Pererat Silaturahmi dengan Wisata Religi

WhatsApp Image 2017-10-10 at 15.20.20

Yogyakarta, FK UII – Setelah disibukkan dengan aktifitas yang padat, jajaran staff dan karyawan Fakultas Kedokteran UII meluangkan waktu bersama untuk wisata religi, selama 2 hari 3 malam. Peserta berangkat bersama pada Jum’at malam(29/09) di Stasiun Tugu dan tiba di Bandung keesokan harinya. Tujuan utama wisata religi kali ini adalah Pondok Pesantren (PonPes) Daarut Tauhiid, Bandung. Pesantren yang telah berdiri sejak 4 September 1990 ini, didirikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa’ Gym. Ustadz yang dikenal memiliki gaya yang khas dalam menyampaikan dakwah ini mengundang ketertarikan tersendiri bagi FK UII untuk berwisata sekaligus menimba ilmu agama di pesantren yang beliau dirikan.

Setelah mandi dan sarapan, Sabtu pagi (30/09) para peserta mengaji bersama Ustadz Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd yang membahas Kewirausaahan di Aula Daarut Tauhiid. Pada sore hari, peserta mendapat kajian tematik Parenting. Supaya kajian berjalan kondusif, jamaah putra dan putri dipisahkan. Jamaah putra diisi oleh Ustadz Jamaludin, S.Pd.I., sementara jamaah putri bersama Ustadzah Ninih Muthmainnah sebagai pemateri. Sebagai penghulu hari, peserta kembali mengikuti kajian tematik namun kali ini membahas Management Qolbu bersam Ustadz Ahmad Qomarudin.

Pada Kajian Ahad pagi (01/10) akhirnya para peserta bisa mendapatkan tausyiah secara langsung dari Aa’ Gym. Setelah selesai kajian dan persiapan check out dari Ponpes Daarut Tauhiid, peserta mengunjungi PonPes Darus Sunnah didampingi oleh Aa’ Gym. Momen bersama Beliau diakhiri dengan kajian jelang dzuhur dan sholat dzuhur berjamaah. Selain menghilangkan penat setelah bekerja sepanjang hari, dari pagi hari sampai senja menghampiri setiap harinya. Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan rasa solidaritas dan mengukuhkan ukhuwah antar sesama pegawai FK UII.

Farah/Tri

Pelatihan Kegawatdaruratan “Basic Life Support”

pelatiha karyawan

Yogyakarta, FK UII – Pada dasarnya pelatihan kegawatdaruratan merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan untuk dikembangkan meningkatkan upaya penanggulangan penderita gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. Keadaan gawat darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja dan dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan petugas kesehatan untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

Kegiatan ini diadakan pada 26-27 Dzulhijah 1438 H / 18-19 September 2017 di Auditorium Fakultas Kedokteran UII lantai 1, Ruang Sidang Departemen Klinik serta ruang OSCE lama lantai 4. Acara ini mengusung tema “Basic Life Support”. Sesuai dengan tema yang diusung, kegiatan ini menyampaikan berbagai materi yang menyongsong kemampuan para peserta yang merupakan karyawan edukatif Fakultas Kedokteran UII sebagai tenaga non medis yang berkecimpung di dunia pendidikan kedokteran supaya lebih tanggap ketika terjadi peristiwa kegawatdaruratan di lingkungannya. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi para peserta, terlebih lagi letak kampus pusat UII yang berada di lereng Gunung Merapi sangatlah rawan akan datangnya bercana alam terutama gunung meletus.

Bersama dokter dari Fakultas Kedokteran UGM dan dosen Fakultas Kedokteran UII, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang sangat bermanfaat diantaranya Basic Life Support serta Henti Jantung dan Resusitasi Jantung. Resusitasi Jantung atau yang lebih dikenal dengan RJP (Resusitasi Jantung Paru) sebenarnya adalah pertolongan pertama yang sangat penting dilakukan ketika seseorang tidak lagi bernafas namun jantungnya masih berdetak walaupun tidak konstan, kadaan seperti ini disebut dengan mati klinis. Penanganan RJP yang cepat dan tepat bisa saja membantu seseorang/pasien tersebut kembali bernafas sebelum terjadinya mati biologis. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini juga berlangsung praktik kemampuan medis dasar dan post test untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan. Selain itu juga dilakukan simulasi evakuasi dan transportasi. Karena tidak selamanya petugas medis ditempatkan di rumah sakit di daerah perkotaan dengan fasilitas dan transportasi yang lengkap. Sehingga mereka diajarkan cara membuat tandu darurat dengan memanfaatkan alat yang ada di lingkungan sekitar.

