,

T-Shoes (Temperature Shoes) dan Repellent Paper (Repper) Dapat Medali Emas

korea

Mahasiswa Fakultas Kedokteran kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Dua tim delegasi dari FK UII berhasil membawa pulang total 2 buah medali emas dan dua penghargaan spesial dalam The 8th Cyber International Genius Inventor Fair (CIGIF) 2017. CIGIF tahun ini diselenggarakan di Chungmu Art Hall, Seoul, Korea pada 12 November 2017. Beberapa negara yang ikut serta di antaranya Indonesia, Hongkong, Filipina, Jepang, Malaysia, Korea dan beberapa negara lain.

T-Shoes (Temperature Shoes)

Tim pertama yang beranggotakan Andita Khoilina(2015), Fitria Febriana (2015), Aghnia Kiasati (2016),  bekerjasama dengan Muhammad Hamzah Fansuri (2014) dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tim ini  berhasil meraih medali emas dan penghargaan spesial dari Malaysia dengan karya yang berjudul T-Shoes (Temperature Shoes) to Detect Ulcus or Wound in Diabetic Person. Sepatu yang dapat mendeteksi penyakit ulkus (sakit pada lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil) pada penderita Diabetes Melitus (DM). Andita menjelaskan di dalam sepatu tersebut dibekali sensor suhu dan kelembapan yang fungsinya untuk mendetiksi adanya luka kaki pada penderita DM. Sensor tersebut akan mengirimkan data ke aplikasi dimana penderita DM dapat mengecek perubahan suhu yang terjadi pada kaki mereka. “Saat terjadi neuropati dimana pasien tidak bisa merasakan sakit jadi tidak mengetahui adanya luka yg terjadi. Disini alat kami berfungsi mengetahui apakah ada suatu perlukaan yang terjadi atau tidak, jika terjadi luka akan ditandai dengan peningkatan suhu yang tinggi yang bisa dilihat dengan aplikasi yang ada”, jelasnya.

Repellent Paper (Repper)

Sedangkan tim kedua yang terdiri dari Andita Khoilina, Aghnia Kiasati, dan Hafidh Rasikhun, juga membawa pulang medali emas dan penghargaan spesial dari Toronto dengan karya mereka Repellent Paper (Repper). Rapper atau Reppelant Paper pengusir nyamuk terbuat dari kulit jeruk dan membuat lilin dari minyak atsiri kulit jeruk dan sereh. “Jadi kami mengumpulkan kulit jeruk dari pedagang-pedagang di kawasan UII dan juga membeli sereh lalu kami proses di Lab Minyak Atsiri (FMIPA UII -red)”, jelas Andita kepada tim redaksi.

Pembuatan minyak dari kulit jeruk dan sereh dengan cara destilasi rebus. Minyak yang sudah jadi kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan lilin. Kemudian ampas kulit jeruk sisa destilasi dipergunakan untuk membuat kertas daur ulang dengan cara memblender kertas bekas yang sudah direndam selama 24 jam dan kulit jeruk yang telah direndam dalam larutan NaOH untuk memisahkan selulosa dengan komponen lain dari kulit jeruk.

Fungsi dari lilin dan kertas kami untuk mencegah dengue fever yang banyak terjadi di negara tropis. Karena kandungan di dalam jeruk dan sereh bisa membuat nyamuk tidak mengenali bau badan manusia dan juga bisa membuat kerusakan saraf nyamuk sehingga nyamuk mati. “Kami juga ingin mengurangi masalah lingkungan terkait sampah karena sebagai mahasiswa kedokteran kami ingin peduli terhadap lingkungan”, pungkasnya.

