Akun Jurnal Kedokteran Langganan FK UII

Kami informasikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bahwa FK UII telah melanggan database journal internasional baru yang dapat diakses di jaringan labkom dengan situs berikut ini

http://ovidsp.ovid.com/autologin

atau untuk mengakses diluar jaringan labkom dapat menggunakan akun di bawah informasi ini.

Terdapat fasilitas 3D animasi Visible Body khusus Anatomi dan Fisiologi di menu Visible Body dengan spesifikasi web player sebagai berikut

firefox-web-player

Untuk akses jurnal yang dilanggan UII dari jaringan di luar uii gunakan layanan vpn.uii.ac.id.

Referensi tutorial yang terkait materi klinis sebaiknya menggunakan referensi www.uptodate.com yang secara otomatis terkoneksi apabila menggunakan akses internet jalur kabel maupun wifi di area kampus.

Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi library.uii.ac.id

FK UII dan Perki Mengadakan ACLS periode 23-25 September 2016

acls-periode-23-25

Kaliurang (UIINews) – Jantung merupakan salah satu organ vital manusia yang berfungsi untuk memompa darah dan membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Sebagai salah satu organ yang berperan penting dalam keberlangsungan hidup manusia, organ ini menjadi kunci utama penyelamatan hidup seseorang.

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Menurut Depkes RI (2012) jenis penyakit yang dapat digolongkan ke dalam penyakit jantung dan pembuluh darah adalah: penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah otak, penyakit jantung hipertensi, penyakit pembuluh darah perifer, penyakit gagal jantung, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati, dan penyakit kelainan katup jantung.

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia. WHO tahun 2011 menyatakan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dan 60% dari seluruh penyebab kematian penyakit jantung adalah penyakit jantung iskemik, dan sedikitnya 17,5 juta atau setara dengan 30% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit jantung lainnya. Diperkirakan pada tahun 2030 sebanyak 23,6 juta orang di dunia akan meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa peringkat penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian semakin meningkat. Berdasarkan hasil SKRT tahun 2002 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah (usia di atas 15 tahun) sebesar 6,0% dan meningkat lagi di tahun 2005 sebesar 8,4%. Menurut Riskesdas tahun 2013, provinsi dengan prevalensi penyakit jantung koroner pada umur ≥ 15 tahun menurut diagnosis dokter/gejala tertinggi ialah Provinsi Nusa Tenggara Timur (4,4%), sedangkan prevalensi terendah terdapat di Provinsi Riau (0,3%).

Penyakit jantung koroner atau PJK (Coronary Artery Disease atau CAD) merupakan penyakit yang paling sering terjadi dengan tingkat mortalitas yang tinggi dan merupakan penyebab utama kematian pada hampir semua negara di dunia. Di Amerika Serikat, tingkat kematian akibat PJK adalah 144,4 per 100.000 populasi. American Heart Association (AHA) menyebutkan bahwa pada tahun 2008, sekitar 770.000 orang Amerika mengalami serangan jantung koroner pertama dan sekitar 430.000 orang menderita serangan berulang. Selain itu, sekitar 190.000 orang, mengalami komplikasi penyakit koroner setiap tahunnya. AHA melaporkan bahwa setiap 26 detik, 1 orang Amerika akan mendapat penyakit jantung koroner dan setiap menit, 1 orang Amerika meninggal karena penyakit ini. Menurut WHO tahun 2004, pada tingkat global, 3,8 juta laki-laki dan 3,4 juta perempuan meninggal dunia akibat PJK setiap tahun.

Kematian pada penyakit kardiovaskular lebih sering disebabkan karena penanganan kegawatdaruratan jantung yang kurang cepat dan tepat. Kegawatdaruratan jantung termasuk henti jantung, renjatan (syok), dan gagal jantung akut adalah penyulit yang menyebabkan angka kematian yang tinggi pada penderita sindrom koroner akut, khususnya infark miokard akut. Kematian ini bisa terjadi di luar rumah sakit maupun setelah masuk perawatan di rumah sakit. Antisipasi dan tindakan yang cepat yang tepat dalam menit-menit pertama oleh tenaga-tenaga terlatih akan mengurangi kemungkinan terjadinya henti jantung, renjatan, dan gagal jantung akut. Edukasi sangat penting dilakukan kepada masyarakat terutama penderita penyakit jantung dan pembuluh darah dengan harapan akan membuat mereka lebih cepat mencurigai dan menyadari kemungkinan serangan jantung sehingga penyakit jantung bisa terdeteksi secara dini serta lebih cepat mencari pertolongan.