Tujuan kegiatan ini secara umum yaitu memperdalam kemampuan medis dasar para mahasiswa Fakultas Kedokteran UII supaya lebih terampil dalam penanganan kegawatdaruratan cepat serta tanggap jika sewaktu-waktu diperlukan tenaganya untuk membantu menangani korban kegawatdaruratan di lingungan sekitar.

Farah/Yani/Tri

Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

WhatsApp Image 2017-10-10 at 15.24.02
Yogyakarta, FK UII – Di dalam dunia kerja, kesehatan dan keselamatan para pegawai merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, kali ini Fakultas Kedokteran UII mengadakan workshop kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium.

Acara ini sukses terselenggara pada Sabtu, 25 Dzulhijah 1438 H / 16 September 2017 di Laboratorium Histologi. Dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam ini, Fakultas Kedokteran UII mengajak salah seorang ahli dari Lab. Eijkman yaitu Indah Delima. Eijkman merupakan lembaga penelitian pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Dalam kegiatan yang berjalan selama kurang lebih 6 jam ini, para peserta mendapatkan 3 macam materi yang menjadi pembahasan pokok. Pertama, Indah Delima menyampaikan Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya di Laboratorium. Apabila tidak berhati-hati, ada banyak sekali bahaya yang dapat mengintai di dalam laboratorium, seperti iritasi kulit dan saluran pernafasan, keracunan, sengatan listrik, ledakan akibat reaksi bahan-bahan kimia, sampai kebakaran.

Guna menambah pemahaman para peserta, beliau juga menambahkan materi mengenai Laboratory Ergonomic and Personal Protective Equipment. Ketika berada di laboratorium, hal pertama yang harus diperhatikan yaitu alat perlindungan diri (APD). APD merupakan solusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam kontaminasi dan bahaya akibat bahan kimia. Pemilihan APD yang tepat, dapat sangat membantu dalam bekerja di dalam laboratorium.

Beliau menyampaikan beberapa APD minimal yang harus digunakan ketika praktikum di dalam laboratorium, seperti menggunakan jas laboratorium. Jas laboratorium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Sebelum digunakan, pastikan terlebih dahulu jas laboratorium belum terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia. Serta demi keamanan dan kenyamanan selama praktikum berlangsung, kancing harus dalam kondisi terpasang dan selalu memakai jas laboratorium yang pas dengan ukuran tubuh. Selain itu, sangatlah penting menggunakan masker dan pelindung mata untuk melindungi mata, wajah dan pernafasan dari bahan kimia secara langsung. Karena di dalam laboratorium, para laboran pasti akan menjumpai perubahan bahan kimia menjadi gas hingga kabut yang dapat merusak fungsi mata dan pernafasan. Seperti sebuah ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati”, penggunaan sarung tangan lateks/karet juga merupakan salah satu APD yang harus digunakan. Pemilihan sarung tangan ini berguna untuk mencegah tangan terkena zat kimia secara langsung. Di dalam laboratorium tidak diperkenankan untuk praktikum menggunakan sarung tangan kain karena, sarung tangan kain masih dapat menyerap zat kimia yang menyebabkan tangan gatal atau melepuh.

Sebagai penutup, beliau juga menyampaikan materi mengenai Laboratory Safety Plan dan Prosedur Penanganan Kecelakaan Kerja di Laboratorium. K3 bertujuan untuk menghindari, mengurangi, bahkan juga menihilkan resiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi kapan saja ketika berada di dalam laboratorium.
Farah/Tri

[Update 12/09] Nilai Remediasi Semester Genap 2016-2017

Berikut kami sampaikan Nilai Remediasi Semester Genap 2016/2017 yang dapat diunduh di tautan di bawah ini

  1. Yudisium Remediasi 1.4
  2. Yudisium Remediasi 1.5 (rev 12/09)
  3. Yudisium Remediasi 1.6
  4. Yudisium Remediasi 1.7
  5. Yudisium Remediasi 2.4
  6. Yudisium Remediasi 2.5
  7. Yudisium Remediasi 2.6
  8. Yudisium Remediasi 2.7
  9. Yudisium Remediasi 3.4
  10. Yudisium Remediasi 3.5
  11. Yudisium Remediasi 3.6

Nilai Remidiasi MKU (update 12/09)

  1. Yudisium Remediasi KWU
  2. Yudisium Remediasi SKI
  3. Yudisium Remediasi Ulil Albab 2016

Kedokteran Kirimkan Mahassiwa Ikuti Blok Elektif di CUCMC Malaysia

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\IMG-20170814-WA0074.jpg

Caption : Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat menghantarkan 5 mahasiswa FK UII untuk mengikuti perkuliahan blok Elektif di Cyberjaya University of College Medical Sciences, Malaysia.

