Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Kedokteran – Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja tahun 2018 dengan menghadirkan segenap Pimpinan Fakultas, Segenap Guru Besar dan Tenaga Edukatifnya.

Rapat kerja diselenggarakan sebagai upaya untuk menjaring usulan dan saran dari unit dan Departemen yang berada di Fakultas Kedokteran UII guna menyelaraskan antar visi dan misi dan program kerja atau rencana strategis yang telah di buat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat membuka acara yang diselenggaraka pada hari Ahad, 30 September 2018/20 Muharom 1440 H di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Kampus Terpadu UII,Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Sementara itu Rektor UII, Fathul Wachid, ST., M.Sc., Ph.D mengapresiasi keberhasilan Fakultas Kedokteran UII yang mampu mengahdirkan seluruh dosen saat di hari libur atau hari Ahad.

“ini adalah langkah awal kebrhasian dari FK UII, karena mampu menghadirkan seluruh stafnya di hari libur untuk mengikuti acara Rapat Kerja Program Studi Pendidikan Dokter pada hari Ahad, semoga ini langkah awal untuk mencapai keberhasilan berikutnya”, ungkap Rektor UII.

Adapun acara Rapat Kerja Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran UII diselenggarakan selama 3 hari, yaitu di tanggal 30 September dan 3 -4 Oktober 2018. Wibowo

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Berita Foto : dr. Alfan Nur Asyhar, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2001 yang bertugas sebagai tim medis Tima Nasional Sepak Bola U-19, mendapat amanah untuk memberikan motivasi dan sambutan dalam acara Wisuda UII, yang diikuti oleh 1000 lebih wisudawan UII pada Sabtu, 29 September 2018, bertempat di Auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Komplek Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. (Wibowo)

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Berita Foto : Upaya mengenal Ilmu Kedokteran maka SMA IT Al Kahfi Bogor melakukan kunjungan ke FK UII, pada hari Jumat, 28 September 2018 dan diterima oleh Tim Promosi FK UII di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito MD di Sayap Barat Lt.1 Universitas Isalam Indonesia,Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta . (Wibowo)

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Caption : Tim Medis FK UII saat pemberangkatan ke Palu, Sigi dan Donggala dan dilepas oleh Rektor UII Fathul Wachud, ST., M.Sc., Ph.D, (Photo : Wibowo).

Kaliurang (UII News) -Bencana Gempa dan Tsunami telah menimpa saudara kita di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28 September 2018. Empati UII merupakan bagian dari wujud gerakan dari warga Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mengumpulkan donasi, seperti yang di lakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) dengan melakukan pengumpulan berbagai logistik obat- obatan dan sumber daya manusia untuk di kirimkan ke lokasi bencana untuk sedikit meringankan beban yang harus ditanggung oleh saudara kita terdampak disana.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Yaltafit Abroor Jeem, M.Sc, selaku Tim Medis Kedokteran UII untuk Empati UII atas bencana alam Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Menurut dokter Jeem, Gempa yang disusul dengan tsunami, dan beberapa gempa susulan berikutnya telah mengenai banyak korban disana, banyak yang kehilangan keluarga, banyak yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta kesakitan dimana-mana.

“Sehingga hal inilah yang membuat kami dari Kedokteran UII tergerak hati untuk memberikan bantuan pada saudara-saudara terdapak disana”, kata dokter Jeem.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa untuk persiapan delegasi relawan pada bencana Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, Fakultas Kedokteran UII menyiapkan tim medis yang terdiri dari dokter yang merupakan dosen FK UII, alumni FK UII, dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia serta perawat.

Sebagai delegasi relawan yang diamanahkan oleh Universitas Islam Indonesia, FK UII melakukan beberapa persiapan guna memenuhi kebutuhan dan logistik yang akan digunakan di lokasi berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan di tempat bencana.

Persiapan tersebut berupa pendataan logistik, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya yang diperlukan korban disana, pencarian dana, serta meminta surat tugas dari Fakultas dan lembaga yang terkait. Selain itu tim juga menguruskan izin perkuliahan untuk TBMM FK UII, mencari tiket pesawat menuju Palu, serta berkoordinasi dengan alumni FK UII dan beberapa relasi di Palu dan sekitarnya untuk kebutuhan disana.

