JADWAL PESANTRENISASI TAHAP I & ICB (ISLAMIC CHARACTER BUILDING) T.A. 2015/2016

GEL

WAKTU PELAKSANAAN

TEMPAT

FAK

JURUSAN

KELAS DI JURUSAN/ NIM

JK

TOTAL

25

Selasa – Sabtu
9 – 13 Februari 2016

Rusunawa Selatan

FK

Pendidikan Dokter

Semua

Laki-Laki

70

26

Rabu – Ahad
10 – 14 Februari 2016

Rusunawa Utara

FK

Pendidikan Dokter

Semua

Perempuan

115

 

TATA TERTIB PESERTA

  1. Peserta wajib menjaga nama baik UII, serta menjaga ketertiban, kebersihan, kerapian, kesopanan, berpakaian sesuai dengan ketentuan yang ada.
  2. Peserta dilarang merokok selama kegiatan berlangsung. Bagi peserta yang diketahui merokok akan dikenakan sanksi me-resume semua materi pembinaan secara tertulis.
  3. Memakai pakaian yang sudah ditentukan.
  1. Mahasiswi [Putri]: Busana Muslimah {Baju kurung lengan panjang dan rok panjang, kerudung, kaos kaki, sepatu (khusus pada Training ICB)}.
  2. Mahasiswa [Putra]: Baju koko, peci, celana panjang (bukan jeans), sepatu (khusus pada Training ICB).
  1. Peserta ICB dan Pesantrenisasi Tahap I tidak boleh salah lokasi dan harus sesuai dengan waktu pelaksanaan yang telah ditentukan.
  2. Peserta ICB dan Pesantrenisasi Tahap I wajib mengikuti rangkaian acara secara keseluruhan tepat waktu.
  3. Peserta yang terlambat akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
  1. Peserta terlambat kurang dari 15 menit diperbolehkan masuk kelas.
  2. Peserta terlambat 15 s/d 30 menit diperbolehkan masuk mengikuti materi dengan izin dari panitia dan wajib me-resume materi pada hari itu.
  3. Peserta terlambat lebih dari30 menit dengan alasan apapun, tidak diperbolehkan mengikuti materi dan wajib mengulang secara keseluruhan.
  1. Peserta ICB dan Pesantrenisasi Tahap I wajib mengikuti dan mentaati instruksi dari musyrif/ah masing-masing kelompoknya.
  2. Peserta ICB dan Pesantrenisasi Tahap I tidak lulus, apabila:
  1. Tidak mengikuti satu materi atau lebih, dan atau
  2. Tidak mengikuti amaliyah yang ditentukan, dan atau
  3. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib.
  1. Bagi yang tidak lulus Pesantrenisasi Tahap I diwajibkan mengulang.
  2. Kelulusan Pesantrenisasi Tahap I merupakan syarat wajib untuk kelulusan di UII.
  3. Perlengkapan: Pakaian ganti selama 5 hari, sandal, sepatu, selimut, perlengkapan shalat, alat tulis, dan obat khusus yang dibutuhkan.

 

PENGUMUMAN UJIAN AKHIR SEMESTER SEMESTER GANJIL 2015/2016

Diberitahukan kepada mahasiswa bahwa UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) Semester GANJIL 2015/2016 akan dilaksanakan mulai tanggal 12 – 15 Januari 2016 dengan jadwal sebagai berikut :

NO

Mata Kuliah

Dosen

Kls

Hari

Tanggal

Jam

Ruang

1

Pendidikan Pancasila

H. Sukirno, SH., M.Hum

a

SELASA

12 Jan 2016

15.30

GKU T-1

   

H. Sukirno, SH., M.Hum

b

SELASA

12 Jan 2016

15.30

GKU B-1

2

Pendidikan Kewarganegaraan

Anang Zubaidi, SH, M.Hum

a

RABU

13 Jan 2016

15.30

GKU T-1

   

DjamaludinGhofur, SH. MH

b

RABU

13 Jan 2016

15.30

GKU B-1

3

Pendidikan Agama I

dr. H. AgusTaufiqurrohman, M.Kes, Sp.S

a

KAMIS

14 Jan 2016

15.30

GKU T-1

   

Drs. Jamroni, M.Si

b

KAMIS

14 Jan 2016

15.30

GKU B-1

4

Pemikiran dan Peradaban Islam

Dr. Tamyiz Mukharrom

a

JUM’AT

15 Jan 2016

15.30

GKU T-1

   

Dr. Tamyiz Mukharrom

b

JUM’AT

15 Jan 2016

15.30

GKU B-1

5

Metodologi Penelitian

Nur Aisyah Jamil,dr.,M.Sc.    

a

JUM’AT

15 Jan 2016

15.30

Audit Lt1

Demikian pengumuman ini, atas perhatiannya diucapkan terimakasih

Kedokteran Tim Medis Khitan Ceria 2015 di MDP

 

Foto Wibowo : Dekan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (Tengah) berfoto bersama dengan peserta khitan, Pejabat Pemjot Kota Yogyakarta dan Takmi MPD.

