Pusat Halal ITS Study Banding ke HTREND UII

 pusat-studi-halal-its-studi-banding-ke-htrend-uii

 

Kedokteran (UII News) – Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memerlukan jaminan produk halal untuk menjamin kesejahteraan dan keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Hal tersebut di ungkapkan oleh dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc, saat menerima kunjungan  dari  Pusat Study Halal ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Surabaya, pada hari Kamis, 24 Shafar 1438 H / 24 November 2016 di auditorium  lantai 2, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang Km.14, 5 Sleman Yogyakarta.

 

 

 

 

Menurut Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Kedokteran UII ini, potensi produk halal yang bernilai milyaran rupiah menjadikan jaminan produk halal menjadi komoditi perdagangan yang menarik dikaji oleh akademisi dan praktisi.

 

“Maka tidak heran, sebelum implementasi UU tersebut diterapkan pada tahun 2019, bertebaran lembaga-lembaga sertifikasi halal untuk dapat memainkan peran secara nasional”, kata dokter Sani.

 

Oleh karena itu Universitas Islam Indonesia melalui pusat study Halalan Thoyyiban Research and Education (HTREND) UII ingin memainkan peran tersebut untuk terlibat penuh dalam mendukung implemetasi UU tersebut.

 

“UII mengembangkan pusat study HTREND dan program unggulan Halal Industrial Park sebagai wujud komitmen intelektual UII untuk umat. HTREND UII sebagai lembaga yang berperan dalam kajian, pendidikan dan penelitian produk halal sedangkan proses pengolahan produk mulai dari raw materials, proses produksi, distribusi hingga produk tersebut sampai pada konsumen menjadi peran sentral dan strategis halal industrial park untuk mengawal proses tersebut”, jelasnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh dokter Sani bahwa pusat study halal ITS Surabaya melakukan study banding ke HTREND UII untuk mempelajari konsep pusat study halal di UII, manajemen organisasi dan laboratorium pengujian makanan, obat dan kosmetik.

 

Hadir dari perwakilan pusat study halal ITS yaitu Dr.rer.nat Fredi dan Dr. Imam Abadi ST, MT sedangkan perwakilan dari HTREND UII adalah dr. Sani Rachman Soleman M.Sc, dr. Muhammad Kharisma serta tiga perwakilan halal industrial park.

 

Acara tersebut diawali dengan presentasi dari HTREND UII dan diskusi mengenai program halal industrial park yang diinisiasi oleh alumni Fakultas Teknik Industri UII. Selain diskusi, kunjungan ke laboratorium terpadu UII dan laboratorium pengujian makanan obat dan kosmetik untuk menambah wawasan alat diagnostic pengujian di UII. Hasil study banding tersebut dapat menjalin kerjasama antara Pusat Study Halal ITS dan HTREND UII untuk mendukung implementasi UU No 33 tahun 2014 serta mengawal PP dari UU tersebut. Wibowo

Delegasi Kedokteran Terpilih sebagai Ketua Umum dalam MUNAS XII FULDFK

 

Caption : Delegasi Kedokteran UII,saat mengikuti MUNAS FULDFK yang mengantarkan Anandyo (FK UII) terpilih sebagai Ketua Umum FULDFK 2016-2017. (Wibowo/Istimewa)

KALIURANG (UII NEWS) – Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) merupakan wadah bagi mahasiswa kedokteran yang memiliki kemauan untuk belajar berdakwah,ini merupakan wujud dari kamuan tanpa paksaan sebagai wujud dari sebuah pilihan.

Hal itu disampaikan oleh Kholifa saat menjadi delegasi dalam acara Musyawarah Nasional Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) bersama kedua temannya Anandyo S, Maftuhah Z yang di gelar pada hari Kamis-Sabtu, 4-5 Robiul Awal 1438 H / 4-5 Desember 2016 di Universitas Riau, Pekan Baru.

