Memimpikan Halal Center di UII

Sebagai universitas islam tertua di Indonesia banyak sudah prestasi dan karya yang dicapai oleh UII baik oleh mahasiswanya, dosennya, stafnya dan alumninya. Capaian tersebut harus berdampak pada semakin terasanya visi dan misi UII sebagai rahmatalillalamin bagi masyarakat indonesia. Dalam rangka ikut andil membumikan visi dan misi UII tersebut maka FK UII diundang untuk menjadi pembicara dalam the First Symposium on Gbobal Halal Research yang diadakan oleh LPPOM MUI pada tanggal 23-24 Oktober 2014 di Jakarta International Expo atau lokasi Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Indonesia dengan negeri yang mayoritas penduduknya muslim masih harus mengejar ketertinggalannya dalam masalah jaminan produk halal yang sampai sekarang undang-undangnya masih belum berlaku.  Masih banyak yang harus diperbaiki supaya kondisi negeri ini seperti negeri tetangga seperti negeri singapura, thailand, malaysia dan filipina yang sudah maju dalam pengaturan jaminan produk halal bagi warganegara muslimnya dan kesiapan dalam rangka wisata religius yang salah satunya adalah tersedianya hotel berbasis shari’ah dengan masakan yang di jamin halal. Acara ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, Timur Tengah serta Arab Saudi. Total presentasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri mencapai 35 paper dari para peneliti dari berbagai halal center. Umumnya dalam acara tersebut dibahas mengenai uji identifikasi kontaminan babi dan alkohol serta model jaminan halal dengan pendekatan halal supply chain yang penekanannya bukan sekedar labeling atu cap halal tapi sampai pada jaminan tidak adanya kontaminasi dalam proses pembuatan dan supplainya. Dalam acara tersebut delegasi FK UII diwakili oleh dr SAA yang mempresentasikan makalahnya berjudul Physicians attitude and experience on medical practices Using Halal Medicine. Menurut dr SAA dari penelitian ini menunjukan fakta di tingkat praktek kedokteran bahwa hanya 13 persen saja dokter yang selalu menggunakan produk halal dan hanya 20% saja  pasien yang meminta diberi obat halal oleh dokter. Umumnya dokter meyakini dan sangka baik bahwa obat yang dipakai sudah dijamin kehalalannya yang penting terbebas dari kontaminan babi dan alkohol meskipun mereka juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan informasi obat halal dari para ahli yang tepat. Dengan begitu banyaknya kasus pencampuran daging sapi dan babi pasar tradisional maka diperlukan banyak center-center halal yang cepat dalam bekerja dan mengembangkan diri menjadi mitra LPPOM MUI di masa yang akan datang. Di UII sendiri berdasarkan survey di FK UII belum semua snack dan nasi kotak untuk konsumsi rapat di UII telah dipesan dari pelaku bisnis yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Ketersediaan referensi produk Halal menjadi urgent di lingkungan kita baik tingkat rumah tangga atau lembaga seperti UII.  Apalagi ketersediaan Halal Center di UII menjadi sangat penting atau krusial jika ternyata produk yang dikonsumsi belum ada informasi halanya. Ini tentunya menggelisahkan kita semua yang bekerja di UII. Semoga Allah tetap meridhoi UII dengan berdirinya halal center di UII. Bagi kita yang mau mendapatkan informasi produk halal bisa mendapatkannya dengan menggunakan fasilitas blackberry OS10 atau BB Z3 serta berlangganan jurnal Halal seharga Rp.22.500 per bulan atau menanyakan langsung ke LPPOM MUI di Jogjakarta atau Jakarta.

Jadwal Perkuliahan dan Skenario 1

Jadwal Perkuliahan
Skenario Blok

LAZNAS BSM Serahkan 10 Juta Untuk Program Pengmas FK UII

Kaliurang (UII News) –  Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Bank Syariah Mandiri (BSM) secara gradual memberikan dana untuk mendukung kegiatan program pengabdian kepada masyarakat yang di lakukan oleh Fakultas Kedokteran UII berupa pendampingan desa sehat.

Hal tersebut disampaikan oleh Bapak M. Syarif dari pihak LAZNAS BSM saat penyerahan dana di ruang sidang Dekanat Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 yang diterima langsung oleh Dekan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK dan didampingi oleh Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK UII, dr. Sunarto, M.Kes serta Kadiv.Keuangan FK UII Siti Nadhiroh.