Kaliurang (UII News) – Guna memperluas networking dan koneksi dengan budaya akademik masyarakat global maka kegiatan perkuliahan semester ganjil Tahun Ajaran 2017/2018, Kedokteran UII kembali mengirimkan 5 mahasiswanya untuk mengikuti pertukaran mahasiswa (student exchange) untuk mengikuti proses pembelajaran dalam blok elektif Evidence Based Medicine (EBM) selama 1 bulan di CUCMS.

Adapun kelima mahasiswa kedokteran tersebut adalah Inge Nolia Purwita Siwi (013711127), Fajar tri Mudianto (14711029), Ammalia RAchmi (14711065), Rachmat Aryadi Bimanjaya (14711159), Widaya Kharisma Cahya Putra (14711171).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc pada hari Senin, 13 Dzulhijjah 1438 H / 04 Sepetmeber 2017 sepulang mengantarkan kelima mahasiswa Kedokteran UII untuk mengikuti pertukaran mahassiswa antara FK UII dengan Cyberjaya University of College Medical Sciences (CUCMS),Malaysia.

“Cyberjaya University of College Medical Sciences (CUCMS),Malaysia sendiri sebagai univesitas swasta yang bervisi keislaman memiliki tujuan mendidik tenaga kesehatan dokter farmasi dan ahli homeopathic yang sesuai dengan nilai islam.”, ungkap dokter Udin.

Selema di CUCMS Malaysia, maahasiswa Kedokteran UII akan mengikuti proses pembelajaran mula dari tutorial, kuliah dan praktikum dalam bahasa inggris serta mengikuti ujian blok di CUCMS. Pada akhirnya mereka akan mendapatkan nilai dengan transfer kredit.

Diakhir pertemuan dokter Udin mengharapkan dari CUCMS Malaysia segera mengirimkan mahasiswanya ke FK UII untuk belajar dalam beberapa bulan sehingga ada sharing pengalaman yang saling menguntungkan., demikian tambahnya. Wibowo/Tri

DAFTAR JURNAL NASIONAL TERAKREDITASI Fakultas Kedokteran

Kami sampaikan informasi kepada civitas academica Fakultas Kedokteran UII bahwa terdapat Jurnal Nasional Terakreditasi Fakultas Kedokteran sebagai berikut.

1 Paediatrika Indonesiana
2 PERHIMPUNAN MIKROBIOLOGI INDONESIA
3 INDONESIAN JOURNAL OF UROLOGY
4 UNIVERSA MEDICINA
6 ACTA MEDICA INDONESIANA
7 JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
8 Jurnal Pendidikan Kedokteran
9 jurnal anestesi perioperatif
10 Traditional medicine Journal
11 Jurnal Of the Medical Sciences
12 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
13 Jurnal Gizi dan Pangan
14 INAJOG
15 KEMAS
16 Jurnal Anestesiologi Indonesia
17 Jurnal Kedokteran brawijaya
18 medical journal of Indonesia
19 Oto Rhino Laryngologica Indonesiana jurnal
20 Jurnal Anestasi Perioperatif
21 Jurnal NERS
22 Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory
23 Paediatrica Indonesiana
24 Jurnal Kardiologi Indonesia
25 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (BIKKK): Periodical of Dermatology and Venereology
26 The Indonesian Journal of Gastroenterology Hepatology and Digestive Endoscopy
27 Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease
28 Jurnal Gizi Klinik Indonesia
29 The Indonesian Biomedical Journal
30 Kesmas : Jurnal Kesehatan Masyarakat
31 Sari Pediatri

Bakti Sosial di Dusun Pandak

baksos

Yogyakarta, FK UII – Hari raya Idul Adha, merupakan salah satu momen yang sangat di tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bertepatan dengan lebaran haji 9 Dzulhijah 1438 H tahun ini, Fakultas Kedokteran UII mengadakan bakti sosial di Dusun Pandak, Wijrejo, Pandak, Bantul. Dalam kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UII bermaksud untuk berbagi terhadap sesama di hari yang penuh suka cita ini. Acara ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Dusun Pandak. Karena, selain merangkul segenap masyarakat, kegiatan ini juga bekerja sama dengan puskesmas Pandak guna membantu dalam pelaksanaan acara ini nantinya.