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia melalui Unit Continuing Medical Education (CME) berkerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) mengadakan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) pada tanggal 23-25 September 2016 bertempat di Auditorium lantai 1 gedung Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia jalan Kaliurang km 14.5 Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang dokter lulusan dari berbagai perguruan tinggi negeri dengan peserta terbanyak berasal dari dokter alumni FK UII.

Pelatihan ACLS kali ini dipimpin oleh dr. Hasanah Mumpuni, Sp.PD, Sp.JP(K) dan berlangsung secara intensif selama 3 hari melalui kuliah terarah, diskusi interaktif, dan kerja tim, serta pelatihan keterampilan dalam skill station dan megacode dengan menggunakan alat-alat simulasi yang paling modern. Materi dari pelatihan ini berisikan materi Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar),Airway Management dan Advanced Cardiac Life Support (Bantuan Hidup Lanjut). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan bagi tenaga medis terutama Dokter agar dapat menangani secara komprehensif kegawatdaruratan jantung yang dialami pasien di pelayanan medis.

Kedepannya pelatihan ACLS ini akan terus dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia agar kualitas pelayanan dokter kepada pasien kegawatdaruratan jantung makin baik sehingga diharapkan juga angka kematian akibat kegawatdaruratan jantung dapat menurun. (ABT)

Pengajian Periode September 2016 oleh Ustadz Abu Nila

pengajian-fkuii-september2016

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr/i. dalam acara Pengajian Dosen dan Karyawan Fakultas Kedokteran UII yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari                             : Kamis, 29 September  2016

Jam                              : 13.00 WIB

Tempat                        : Auditorium Lt.1 FK UII

Kampus FK UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Sleman  Yogyakarta

Pembicara                   : Ustadz Abu Nila

Judul/Tema                 : Tanggung Jawab Ibadah dan Dakwah yang Seimbang

Demikian undangan ini, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengumuman Hasil Seleksi Muallim Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Berdasarkan hasil tes seleksi dan rapat tim penguji pada Senin, 26 September 2016 pukul 13.00 WIB, berikut adalah daftar yang LULUS seleksi muallim FK UII dapat di unduh di link berikut:

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI MUALLIM

FK UII Studi Banding tentang Sport Medicine Centre di Jakarta

studi-banding-kesehatan-olahraga-1

Kaliurang (FK UII) – Kebugaran tubuh merupakan hal yang penting dalam mendukung kehidupan manusia. Demikian juga bagi civitas akademika FK maupun UII secara keseluruhan. Apabila pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa memiliki tubuh yang sehat, maka proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik sesuai tujuan. Demikian beberapa alasan yang disampaikan Wadek FK UII dr. Syaefudin Ali Akhmat ketika memimpin rombongan pada acara studi banding Tim Pendirian Sport Medicine Centre FK UII yang dilaksanakan tanggal 20 – 21 September 2016 di Royal Sport Medicine Centre (RSMC) RS. Royal Progress Jakarta dan Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC).

Di hari pertama studi banding, tim FK UII bertemu langsung dengan dr. Febry., Sp.OT selaku Kepala Klinik  Royal Sports Medicine Centre, dr. Zaini K Saragih., Sp.KO, dan staf RSMC.  Wadek menjelaskan bahwa UII  melalui tim dari FK mempunyai rencana mendirikan sebuah pusat kebugaran dengan beberapa tujuan, diantaranya agar civitas akademika di UII memiliki kebugaran tubuh yang baik dan juga untuk menunjang akreditasi universitas di tingkat internasional. “Selain memang untuk menjaga kesehatan seluruh civitas akademika, adanya sport medicine ini akan menjadi salah satu pendukung bagi akreditasi universitas. Untuk itu kami diberi amanat untuk mendirikannya,” demikian penjelasannya.

Lebih lanjut dr. Alfan Nur Asyhar selaku ketua tim pendirian Sport Medicine Centre FK UII yang ikut dalam rombongan tersebut menambahkan bahwa pusat kebugaran di UII nantinya berbeda dengan pusat kebugaran yang ada pada umumnya. “Kami menginginkan pusat kebugaran kami berbeda dengan pusat kebugaran yang sudah sudah banyak berdiri. Yang membedakannya adalah pusat kebugaran kami berbasis medis. Ini belum ada di Yogyakarta dan di Indonesia juga baru ada beberapa, salah satunya RSMC. Untuk itu kami berkunjung dan konsultasi di sini,” begitu ungkapnya. Dokter yang pernah menjadi dokter Timnas U-19 PSSI itu juga menyampaikan tentang kondisi SDM dan sarana prasarana yang dimiliki FK UII dan menanyakan bagaimana model sport medicine centre yang cocok didirikan di UII.

