,

TIM UII Berhasil Meraih Silver Medal dan Bronze Medal di Istabul, Turki

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\1489298205312.jpg

Caption : Tim Mhasiswa UII saat mengiktui IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Foto : Wibowo/Istimewa

Kaliurang (UII News) – Mengikuti event yang diselenggarakan oleh IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional tersebut

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri (mahasiswa angkatan 2014 Pendidikan Dokter UII) sepulang dari mengikuti ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada Kamis-Sabtu, 03 – 04 Jumadil akhir 1438 H / 2-4 Maret 2017.

Menurut Rahman, dalam acara tersebut TIM UII berhasil meraih Silver Medal oleh tim 1, dan Bronze Medal oleh tim 2. Adapun Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari Fakultas Kedokteran (FK) Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Dan mau serta mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China .

”Dalam kegiatan ini diikuti kurang lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya”, kata Rahman.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan bahwa ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

“Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung”, kata Rahman.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

Dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.

Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.

Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

“GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat”, demikian penjelasan Rahman. (Wibowo)

,

Barokallah… Delegasi FK UII juara 3 dapat medali perunggu di TURKI

IMG_6310

Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Kali ini prestasi membanggakan berhasil diraih pada ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada tanggal 2-4 Maret 2017 berhasil meraih silver Medal oleh tim 1, dan bronze medal oleh tim 2.

Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari fakultas kedokteran Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Mereka mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China dll

event ini diselenggarakan oleh IFIA(International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation)
”Terdapat lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya.
ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.
Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.
Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

,

Rima Nur Rahmawati, Muhammad Alvin Ramadhan Usman dan Zara Desriana Widia Bawa Pulang Emas dari HKIE 2017, Hongkong

 

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-02 at 10.26.34.jpeg

Caption : Mahasiswa UII saat mengikuti HKIE 2017 di Hongkong (Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Hong Kong International Invention Innovation and Entrepreneurship Exhibition (HKIE) merupakan sebuah ajang perlombaan di bidang inovasi dan kewirausahaan. Perlombaan tersebut mengintegrasikan inovasi-inovasi yang ada dengan bidang kewirausahaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rima Nur Rahmawati (FK UII 2013) setelah meraih mendali emas seusai mengikuti Hong Kong International Invention Innovation and Entrepreneurship Exhibition (HKIE) bersama kedua temannya Muhammad Alvin Ramadhan Usman (FK) dan Zara Desriana Widia (FK) di City University of Hong Kong, Kowloon, Hong Kong pada hari Kamis – Sabtu, 20 -22 Robiul Akhir 1438 H / 19 – 21 Januari 2017.

Menurut Rima, bersama dengan kedua temannya membawa bendera tim ke-2 dengan judul penemuan PAKEM a Blend of Papaya Seeds and Ocimum sanctum L. as an Aromatherapy and Repellent Candles.

“Peserta ajang ini bersifat umum, dimana seluruh lapisan dan kriteria usia dapat mengikutinya. Bidang yang dapat dilombakan pun ada berbagai macam, antara lain aerospace & aviation, agriculture, audio-visual equipment, biotechnology, chemicals, educational items, electricity, I.C.T & multimedia, industrial design, office products, special care, child care, dan lain-lain” kata Rima.

Lebih lanjut dijelaskan rima bahwa Peserta ajang HKIE 2017 dari Indonesia secara kolektif dikoordinir oleh Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA). Pada tahun ini, peserta HKIE berasal dari 9 negara yaitu Indonesia, Hong Kong, Korea, Taiwan, Thailand, Malaysia, Sri Lanka, Vietnam, Filipina, China, dan Kanada. Beberapa di antaranya juga dikoordinir oleh asosiasi serupa.

Alhamdulillah, tim UII mendapat 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 special award yang diberikan oleh Hong Kong”, kata Rima.

Ditambahkan oleh Rima bahwa secara umum peroleh yang dicapai oleh Delegasi UII selama mengikuti ajang tersebut adalah Medali emas untuk tim PAKEM (tim 2), Medali perak untuk tim ONE, Best Invention Award dari asosiasi inovasi Hong Kong untuk kedua tim (PAKEM dan ONE), Pengalaman mengikuti perlombaan internasional, Relasi dengan peserta lain, warga Negara Indonesia yang bekerja di Hong Kong, serta panitia penyelenggara kegiatan terjalin dengan baik. Wibowo

,

Razty Surisfika (FK UII 14) Juara 2 MTQ Putri Tingkat Mahasiswa se Nasional

 

E:\Razty\Foto\NGAJI\2016 GQSI\IMG20161210224143.jpg

Caption : Razty Surisfika (FK UII 14), nampak senang dengan prestasinya. (Wibowo/Istimewa)

KALIURANG (UII NEWS) – Terbiasa menjadi pembaca Al Quran (Tilawah) dalam berbagai acara, dan berupaya tampil dengan tenang menjadikan Razty Surisfika (FK UII 14) saat mengikuti acara lomba cabang MTQ Putri kategori mahasiswa se-Nasional, dan alhasil menjadikan juara II.

