari Nigeria yang merupakan dosen sebuah universitas top yang bernama DR. Ibrahim obabo, Sp.An. dari Nigeria,  maka atas  rekomendasi beliau yang merupakan sama sama activist kedokteran islam sehingga bersedia membantu untuk membuka kerja sama dengan UNILAG dan FK UII”, demikian kata  dokter Udin.

 

 Ditambahkan oleh dokter Udin bahwa kunjungan nya ke UNILAG Nigeria adalah dalam rangka menghadapi reakreditasi Fakultas Kedokteran UII pada tahun 2017 mendatang dan pembukaan prodi baru setara spesialis Dokter Layanan Primer (DLP), untuk itu maka FK UII perlu meningkatkan dan mengembangkan diri dengan institusi luar negeri yang setara atau yang lebih baik kualitasnya, demikian ungkapnya.

Sebagaimana pesan Dekan FK UII sewaktu melepas keberangkatan nya, maka kepergiannya ke Nigeria hanya untuk mencoba membuka pembicaraan dengan berbagai delegasi untuk publikasi internasional dan tukar menukar paper untuk jurnal masing masing,  demikian cerita dari  dokter Udin. Wibowo/Tri

DR.Med. dr. Untung Widodo, Sp.An., KIC menyampaikan materi tentang Airway Intervention & Management in Emergencies

Yogyakarta – FK UII (07/08) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menyelenggarakan seminar ilmiah nasional continuing medical education (CME) sebagai wahana penyegaran ilmu bagi para dokter dan mahasiswa. Acara CME kali ini bertajuk CITO! Clinical Current Update Symposium on Emergency Medicine: “The Role of Medical Practicioner”, diselenggarakan pada Ahad (07/08) di The Alana Hotel Mataram City International Convention Center Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan 8 orang pakar di bidang anastesi, pediatric, saraf, penyakit dalam, obstetric-gynekologi, serta Islamic perspective, dan dihadiri oleh lebih dari 550 peserta baik dari dalam maupun luar Kota Yogyakarta.

Para pakar yang menjadi pemateri dalam acara ini antara lain dr. Bambang Suryono Suwondo, Sp.An., KIC, M.Kes, KNA, KOA (Integrated Diagnostic & Treatment of Shock), DR.Med. dr. Untung Widodo, Sp.An., KIC (Airway Intervention & Management in Emergencies), dr. R. Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, Sp.OG (K) (Prevention & Management to Reduce Maternal Mortality Rate in Hypertension and Preeclampsia in Pregnancy), Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A (K) (Current Guidelines for Management of Seizure in Pediatrics), Prof. dr. H. Barmawi Hisyam, Sp.PD-KP (Management of Acute Respiratory Distress Syndrome), Prof. DR. dr. H. Rusdi Lamsudin, M.med.Sc., Sp.S (K) (Current Update in Stroke Management: the New Guidelines for Ischemic & Intra Cerebral Hemorrhagic Stroke), dr. Hemi Sinorita, Sp.PD-KEMD (Current Update of Diabetic Emergency: Management of Hypoglycemia, Diabetic Ketoacidosis, Hyperosmolar Hyperglycemic State, and Diabetic Coma), dan dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S (Islamic Perspective in Emergency Situation & Euthanasia).

 

dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK selaku Dekan FK UII dan dr. Abdul Basith selaku Ketua Unit CME dalam sambutannya berharap agar kegiatan CME ini mampu memberikan sumbangsih bagi penguatan kompetensi para dokter dalam penanganan kasus kegawatdaruratan sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas. Sedangkan salah satu pembicara, dr. Bambang Suryono, mengingatkan kepada para peserta bahwa keberhasilan penanganan kasus kegawatdaruratan sangat ditentukan dari kecepatan penolong dalam menganalisa penyebabnya. “Sehingga penting bagi dokter untuk dapat segera menganalisa dan menegakkan diagnosa kasus kegawatdaruratan untuk segera melakukan tindakan live saving yang sesuai” pesan dr. Bambang. DSH/Tri

DR.Med. dr. Untung Widodo, Sp.An., KIC menyampaikan materi tentang Airway Intervention & Management in Emergencies

Yogyakarta – FK UII (07/08) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menyelenggarakan seminar ilmiah nasional continuing medical education (CME) sebagai wahana penyegaran ilmu bagi para dokter dan mahasiswa. Acara CME kali ini bertajuk CITO! Clinical Current Update Symposium on Emergency Medicine: “The Role of Medical Practicioner”, diselenggarakan pada Ahad (07/08) di The Alana Hotel Mataram City International Convention Center Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan 8 orang pakar di bidang anastesi, pediatric, saraf, penyakit dalam, obstetric-gynekologi, serta Islamic perspective, dan dihadiri oleh lebih dari 550 peserta baik dari dalam maupun luar Kota Yogyakarta.

Para pakar yang menjadi pemateri dalam acara ini antara lain dr. Bambang Suryono Suwondo, Sp.An., KIC, M.Kes, KNA, KOA (Integrated Diagnostic & Treatment of Shock), DR.Med. dr. Untung Widodo, Sp.An., KIC (Airway Intervention & Management in Emergencies), dr. R. Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, Sp.OG (K) (Prevention & Management to Reduce Maternal Mortality Rate in Hypertension and Preeclampsia in Pregnancy), Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A (K) (Current Guidelines for Management of Seizure in Pediatrics), Prof. dr. H. Barmawi Hisyam, Sp.PD-KP (Management of Acute Respiratory Distress Syndrome), Prof. DR. dr. H. Rusdi Lamsudin, M.med.Sc., Sp.S (K) (Current Update in Stroke Management: the New Guidelines for Ischemic & Intra Cerebral Hemorrhagic Stroke), dr. Hemi Sinorita, Sp.PD-KEMD (Current Update of Diabetic Emergency: Management of Hypoglycemia, Diabetic Ketoacidosis, Hyperosmolar Hyperglycemic State, and Diabetic Coma), dan DR. dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B (Islamic Perspective in Emergency Situation & Euthanasia).

 

dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK selaku Dekan FK UII dan dr. Abdul Basith selaku Ketua Unit CME dalam sambutannya berharap agar kegiatan CME ini mampu memberikan sumbangsih bagi penguatan kompetensi para dokter dalam penanganan kasus kegawatdaruratan sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas. Sedangkan salah satu pembicara, dr. Bambang Suryono, mengingatkan kepada para peserta bahwa keberhasilan penanganan kasus kegawatdaruratan sangat ditentukan dari kecepatan penolong dalam menganalisa penyebabnya. “Sehingga penting bagi dokter untuk dapat segera menganalisa dan menegakkan diagnosa kasus kegawatdaruratan untuk segera melakukan tindakan live saving yang sesuai” pesan dr. Bambang. DSH/Tri

Diumumkan kepada mahasiswa yang mengajukan Beasiswa Hafidz Quran UII dimohon segera mengumpulkan persyaratannya paling lambat tanggal 9 Agustus 2016.

Demikian pengumuman ini, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Download : Pengumuman Bagi Penerima Beasiswa Hafidz Quran UII