Menurut Kholifa seluruh delegasi yang hadir pada acara tersebut mendapat sambutan oleh Bapak Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, didampingi oleh Walikota Pekanbaru, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FKUR), Ketua FULDFK 2015-2016 dan ketua acara Munas FULDFK XII.

Sebagai delegasi, bisa di kandidatkan sebagai calon Ketua FULDFK periode 2016-2017, nominasi itu bisa di dapatkan dari perwakilan UII yang memiliki komitmen untuk menjadikan mahsiswanya untuk selalu berpegang pada prinsip berilmu amaliah dan beramal ilmiah.

“inilah yang menjadikan semangat kami untuk bisa melakukan dakwah, meskipun bukan pendakwah, karena dakwah bukanlah profesi, namun setiap profesi semestinya bisa berdakwah”, kata Kholifa

Sebelum acara pemilihan ketua FULDFK diselenggarakan, diawali dengan tausiah tentang Ilmu tanpa Agama adalah Buta. Agama tanpa Ilmu adalah Lumpuh. ” Begitulah judul liqo’ kali ini yang diisi oleh ustadzah Khomsa.

Kata Kholifa menyampaikan bahwa disini kami mendapatkan banyak ilmu Intisari dari materi yang telah disampaikan yaitu kunci dasar hidup adalah Ilmu dan Agama, Ilmu adalah sesuatu yang perlu dipelajari dan diajarkan,Ilmu itu dapat mendekatkan hubungan antara hamba dengan Rabbnya, Manusia yang paling dekat dan takut pada Allah adalah para ulama.

“Ketika kita berada disamping orang yang tingkatnya dibawah kita, maka jangan perlihatkan kelebihan kita, disaat kita disekitar orang-orang yang tingkatnya diatas kita, maka perlihatkan kelebihan kita.” Pada intinya kita diajarkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar demikian kata Kholifa.

Pada hari ketiga Sabtu (5/12), Setelah acara penyampaian LPJ selesai, dilanjutkan dengan membahas AD/ART, dan rekomendasi terkait FULDFK kedepannya, setelahnya dilakukan pemilihan calon Ketua Umum FULDFK Nasional periode 2016-2017.

“Pemilihan ketua dimulai pada pukul 21.45, dan akhirnya terpilihlah Akhina Anandyo Septiawan dari FK UII, sebagai Ketua Umum FULDFK periode 206-2017”, kata Kholifa.Wibowo

KM FK UII Ikuti Bela Islam 212 di Jakarta

 

 

km-fk-uii-ikuti-bela-islam-212-di-jakarta

Foto Wibowo / Istimewa : KM FK UII saat mengikuti aksi bela Islam Jilid 3 di Monas Jakarta

Jakarta (UII News) – Guna membuktikan bahwa mahasiswa merupakan agen dari perubahan serta memberikan dukungan terhadap penegakan hukum maka Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia ikuti aksi bela Islam Jilid 3.

 

Hal tersebut di ungkapkan oleh Faisal Ridho Sakti, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Kedokteran (FK) Univesitas Islam Indonesia (UII) setelah mengikuti kegiatan aksi bela Islam jilid 3 di Halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta, pada hari Jumat, 02 Robiul Awal 1438 H / 02 Desember 2016  yang diikuti oleh umat Islam Indonesia.

Menurut Faisal, keberangkatan mengikuti kegiatan ini sudah mendapatkan dukungan dari Pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, sehingga seluruh keluarga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diwakili 18 orang bergerak menuju ke Jakarta.

 

“Kami dari Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia mendukung penuh aksi damai bela Islam jilid 3 dan turut mengawal penegakan hukum Kasus Penistaan Agama oleh Gubernur non aktif Ahok”, demikian katanya.