 

Yogyakarta (UII News) – Kedokteran Universitas Islam Indonesia kembali diminta oleh Baznas Kota Yogyakarta bersama Takmir Masjid Pangeran Diponegoro (MPD) mengadakan acara Khitan Ceria ke XI,  khitan tahun ini mengusung tema Meraih Kesholehan Sosial Dengan Saling Berbagi.

        Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya dalam kegiatan tersebut bertempat di Masjid Diponegoro Komplek Balai Kota Yogyakarta pada hari Rabu, 24 Desember 2015 / 12 Rabiul Awal 1437 H dengan jumlah peserta 160 anak, dan dibuka secara seremonial oleh oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Tri Widayanto, mewakili Wali Kota Yogyakarta.

Menurut dokter Linda dalam sambutannya mengatakan bahwa peran dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dalam kegiatan khitanan masal kali ini adalah sebagai wujud dari pengamalan catur darma UII diantaranya adalah pengabdian pada masyarakat, dan ini adalah salah satu dari visi FK UII.

“Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia akan memberikan pelayanan sebaik mungkin dengan menyediakan dokter yang sudah berpengalaman dan memiliki SIP, dan paska khitan akan disiapkan dokter yang bisa memberikan konsultasi selama 24 jam untuk pelayanan paska khitan, dengan demikian kegiatan khitan ini bisa bermanfaat serta adik-adik sekalian bisa menjadi anak yang sholeh, berguna bagi nusa dan bangsa,” pesan Dekan FK UII ini.

Selaku Ketua Panitia penyelenggara, Asngari dalam laporannya mengaku senang bisa bekerja sama dengan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia untuk yang kesekian kalinya.

“Bahwa khitan ceria merupakan program tahunan dari masijid MPD,  tahun ini merupakan tahun yang ke sebelas dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 160 anak. Kegiatan ini selain merupakan sarana ibadah dan bentuk kepatuhan  kepada Allah SWT, juga merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat  bekerjasama  dengan FK UII,  yang menyiapakan dokter sampai dengan 24 jam paska khitn, ini sangatlah luar biasa,” kesannya.

Sementara Walikota Yogyakarta dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Tri Widayanto mengatakan  menyambut positif dan mengapresiasi kegiatan khitan ceria 2015 ini yang selenggarakan oleh Baznas Kota Yogyakarta, dan Takmir Masjid Diponegoro yang menggandeng FK UII sebagai tim medisanya, sehingga banyak manfaat yang akan diperoleh melalui acara ini.  Wibowo/Tri

Urusan Dengan Nyawa Manusia, Dokter Muda FK UII Harus Kompeten

 

 

Foto Wibowo : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK  (Tengah) berfoto bersama dengan perwakilan RSUD Ngawi Jawa Timur, dokter Wahyu, Sp.KK.

 

 

 

Kaliurang (UII News) – Setiap dokter muda  wajib menjaga nama baik almamater, diri sendiri, keluarga, nama baik Rumah Sakit, pasien di Rumah Sakit berserta keluarga pasien serta tunjukan jati diri bahwa dokter muda FK UII akan selalu kompten saat melakukan koas.

        Hal tersebut disampaikan oleh dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia saat memberikan sambutannya dalam acara upacara pengambilan Janji Dokter Muda Periode Desember 2015, pada hari Rabu, 23 Desember 2015 bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul Awal 1437 H bertempat di auditorium lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta yang diikuti 42 dokter muda.

        Menurut dokter Linda, kompeten saja tidaklah cukup bagi dokter muda FK UII yang akan menempuh pendidikan klinik, sikap disiplin dan profesionalisme serta attitude juga harus di tunjukan saat menjalani pendidikan klinik di Rumah Sakit, hal ini penting karena  berurusan dengan nyawa manusia.