studi-banding-kesehatan-olahraga

Sementara itu dr. Febry dan dr. Zaini dari RMSC menjelaskan bahwa sport medicine centre memang harus berbeda karena berbasis medis dan melayani orang yang mempunyai penyakit, resiko berpenyakit, atlet yang cedera, maupun atlet atau orang umum yang sehat namun ingin menjaga kebugaran atau performa. Oleh karena itu RSMC memiliki dokter Sp.KO yang menangani cedera dan kebugaran atlet, masyarakat umum yang memiliki atau beresiko terhadap penyakit metabolic, Diabetes, Obesitas, dll, serta untuk peningkatan performa. Selain itu RSMC juga memiliki dokter Sp.OT sub spesialis Sport Medicine yang menangani orang yang cedera yang mana setelah dianalisa harus dioperasi dan rehap medis.

Melengkapi acara kunjungan, rombongan FK UII diajak berkeliling melihat fasilitas di RSMC dari tempat periksa dengan berbagai peralatan, tempat rehab, dan ruang kebugaran.

Selanjutnya dihari ke-2 studi banding, rombongan FK UII berkunjung ke Indonesia Sport Medicine Centre (ISMC) yang berlokasi di Pintu 5 Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dan langsung diterima oleh dr. Andi Kurniawan, Sp.KO selaku CEO Indonesia Sports Medicine Centre. Dari penjelasan beliau dapat disimpulkan bahwa pusat kebugaran berbasis medis mempunyai prospek yang cerah karena selain manfaatnya yang sudah dirasakan oleh masyarakat, di Indonesia baru ada beberapa sport medicine centre dan itu hanya di Jakarta saja.

Selanjutnya menurut dr. Andi  yang juga merupakan dokter medis klub Basket Satria Muda, sebaiknya dalam mendirikan sport medicine Centre, FK UII menyesuaikan dulu dengan sarana dan dana yang ada. “Sebaiknya segera didirikan saja menyesuaikan sarana dan dana yang ada, nanti seiring waktu bisa dikembangkan lebih lanjut. Kalau untuk SDM nanti bisa dilatih dengan modul-modul yang sudah ada,” demikian terang dan nasihatnya.

studi-banding-kesehatan-olahraga-3

Seperti hari pertama, di akhir acara kunjungan rombongan FK dipersilahkan untuk melihat sekaligus mencoba sarana-prasarana serta alat-alat yang dimiliki ISMC antara lain alat-alat fitness seperti Treathmeal modern, alat keseimbangan, alat pengukur kekuatan kaki, alat penguat otot perut, otot dada, aneka alat beban, lintasan lari, ruang rehabilitasi, ruang periksa, ruang resepsionis, dan masih banyak lagi.

Setelah kunjungan ke ISMC, tim langsung pulang menuju Yogyakarta. Harapannya dengan studi banding ini FK UII mempunyai gambaran yang jelas tentang model sport medicine centre yang cocok didirikan di UII. (AK/Tri)

,

Mahasiswa Kedokteran Borong Prestasi di IMSF Malang

Mahasiswa Kedokteran Borong Prestasi di IMSF Malang

        Kaliurang (UII News) – IMSF adalah Islamic Medical Science Festival, event yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diikuti oleh seluruh lembaga dakwah Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri, mahasiswa Kedokteran angkatan 2014 setelah mengkuti acara IMSF ke-8 yang diselenggarakan pada hari Jumat-Ahad, 23-25 September 2016 / 21-23 Dzulhijah 1437 H bersama ketiga temannya

        Menurut Rahman, IMSF8 sendiri merupakan event nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat mahasiswa guna menggali korelasi antara islam dan ilmu kedokteran modern. Adapun cabang yang diperlombakan pada tahun ini meliputi karya tulis ilmiah, essay ilmiah, poster ilmiah, dan tahfidzul qur’an beserta maknanya kategori 1 juz dan 2 juz.

        Lebih lanjut dijelaskan Rahman yang menceritakan bahwa dengan izin Allah, keempat kontingen UII meraih prestasi yang membanggakan, diantaranya Asyam Syafiq Hasbullah sebagai juara 1 tahfidzul qur’an kategori 1 juz ikhwan, Farida Rahmatika sebagai juara 1 tahfidzul qur’an kategori 2 juz akhwat, Mohamad Rahman Suhendri sebagai juara 3 essay ilmiah. Selain itu meski tidak masuk kategori juara, Fathimah Az Zahra dan Mohamad Rahman Suhendri berhasil meraih posisi 1st runner up(peringkat 2) tahfidzul qur’an kategori 1 juz akhwat dan 1st runner up tahfidzul qur’an kategori 2 juz ikhwan. Seandainya ada kategori juara umum, maka gelar tersebut diberikan kepada FKUII, katanya.