Tri

,

3 Mahasiswi FK UII Raih Best Abstract of International Research Paper Congress

best abstractSekali lagi, mahasiswa Fakultas Kedokteran UII berhasil meraih penghargaan dikancah internasional. Tiga mahasiswa FK UII ini adalah angkatan 2015 yang terdiri dari Dirga Asna Ceria, Aulia Faricha Hidayat dan Retno Asih Rarasati. Penghargaan yang berhasil diraih meraka adalah ‘Best Abstract of International Research Paper Congress’. Perlombaan ini diadakan oleh oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan tema International Competition Medical Fiesta. Karyanya yang berjudul ‘On Time Sensor Tool as Rapid Detector for Ischemic Heart Disease Connected to Hospital Smartphone, Based on Body Position and Heart Rate’ berhasil bersaing dengan tim-tim lain dari dalam negeri dan luar negeri.

Selamat atas keberhasilannya

Tri

,

Delegasi UII Raih Emas di INTARG 2017

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\1498322717114.jpg Caption : Nurul Hidayah (Kedokteran 2015), Razry Surisfika (Kedokteran 2014), dan Muhammad Abdul Rauf (Tek. Mesin 2014) berjas biru amamater UII saat menerima mendali emas. (Photo Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UI) – Mahasiswa delegasi dari UII berhasil memperoleh mendali emas dalam Kegiatan International Invention and Innovation Show INTARG 2017, yang diikuti 60 invention dari seluruh negara di Eropa, Asia, dan Timur Tengah, pada Rabu-Kamis, 27 -28 Ramadhan 1438 H / 22-23 Juni 2017 di Międzynarodowe Centrum, International Conference Center Katowice, Katowice, Polandia

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu delegasinya yang merupakan mahasiwa Kedokteran UII, Nurul Hidayah (Kedokteran 2015), setelah mengikuti acara tersebut dengan kedua temannya satu dari Kedokteran UII dan satu lagi dari Teknik Mesin UII.

Menurut Nurul, Kompetisi ini di ikuti lebih dari 60 invention dari seluruh negara di Eropa, Asia, dan Timur tengah. Indonesia mengirimkan 2 delegasi salah satunya dari Universitas Islam Indonesia dengan judul Penelitiannya “BG-Trole (Blood Glucose Control Equipment)”. Penelitian ini dilakukan oleh Nurul Hidayah (Kedokteran 2015), Razry Surisfika (Kedokteran 2014), dan Muhammad Abdul Rauf (Tek. Mesin 2014).

“Alhamdulillah, tim dari UII berhasil mendapatkan Medali Emas setara dengan penelitian dari orang-orang Eropa lain”, kata Nurul.

Lebih lanjut Nurul bercerita bahwa tujuan dari lomba tersebut adalah untuk mempertemukan inventor seluruh dunia, dan memperkenalkan penemuan teknologi terbaru diseluruh dunia. Selain itu, INTARG juga menawarkan special offer, “Alhamdulillah kami mendapatkan special offer tersebut dan mendapat biaya registrasi lebih murah) dan lomba tersebut sudah diselenggarakan sebanyak 10 kali, acaranya tidak hanya lomba tapi juga ada conference mengenai penelitian terbaru Nanotechnology di Poland, dan lomba tersebut mewadahi penelitian baik berupa technologi, sistem pendidikan, dan kesehatan dari negara-negaradi Eropa, Asia, dan Timur Tengah”, demikian katanya.

Mendali Emas tersebut memaparkan karya ilmiahnya dengan judul BG-Trole (Blood Glucose Control Equipment) = A Novel Equipment to Reduce Glucose On the White Rice for Diabetes Mellitus Patient dan berhasil mengalhakan Canad, USA dan Taiwam dari total peserta sekitar 60 penelitian, yang berasal dari Negara di Uni Eropa (Perancis, German, Poland, Belanda), Amerika Serikat, Mexico, Canada, Timur tengah (Mesir), Asia (Taiwan, Indonesia, Vietnam, Korea), dan lain-lain

JIka meleihat persaingan dan kenapa bisa jadi jura, maka Nurul pun menjelaskan bahwa “Penelitian kami berupa alat dan alat tersebut sesuai dengan kebutuhan karena berkaitan dengan pencegahan komplikasi pada penyakit diabetes mellitus, jika dipasarkan harga alat kami murah, penelitian kami sudah mendapatkan form layak uji klinik kepada pasien Diabetis Miletus (DM ) oleh Komite Etik, dan efek alat kami terhadap lingkungan sangatlah minim”, jelasnya

Dengan perjuangan yang sudah dilakukan dengan penuh percaya diri maka presentasi kami cukup memuaskan, hal tersebut di buktikan dengan respon dari juri yang sangat antusias mendengarkan, selalu mengangguk-ngangguk ketika kami menjelaskan, dan hanya bertanya 2 pertanyaan, imbuhnya.