Menurut Syarif, pemberian dana kali ini untuk mensupport kegiatan pendampingan Desa Sehat yang dicanangkan FK UII di Desa Ngandong, Turi, Sleman. Secara gradual maka LAZNAS BSM akan memberikan secara gradual sebagai bentuk kerjasama yang sudah terjalin sampai dengan saat ini antara FK UII dengan Bank Syariah Mandiri (BSM).

“ Sekarang kami menyerahkan dana 10 juta rupiah guna mendukung kegiatan desa sehat yang dicanangkan FK UII, kedepan nantinya akan kami usahakan untuk menaikan jumlahnya secara gradual, ini sebagai wujud kerjasama baik yang sudah terbina saat ini antara FK UII dan BSM’, katanya.

Menanggapi penyerahan dana tersebut, Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK akan menjaga amanah dalam penggunaannya untuk kegiatan pengabdian masyarakat, guna pendampingan Desa Sehat yang dicanangkan oleh FK UII.

“Dana yang diamanahkan akan segera digunakan untuk membuat MCK (Mandi Cuci Kakus) di Desa Sehat dusun Ngandong yang merupakan binaan FK UII, harapan kedepan dana CSR seperti ini bisa di teruskan untuk bersama-sama menjalankan program pengabdian masyarakat”, kata Dekan.

Sementara itu, dr. Sunarto, M.Kes selaku koordinator kegiatan, menjelaskan selain membuat MCK, FK UII akan memberikan bimbingan dan pendampingan tentang ekonomi kreatif sehingga butuh tenaga ahli dibidangnya.

“Semoga tidak hanya berhenti disini saja untuk membantu dana guna membangun fisik di Desa Sehat, pembinaan dibidang ekonomi kreatif juga sangat diperlukan, nah, kalau bisa BSM bisa berkolaborasi untuk sama-sama memberikan binaan di Desa Sehat binaan FK UII”, kata dr. Sunarto. Wibowo

Mewujudkan Five Star Doctor Moslem FK UII Selenggarakan HARDOKNAS 2014

Kedokteran (UII News) – Setiap tanggal 24 oktober selalu diperingati sebagai Hari Dokter Nasional (HARDOKNAS). Peringatan ini selalu diperingati oleh profesi dokter termasuk para mahasiswa yang masih mengeyam pendidikan dokter. Untuk tahun ini, mahasiswa kedokteran UII turut memeriahkan Hari Dokter Nasional dengan melakukan serangkaian kegiatan dan aksi donor darah bagi masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan oleh Rima, mahasiswa angkatan 2011 selaku Ketua Panitia Hari Dokter Nasional 2014 FK UII, yang diselenggarakan pada hari Jum’at, 24 Oktober 2014 di Auditorium FK UII yang di hadiri oleh Dosen, Karyawan, Mahasiswa dan segenap civitas akademika FK UII.

Menurut Rima, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali akan profesi seorang dokter, memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para dokter, Mengingatkan akan dasar five stars doctor moslem, dan memberikan outcome kepada setiap kalangan dalam memperingati HARDOKNAS melalui donor darah.

“Seluruh kegiatan dalam HARDOKNAS 2014 di FK UII kali ini, merupakan sebuah ajang dan sarana mewujudkan Five Star Doctor Moslem sebagai tujuan peringatan Hari Dokter Nasional 2014”, kata Rima.

Sementara itu, selaku Kaprodi FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD mengaku terkesan dengan kegiatan peringatan HARDOKNAS 2014 ini, dari mulai membaca Al Quran 1 orang 1 juz, lomba foto selfie, dan berbagai macam kegiatan termasuk donor darah untuk masyarakat umum, adalah sebagai bukti kita dan civitas akademika FK UII mampu bersatu untuk mewujudkan dokter muslim yang beramal ilmiah dan beramal ilmiah.

Senada dengan Kaprodi FK UII, Ketua DPM FK UII, Reza juga berharap agar nantinya para dokter, terutama alumni FK UII bisa menerapkan kerja dengan hati nurani, sehingga sebagai dokter tidak hanya mengejar materi, demikian harapannya.