        “Ketika mahasiswa dalam menjalankan pendidikan klinik tidak cakap ataupun tidak baik maka saya memita kepada dosen pembimbing di Rumah Sakit untuk tidak melulusakan dokter muda tersebut, hal itu penting untuk dipahami para dokter muda karena seorang dokter dalam menjalankan tugas nantinya akan selalu berkaitan dengan nyawa manusia,” pesan Dekan FK UII.

        Ditambahkan lagi, selama dua tahun menjalani pendidian kinik maka  perlu disiapkan sejak dini bagi dokter muda FK UII untuk selalu berupaya dengan tekun menyiapkan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) sehingga selesai menjalani pendidikan klinik bisa langsung mengikutinya serta dinyatakan lulus yang kemudian mengikuti sumpah dokter yang diselenggarakan oleh Fakutas Kedokteran UII, demikian sambutan dokter Linda Rosita.

        Sementara itu selaku Kadiklat di RSUD Ngawi Jawa Timur , dokter Wahyu, Sp.KK yang hadir mewakili Direktur mengakui bahwa sistem pembelajaran dulu dan sekarang sangatlah berbeda, jika dulu  dokter muda bertemu dengan dosen pembimbingnya  sangatlah susah atau harus datang kerumahnya maka untuk  sekarang sangatlah mudah yang penting jaga sikap dan perilaku saat berada di lingkungan Rumah Sakit.

        “Di RSUD Ngawi banyak orang dengan bermacam karakter sehingga kita harus bisa memahami serta mengenalnya agar tidak salah dalam bersikap, jika ini dilakukan oleh para dokter muda maka kegiatan pendidikan klinik selama dua tahun akan terasa menyenangkan dan serasa cepat dan berakhir dengan kesuksesan juga,” pesannya. Wibowo/Tri

Kedokteran Selenggarakan “School of Parenting”

 

 

 

Foto Wibowo : Para Narasumber School of Parenting berfoto bersama dengan Dekan FK UII dan para peserta

 

 

 

Kaliurang (UII News) – Secara fitrah setiap individu menginginkan dapat memasuki jenjang pernikahan dengan pendamping yang diidamkan, mendapatkan keturunan yang unggul dan dapat mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Namun kenyataannya kebanyakan orang mengejar studi untuk karier dengan begitu keras dan biaya besar, tapi tidak mau atau sangat minim mempersiapkan diri untuk mewujudkan sebuah keluarga. Alhasil keluarga dibentuk berdasar pengalaman yang diterima, tanpa tahu benar salah atau baik buruknya. Tidak mengherankan banyak kita jumpai perceraian, perseteruan keluarga, kenakalan remaja, penggunaan narkoba dan lain-lain yang sering membuat hati kita miris.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia School of Parenting Dr.dr. Farida Juliantian Rachmawati, M.Kes saat memberikan sambutannya dalam acara Seminar Sehari “ Mewujudkan Keluarga Sakinah, Membentuk Generasi Unggul” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia guna memperingati Milad ke-14 tahun, yang diselenggarakan di auditorium Lt. 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu, 19 Desember 2015 / 7 Rabiul awal 1437 H yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, umum dan ikut hadir mengikuti acara ini adalah Pimpinan Redaksi UII News Ari Wibowo, S.H.I., S.H, M.H beserta istri.

 

Menurut dokter Farida dengan menjelaskan firman  Allah SWT yang artinya, “…Peliharalah dirimu dan keluargamu dari  api neraka …” (Q.S. At Tahrim: 6), serta menegaskan bahwasannya dari ayat Allah inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya, “School of Parenting, yaitu Seminar Sehari Mewujudkan Keluarga Sakinah Membentuk Generasi Unggul”

 

“Seminar ini diselenggarakan dengan maksud untuk memberi dasar awal pada keluarga muda atau calon orang tua/orang tua muda mewujudkan fondasi rumah tangganya agar sakinah mawadah warohmah dan terbentuk generasi unggul sesuai yang diharapkan,” demikian harapannya.

 

Lebih lanjut Dosen Mikrobiologi FK UII ini menjelaskan ada 5 pembicara dalam seminar yang diselenggarakannya, diataranya sebagai pembicara pertama dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S mengenai keluarga SAMARA yang menyampaikan bahwa  menikah perlu direncanakan secara matang cermat dan teliti. Untuk beli gadget, sepatu, baju aja pakai perhitungan rencana survey dan seterusnya. Padahal pasangan adalah orang yang akan hidup bersama lebih dari separuh umur hidup kita. Perlu direnungkan!, ungkap dokter Agus.

