Mahasiswa FK UII Raih Medali Emas Olimpiade Nasional MIPA 2022

,


KOTA MALANG (fk.uii.ac.id) – Ahmad Alvin Noor Muchtar, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2020 berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih medali emas cabang Biologi pada babak final Olimpiade Nasional Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2022 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tanggal 20-21 September 2022 di Universitas Brawijaya Malang.

ONMIPA-PT 2022 merupakan kompetisi nasional terbesar di Indonesia yang diikuti oleh para peserta dari 87 perguruan tinggi dari seluruh wilayah Indonesia yang telah lolos seleksi dan berhak mengikuti tahapan terakhir ONMIPA-PT. Dengan raihan medali emas yang dipersembahkan Alvin, kontingen UII berhasil menempati peringkat 1 perguruan tinggi swasta dan peringkat 5 untuk perguruan tinggi se-Indonesia pada klasemen akhir. Sebuah capaian yang sangat membanggakan tentunya, dan makin mengukuhkan reputasi FK UII dan UII sebagai salah satu FK dan universitas terbaik di Indonesia dengan akreditasi “UNGGUL”.
Pada ONMIPA-PT 2022 terdapat empat cabang keilmuan yang dilombakan, yaitu: Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Untuk sampai di babak utama, masing-masing peserta tiap cabang harus melalui tahapan seleksi yang sangat ketat, mulai dari level internal universitas, seleksi wilayah tingkat provinsi, hingga seleksi nasional untuk menentukan 65 besar terbaik dari seleksi wialyah se-indonesia. Ke-65 peserta inilah yang bersaing di babak final dan memperebutkan juara pada tiap-tiap cabang, yang terdiri dari: peraih medali emas, medali perak, medali perunggu, dan honorable mention.

Seleksi wilayah ONMIPA-PT 2022 diadakan pada 28-29 Juli 2022 secara daring, sedangkan ONMIPA-PT 2022 sendiri diselenggarakan pada tanggal 20-21 September 2022 secara luring.
“Di tingkat universitas, seleksi internal dari UII sudah cukup ketat karena peserta seleksi cabang Biologi yang terbanyak diantara cabang lainnya. Soal seleksi wilayah berupa multiple choice question sebanyak 200 nomor soal,” jelas Alvin.
Sedangkan babak utama ONMIPA-PT 2022 terdiri dari empat sesi dalam dua hari. Pada hari pertama materi yang diujikan meliputi Biologi Sel, Genetika, dan Bioteknologi Molekuler, Fisiologi, dan Metabolisme. Sedangkan hari kedua materi ujian terdiri dari Biologi Perkembangan, Reproduksi dan Perilaku, Keanekaragaman Hayati, dan Ekologi.

Menariknya, semua soal olimpiade terdiri dari soal esai sehingga pemahaman dan keterampilan dalam menjelaskan sangat diuji di sini. Setiap sesi terdiri dari 6 soal yang bercabang 3, sehingga total mencapai 18 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit dengan menulis langsung. Setiap soal memiliki nilai 5 poin yang nantinya diakumulasikan.
“Persiapan untuk seleksi tingkat universitas saya lakukan dengan belajar secara mandiri berbekal materi yang sudah saya kuasai dari SMA. Saat lolos ke tingkat wilayah, UII menyediakan bimbingan yang cukup intensif dengan lembaga pembinaan olimpiade. Saat persiapan untuk tingkat nasional, bimbingan intensif dilakukan selama 16 hari, dengan durasi 2 jam per harinya. Total pembimbingan dan persiapan memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Selain itu persiapan mental dan kesehatan juga cukup penting agar dapat fokus berkompetisi,” jelas Alvin yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Modern Islam dan MA Assalaam Sukoharjo tersebut.

Bagi Alvin, ONMIPA-PT 2022 bukan hanya sekedar kompetisi saja. Lebih daripada itu Biologi merupakan bidang ilmu yang paling digemarinya. “Kecintaan saya pada Biologi pula yang membuat semangat saya terus terjaga, ibarat saat kita menyukai sesuatu pasti akan diperjuangkan sesulit apapun itu, sehingga rasa sukanya pula yang akan melipur rasa lelah menjadi langkah yang lebih ringan,” ujar Alvin.

Saat ditanya mengapa dirinya begitu menyukai Biologi, putra dari pasangan Bapak Muchtar Machjudin dan Ibu Umi Hanifah dari Ponorogo tersebut menjawab singkat: “Biologi mengajarkan saya untuk tadabbur,” katanya.
Agar tetap fokus dan tenang selama lomba, selain memperbanyak ibadah, amalan baik, dan meminta doa dari keluarga, teman dan lainnya, Alvin juga membagikan tips khusus yang cukup efektif dalam menunjang performanya.

“Belajar disesuaikan dengan kapasitas, jangan terlalu banyak sampai begadang karena malah justru tidak efektif. Selain itu saya juga makan secukupnya saja karena kalau kebanyakan justru bikin sulit fokus,” pungkas Alvin yang juga menjabat sebagai Coordinator of Primary Research Project di Laboratorium Mahasiswa (LABMA) UII tersebut. (dsh)