Sebagai inspirasi kepada teman-teman yang lain maka Nurul mengajak para pembaca UII News terutama para mahasiswa UII bilamana melakukan penelitian harus dilakukan secara tekun, memperbanyak ilmu tentang peneltian yang sedang kita lakukan, dan sering berlatih presentasi hingga bisa membuat juri kagum dengan penelitian kita, demikian inpirasi dari Nurul Hidayah (Kedokteran 2015), Razry Surisfika (Kedokteran 2014), dan Muhammad Abdul Rauf (Tek. Mesin 2014). Wibowo

,

Alhamdulillah Mahasiswa FK UII Raih Prestasi di Seoul, Korea Selatan

 

Image may contain: 1 person, standing
Rafik Prabowo mahasiswa FK UII angkatan 2015 kembali mengharumkan nama FK UII sekaligus nama Indonesia dalam ajang 5th Seoul International Congress of Endocrinology and Metabolism (SICEM) 2017. Acara ini diadakan oleh Korean Endocrine Society (KES) yang dilaksanakan pada 27 – 30 April 2017. Karyanya yang berjudul “The Effect of Quail Egg Yolks on Body Mass Index Male Wistar Strain (Rattus norvegicus)” berhasil memperoleh penghargaan berupa Travel Grant dalam bidang ePoster Presentation.

Tri

,

dr. Asri Hendrawati, M.Sc terpilih sebagai salah satu presentan poster terbaik

WhatsApp Image 2017-05-15 at 1.13.25 PMThe 5th Seoul International Congress Of Endocrinology And Metabolism (SICEM) 2017 merupakan pertemuan seminar ilmiah internasional yang membahas tentang segala sesuatu tentang endokrinologi dan metabolism yang up to date. Acara tersebut digelar di Sheraton Grande Walkerhill Hotel, Seoul, Korea. Untuk tahun 2017, acara digelar pada 27-30 April 2017.

Peserta kegiatan ini adalah para dokter endokrinologis, dokter umum, staf pengajar, peneliti dan semua yang tertarik mengenai bidang endokrinologi dan metabolisme dari berbagai negara di seluruh dunia. Peserta kegiatan ini sekitar 800 orang. Jumlah presentan oral dan poster sekitar 250 orang. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia mengirim satu orang dosen sebagai peserta dari departemen Biokimia yaitu dr. Asri Hendrawati, M.Sc. untuk mengikuti acara tersebut dan berpartisipasi sebagai presentator poster. Dari 250 presentan, dr. Asri Hendrawati, M.Sc. terpilih sebagai salah satu presentasi poster terbaik dan memperoleh travel grant USD 600.

Dengan mengikutsertakan dosen tersebut dalam acara The 5th Seoul International Congress of Endocrinology and Metabolism (SICEM) 2017, diharapkan dosen memperoleh tambahan pengetahuan baru tentang aspek-aspek fisiologi, patofisiologi, biokimia dan farmakologi terkait masalah-masalah pada sistem endokrin dan metabolisme serta ilmu pengetahuan lainnya.