Acara HARDOKNAS 2014 di FK UII kali ini dimeriahkan dengan pembacaan puisi yoleh mahasiswa baru angkatan 2014, peutaran video seputar peringatan hari dokter dari masing-masing angkatan, serta pemotongan tumpeng yang dilakukan Kaprodi FK UII yang kemudian diserahkan kepada mahasiswa baru FK UII dengan pesan agar segera menyelesaikan studinya untuk menjadi dokter. Wibowo

FK UII Terima Kunjungan SMAN 2 Ciamis dan SD BIAS

Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran UII termasuk 5 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang berakrerditasi A dan merupakan fakultas kedokteran termuda yang memperoleh akreditasi A pada usia yang ke-11 sejak didirikan tahun 2001, di tahun ini 2014 perndaftar sebanyak 3000 orang dan yang diterima 147 orang  sehingga perbandingan  pendaftar yang berminat mendaftar di FK UI adalah 20 : 1 hampir sama dengan pendaftar di Fakultas Kedokteran Negeri favorit di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya dalam acara penerimaan tamu dari SMA N 2 Ciamis, pada Jum’at, 24 Oktober 2014 di ruang Auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta, sebanyak 97 sisawa dan 7 orang guru pendamping di pimpin oleh Hj. Wiwik H, S.Pd, M.Pd  perwakilan dari SMA N 2 Ciamis

Menurut dokter Linda,  mengatakan bahwa SMA N 2 Ciamis tidak salah milih berkunjung ke FK UII dalam rangkaian  studi tournya karena SMA N 2 Ciamis adalah termasuk SMA Favorit.

“Jadi siswa yang diterima menjadi mahasiswa kedokteran UII adalah siswa yang telah melewati seleksi yang ketat sesuai dengan standar di UII dan sebagian besar  berasal dari sekolah favorit di wilayahnya masing-masing, bisa jadi SMA N 2 Ciamis’, jelasnya.

Sementara itu selaku ketua Tim Promosi FK UII, dr. Mafthuhah Nur Betty, MPH memaparkan bahwa selama kunjungan di FK UII nampak para siswa SMA N 2 Ciamis sangat tertarik dengan penjelasan dari FK UII.

“ Hal ini dibuktikan dengan keingintahuan yang sangat besar tetang dunia kedokteran terutama Pendidikan Kedokteran di FK UII sehingga terpilihlah tiga penaya yang selanjutnya diberikan hadiah berupa souvenir boneka promosi FK UII”, demikian jelasnya.

Pada sore harinya, pukul. 14.00 WIB FK UII kembali mendapatkan kunjungan, kali ini bukan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) melainkan dari Sekolah Dasar, yaitu SD BIAS Yogyakarta yang terdiri da 60 siswa beserta 4 guru pembimbing yang secara langsung berkunjung di Laboratorium Pantologi Klinik, Laboratorium terpadu FK UII.

Sebagai laboran Patologi Klinik FK UII, Akhsan menjelaskan bahwa  siswa-siswi SD BIAS yang berkunjung  adalah  siswa kelas 1dan 2 sehingga materi yang dijelaskan saat di laboratorium sangatlah sederhana dan mudah dipahami serta dilakukan.Materi yang diberikan untuk siswa SD ini adalah tentang sel darah dan dilanjutkan dengan praktek penggunaan mikroskop dan tensimeter.

“Siswa SD BIAS sangat tertarik dengan mikroskop dan tensimater sehingga mereka berebut mengunakan mikroskop dan berebut  pula melakukan tes uji tekanan darah. Diakhir acara para guru pendamping mengungkapkan rasa senang dan rasa terimakasih bisa berkunjung di FK UII”, kata Ahsan. Wibowo

TBMM FK UII digandeng PPs FE UII dalam Acara Outbound bagi Mahasiswa S-2 di Sarangan

Kedokteran (UII News) – Peran Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) FK UII sangatlah penting sebagai supporting system di bidang P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, dalam acara Outbound Managemen Training (OMT) yang diikuti oleh mahasiswa S-2 Pascasarjana FE UII di Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Jum’at-Selasa, 17 – 21 Oktober 2014.

Selaku ketua TBMM FK UII, Firman menyatakan senang bisa menjadi tim medis dalam kegiatan OMT ini, hal itu disampaikan saat melakukan koordinasi tim medis menjelang keberangkatannya di Sarangan,

“Terima kasih kepada pengelola PPs FE UII yang telah mempercayakan TBMM FK UII sebagai tim medis dalam OMT, selama 6 hari kita siaga dan siap memberikan pelayanan P3K bagi peserta yang mengalami kesakitan ataukecelakaan saat mengikuti outbound di Sarangan’, katanya.

Selaku divisi eksternal TBMM FK UII, Afid menyiapkan dua tim, yang masing-masing terdiri dari dua orang, sekaligus peralatan pendukung P3K serta obat-obatannya juga.