        “Alhamdulillah, usaha kami membuahkan, tidaklah pencapaian yang kami dapatkan melainkan atas kehendak dan izin Allah, kami telah mengusahakan yang terbaik yang bisa kami lakukan, semoga pencapaian ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk meningkatkan potensi diri terutama dalam bidang keilmiahan dan Al Qur’an”, kesan Mohamad Rahman Suhendri. Wibowo/Tri

Pengumuman Predik Periode Oktober 2016

Kami informasikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bahwa pelaksanaan kegiatan Predik Periode Oktober 2016 dapat di download di link berikut ini:
Pengumuman predik Oktober 2016

Kedokteran Tuan Rumah RAKORWIL 3 2016

Kedokteran Tuan Rumah RAKORWIL 3 2016

Kaliurang (UII News) – Rapat koordinasi wilayah 3 atau Rakorwil 3 merupakan salah satu agenda tahunan PTBMMKI Wilayah 3 yang berisiskan berbagai kegiatan seperti pemaparan program kerja perdivisi, tenderisasi kegiatan wilayah, dan bermain ria.

Hal itu disampaikan oleh Ridha Hanifah, anggota Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII), saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) ke-3 yang dilasakan pada hari Sabtu-Ahad, 22-23 Dzulhijah 1437 H / 24-25 September 2016 di Gedung SCC UII yang dihadiri oleh TBM MALADICA, CITO, GYRUS, AORTA, VAGUS, ALERT, PANACEA, OSIPITAL dan 1 TBM inisiasi yaitu TBM EKSTREMITAS.

Menurut Ridha, tahun ini TBMM HUMERUS FK UII diamanahi sebagai tuan rumah dikarenakan terpilihnya Zulfikar Loka Wicaksana sebagai coordinator  wilayah 3 pada Munas Jamnas beberapa waktu lalu.

“Rakorwil ini dilaksanakan bertujuan agar seluruh TBM wilayah mengetahui pengurus dan program kerja wilayah mereka dan juga dapat berkontribusi dalam program kerja tersebut dengan memberikan masukan dan saran terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Selain kegiatan rapat, diadakan pula kegiatan yang menyenangkan yaitu rafting yang diadakan untuk melepas penat setelah rapat dan untuk mendekatkan para delegasi dari masing-masing TBM. Rafting dilaksanakan pada tanggal 25 September 2016 di Sungai Elo Magelan”, kata Ridha.

Ditambahkan lagi bahwa secara keseluruhan, kegiatan Rakorwil 3 ini telah berlangsung dengan baik. Terimakasih kami ucapkan selaku delegasi kepada seluruh panitia Rakorwil yang telah bersusah payah menyiapkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dikesempatan berikutnya dapat menyelenggrakan kegiatan-kegiatan besar dengan lebih baik lagi.Wibowo/Tri

Kedokteran Finalis ITHI (Indonesia’s Top Health Initiator) Dalam Rakornas XI ISMKI

Kedokteran Finalis ITHI (Indonesia’s Top Health Initiator) Dalam Rakornas XI ISMKI         Kaliurang (UII News) – Rapat Koordinasi Nasional IX Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (Rakornas XI) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang betujuan untuk memperluas wawasan serta mempersiapkan mahasiswa kedokteran dalam mewujudkan tercapainya tujuan negara “Indonesia Sehat 2025 ”

        Hal tersebut disampaikan oleh Alin Julda Qonita, mahasiswi Kedokteran UII angkatan 2013 saat mengikuti acara tersebut pada Jumat – Sabtu, 21 -22 Dzulhijah 1437 H / 21-22 September 2016 di Lombok , Nusa Tenggara Barat bersama ketiga temannya Adhika Rahman,  Dany Martha Pradipta dan Aditia.

        Menurut Alin, kegiatan yang diselenggarakan tersebut dengan cara Diskusi Panel, kemudian membangun pergerakan mahasiswa kedokteran yang selaras dan padu antar institusi dan ISMKI dengan menghadirkan seluruh ketua BEM FK yang ada di Indonesia, mengevaluasi kinerja tengah tahun kepengurusan ISMKI, BPN, dan BAPIN periode 2015-2016 dan membahas rencana ke depan dari ISMKI, BPN, dan BAPIN periode 2016-2017.