Semoga keikutsertaan staf pengajar FK UII dalam kegiatan tersebut dapat memberi manfaat bagi peserta khususnya dan umumnya bagi perkembangan kemajuan FK UII. Manfaat tersebut diantaranya dalam hal perbaikan materi-materi pembelajaran pada Blok-Blok yang terkait dengan sistem endokrin dan metabolisme serta meningkatkan kerja sama dengan beberapa pihak seperti laboratorium-laboratorium klinik dan departemen lain misalnya biomolekuler dan fisiologi untuk mengaktifkan penelitian terkait sistem endokrin (baik di tingkat pre klinik, para klinik dan klinik, maupun antardisiplin ilmu). AH/Tri

WhatsApp Image 2017-05-15 at 1.13.23 PM WhatsApp Image 2017-05-15 at 1.13.22 PM WhatsApp Image 2017-05-15 at 1.13.21 PM  WhatsApp Image 2017-05-15 at 1.13.17 PM

,

MAHASISWI FK UII RAIH BEST SPEAKER AWARD PADA AJANG MALAYSIA WORLD HEALTH ASSEMBLY SIMULATION 2017

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\Best speaker-malaysia WHA simulation.jpg

Caption : Fiqki Rahmawati Fauziah angkatan 2015 FK UII pegang Sertifikat sebagai Best Speaker Award, dalam Ajang Malaysia WHA simulation 2017 di Kualalumpur, Malaysia. (Foto Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Malaysia WHA simulation 2017 adalah simulasi pertemuan World health organization (organisasi kesehatan dunia) pertama di Asia tenggara yang diadakan di International Medical University, Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat – Ahad, tanggal 3-5 Rajab 1438 H / 31 Maret- 02 April 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Fiqki Rahmawati Fauziah, mahasiswa angkatan 2015 FK UII, saat mengikuti event ini, dengan mengusung topik “Health : as basic human right”, yang diikuti oleh 100 mahasiswa dari berbagai negara berdiskusi, berdebat dan bernegosiasi demi dapat menghasilkan sebuah draft resolution (naskah resolusi). Dalam Malaysia WHA simulation, seluruh peserta memainkan perannya masing-masing, dan menyuarakan pendapat sesuai dengan peran mereka.

Menurut Fiqki Rahmawati Fauziah angkatan 2015 FK UII ini, dia mendapatkan peran sebagai perwakilan negara Suriah dalam regional east-mediterranean, yang membahas sub-topic berupa psychological trauma of Arab world dimana dalam region tersebut terdapat kenaikan kasus trauma psikologi yang disebabkan oleh perang, konflik, instabilitas politik dan kelaparan berkepanjangan yang tidak seimbang dengan pemenuhan fasilitas kesehatan untuk menanggulangi trauma tersebut dan terkendala oleh berbagai faktor seperti kekurangan dana, kurangnya pegawai kesehatan, daerah terisolir dan budaya arab yang menganggap penyakit mental sebagai hal yang tabu.

“Sebagai perwakilan dari negara yang sangat membutuhkan perawatan trauma psikologis, saya mengusulkan berbagai ide untuk memecahkan masalah dalam topik tersebut, dan mengusung naskah resolusi yang berisi dengan ide berupa program kerja WHO yang di singkat dengan ACT yang terdiri dari 1. Advance Health Care Facilities, 2. Coordination with humanitarian personnel, dan 3. Tackle PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) Problem. Dimana dalam naskah resolusi tersebut disertai banyak mekanisme dan telah melalui berbagai amendment. Pada pertemuan regional terakhir, akhirnya naskah resolusi tersebut terpilih oleh mayoritas negara yang hadir”, kata Fiqki.

Ditambahkan oleh Fiqki, bahwa dari Indonesia sendiri, mengirimkan sekitar 20 delegasi, dari UII hanya mengirimkan satu delegasi dari Fakultas Kedokteran angkatan 2015, yaitu Fiqki Rahmawati Fauziah. Dalam kesempatan sebelumnya, dirinya juga pernah mendapatkan penghargaan berupa best diplomacy award dalam ajang London International Model United Nation pada 2016 lalu dan best press delegate dalam Taiwan WHO simulation 2017. Kali ini ia juga mendapat penghargaan berupa Best Speaker. Pada penilaian dalam penunjukan best speaker award, dapat dilihat dari sisi keaktifan peran dalam memimpin diskusi, kemampuan diplomasi dan penguasaan materi dalam topik.