Hasil dari pengalaman selama menjadi tim medis adalah membantu meringankan beban korban gempa tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, serta menambah wawasan, ilmu, pengalaman, bagi relawan tim medis Kedokteran UII mengenai penanganan korban bencana.

Sementara untuk kendala yang dihadapi saat pelaksanaan menjadi tim medis untuk Relawan Palu, Sigi dan Donggala adalah kendala transportasi yang susah karena jalan yang lumayan rusak, sehingga jika menggunakan mobil biasa bisa merusak mobil tersebut, dan lebih baik menggunakan mobil Off Road, untuk mengatasi hal tersebut maka tim medis FK UII tetap menggunakan mobil seadanya dan motor. Termasuk mobil ambulance untuk membawa pasien yang masih kurang., demikian ungkap dokter Yaltafit Abror Jeem, M.Sc selaku tim medis dari Kedokteran UII dalam kisahnya saat persiapan, pengalaman dan kendala menjadi tim medis untuk bencana alam untuk Empati UII. Wibowo

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

lombok 1

LOMBOK (Ath-Thib) – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7 Mw  yang melanda Pulau Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018, pukul 19:46 WITA menimbulkan dampak yang sangat dahsyat. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan korban meninggal mencapai 560 orang, sementara 1.469 orang mengalami luka-luka, dan 396.032 orang lainnya harus mengungsi. Dari segi kerusakan fisik, gempa Lombok mengakibatkan 83.392 unit rumah dan 3.540 unit fasilitas umum-sosial rusak. Diperkirakan dana yang diperlukan untuk semua upaya pemulihan akibat gempa ini mencapai total 6 triliun rupiah.

Gempa Lombok yang menyisakan duka mendalam bagi warga lokal dan bangsa Indonesia tersebut memanggil para relawan dari seluruh penjuru nusantara untuk turut membantu meringankan beban para korban, tidak terkecuali Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Dengan potensi sumber daya dan jaringan yang dimiliki, relawan FK UII yang berasal dari dosen, alumni, dan mahasiswa bergabung dalam Tim Relawan Medis (TRM) UII untuk diterjunkan ke berbagai lokasi bencana di Lombok. Selain Tim Medis, FK UII juga mengirimkan bantuan logistik bagi masyarakat Lombok mengingat keterbatasan perlengkapan yang dialami para korban juga cukup besar.

TRM UII terdiri dari para personel dengan berbagai latar belakang profesi, tidak hanya dokter umum, dokter spesialis, dan mahasiswa kedokteran, ada juga perawat, mahasiswa pendidikan profesi apoteker, mahasiswa magister psikologi, dan driver. Hal ini menunjukkan bahwa TRM UII tidak hanya membidik sisi kesehatan fisik para korban saja untuk dibantu, namun juga aspek psikologis para korban gempa juga menjadi prioritas untuk dipulihkan. Selain itu tenaga driver juga sangat diperlukan guna mobilisasi ke berbagai wilayah untuk menunjang kinerja tim. Dengan mobilisasi yang baik, tim dapat bergerak ke banyak area yang membutuhkan atau bahkan belum tersentuh bantuan dari pemerintah atau relawan. Pengiriman TRM UII dilaksanakan hingga 4 tahap pemberangkatan dalam rentang waktu tanggal 7 – 24 Agustus 2018.

Menurut dr. M. Kharisma, Koordinator TRM UII Tahap I, tugas utama TRM UII adalah sebagai “mata” resmi UII dan membantu kondisi akut di lapangan. Sebagai “mata” resmi UII, tim tidak hanya memberikan bantuan namun juga turut memantau kondisi lapangan guna memetakan berbagai kebutuhan yang masih diperlukan para korban gempa Lombok. Kekurangan kebutuhan tersebut dapat diteruskan kepada tim tahap berikutnya yang akan diberangkatkan ke Lombok.

“Tim kami berangkat ke Lombok pada hari Selasa, 7 Agustus 2018. Tiba di bandara jam 21.15 WITA. Esoknya kami melakukan koordinasi dengan Pos Gabungan Medis di lapangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU). Secara umum pergerakan kami bagi menjadi dua tim, yaitu: tim mobile yang membantu logistik, survey, dan pengobatan keliling, dan tim 2 fixed yang membentuk posko kesehatan di Dusun Lengkukun, Desa Kayangan, Lombok Utara. Selain terus melakukan koordinasi dengan UII dan Pos Gabungan Medis RSUD KLU, kami juga dibantu oleh tim dari FMIPA dan Mahasiswa PANDU UII,” jelas dokter Kharisma.