Kegiatan Bakti sosial ini berlangsung selama 6 hari dari tanggal 27-02 September 2017. Diawali dengan lomba kebersihan antar RT di Dusun Pandak selama 4 hari.Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Karena kebersihan lingkungan merupakan sebagian dari iman, selain itu lingkungan yang bersih juga dapat menghindarkan warga dari berbagai penyakit yang dapat menjangkit kapan saja.

Ketika proses penilaian, juri hampir bingung untuk menentukan pemenang karena selisih skore yang tipis. Namun, hanya ada 1 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp.700.000, 00 yaitu RT 01. Selang satu hari sebelum acara puncak, pada hari raya Idul Adha FK UII membantu pemotongan hewan qurban dengan mendonasikan 1 ekor kambing dari PT. Fajar Mas serta 1 ekor sapi dari Bank Syariah Mandiri.

Pada hari terakhir, puncak acara berlangsung meriah dengan penampilan hadroh dari Dusun Pandak. Selain itu dr. Edi Fitrianto, M. Gizi., juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, terutama untuk para lansia. Beliau juga menyampaikan beberapa tips agar tetap sehat di usia senja, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi setiap harinya. Karena, makanan yang masuk kedalam tubuh sangatlah berpengaruh bagi kesehatan. Makan makanan yang bergizi dan mudah dicerna, merupakan kunci utama tubuh tetap sehat.

Bersama para dokter Fakultas Kedokteran UII, yaitu dr. Titik Kuntari, M.P.H., dr. Novyan Lusiyana, M.Sc, dr. Edi Fitrianto, M. Gizi., dan dr. Alifa diadakan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan yaitu pengukuran tensi dan gula darah, serta asam urat. Selain memeriksaan kesehatan, warga juga dapat menukarkan kupon yang telah dibagikan ke bazar sembako murah.

Farah/Tri

Fakultas Kedokteran UII Menjalin Kerjasama dengan University of South Asia

Screenshot_13

Yogyakarta, FK UII – Pada penghujung bulan Agustus(30/08) Fakultas Kedokteran UII mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan University of South Asia. University of South Asia merupakan salah satu universitas swasta ternama di Bangladesh. Kerjasama ini terjalin karena keprihatinan akan tingginya tingkat penyandang difabilitas pada anak-anak di Bangladesh melalui seminar yang berlangsung di Auditorium lantai 1 Fakultas Kedokteran UII. Dalam kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UII kedatangan dosen tamu dari University of South Asia yaitu Prof. Mohammad Muhit.

Kegiatan ini mengusung tema “Epidemologi of Childhood Disability in a LMIC Country: for research to practice”. Dalam seminar ini Prof. Mohammad Muhit menyampaikan berbagai latar belakang yang menyebabkan maraknya penyandang difabilitas pada anak-anak di Bangladesh. Beliau juga menyampaikan bahwa penyandang disabilitas kebanyakan baru berusia 6-10 tahun. Berdasarkan badan kesehatan dunia (WHO), 13% diantaranya mengalami lebih dari satu disabilitas. Persentase tersebut belum termasuk penderita gangguan ringan dan sedang. Beliau juga membahas mengenai berbagai metode dan solusi penanganan yang telah dilaksanakan guna menanggulangi disabilitas di Bangladesh, terutama pada beberapa daerah di Rajshahi seperti Sirajganj, Natore dan Bogra. Salah satu penanggulangan yang telah berjalan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai difabilitas pada anak-anak. Selain itu juga di buka forum diskusi bersama dr. Pariawan Lutfi Ghazali, M.Kes., sebagai moderator.

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UII dapat menjalin kerjasama dengan salah satu universitas ternama di Bangladesh. Karena tidak semua fakultas memiliki kesempatan yang sama. Terlebih banyak sekali manfaat yang dapat diambil dengan terselenggaranya acara ini. Sehingga, untuk memererat tali silaturahmi dan memerluas wawasan antar universitas, maka tahun depan acara ini akan kembali diselenggarakan.

Farah/Tri