“Tim pertama yaitu Yosi dan Nanda berangkat pada hari Jum’at, 17 Oktober 2014 dan pulang pada hari Ahad, 19 Oktober 2014, sedangkan tim kedua diberangkatkan sebanyak dua orang dari alumni FK UII dr. M. Afandi Amrullah dan dr. Mohammad Isa pada tanggal 19 Oktoner 2014 dan pulang pada hari Selasa, 21 Oktober 2014’, jelasnya.

TBMM FK UII sampai dengan saat ini selalu sebagai tim medis ketika Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII menyelenggarakan kegiatan Outbound Managemen Training (OMT) di Hutan Mojosemi dan telaga Wahyu Sarangan, Jawa Timur. Wibowo

Dosen IKM FK UII Ikuti TOT Integrasi PS Dalam Kurikulum Pendidikan Dokter di Indonesia

Kaliurang (UII News) – Pengetahuan tentang patient safety menjadi suatu keharusan untuk semua pemangku kepentingan kedokteran. Jajaran direksi rumah sakit, komite medik, dokter dan tenaga kesehatan lainnya perlu menguasai konsep dan prinsip patient safety sehingga dapat menerapkannya dalam praktek medik.Program pendidikan dokter sebagai tempat mencetak dokter merupakan tempat yang sesuai untuk mengajarkan patient safety, sehingga nantinya dokter yang tercipta dapat menjalankan prinsip patient safety dalam praktek sehari-hari.Diharapkan penerapan patient safety pada akhirnya dapat menjadi budaya baik bagi individu dan system kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen yang juga Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Sunarto, M.Kes ketika melangsir arahan dari Dirjend DIKTI Kemdikbud saat mengikuti pelatihan Training Of Tutor (TOT) yang membahas tentang integrasi patient safety dalam Kurikulum Pendidikan Dokter di Indonesia yang diselenggarakan oleh kolaborasi bidang pendidikan Proyek Pengembangan Pusat Pendidikan & Penelitian Kedokteran dan Dua rumah Sakit Pendidikan  (The Development oof Medical Education & Research Center and Two University Hospital Project IND – 0137 & IND-0138) Dirjend DIKTI Kemdikbud RI, pada hari Jum’at- Minggu, 17-19  Oktober 2014 di  Hotel Peninsulla Jakarta Barat.

Menurut dokter Narto, kegiatan ini merupakan harapan dari Dirjend DIKTI Kemdikbud agar nantinya seluruh peserta mampu menumbuhkan kesepakatan, komitmen, dan konsistensi dalam mengimplementasikan dalam menggunakan modul Patient Safety yang di TOT kan saat ini serta memberikan masukan, perbaikan, memperkaya dalam modul patient safety sebagai penyempurnaan.

“Dirjend DIKTI Kemdikbud berusaha untuk memperkenalkan metode pembelajaran untuk pencapaian kompetensi patient safety dalam pendidikan dokter dengan penyesuaian konteks patient safety di Puskesmas. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan metode pembelajaran untuk pencapaian kompetensi patient safety dalam pendidikan dokter dengan penyesuaian konteks patient safety di Puskesmas”, katanya. Wibowo

FK UII Selenggarakan Seminar PRECENTALIS 2014

Kaliurang (UII News) – Precentalis adalah Seminar mengenai etika dan hukum kedokteran yang berjudul “Preparing Critical, Smart, and Professional Future Doctors” ini bertujuan membantu fakultas dalam menumbuhkan kesadaran dan semangat juang dalam belajar kepada mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran dalam etika dan hukum kedokteran, sehingga mahasiswa kedokteran nantinya mampu menjadi dokter yang kritis, cerdas, dan profesional.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Precentalis 2014 yang diselenggarakan di ruang auditorium RS JIH Yogykarta, Minggu, 19 Oktober 2014, pukul. 08.00 Wib – selesai.

Menurut dokter Udin, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepada mahasiswa atau peserta seminar untuk mampu mengetahui etika dan hukum kedokteran, sehingga  dapat memproteksi diri dari berbagai kasus hukum dalam dinamika sistem pemerintahan.

“Harapan kami dengan diselenggarakan seminar ini adalah peserta seminar mengetahui aspek perlindungan hukum bagi profesi medis dan masyarakat terhadap etika kedokteran”, katanya.