Menurut dokter Kharisma, di Dusun Lengkukun sendiri terdapat 200 KK yang terdampak dengan korban meninggal mencapai 6 orang dan belum ada posko kesehatan. Kebutuhan logistik yang cukup besar adalah makanan, selimut, air minum, dan obat-obatan. “Selain itu di Dusun Lengkungkun sinyal ponsel juga minim, sehingga komunikasi juga mengalami hambatan. Edukasi dengan para korban juga cukup sulit karena kendala bahasa. Biasanya kami melibatkan penduduk setempat yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik untuk membantu edukasi,” ujarnya.

Selama bertugas di Lombok, dokter Kharisma mengungkapkan bahwa para relawan di sana juga merasakan berbagai gempa susulan yang masih banyak terjadi. Bahkan pernah ketika tim dalam perjalanan, tiba-tiba terjadi gempa dan saat berada depan sebuah puskesmas banyak warga yang terluka berkumpul di situ namun minim petugas. Akhirnya tim menghentikan perjalanan dan segera membantu menangani para korban yang terluka tersebut.

“Salah satu hal yang berkesan dari tugas ini adalah berlatih tawakal karena selain masih sering terjadi gempa, daerah pos kesehatan kami ada di pesisir pantai. Bila sewaktu-waktu terjadi gempa yang menyebabkan tsunami, ya kami hanya bisa pasrah,” kesannya.

 

Berdasarkan pengamatan dan analisa dalam berbagai rapat antar tim medis gabungan di RSUD Tanjung KLU, keberadaan para relawan khususnya di bidang medis sangat diperlukan. Contohnya untuk dokter umum diminta untuk menjaga pos atau membatu menjadi dokter penunjang di puskesmas sampai puskeskesmas dapat berjalan normal kembali, ataupun dokter spesialis diminta tolong untuk membantu RS secara berkesinambungan sampai fixed kembali berfungsi normal. Sehingga dalam hal ini para relawan seperti TRM UII diharapkan dapat diteruskan tugasnya oleh tim tahap berikutnya. Selain itu sanitasi dan gizi masih menjadi masalah secara umum yang berdampak pada kesehatan sehingga pihak berwenang diharapkan dapat segera membangun instalasi listrik, rumah, air, dan sanitasi.

Hal lain yang cukup istimewa pada TRM UII adalah adanya dokter-dokter spesialis yang juga turut menjadi relawan medis. Tercatat terdapat tiga dokter spesialis dari lingkup FK UII, yaitu: dr. Muhammad Yusuf Hizam, Sp.An (Alumni, Dosen Departemen Anestesi) sekaligus koordinator TRM UII Tahap 2, dr. Yasmini Fitriati, Sp.OG (Dosen Departemen Obstetri dan Gynekologi), dan dr. Berliani Hijriawati, Sp.BA (Alumni). Para dokter spesialis ini berangkat dari Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta pada tanggal 12 Agustus 2018.

“Tim kami awalnya terdiri dari dua dokter umum, satu dokter spesialis anestesi, satu dokter spesialis bedah anak, satu dokter spesialis obgyn, satu perawat bedah, dan dua driver. Kemudian bergabung rekan-rekan psikolog dari FPSB UII sebanyak lima orang. Posko kami dipusatkan di KLU untuk membantu RS Lapangan Tanjung sebagai RS lapangan karena bangunan RSUD Tanjung rusak akibat gempa. Para dokter spesialis kami membantu pelayanan spesialis di RS Lapangan Tanjung, RSUD Awet Muda Lombok Barat, dan RS Apung Ksatria Airlangga di Pelabuhan Bangsal Pemenang,” jelas dokter Syifa Mahmud Syukron, salah satu personel TRM UII Tahap II.