 

Sementara itu pembicara ke-2 ibu Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Ph.D membahas Masalah dalam Keluarga dan Solusinya. Masalah sudah ada sejak ada pernikahan. Permasalahan di antaranya mertua dan menantu, kebiasaan pasangan, masalah dengan lingkungan  (keluarga, kantor, sekolah, masyarakat), anak, pendidikannya dan lain-lain. Perlu kejelasan visi dan tujuan menikah itu untuk apa? Pembicara ke-3 Ustadzah Asri Widiarti, S.Si. Membentuk Generasi Unggul. Semua anak di lahirkan dalam keadaan fitrah dan suci. Allah menjadikan semuanya Islam. Seharusnya juga mati dalam keadaan Islam. Teladan itu dilihat anak-anak tiap hari, ibda’ binafsik (mulai dari diri sendiri) dan bersikap adil.

 

Pembicara ke-4 dr. Yasmini Fitriyati, Sp.OG menyampaikan materi mengenai Proses Kehamilan dan Persalinan. Pada sesi tersebut juga ditayangkan video mengenai proses pembuahan. Betapa keagungan Allah, dari sekitar 60-100 juta sperma, hanya 1 yang berhasil membuahi sel telur. Sesungguhnya manusia-manusia yang terlahir merupakan generasi unggul. Pembicara ke-5 : dr. Tien Budi Febriani, M.Sc., Sp.A. Mengenai perawatan bayi. Pada sesi ini disampaikan teori dan demo pijat bayi (ada videonya), merawat tali pusat, memandikan dan membersihkan najis. Menjaga kelembaban bayi, daerah lipatan. Di akhir acara Dr.dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes menyampaikan rangkuman dan strategi Mewujudkan Keluarga Sakinah dan Membentuk Generasi Unggul. Perlunya doa dan perencanaan, harus jauh ke depan. Jika ingin mendapat pasangan yang baik ya perbaiki diri. Perlunya iman, komitmen dan komunikasi dalam keluarga. Hal yang sangat penting adalah berdoa saat akan melakukan hubungan suami istri sehingga anaknya kelak mudah diarahkan pada kebaikan dan jauh dari cengkeraman setan.

 

Adapun sebagai moderator dalam acara tersebut adalah dr. Handayani Dwi Utami, M.Sc.Sp.F. yang menyatakan bahwa “Alhamdulillah acara berlangsung dengan baik, peserta sangat antusias dan mengusulkan penyelenggaraan berikutnya,” katanya. Wibowo/Tri

Kedokteran Berkomitmen Mencetak Dokter yang Kompeten

 

Foto Wibowo : Rektor UII, Dekan FK UII berfoto bersama dengan para Direktur Rumah Sakit, dosen pendidikan klinik Mitra Pendidikan FK

 

 

Kedokteran (UII News) – Pendidikan kedokteran di Indonesia diselenggarakan bertujuan untuk mendukung sistem kesehatan dengan menghasilkan lulusan dokter yang kompeten. Dengan diterapkannya berbagai regulasi dengan aturan dan perundangan yang terkait kesehatan di Indonesia, sudah seharusnya institusi kedokteran memperhatikan perubahan tersebut untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bersinergi dengan sistem kesehatan yang diterapkan dan menghasilkan dokter kompeten yang dapat memberikan pelayanan paripurna pada masyarakat.

        Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya dalam acara Workshop Evaluasi Pendidikan Klinik, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diselenggarakan pada hari Sabtu-Ahad, 5-6 Desember 2015 / 22-23 Shafar 1437 H bertempat di The Alana Yogyakarta Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta.

 

Menurut dokter Linda, Kurikulum pendidikan dokter mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Beberapa perkembangan dan regulasi kebijakan yang mengatur pendidikan dokter di Indonesia menuntut institusi pendidikan dokter selalu dapat mengikuti perkembangan yang ada untuk menjaga kualitas. Penerapan standar kualitas lulusan pendidikan dokter dengan uji kompetensi nasional  dan penyiapan dokter sebagai dokter layanan primer menjadi acuan lulusan sebuah institusi pencetak dokter. Peningkatan kualitas ini mengharuskan institusi pendidik dokter untuk melakukan evaluasi dalam proses pembelajaran dan mengevaluasi output yang dihasilkan.

“Dalam penyelenggaraan pendidikan dokter di tahap pendidikan klinik,  Fakultas Kedokteran UII bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dalam melakukan proses pembelajaran. Keberadaaan rumah sakit pendidikan tidak bisa dipisahkan, dan bahkan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan dokter, karena di sanalah terjadi proses yang intensif pembelajaran ilmu kedokteran, keterampilan klinis, penelitian, penguasaan teknologi kedokteran, serta berperan besar dalam mencetak karakter seorang dokter. Untuk itu diperlukan persamaan persepsi dalam melakukan metode pembelajaran dan assessment,” jelas dokter Linda.