Hal tersebut disampaikan oleh Razty setelah mengikuti acara Gebyar Qur’ani dan Seni Islami 2016 dengan Harmoni Sya’ir Qur’ani Wujudkan Syi’ar Islami yang di gelar pada hari Jumat-Senin, 9-12 Robiul Awal 1438 H / 9-12 Desember 2016 M yang diselenggarakan oleh panitia dari UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Menurut Razty sempat khawatir dan ragu karena lawan-lawannya sangat luar biasa, namun ketika mulai dihantui oleh keraguan dalam setiap perlombaan, maka orang tua dan guru ngaji selalu meyupport dan meyakinkan bahwa dirinya harus tampil sebaik mungkin, karena masalah hasil semua diserahkan kepada Allah swt.

“Karena itulah saya mulai tenang dan Alhamdulillah bisa menampilkan semaksimal mungkin yang saya bisa, yang pada akhirnya bisa membawa pulang sebagai persembahan untuk orang tua, UII serta Kedokteran UII”, demikian katanya.

Selain dirinya, ditambahkan Razty bahwa keikutannya diikuti juga oleh delegasi dari Fakultas lain se UII, “Alhamdulillah mendapat juara umum, dan mendapat beberapa juara di beberapa kategori lomba yaitu juara 1 fahmil qur’an, juara 1 tahfidz 30 juz, juara harapan 1 tahfidz 30 juz, dan juara 2 MTQ Putri”, katanya. Wibowo

,

FK UII Borong Emas di Kancah Internasional

fk-uii-borong-emas-di-kancah-internasional

Taiwan- tim FK UII baru saja memenangkan medali emas di kancah Internasional. Lomba yang baru saja diikuti adalah KIDE (Kaohsiung International Design and Expo) yang bertempat di ICCK (nternational Convention Center Kaohsung). Lomba yang bertajuk penemuan desain terbaru ini sejatinya diikuti oleh 35 negara termasuk Indonesia dan UII yang menjadi salah satu finalis berhasil memborong dua medali emas dari dua katogori yang berbeda. UII yang diwakili oleh 2 kelompok yaitu kelompok pertama Alin Julda Qonita dari fakultas kedokteran, Susan Indriani dari fakultas kedokteran dan Didik Firmansyah dari fakultas Teknik Industri yang mendapat Gold Medals dan best Awards Innovation dari Hongkong serta Nurul Hidayah dari fakultas Kedokteran dan Felix Geofani H dari fakultas yang sama juga menyabet Gold Medal di bidang Best Innovation Ecology, Best Award Innovation dari Taiwan dan Thailand. Lomba yang diikuti oleh berbagai profesi dari mulai SD, SMP, SMA, mahasiswa master, lecture hingga professor ini diadakan setiap tahun dan pada tahun 2016 jatuh pada tanggal 9-11 Desember 2016. Alin Julda salah satu pemenang mengatakan bahwa dia dan teman-teman nya tidak menyangka bisa membawa pulang Gold Medal dan dia berharap kedepannya ada juga yang bisa berprestasi sampai ke kancah Internasional.

FM/tri

,

Delegasi UII Berhasil Meraih 5 Medali Emas dan Satu Piala di Taiwan

WhatsApp Image 2016-12-11 at 20

Caption : Nurul Hidayah (FK UII 15) dan Felix Giovanni Hartono (FK UII 15) nampak senang mendapatkan 5 Mendali Emas dan 1 Piala (Wibowo/istimewa)

KALIURANG (UII NEWS) – Pada Kamis – Ahad, 8 -11 Robiul Awal 1438 H / 8 – 11 Desember 2016 M, dua tim dari delegasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan total 5 delegasi, mengikuti Kaohsiung International Invention and Design Expo yang diadakan di Kaohsoiung Taiwan.

Hal tersebut disampaikan oleh Nurul Hidayah (FK UII 15) sepulang mengikuti kegiatan tersebut bersama dengan kedua temannya Felix Giovanni Hartono (FKUII15), dan Rima Nur Rahmawati (FK UII 13).

Menurut Nurul, saat mengikuti kegiatan tersebut, delegasi dari Kedokteran mempresentasikan dua buah karyanya yang berjudul “BIO-TIC : a Novel Biodegradable Plastic from Suweg Amorphophallus Campanulatus and Orange Peel Waste” dan juga “iMun Application: Facilitating Access to Homecare and Telemedicine”.

