Kaliurang (UII News – 07/05) – Walaupun awalnya kita bukanlah siapa-siapa dan tak pernah berkarya tapi pasti ada kesempatan kita untuk mendapatkan hal itu semua. Dan kesempatan itulah yang harus kita jaga dan raih. Jangan sia-siakan waktu kita di bangku perkuliahan hanya untuk duduk disana tapi cobalah untuk keluar meraih hal yang lebih luar biasa.

Hal itu disampaikan oleh Irma Noor Budianti (2012), ketika menceritakan pengalamannya mempresentasikan poster ilmiah penelitiannya di Malaysia mengenai system pembelajaran di Fakultas Kedokteran UII yakni Problem Best Learning (PBL) bersama temannya yang berada di Departemen Pendidikan dan Profesi, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FK UII. Dalam acara yang digelar SMART LEM FK UII dalam acara Kajian Kamis Pagi (KAKAP) pada hari Kamis, 07 Mei 2015 / 18 Rajab 1436 H di Ruang Sidang Pre Klinik Lt. 2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta. Acara selama 1 (satu) jam dari 07.00 – 08.00 WIB dihadiri oleh anggota SMART LEM FK UII.

Menurut Irma, untuk dapat pergi kesana, tentu mahasiswa harus membuat karya terlebih dahulu berupa paper hasil penelitian mereka. Dengan modal ini maka langkah selanjutnya adalah mengirimkan abstract dari karya mereka yang merupakan gambaran singkat dari penelitian yang dilakukan. Selanjutnya, ketika abstract dinyatakan diterima maka tahap berikutnya adalah pembuatan poster. Dalam poster itu memuat beberapa point. Point terpenting dalam poster itu yakni abstractnya dan tujuan penelitiannya. Tujuan penelitian inilah yang lebih ditekankan

“janganlah takut untuk mencoba dan jangan minder”, pesan Irma.

Sementara itu Panitia KAKAP membenarkan telah menghadirkan Irma dalam rangka sharing pengalaman selama mengikuti acara di Malaysia dengan presentasi terkait poster yang dibuatnya.

“Tentu hal yang sangat luar biasa dan membanggakan seperti dilakukan Kak Irma, ketika kita bisa berkunjung ke luar negeri dengan tujuan bukan sekadar jalan-jalan atau kunjungan tapi untuk mempresentasikan hasil karya kita, Presentasinya pun bukan sembarang presentasi loh, tapi Kak Irma mempresentasikannya dihadapan berbagai professor penguji disana (Malaysia), hal ini sungguh luar biasa”, kesan mahasiswa FK UII Al Khanza Humaira. Wibowo/Tri

Kaliurang (UII News-09/05) – Keberhasilan pemetaan genom manusia dalam Human Genome Project menimbulkan tantangan baru untuk mengekplorasi keterlibatan gen dalam patogenesis dan penatalaksanaanpenyakit. Berbagai variasi genetik telah dilaporkan dapat mempengaruhi kejadian penyakit dan proses yang mendasarinya. Variasi genetik ini ternyata juga dapat mempengaruhi respon seorang pasien terhadap pengobatan dan kemungkinan efek samping obat yang dapat terjadi.

 

 

Hal tersebut disampaikan oleh dr.Putrya Hawa, M.Biomed bersama dr. Evy Sulistyoningrum, M.Sc saat mengikuti acara YARSI GENOMIC MEDICINE CONFERENCE 2015 dan FOCUS GROUP DISCUSSION ON IMMUNOHEMATOLOGY, RESEARCH COLLABORATION, PHARMACOLOGY CURRICULUM AND RESEARCH DEVELOPMENT, di Ruang Auditorium Arrahim Lt.12 dan Ruang Workshop I Lt. 11Fakultas Kedokteran, Universitas YARSI, Jakarta pada hari Rabu-Sabtu, 06-09 Mei 2015 / 17 – 20 Rajab 1346 H.

 

Menurut dokter Puty Kemajuan ilmu pengetahuan mengenai genetik manusia saat ini memungkinkan peneliti untuk memetakan penyakit yang disebabkan oleh variasi genetik pada genom manusia. Hal ini memberikan kemungkinan yang lebih besar lagi dalam memahami bagaimana pengaruh gen terhadap kondisi penyakit dan hubungannya dengan kerentanan ataupun resistensi terhadap penyakit herediter dan non-herediter, seperti penyakit infeksi dan penyakit kompleks lainnya seperti diabetes dan kanker.

