fajar-prabowo-sekjen-ismki-2009-fk-uiiMusyawarah Nasional dan Musyawarah Kerja Nasional 2008 yang diadakan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sejak tanggal 13-20 Desember 2008 bertempat di UGM. Dalam rapat besar yang menghadirkan seluruh delegasi dari mahasiswa kedokteran di Indonesia tersebut, Ketua LEM FK UII; Fajar Prabowo terpilih sebagai Sekjend Terpilih ISMKI. 

Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2008 yang diadakan Ikatan Senat Mahasiswa  Kedokteran Indonesia (ISMKI) sejak tanggal 13-20 Desember 2008 bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Rapat besar tersebut menghadirkan seluruh delegasi mahasiswa kedokteran dari berbagai FK di Indonesia.  

Sidang Munas 2008 telah menetapkan Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII; Fajar Prabowo sebagai Sekjend Terpilih Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Keputusan tersebut ditetapkan pada tanggal 17 Desember 2008 pukul 01.30 dini hari. Fajar Prabowo mendapatkan suara terbanyak dari setiap institusi kedokteran di Indonesia dari 2 calon pesaing lainnya, yaitu Prima dari Universitas Udayana Bali dan Taufan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Menurut ketetapan sidang, Fajar akan menjabat sebagai sekjenter pada periode 2009-2010, kemudian naik secara langsung menjadi sekjen dan memimpin ISMKI pada periode 2010-2011. Suatu hal yang patut di syukuri bahwa pengurus Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII yang baru berusia 4 tahun namun sudah dapat memimpin suatu organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia. Selamat dan sukses selalu untuk Fajar Prabowo sebagai wakil dari LEM FK UII!

janji-dokter-muda-fk-uii-angkatan-2004dr.Kinik Dharsono, MMedEd sebagai perwakilan rumah sakit menekankan kepada para peserta janji dokter bahwa dokter yang baik adalah tidak saja memiliki ilmu yang cakap, tapi harus bersinergi dengan kecakapan hati. Sehingga jika seorang dokter memiliki kemampuan antara otak dan hati yang muncul kemudian adalah karakter. Artinya sukses dan tidaknya seorang dokter tersebut ditentukan karakter seseorang.

Bertempat di Auditorium Psikologi Universitas Islam Indonesia, Fakultas Kedokteran melaksanakan Janji Dokter Angkatan I-2004 dengan mengambil Janji sebanyak 26 sarjana kedokteran. Acara tersebut berlangsung pada hari Selasa 2 Desember 2008 pukul 10.00 WIB. Acara prosesi janji dokter ini dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, Dekan Fakultas kedokteran yang diwakili oleh Wakil Dekan, dr. Riana Rahmawati,M.Kes, Wakil Rumah Sakit yang pada kesempatan kali ini dihadiri oleh RSUD Sragen, dr. Kinik Dharsono, MMedEd (mewakili Direktur) dan dr. Djoko Purwanto (mewakili Diklat). 

Ranita Parjaman, S.Ked, sebagai lulusan terbaik mewakili rekan-rekan seangkatannya menandatangani Janji Dokter yang dibacakan oleh Andrianor Rahman, S. Ked. yang pada hakekatnya akan melaksanakan kegiatan kepaniteraan dengan sungguh-sungguh, profesional, sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya serta berjanji dengan teguh memegang akidah Islamiyah yang selama ini telah diajarkan di bangku pendidikan.

 
Pada sambutannya Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, menekankan pentingnya kompetensi bagi  seorang dokter yang profesional. Tanpa kompetensi, maka keprofesionalan seorang dokter patut dipertanyakan. Karena begitu pentingnya profesionalisme, diharapkan peserta janji dokter muda kali ini dalam menjalankan kepaniteraan diharuskan dapat selesai tepat waktu. Sementara dr. Riana Rahmawati, M.Kes pada sambutannya dokter muda dapat belajar sungguh-sungguh dan bisa menghormati tidak saja sesama rekan sejawat, namun juga pada pasien dan dokter-dokter senior yang akan membimbing para dokter muda sekalian.
sumpah-dokter-fk-uii-angkatan-2002dr. Betty Ekawati selaku koordinator pendidikan klinik dalam sambutannya pada acara Sumpah Dokter angkatan 2001 dan 2002 mengatakan "bahwa setelah kita mendapat predikat dokter, ada pelajaran penting yang harus kita cermati, yaitu kepercayaan publik. Kenyataan hidup bermasyarakat memperlihatkan bahwa suatu bangunan relasi kemanusiaan dengan dimensi apapun hanya akan terpelihara dengan baik, apabila didasarkan pada timbulnya saling kepercayaan. Begitupula dengan profesi kedokteran yang keberlangsungannya akan sangat ditentukan oleh seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap kualitas para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga kita harus senantiasa ingat bahwa predikat dokter tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak mempercayai gelar dokter yang kita miliki."

Seperti yang disampaikan oleh Prof.Rusdi Lamsudin selaku dekan FK UII dalam sambutannya yaitu para dokter lulusan FK UII diharapkan memiliki jiwa yang kreatif, produktif dan terbuka terhadap perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tetap dengan penuh keikhlasan untuk memelihara dan mengembangkan kepribadian sesuai dengan etika kedokteran islam serta melaksanakan amanat visi dan misi UII dalam perannya sebagai dokter.

  Sejak September 2001 FK UII telah meluluskan sebanyak 150 dokter dan pada acara ini sebanyak 17 orang dokter diambil sumpah nya.  Para dokter lulusan FK UII diharapkan menerapkan “The Five Star Doctor” dan berwawasan standar global diera globalisasi kedepannya