 

Ditambahkan oleh dokter Spesalis Patologi Klinik ini bahwa berdasarkan evaluasi terdapat beberapa permasalahan baik teknis maupun akademis yang muncul dalam pelaksanaan KBK 2011 di RS pendidikan. Permasalahan yang dijumpai adalah keberagaman atau masih bervariasinya implementasi proses pembelajaran di tahap klinik di RS yang berbeda, yang menyebabkan output yang dihasilkan juga beragam. Permasalahan lain adalah belum ada kesepahaman antar pembimbing klinik dalam menerapkan KBK 2011 ini, belum sepaham tentang alat monitoring pencapaian kompetensi serta beberapa kendala teknis. Hal ini dapat mempengaruhi penjaminan mutu lulusan yang dihasilkan.

 

“ Dikarenakan permasalahan tersebut,  maka FK UII memandang sangat perlu untuk mengadakan workshop tahap pendidikan klinik FK UII dengan mengundang perwakilan dari semua rumah sakit pendidikan FK UII. Diharapkan dalam workshop ini terjadi diskusi dan interaksi antar pembimbing klinik dari berbagai rumah sakit, sehingga muncul kesepahaman akan proses pembelajaran yang efektif dan assessment yang lebih objektif, sehingga dapat menjamin pencapaian kompetensi dokter muda FK UII sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Disamping itu, diharapkan munculnya semangat dan motivasi, untuk menjalankan tugas pembimbingan dengan lebih baik, sebagai salah satu amanah profesi untuk pendidikan generasi penerus dokter Indonesia, “ demikian sambutan dokter Linda selaku Dekan FK UII.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc merespon kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UII ini, dan mendukung proses pembelajaran di Kedokteran UII yang berkomitmen menelurkan dokter yang kompeten.

“Indonesia sangat membutuhkan banyak dokter, namun demikian tidak saja banyak, melainkan kompeten dibidangnya, dan hal ini tercermin dari sikap Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang mencetak karakter ke Islaman yang ada, sehingga menjadi pembeda dari Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia, demikian sambutannya dalam acara tersebut. Wibowo/Tri

,

Mahasiswa Kedokteran Raih Mendali Emas KIDE di Taiwan

 

 

Foto Wibowo / Istimewa : Delegasi Mahasiswa FK UII yang mendapatkan medali emas dalam acara KIDE di Taiwan

 

 

 

 

 

Kaliurang (UII News) – KIDE singkatan dari  Kaohsiung  International  Invention and Design Expo). Kegiatan ini  merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh World Invention  Intellectual Property Associations (WIIPA).

 

Hal tersebut diceritakan oleh Rima Nur Rahmawti beserta dengan beberapa  temannya yaitu  Daris Riandi, Siti Solichatul, sepulang mengikuti acara tersebut yang berlokasi di International Convention   Center of Kaohsiung, Taiwan pada hari Jum-at – Ahad, 4-6 Desember 2015 / 22-24 Shafar 1437 H.

 

Menurut Rima, pada acara yang berlevel internasional ini, FK UII lolos menjadi salah satu    finalis yang mewakili Indonesia. Karya tulis ilmiah dengan judul “Si Mescuer (Sistem Merapi Rescuer), first step to face natural disasters in yogyakarta”, karya dari Rima Nur Rahmawati, Daris Riandi, Siti Solichatul, dan Achmad Bima Aryaputra masuk dalam kategori Health Technology.

 

“Alhamdulillah, dengan usaha yang sekuat tenaga, akhirnya kami membawa pulang medali emas kategori Health Technology,”  kesan  Rima.

 

Ditambahkan lagi oleh mahasiswa 2013 ini bahwa selain pulang dengan membawa medali emas, kelompok perwakilan Islamic University of Indonesia ini membawa pulang special award yang diberikan oleh National Research Council of Thailand.

 

Acara KIDE 2015 ini diikuti oleh 20 Negara di dunia dengan 126 judul yang lolos sebagai finalis. Kegiatan selama acara tersebut meliputi, presentasi dan expo yang dilakukan selama 3 hari, mulai dari jam 10.00 hingga 18.00 setiap harinya, demikian cerita Rima dan kawan-kawan sepulang dari Taiwan.       Wibowo/Tri