 

“Variasi genetic yang mengkode protein yang terlibat dalam metabolise dan transport obat pada manusia menunjukkan kaitan yang sangat erat dengan proses terjadinya efek samping obat. Oleh karena itu variasi genetic dapat diaplikasikan sebagai biomarker dalam pemilihan terapi yang tepat untuk pasien, sehingga dapat mengoptimalkan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien serta meminimalisir efek samping obat berdasarkan pendekatan genetik indivisual pasien. Aplikasi dari ilmu pengetahuan mengenai variasi genetik dalam terapi mendorong era kemajuan dalam pelayanan kesehatan, yakni personalized medicine”, demikian laporannya.

 

Lebih lanjut ditambahkan dokter Biomedis FK UII bahwa penelitian mengenai variasi genetik pada berbagai kondisi/penyakit di luar negeri telah berkembang dengan luas. Sedangkan di Indonesia, pengembangan penelitian serupa masih bersifat sporadis dan kurang terorganisasi. Hal ini diebabkan karena masih terdapat beberapa kendala untuk penelitian semacam ini, antara lain keterbatasan fasilitas di berbagai pusat riset/universitas, keterbatasan subyek penelitian dan keterbatasan sumber daya.

 

Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) mulai diberlakukan sejak 2007 untuk menggantikan KIPDI II. Pergantian ini diperlukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan peraturan terkini dalam SK Mendiknas No 045/U/2002, Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-Undang RI No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

 

Konsekuensi dari perubahan sistem ini mengharuskan institusi Pendidikan Dokter menyusun kurikulum sesuai dengan SKDI sesuai dengan peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No 11 tahun 2012 tetang SKDI yang menyatakan bahwa setiap perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi dokter dalam mengembangkan kurikulum harus menerapkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia.

 

“Oleh karena pengembangan kurikulum program studi sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing institusi pendidikan kedokteran, sudah barang tentu akan terdapat perbedaan kurikulum antara satu institusi dengan institusi yang lain sesuai dengan cara penerjemahan SKDI tersebut dalam kurikulum”, demikian tambahnya.

 

Adapun tujuan dari Dosen FK UII ini mengikuti kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui perbedaan kurtikulum khususnya bidang Farmakologi antar institusi penyelenggara pendidikan kedokteran dan membandingkan dengan di luar negeri, mengetahui perkembangan penelitian genomik di dalam dan luar negeri dab menjajagi kerja sama di bidang penelitian dengan institusi penelitian/Universitas baik dalam maupun luar negeri. Wibowo/Tri

 

Kedokteran (UII News) – Berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 274/SK-Rek/PBMKM/IV/2015  tertanggal 28 April 2015 Amri Mustaqim  (13711059) dan Wulan Sari Tias Nuraini (13711128)  Mahasiswa 2013 dinyatakan sebagai Penerima Beasiswa Unggulan Universitas Islam Indonesia untuk mahasiswa angkatan tahun 2013.
Sesuai dengan isi SK tersebut maka mahasiswa yang bersangkutan diberikan Beasiswa Biaya Studi TA. 2013/2014 yang meliputi : 1). Pembebasan Sumbangan Catur Dharma (CD), 2). Pembebasan Biaya SPP tetap, 3). Pembebasan Biaya SPP Variabel sesuai dengan pengambilan jumlah SKS tiap semester, 4). Pembebasan biaya akademik diluar [oint 1,2,4 yang menjadi kebijakan Fakultas sesuai dengan Peraturan Rektor No. : 03/PR/Rek/BEH/III/2013. Wibowo

Diumumkan tentang Beasiswa Unggulan Universitas Islam Indonesia untuk Mahasiswa Angkatan tahun 2014. Razty Surisfika (14711012) salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mendapat Beasiswa Ungukan UII.  Berikut surat resmi dapat didownload di link berikut:

SK Rektor Penerima BU TH 2014-FK UII

SK Rektor Penerima BU TH 2014-FK UII

SK Rektor Penerima BU TH 2014-FK UII -2

Seminar Ilmiah
Continuing Medical Education (CME) Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia 2015, Sabtu, 7 Juni 2015 di
Sahid Rich Hotel, Jl. Magelang Km. 06 Yogyakarta
Bersama Talent dr. Ryan Thamrin (Host dr. OZ Indonesia) – Wibowo