 

Dalam mengikuti aksinya tersebut, Faisal mengaku banyak kemudahan dan dukungan dan banyak orang salah satunya adalah orang tua mahasiswa FK UII yang ayahandanya merupakan alumni UII, sehingga suasana batin menjadi lebih nyaman dan tenang, demikian jelasnya. Wibowo

 

Kedokteran Selenggarakan Pelatihan MARKOM

kedokteran-selenggarakan-pelatihan-markom

Foto Wibowo/istimewa : dokter Dimas Satya Hendarta (Depan tengah) foto bareng seusai memberikan pelatihan Tim Markom.

 

            Kaliurang (UII News) – Guna meningkatkan input calon mahasiswa baru ke FK UII baik dari sisi kualitas maupun kuantitas maka perlu di adakan pelatihan tentang teknik memasarkan atau marketing yang baik. Oleh karena itu maka Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Dasar bagi Tim Marketing Komunikasi (MARKOM).

            Hal tersebut disampaikan oleh dokter Dimas Satya Hendarta selaku Ketua Unit Promosi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia saat berlangsungnya pelatihan selama dua hari  pada hari Sabtu, 14 Muharom 1438 H/15 Oktober 2016 dan Ahad, 22 Muharom 1438 H / 23 Oktober 2016 di Kampus Fakultas Kedokteran UII.

Menurut dokter Dimas Unit Promosi dan Kerja Sama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) merupakan ujung tombak FK UII dalam melakukan berbagai upaya perkuatan branding FK UII sebagai salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia (Akreditasi A).

            Hal tersebut diperlukan salah satunya dari sisi marketing guna meningkatkan input calon mahasiswa baru ke FK UII baik dari sisi kualitas maupun kuantitas”, katanya.

 

Lebih lanjut, Kuantitas dari pelajar SMA/MA yang mendaftar masuk ke FK UII tentunya akan meningkatkan pilihan bagi fakultas terhadap calon mahasiswa baru yang berkualitas tinggi agar dapat dididik dengan baik guna menjadi dokter muslim yang rahmatan lil alamin nantinya. Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa meningkatnya kuantitas pendaftar tentunya akan mampu mengerek pula kualitas output FK UII nantinya. Apabila dilihat dalam scope yang lebih luas, hal tersebut sangatlah penting dalam menunjang tercapainya visi dan misi FK UII sendiri.

 

“Hal tersebut bukanlah perkara mudah mengingat di era sekarang FK UII harus bersaing ketat dengan FK akreditasi A lainnya di Indonesia dalam memperoleh input terbaik. Sehingga guna mencapai hal tersebut UPKS FK UII mengadakan pelatihan dasar tim marketing komunikasi (MARKOM) 2016 FK UII yang beranggotakan mahasiswa angkatan 2015, 2014, dan 2016 dengan membekali tentang Komunikasi promosi , Ke-FK UII-an

Skill practice promotion tools FK UII, seperti back wall, dan lain-lain”, demikian ungkap dokter Dimas. Wibowo

 

 

 

 

 

 

 

Putri Tri Wijayanti, alumni Angkatan 2003 FK UII, Nakes Teladan Solo 2016

putri-tri-wijayanti-alumni-angkatan-2003-fk-uii

Kedokteran (UII News) – Tahun ini, satu alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) , dokter Putri Tri Wijayanti menerima anugrah sebagai Tenaga Kesehatan dengan predikat sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan Tingkat Solo tahun 2016. Penganugrahan Nakes Puskesmas Teladan tingkat Kota Solo tahun 2016 diberikan langsung oleh Wali Kota Solo.

Senin pagi, 14 Shafar 1438 H / 14 November 2016 , Wali Kota Solo , FX. Hadi Rudyatmo, memberikan apresiasi secara langsung kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan Kota Solo 2016 yaitu dokter Putri Tri Wijayanti alumni angkatan 2003 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).

Menurut dokter Putri, tenaga kesehatan sangatlah berperan dalam menentukan kesuksesan atau tidak suksesnya membangun kesehatan di Kota Solo. “Mohon doanya semoga bisa meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan secara profesional bagi masyarakat dan bisa menjaga nama baik almamater yang selalu mengajarkan kepada para alumninya dengan berilmu amaliah dan beramal ilmiah”, katanya.