“Saya menaruh interest pada bidang kemanusiaan terutama menyangkut hak asasi manusia pada korban perang seperti yang terjadi di Suriah, saya sangat mendalami peran saya untuk memunculkan solusi dalam diskusi, bahkan selama lomba berlangsung saya rela hanya tidur selama 2 jam untuk menyelesaikan naskah resolusi”, demikian ungkapnya sambil mengenang kembali. Pada event tersebut Best Speaker Award adalah Award terbaik atau juara satu dari 5 kategori award.

Ketika ditanya rahasia dari memenangkan perlombaan tersebut ia menjawab, “Walaupun pada saat pelombaan sehari menjelang ujian blok, saya tetap fokuskan untuk mempersiapkan segalanya secara total selama tidak mengganggu proses akademik, salah satu hal yang saya tekankan disaat saya merasa lelah adalah Go big or go home, untuk totalitas sehingga saya semangat lagi”, demikian katanya sambil tersenyum. Wibowo

,

Karya Ilmiah Tentang Hipertesi, Kedokteran Juara I

 

D:\Bowo\UII News_Des 2015\April 2017\20170402_170405_0024.jpg

Caption : Tim Kedokteran UII saat menerima piala sebagai penghargaan atas juara I di ajang MUNSF FK USAKTI Jakarta. Foto : Wibowo/Istimewa

Kaliurang (UII News) – Menulis Paper tentang hipertensi, yang merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dan hipertensi menjadi penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberculosis, maka mahasiswa Kedokteran berhasil meraih juara 1 dalam acara Grand Final MUNSF (Medical Usakti National Scientific Fair).

Hal tersebut disampaikan oleh Helmi Zunan Tanuwijaya (Mahasiswa kedokteran angkatan 2014), sepulang mengikuti kegiatan Grand Final MUNSF (Medical Usakti National Scientific Fair) dilaksanakan pada Sabtu, 04 Rajab 1438 H/01 April 2017 bertempat di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta.

Menurut Helmi, FK UII mengirimkan 2 tim yaitu dari cabang Literature Review dan Scientific Paper. Cabang Literature Review diikuti oleh Rafik Prabowo FK UII (2015) dan untuk cabang Scientific Paper diikuti oleh Alvyana Nikmatur Rahmah Khalidyah (2016), Firdha Khoirun Nikmah (2016), dan Helmi Zunan Tanuwijaya (2014).

“Pada cabang Scientific Paper delegasi FK UII berhasil mendapatkan Juara 1. dengan judul karya “Pengaruh Yogurt Probiotik Terisolasi Bakteri Lactobacillus plantarum mut7 Dari Produk Fermentasi Tradisional Ketela Gatot Sebagai Makanan Alternatif Bagi Penderita Hipertensi Pada Obesitas”. Karya tulis ini dibimbing oleh 2 dosen pembingbing yaitu dr. Syaefudin Ali Akhmad, M. Sc dan dr. Evy Sulistyoningrum, M.Sc”, kata Helmi

Hasil karya tulis ini di aplikasikan dalam bentuk Yogurt yang memanfaatkan bakteri probiotik dari produk tradisional Khas Kulon Progo, Yogyakarta yaitu ketela Gatot. Kandungan bakteri probiotik ini mempunyai mekanisme untuk menurunkan hipertensi dengan cara menghambat ACE.

“Karya tulis ini diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan dapat menjadikan solusi untuk lebih mengoptimalkan produk tradisional yang sudah mulai terlupakan” ujar Helmi. Wibowo

,

TIM UII Berhasil Meraih Silver Medal dan Bronze Medal di Istabul, Turki

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\1489298205312.jpg

Caption : Tim Mhasiswa UII saat mengiktui IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Foto : Wibowo/Istimewa

Kaliurang (UII News) – Mengikuti event yang diselenggarakan oleh IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional tersebut

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri (mahasiswa angkatan 2014 Pendidikan Dokter UII) sepulang dari mengikuti ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada Kamis-Sabtu, 03 – 04 Jumadil akhir 1438 H / 2-4 Maret 2017.