Sementara itu, LEM FK UII mengaku bangga dengan adanya seminar ini, karena sangat membantu sekali dalam hal pelajaran mengenai advokasi, hal itu di sampaikan oleh Harry Kurniawan selaku Ketua LEM FK UII, menurutnya LEM atau lembaga eksekutif mahasiswa, merupakan lembaga tertinggi di dalam Universitas Islam Indonesia.

“LEM di Fakulatas Kedokteran ini berperan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan segala aspirasi, kritik, dan saran demi FK yang rahmatan lil’alamin. Dalam melaksanakan program-programnya, LEM memiliki beberapa departemen, yakni PENGMAS, EKSTERNAL, KASTRAD, PSDM, SENIOR, KEWIRUS, dan PENDPRO, dengan mengikuti seminar ini maka akan memberikan landasan unuk merencanakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, serta bergerak dalam bidang advokasi yang berperan sebagai penengah dan penghubung antara mahasiswa dan pihak fakultas maupun universitas sehingga tercipta sebuah keselarasan dan keharmonisan”, kata Harry.

Terdapat tiga pemateri yang maju dengan bidangnya masing-masing. Materi yang pertama dibawakan oleh Dr. H. Muhammad Arif Setiawan, S. H., M. H. dengan materinya yang berjudul peran praktisi hukum dalam penanganan sengketa medis. Disambung dengan pemateri kedua yaitu Prof. dr. Sofwan Dahlan, Sp. F yang membahas tentang sengketa medis dalam hukum perundang-undangan Negara Indonesia; Materi terakhir diisi oleh dr. Nur Azid Mahardinata, yang membawakan materi berjudul  peran bioetik dalam sengketa medis. Wibowo

Dosen IKM FK UII Oral Abstrak di APACPH, University of Malaya, Kuala Lumpur

Kuala Lumpur (UII News) -  APACPH singkatan dari Asia-Pasific Academic Concortium for Public Health. Untuk bisa mengikuti konfrensi dalam kegiatan ini seluruh peserta wajib mengirimkan abstractnya yang terbagi dalam 11 simposium yang berfokus pada “Evolusi Kesehatan Masyarakat di kawasan Asia-Pasifik”.

Hal tersebut di sampaikan oleh dr. Pariawan Luthfi Ghazali, M.Kes saat mengikuti kegiatan The 46th APACPH Konferensi di Hilton Kuala Lumpur dari 17-19 Oktober 2014 yang diselenggarakan oleh University of Malaya sebagai tuan rumahnya.

Menurut suber berita yang dilangsir dari  http://umconference.um.edu.my/apacph2014=, oral abstrak yang dipresentasikan oleh dokter Luthfi diberi judul  “DETERMINANTS OF ELDERLY SUICIDE INCIDENT IN DISTRICT GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA, INDONESIA YEAR 2011 – 2012”  karya dari Pariawan Lutfi Ghazali, Ilma Putri Dewanti, Ida Rochmawati, Public Health, Faculty of Medicine, Islamic University of Indonesia, Indonesia.

“Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara usia, pekerjaan dan jenis penyakit dengan insiden bunuh diri pada orang tua di Gunungkidul . Dengan demikian dapat digunakan sebagai dasar untuk program pencegahan bunuh diri yang dilakukan khusus pada orang tua sehingga orang dapat dikendalikan , dipelihara , tidak bunuh diri dan dapat meningkatkan kualitas hidupnya”, kata dokter Luthfi dalam kesimpulan abstraknya.

Mengapa FK UII ada di APACPH ?, dokter Luthfi menjelaskan bahwa APACPH merupakan organisasi non-profit internasional yang terdaftar di Honolulu, Amerika Serkat sebagai “501©(3) corporation”, yang beranggotakan perguruan tinggi besar dan berpengaruh di bidang Kesehatan Masyarakat di kawasan Asia-Pasifik dan bertujuan untuk memperbaiki pendidikan profesional kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan dokter IKM  FK UII ini, tentang APACPH,  organisasi ini didirikan pada tahun 1984 dan memiliki lebih dari 81 lembaga anggota di 23 negara di seluruh wilayah Asia-Pasifik dengan kantor wilayah di Bangkok, Beijing, Brisbane, Hawaii, Malaysia dan Tokyo.

“Departemen IKM FK UII saat ini sedang dalam proses verivikasi untuk menjadi anggota APACPH”, katanya. Wibowo

Blok Kardiovaskuler KBk 2005

–  Jadwal
–  Skenario 1