Dokter Putri Tri Wijayanti adalah mahasiswa angkatan 2003 FK UII, merupakan putra daerah Solo, setelah selesai menamatkan studinya sebagai dokter di bangku kuliah FK UII, putri dari bapak Kasriyono dan Ibu Tri Winarni mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Solo pada tahun 2009.

Sebagai lulusan dengan predikat Cum Laude pada tahun 2009, menjadikannya selalu mendedikasikannya sebagai tenaga kesehatan untuk membangun masyarakat sehat, sehingga mengatarkan dirinya mendapatkan penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan (NAKES) Kota Solo Tahun 2016. Wibowo/Tri

Peduli Kesehatan Masyarakat, Dosen Kedokteran Ikuti KONAS IKM di Makasar

 peduli-kesehatan-masyarakat-dosen-kedokteran-ikuti-konas-ikm-di-makasar

 

 

Kedokteran (UII) – Pengabdian masyarakat merupakan bagian dari catur darma pendidikan. Publikasi hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan belum banyak dilakukan di FK UII sehingga hal ini merupakan saran dari reviwer monev ekstrenal TUV tahun 2015. Bagi penerima hibah DIKTI, deseminasi dalam sebuah seminar serta publikasi hasil pengabdian dalam jurnal merupakan suatu kewajiban dan keluaran yang harus dilakukan

 

            Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ika Fidianingsih, M.Sc, saat mengikuti Kongres Nasional (KONAS) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarkat ke-13 pada hari Kamis – Sabtu, 3 -5 Shafar 1438 H / 3 -5 November 2016 di Makasar yang diikuti oleh masyarakat peduli kesehatan dan mahasiswa yang berjumlah 800 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.

 

Menurut dokter Ika, kegiatan ini diawali dengan pemaparan permasalahan kesehatan dan pencapaiannnya oleh Menteri kesehatan diikuti Mentri keuangan mengenai peran dana atau APBN dalam membantu peningkatan derajat kesehatan di Indonesia, diikuti pemaparan dari Kepala BKKBN dan Deputi Bappenas.

 

“Presentasi oral maupun poster total hamper 500 orang dan  dari FK UII melakukan presentasi poster dengan judul PENINGKATAN PENGETAHUAN WARGA BROMONILAN UNTUK MENCEGAH KEJADIAN DAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE 2”, katanya.

 

Dari hasil presentasinya dokter Ika Fidianingsih memberikan rekomendasinya bahwa permasalahan kesehatan di Indonesia sangat komplek mulai dari malnutrisi dan kekeurangan pangan yang berisiko anak lahir dengan tumbuh kembang yang kurang baik, dimana berisiko kurang produktif dan menjadi beban masyarakat, sampai dengan pendidikan yang kurang, pernikahan usia dini sampai dengan kelebihan makan yang berakibat berbagai penyakit degenerative, yang berujung penyakit kronis yang memerlukan biaya terus menerus sehingga beban BPJS sangat berat seperti hemodialisa yang harus dilakukan seumur hidup hingga operasi jantung yang masih terus meningkat kejadiannya.

 

“Hasil pengabdian yang kami lakukan menunjukkan masyarakat masih membutuhkan informasi kesehatan dan konsultasi kesehatan mengenai gaya hidup dan pola makan yang sehat. Walaupun beberapa masyarakat sudah mengetahui namun demikian pendekatan kepada masyarakat, dengan mengingatkan kembali dan motivasi masih sangat diperlukan”, katanya.