“Kondisi korban gempa Lombok sungguh memprihatinkan, sebagian besar rumah korban yang berada di KLU, terutama di Kecamatan Kayangan, Gangga, dan Tanjung mengalami kerusakan yang sangat parah, bahkan sampai rata dengan tanah sehingga memaksa korban untuk tinggal di tenda-tenda posko pengungsian ataupun tenda yang didirikan di sekitar rumah mereka yang roboh. Pasien yang kami tangani sebagian besar adalah pasien-pasien dengan penyakit saluran pernafasan, gangguan pencernaan seperti diare, dan beberapa penyakit kulit. Terkadang masih ada juga beberapa pasien dengan trauma muskuloskeletal akibat gempa yang masih belum tertangani,” tambah dokter Syifa.

 

Alhamdulillah, selama bertugas di Lombok para personel TRM UII senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT untuk membantu para korban gempa semaksimal yang bisa dilakukan. Apa yang telah dilakukan oleh TRM UII benar-benar menunjukkan bahwa visi rahmatan lil ‘alamin yang diusung universitas maupun fakultas merupakan sesuatu yang dapat diimplementasikan secara nyata dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Selain itu, doa juga senantiasa kita panjatkan bagi saudara-saudara kita di Lombok agar diberikan ketabahan, semangat, serta optimisme sehingga Lombok dapat segera bangkit dan pulih kembali seperti sedia kala, amin. (dsh)

berita MAJESTY

Alfian Novanda Yosanti, Naufal Abdurrahman, and Dodi Faras Ilmiawan Sutomo took a photo with the First Place trophy of Educational Video Competition in MAJESTY 2018.

[photo source]

ATH-THIB-ISTIMEWA

—————————————————————————————————————————

JAKARTA (Ath-Thib) – Faculty of Medicine’s students of Universitas Islam Indonesia (FM UII) kept engraving the scientific achievements on the national level. On the event of Muhammadiyah Jakarta Scientific Competition (MAJESTY) 2018 which took place on July 26 – 28, 2018 at the Faculty of Medicine and Health, Muhammadiyah University of Jakarta (FMH UMJ), the FM UII delegation consisting of Naufal Abdurrahman, Alfian Novanda Yosanti and Dodi Faras Ilmiawan Sutomo succeeded in winning the 1st place in Educational Video Competition.

MAJESTY 2018 is a scientific event held for students of health and medicine groups throughout Indonesia. The activity was organized by Muhammadiyah Medical Researcher Community (M2RC) FKK UMJ. This year, MAJESTY presented the theme “Expanding the Possibilities of Women’s Health Care” and this event was attended by 101 participants divided into 37 finalist teams from 21 universities throughout Indonesia. MAJESTY 2018 organized five branches of competition, namely: Scientific Writing, Scientific Poster, Public Poster, Scientific Essay and Educational Video.

The finalists competing in Jakarta were the participants who had passed the first stage of the selection, where only five to seven teams were selected as finalists for each competition branch. The participants presented their work in front of the jury and also answered the questions given to them. The competition among the finalists was very tight because they came from various well-known FMs in Indonesia, such as University of Indonesia, Gadjah Mada University, and many more.

On this occasion, the FM UII team created an educational video about early detection of cervical cancer. This was motivated by the fact that the number of cases and deaths from cervical cancer in the world and Indonesia was increasing. About that, it is needed an educational media which is interesting, educational, and it can influence the community, especially Indonesian women, to care about the dangers of cervical cancer.

“Basically, through this video, we want to educate Indonesian women about the dangers of cervical cancer and describe how it is detected. We also invite the women to do early detection of cervical cancer with Pap Smear or IVA,” explained Dodi, a member of Educational Video Team. (dsh/tri)

summer program asia university 2018

FM UII students participating in the “Summer 2018 Program: Healthy Aging and Anti-Aging” took pictures with the certificate obtained after completing all activities at the Collage of Medical and Health Science Asia University, Taiwan.

[photo source]

ATH-THIB-ISTIMEWA

—————————————————————————————————————————

 

   TAIWAN (Ath-Thib) – Five students of batch 2015 Faculty of Medicine Universitas Islam Indonesia (FM UII), namely: Rafik Prabowo, Farida Rahmatika, Asyam Syafiq Hasbullah, Afief Mulyawijaya, Finandanisa Amani had the opportunity to participate in the “Summer Program2018: Healthy Aging and Anti -Aging” at the College of Medical and Health Science Asia University, Taiwan for 2 weeks from 23 July to 3 August 2018.