        Lebih lanjut Alin menjelaskan bahwa saat berlangsung Presentasi Finalis ITHI (Indonesia’s Top Health Initiator) atau bisa disebut ajang dari pemilihan Health Ambassador. Disini finalis diambil dari tahap semifinalis berjumlah 12 orang, kemudian diambil 5 yang akan masuk finalis, dan nantinya akan dipilih satu.  

Lima finalis tersebut adalah Alin Julda Qonita dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan tema perubahan iklim terhadap kesehatan, Nur Ahlina Hanifah dari Universitas Mulawarwan mengambil tema Kesehatan Ibu dan Anak, Ivana Beatrice dari Universitas Atmajaya Jakarta mengambil tema Vaksin, Tiwi dari Universitas Padjajaran mengambil Tema keselamatan berkendara, dan Ni Gusti Made dari Universitas Indonesia mengambil tema BPJS.

C:\Documents and Settings\ARB\Local Settings\Temp\_DSC0230.JPG

“Para finalis ini memaparkan project atau rancangan kegiatan yang nantinya akan dipresentasikan dan dilaksanakan dibantu oleh ISMKI kemudian finalis akan menjawab pertanyaan yang meliputi dunia kedokteran seperti kontoversi legalisasi Ganja, Euthanasia, pengobatan alternatif/cukai rokok, BPJS, dan Vaksin”, kata Alin

Setelah serangkaian ITHI selesai, Finalis diminta untuk kampanye di stand yang sudah dihias masing-masing dan tetap mengkampanyekan karyanya. Diikuti setelah itu kegiatan Diskusi Panel CARUT MARUT PENDIDIKAN DOKTER DI INDONESIA dengan pembicara dokter Siti Pariani, M.Sc, PHD sebagai pemerhati pendidikan kedokteran, Dokter Supratman Agtas, S.H., M.H sebagai ketua Baleg DPR RI, dan Yoga Mirza Pratama, S.Ked sebagai mahasiswa sekaligus sekjend ismki yang memabahas mengenai DLP lebih utamanya.Wibowo/Tri

Mahasiswa Kedokteran Ikuti Seminar Sindrom Metabolik di AMSW, Surabaya

Mahasiswa Kedokteran Ikuti Seminar Sindrom Metabolik di AMSW,  Surabaya

        Kaliurang (UII News) – Mahasiswa Kedokteran UII mengikuti seminar dan sosialiasai kepada masyarakat tentang sindrom metabolik. Sindrom metabolik sangat berkaitan dengan berbagai factor resiko yang mempengaruhi terjadinya penyakit gangguan jantung dan pembuluh darah (Kardiovaskuler).

        Hal tersebut disampaikan oleh Fanana Firdausi mahasiswi Kedokteran UII angkatan 2014 saat mengikuti acara Airlangga Medical Scientifik  Week (AMSW) 2016 yang diselenggarakan pada 13-18 Dzulhijah 1437 H/15-18 September 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya yang diikuti oleh delegasi mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia.

        Menurut Fanana, dalam kegiatan ini seluruh peserta dari mendaptakan pemahaman tentan tiga penyakit penyumbang kematian terbesar di Indonesia, diantaranya adalah obesitas, diabetes dan hipertensi.

        Lebih lanjut dijelaskan oleh Fanana, sindrom metabolic merupakan kondisi terjadinya beberapa hal seperti peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh disekitar pinggang, serta peningkatan kadar kolesterol yang tidak biasa. Jika hal itu terjadi bersamaan  maka bisa meningkatkan resiko penyakit.

        Selatelah mendapatkan seminar, selanjutnya seluruh peserta yang dibagi beberapa kelompok, selanjutnya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di Tugu Pahlawan Surabaya dengan menggunakan poster.

Mengikuti seminar dengan tema New Research to Empower Nation’s Health dengan materi  yang disampaikan adalah diabetic foot, diabetes and dyslipidemia in metabolic syndrome, nutritional disorde, obesity and metabolic syndrome, emergency of cardiovasvulatrisk in metabolic syndrome, dan herbal medicine in diabetes mellitus menjadikan Fanana Firdaus Mahasiswi FK UII 2014 beserta mahasiswa Kedokteran se Indonesia lainnya merasa penting untuk memahami tentang gangguan metabolic pada manusia.

“Materi yang disampaikan semakin memantapkan pengetahuan saya setelah melalui blok 2.6 gangguan metabolik. Mengikuti seminar ini juga semakin membuat saya sadar bahwa profesi yang akan saya jalani mendatang adalah sebuah profesi yang menuntut keseriusan dan sifat hati-hati saya dalam menjalaninya kelak.”, katanya. Wibowo/Tri