 

Rekomendasi bahwa tidak hanya road map penelitian, namun juga adanya road map pengabdian masyarakat mungkin perlu ada. Desain pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan sekaligus sebagai desain penelitian juga diperlukan sejak awal sehingga akan menghemat  waktu dan tenaga, demikian jelasnya. Wibowo

 

 

 

,

Dokter Milda Khoirina, Dosen Kedokteran Torehkan Prestasi saat Ikuti Acara PEPKI di Lampung

dokter-milda-khiriana

Foto Wibowo / Istimewa : dokter Milda Khoirina dan dokter Utami Sulistyoningrum saat medapatkan penghargaan juara pertama poster presentation di acara PEPKI VIII di FK UNILA.

Kedokteran (UII News) –  The 8th Indonesian Scientific Medical Education Expo and Meeting atau PEPKI, merupakan rangkaian simposium; workshop; pameran; dan makalah bebas.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc seusai mengikuti kegiatan tersebut yang di selenggarakan pada hari Jumat – Ahad, 20 – 29 Muharraom 1438 H / 28 – 30 Oktober 2016 di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (UNILA) yang di ikuti oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes,Sp.PK, Kaprodi FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD serta beberapa dosen lainnya.

Menurut dokter Udin,  kegiatan rutin tahunan Fakultas Kedokteran se Indonesia ini mengusung tema inovasi pembelajaran klinik dalam upaya sinkronisasi pendidikan profesi di era JKN, isu-isu  dan masalah pendidikan dokter terkupas diacara tersebut dan Fakultas Kedoteran Universitas Islam Indonesia berpartisipasi aktif dalam acara tersebut, dengan mengirimkan delegasi untuk mengikuti simposium, makalah bebas, dan pameran.

“Sebuah prestasi yang membanggakan bagi FK UII adalah delegasi dari FK UII, atas nama dokter Milda Khoirina dinyatakan sebagai Juara Pertama Poster Presentation”, katanya.

Semoga dengan  mengirimkan banyak dosen untuk mempresentasikan karya ilmiah berupa oral dan poster presentasi dapat mengangkat dan mensyiarkan  nama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia sejajar dengan Kedokteran yang bertaraf nasional maupun internasional, demikian harapan dari dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc (Wakil Dekan FK UII). Wibowo/Tri

 

Penjajagan antara Balai Litbang GAKI dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

penjajagan-antara-balai-litbang-gaki-dengan-universitas-islam-indonesia

Para Pemapar Pertemuan Jejaring Kerjasama

Menyadari bahwa sebuah lembaga tidak dapat bekerja sendirian dalam menghasilkan sebuah karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, Balai litbang GAKI terus menggalakkan berbagai kerjasama dengan pihak lain termasuk dengan universitas. Apalagi, perguruan tinggi juga merupakan sebuah lembaga yang produktif melahirkan riset-riset. Oleh sebab itulah, setiap tahun, Balai Litbang GAKI berusaha terus menjalin jejaring dan kerjasama baru dengan berbagai universitas di Indonesia.

Setelah sebelumnya bekerjasama secara resmi dengan Universitas Diponegoro dan sedang melakukan pematangan draft kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada, kini Balai Litbang GAKI kembali melakukan penjajagan dengan Universitas Islam indonesia (UII) yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain dekat secara geografis, UII memiliki beberapa fakultas yang memiliki potensi dan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kerjasama antara lain fakultas Kedokteran, MIPA, serta fakultas Psikologi dan Sosial Budaya. Karena gagasan tersebut mendapat sambutan yang baik dari pihak UII, akhirnya pertemuan penjajagan jejaring dan kerja sama digelar pada Senin, 8 Agustus 2016 di Aula Balai Litbang GAKI Magelang.

Pertemuan itu dihadiri oleh 34 orangyang terdiri dari perwakilan dari masing-masing fakultas, jajaran struktural Balai Litbang GAKI, para peneliti, litkayasa dan perwakilan dari dukungan manajemen balai Litbang GAKI. Pertemuan penjajagan Jejaring kerjasama berlangsung cair, hangat dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Sesekali para pimpinan saling melempar guyonan segar dan saling memuji ketika menyampaikan paparan.