Asia University, located in Wufeng District, Taichung, Taiwan, is one of the most prestigious higher education institutions in Taiwan. Asia University won many achievements in the field of research and is known to have excellence in the education process. The university is also one of the educational destinations that many foreign students are attracted to. One of the advantages is that there is a modern dormitory facility for students from abroad. The College of Medical and Health Sciences itself was established in 2005 with its initial name as the College of Health.

“During this summer program, we attended various learning activities such as lectures, lab work, and discussion and exchanging ideas and thoughts from the great experts. This event was also attended by students from other countries in the world and some of our neighboring countries such as Malaysia, Thailand, India with different schedules,” explained Rafik Prabowo, one of the students participating in the summer program.

Totally, there are 36 hours of lessons to be taken during this summer program, including: Introduction to Campus and Courses, Lifestyle in Aging, Anti-Aging Diet, Aging Gene and Molecular Biology, Psychology of Aging, Geriatrics Care (Geriatric Rehabilitation, Long Term Care), Age-Related Vision Loss and Prevention, Age-Related Hearing Loss and Prevention, Health Promotion Activities for Successful Aging, Animal Companionship for the Elderly, and Summary.

The existence of Asia University Summer Program 2018 truly made the campus as a home for international students from all over the world and provided a challenging academic experience with a balanced menu of educational and social activities so that participants will have a truly transformative learning experience. We pray that someday FM UII can also organize these global programs, Amen. (dsh/Tri)

unhas

The FM UII delegation consisting of Alif Mulyana, Naufal Abdurrahman, and Alfian Novanda Yosanto posed with the First Trophy of Educational Video HSF 2018.

ATH-THIB-ISTIMEWA

   MAKASSAR (Ath-Thib) – The Faculty of Medicine of Universitas Islam Indonesia (FM UII) once again engraved an achievement on the national level. This time, the FM UII delegation consisting of Alif Mulyana, Naufal Abdurrahman, and Alfian Novanda Yosanto, won the 1st place in the Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2018 Educational Video Competition which was held on March 23-25 ​​2018 at Faculty of Medicine Hasanuddin University (FM UNHAS), Makassar, South Sulawesi.

HSF 2018 is the biggest annual scientific event in the eastern Indonesia organized by the Medical Youth Research Club FM UNHAS. There were three branches of scientific competition competed on this national level, namely: Educational Video, Scientific Essay, and Public Poster. In addition, there were also two other branches of scientific competition competed on the international level, including: Literature Review and Research Paper Congress. To be a finalist and compete in Makassar, all participants must pass the first stage selection which is carried out strictly by the committee. Of the hundreds of works that submitted from all over Indonesia, only ten finalists were chosen for each branch.

This year, the presented theme by HSF is: “Ophthalmology: Increase Awareness and Treatment of Ophthalmology Diseases through a Holistic Approach of Healthcare”. The FM UII delegation successfully passed the finalists for the Literature Review, Research Paper Congress, and Educational Video section. Assessment was done by oral presentation in front of the jury. Competition in the final stage is very tense with the competitors coming from various best universities in Indonesia, such as Gadjah Mada University, Sebelas Maret University, Sriwijaya University, Udayana University, and UNHAS as the host.

The FM UII delegation presented a work entitled “Overcoming Cataracts, Realizing the Rights Equality to See Optimally”. According to Alfian, one of the FM UII team members of Educational Video, the conception of the work was motivated by public’s lack of understanding about cataracts, which led to a high number of cataracts incidence in Indonesia.

“The purpose of making this video is to provide an understanding to the Indonesian people about cataracts, so that people are aware of and take preventive action to reduce the cataracts incidence in Indonesia,” Alfian explained. (dsh/Tri)

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Berita Foto : Kedokteran UII mendapatkan kunjungan Publisher dari Unbound Medicine Mr.Terry Mcmanus dan iGroup Indonesia pada Kamis, 10 Muharom 1440 H / 20 September 2018. (Wibowo)

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Berita Foto : Tim Medis FK UII telah menjalakan tugas Catur Darma Universitas Islam Indonesia dalam bidang Pengabdian Pada Masyakarat dengan lokasi kerja internasional yaitu di Timor Leste. Adapun tugas yang diberikan dari Universitas Islam Indonesia adalah melayani khitanan masal bagi warga Timor Leste yang belum melakukan sunat., yang dilaksanakan pada tanggal 15 -16 September 2018. (Wibowo)