Menurut Rahman, dalam acara tersebut TIM UII berhasil meraih Silver Medal oleh tim 1, dan Bronze Medal oleh tim 2. Adapun Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari Fakultas Kedokteran (FK) Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Dan mau serta mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China .

”Dalam kegiatan ini diikuti kurang lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya”, kata Rahman.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan bahwa ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

“Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung”, kata Rahman.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

Dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.

Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.

Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

“GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat”, demikian penjelasan Rahman. (Wibowo)

,

Barokallah… Delegasi FK UII juara 3 dapat medali perunggu di TURKI

IMG_6310

Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Kali ini prestasi membanggakan berhasil diraih pada ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada tanggal 2-4 Maret 2017 berhasil meraih silver Medal oleh tim 1, dan bronze medal oleh tim 2.

Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari fakultas kedokteran Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Mereka mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China dll

event ini diselenggarakan oleh IFIA(International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation)
”Terdapat lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya.
ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.
Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.
Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

,

Rima Nur Rahmawati, Muhammad Alvin Ramadhan Usman dan Zara Desriana Widia Bawa Pulang Emas dari HKIE 2017, Hongkong

 

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-02 at 10.26.34.jpeg

Caption : Mahasiswa UII saat mengikuti HKIE 2017 di Hongkong (Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Hong Kong International Invention Innovation and Entrepreneurship Exhibition (HKIE) merupakan sebuah ajang perlombaan di bidang inovasi dan kewirausahaan. Perlombaan tersebut mengintegrasikan inovasi-inovasi yang ada dengan bidang kewirausahaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rima Nur Rahmawati (FK UII 2013) setelah meraih mendali emas seusai mengikuti Hong Kong International Invention Innovation and Entrepreneurship Exhibition (HKIE) bersama kedua temannya Muhammad Alvin Ramadhan Usman (FK) dan Zara Desriana Widia (FK) di City University of Hong Kong, Kowloon, Hong Kong pada hari Kamis – Sabtu, 20 -22 Robiul Akhir 1438 H / 19 – 21 Januari 2017.

Menurut Rima, bersama dengan kedua temannya membawa bendera tim ke-2 dengan judul penemuan PAKEM a Blend of Papaya Seeds and Ocimum sanctum L. as an Aromatherapy and Repellent Candles.

“Peserta ajang ini bersifat umum, dimana seluruh lapisan dan kriteria usia dapat mengikutinya. Bidang yang dapat dilombakan pun ada berbagai macam, antara lain aerospace & aviation, agriculture, audio-visual equipment, biotechnology, chemicals, educational items, electricity, I.C.T & multimedia, industrial design, office products, special care, child care, dan lain-lain” kata Rima.

Lebih lanjut dijelaskan rima bahwa Peserta ajang HKIE 2017 dari Indonesia secara kolektif dikoordinir oleh Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA). Pada tahun ini, peserta HKIE berasal dari 9 negara yaitu Indonesia, Hong Kong, Korea, Taiwan, Thailand, Malaysia, Sri Lanka, Vietnam, Filipina, China, dan Kanada. Beberapa di antaranya juga dikoordinir oleh asosiasi serupa.

Alhamdulillah, tim UII mendapat 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 special award yang diberikan oleh Hong Kong”, kata Rima.

Ditambahkan oleh Rima bahwa secara umum peroleh yang dicapai oleh Delegasi UII selama mengikuti ajang tersebut adalah Medali emas untuk tim PAKEM (tim 2), Medali perak untuk tim ONE, Best Invention Award dari asosiasi inovasi Hong Kong untuk kedua tim (PAKEM dan ONE), Pengalaman mengikuti perlombaan internasional, Relasi dengan peserta lain, warga Negara Indonesia yang bekerja di Hong Kong, serta panitia penyelenggara kegiatan terjalin dengan baik. Wibowo