Dalam paparannya, Kepala Balai Litbang GAKI, Sugianto, SKM, M.Sc.PH meyatakan bahwa kerja sama antara Balai Litbang GAKI dan UII ini harus terlaksana karena antara lembaga riset dan perguruan tinggi memiliki hubungan yang saling mendukung dan tak terpisahkan bagaikan 2 sisi mata uang.

“Kita sudah membangun jejaring kerjasama dengan banyak universitas diseluruh Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Banyak yang magang, PKL atau melakukan kunjungan dan wisata ilmiah. Ini sekarang kita akan coba dengan UII. Kerja sama yang terjalin akan cukup menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi jaraknya cukup dekat. Jadi saya harap pertemuan ini akan ada tindak lanjutnya,” tegasnya.

Sementara itu, pihak UII yang diwakili oleh dekan fakultas MIPA, drs. Allwar, M.Sc.PHd, juga menyatakan antusiasmenya pada kerja sama ini. Ia berharap kerjasama ini bisa membantu mendorong UII melakukan riset-riset berkelas nasional bahkan internasional serta membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa-mahasiswanya melalui berbagai macam kegiatan seperti magang atau PKL, serta bekerja sama di bidang lainnya.

Bersama-sama mencari peluang

Paparan tak hanya dari Balai Litbang GAKI dan Fakultas MIPA UII saja. Tapi juga dilanjutkan oleh perwakilan dari Fakultas Kedokteran yakni, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M. Sc (wakil dekan), dan dari fakultas Psikologi dan Sosial Budaya, Dr. rer.nat Arief Fahmi, MA, HRM (Dekan). Para pemapar menyampaikan profil dengan tujuan agar masing-masing pihak dapat saling mengenali, menggali potensi, melihat peluang kerja sama serta saling membantu saling mengisi apa yang masih kurang. Dengan begitu, setelah paparan diharapkan terjadi diskusi yang mengarah pada tindak lanjut kerjasama.

Dan benar saja, beberapa ide terkait kerja sama mulai bermunculan saat diskusi seperti misalnya kerja sama di bidang join research, publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional, pemanfaatan laboratorium dan capacity building.

“Setelah mendengarkan paparan dan diskusi, saya pikir ini peluang yang baik untuk kedua belah pihak. Kita bisa saling melengkapi terkait keterbatasan sarana dan prasarana penelitian, serta saling melengkapi terkait keilmuan. Kalau perguruan tinggi berangkat dari masalah keilmuan, kami berangkat dari masalah progam. Itu bisa disinergikan sehingga saling melengkapi,” ungkap Dr. Leny Latifah, S.Psi, M.Psi, salah satu peneliti di Balai Litbang GAKI.

penjajagan-antara-balai-litbang-gaki-dengan-universitas-islam-indonesia-yogyakarta-tingkatkan-kinerja-lewat-kerjasama
Kedua Belah Pihak Saling Bertukar Informasi

Rencana tindak Lanjut Kerja Sama

Seperti komitmen awal, masing-masing pihak berharap bahwa pertemuan penjajagan ini akan segera ada tindak lanjutnya. Sehingga, diakhir pertemuan dibuatlah kesepakatan sebelum kerjasama yang resmi tertuang dalam sebuah dokumen perjanjian. Rencana tindak lanjut tersebut meliputi:

1. Harmonisasi yang terdiri dari komitmen untuk terus berkomunikasi baik secara formal maupun informal, mengadakan diskusi dengan tim kecil ke masing-masing fakultas, bertukar informasi tentang peluang kerjasama secara lebih detail yang berhubungan dengan riset, laboratorium maupun capacity building,

2. Sinergitas melalui kegiatan mahasiswa magang dari UII ke Balai Litbang GAKI, mengirim dosen tamu ke UII sesuai dengan tema dan kepakaran serta mensinergikan rencana riset 2017-2018. (HMS-Ajeng Pinto)

penjajagan-antara-balai-litbang-gaki-dengan-universitas-islam-indonesia-yogyakarta

Kebersamaan adalah permulaan. Menjaga bersama adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah keberhasilan.– Henry Ford

Bakti Sosial dalam Rangka HKN Kerjasama dengan Dinkes Sleman DIY

bakti-sosial-dan-pengobatan-gratis-kesehatan-fakultas-kedokteran

Sleman – FK UII (18/11) – Catur Darma Univeritas Islam Indonesia mencakup 4 aspek yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah Islamiyah. Dalam kaitannya dengan aspek pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran UII telah menjalankannya dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu yang dapat dilakukan FK UII adalah dengan menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat (18/11) di Lapangan Denggung, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 6000 peserta dari kalangan guru dan lain sebagainya. Fakultas Kedokteran dalam kegiatan ini menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis serta cek lab meliputi GDS, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan ini tanpa dipungut biaya bagi 100 pendaftar pertama, pendaftar selanjutnya dikenai biaya Rp 10.000/ orang.

Pelayanan gratis ini juga dibantu oleh 8 mahasiswa Tenaga Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) dan 5 orang dokter meliputi dr. Fitria Siwi, dr. Rokhima Lusiantari, dr. Alfan Nur Asyhar, dr. Eka Rosmarini SW, dan dr. Milda Khoiriana serta 2 orang laboran Ernadita dan Afivudien. (Tri)

Siswa SDIT Ash Shiddiq Sehari Menjadi Mahasiswa FK

Siswa SDIT Ash Shiddiq saat mengunjungi perpustakaan FK UII.

Siswa SDIT Ash Shiddiq saat mengunjungi perpustakaan FK UII.

   SLEMAN (Ath-Thib) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menerima kunjungan guru dan siswa kelas I-V Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ash Shiddiq Yogyakarta pada hari Kamis, 24 November 2016, yang ingin mengetahui dan merasakan langsung bagaimana gambaran pembelajaran di suatu fakultas kedokteran. Para siswa tersebut tampak sangat senang dan antusias melihat dan mencoba berbagai fasilitas pendidikan yang ada di FK UII.

Para siswa tersebut setelah diterima oleh dr. Ninda Devita dari Unit Promosi dan Kerjasama (UPKS) FK UII, selanjutnya diajak berjalan-jalan ke laboratorium anatomi, histologi, mini hospital, dan perpustakaan. Mereka dipandu oleh delapan mahasiswa dari tim marketing komunikasi (MARKOM) UPKS FK UII. Di berbagai lokasi tersebut mereka mendapatkan penjelasan dari pemandu serta berkesempatan untuk merasakan sensasi menjadi mahasiswa FK, seperti melihat sel dengan mikroskop mikroelektron, mengenal berbagai macam preparat anatomi tubuh manusia, hingga menjajal berbagai macam alat pemeriksaan kedokteran.

Bapak Irwin selaku humas dan administrasi SDIT Ash Shiddiq yang turut mendampingi para siswa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini dirasa penting karena dapat memberi pengalaman serta gambaran tentang dunia kesehatan yang belum tentu bisa didapatkan para siswa di dalam kelas. “Kami mengharapkan kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya bersemangat.

Dihubungi terpisah, dr. Dimas Satya Hendarta selaku Kepala UPKS FK UII menjelaskan bahwa penerimaan kunjungan dari SDIT Ash Shiddiq merupakan salah satu bentuk komitmen FK UII untuk mewujudkan visinya sebagai rahmatan lil ‘alamin. Melalui kegiatan semacam itu diharapkan nantinya akan tumbuh keinginan dan cita-cita di kalangan para pelajar SD untuk menjadi sosok yang berilmu dan bermanfaat bagi sesama, salah satunya dengan menjadi seorang dokter. (fm/dsh)