“Untuk karya Ilmiah dengan judul BIO-TIC dibawakan oleh tim delegasi UII yaitu Nurul Hidayah (FK UII 15) , Felix Giovanni Hartono (FK UII 15), dan Rima Nur Rahmawati (FK UII 13) sementara untuk karya iMUN dibawakan oleh tim delegasi UII lain yaitu Alin Julda Qonita (FK UII 14), Susan Indriani (FK UII 15), dan Didik Firmansyah (FTI UII 14)”, kata Nurul.

Pada akhirnya, proses pemberian penghargaan dan award dilakukan pada hari minggu keesokan harinya. Awalnya delegasi dari tim UII mendapat special Award dari negara hongkong untuk tim delegasi iMUN dan mendapatkan special award dari Thailand dan Korea untuk tim delegasi dengan karya BIO-TIC. Selaniutnya, pada sore harinya sekitar jam 3 para delegasi dari Kedokteran UII mendapat informasi bahwa dua tim dari Kedokteran UII sukses mendapatkan gold medal pada setiap karyanya.

“kami sangat bersyukur dengan hasil itu, maha besar Allah, delegasi dari Kedokteran UII kembali mendapat penghargaan sebagai top ecological invention yang diberikan kepada delegasi BIO-TIC, sehingga secara keseluruhan, tim dari UII berhasil mendapat 5 Medali Emas dan 1 Piala”, ucap Nurul.

“Semua gara gara Allah, kita cuma berusaha, Allah yang menentukan, semoga setelah ini, delegasi Kedokteran UII lainya bisa mendapat hasil yang juga baik, Amin”, tambahnya sambil terharu.

Ditambahkan oleh Nurul, perjuangan menuju ke Taiwan sangat berkesan, diawali Delegasi UII berangkat pada hari Rabu 7 Desember 2016 dari Jogja ke Surabaya, lalu melanjutkan ke Taiwan keesokan harinya dengan menginap di sebuah masjid yang berada di Kaohsiung.

Untuk menuju ke lokasi (Kaohsiung International Convention Centre(KICC)) delegasi menggunakan jasa MRT yang ada di Kaohsiung. Delegasi dari UII mulai mempersiapkan booth presentasinya di KICC sejak hari Jumat (9/12), dan pada hari Sabtu (10/12), proses penjurian dan presentasi karya mulai dilakukan.

“Alhamdullilah tidak ada masalah ketika kami presentasi, mungkin cuma sedikit lelah karena terus berjalan sejak pagi”, katanya. Wibowo

 

,

Dokter Milda Khoirina, Dosen Kedokteran Torehkan Prestasi saat Ikuti Acara PEPKI di Lampung

dokter-milda-khiriana

Foto Wibowo / Istimewa : dokter Milda Khoirina dan dokter Utami Sulistyoningrum saat medapatkan penghargaan juara pertama poster presentation di acara PEPKI VIII di FK UNILA.

Kedokteran (UII News) –  The 8th Indonesian Scientific Medical Education Expo and Meeting atau PEPKI, merupakan rangkaian simposium; workshop; pameran; dan makalah bebas.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc seusai mengikuti kegiatan tersebut yang di selenggarakan pada hari Jumat – Ahad, 20 – 29 Muharraom 1438 H / 28 – 30 Oktober 2016 di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (UNILA) yang di ikuti oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes,Sp.PK, Kaprodi FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD serta beberapa dosen lainnya.

Menurut dokter Udin,  kegiatan rutin tahunan Fakultas Kedokteran se Indonesia ini mengusung tema inovasi pembelajaran klinik dalam upaya sinkronisasi pendidikan profesi di era JKN, isu-isu  dan masalah pendidikan dokter terkupas diacara tersebut dan Fakultas Kedoteran Universitas Islam Indonesia berpartisipasi aktif dalam acara tersebut, dengan mengirimkan delegasi untuk mengikuti simposium, makalah bebas, dan pameran.

“Sebuah prestasi yang membanggakan bagi FK UII adalah delegasi dari FK UII, atas nama dokter Milda Khoirina dinyatakan sebagai Juara Pertama Poster Presentation”, katanya.

Semoga dengan  mengirimkan banyak dosen untuk mempresentasikan karya ilmiah berupa oral dan poster presentasi dapat mengangkat dan mensyiarkan  nama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia sejajar dengan Kedokteran yang bertaraf nasional maupun internasional, demikian harapan dari dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc (Wakil Dekan FK UII). Wibowo/Tri

 

,

FK UII Juara Nasional Kompetisi Ilmiah Video Edukasi di Jakarta

fkuii-juara-nasional-kompetisi-ilmiah-video-edukasi-di-jakarta

JAKARTA (Ath-Thib) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan tinta emas di tingkat nasional. Pada ajang Jakarta Islamic Medical Updates (JIMU) 2016 yang berlangsung pada tanggal 24 November di Gedung C Fakultas Rumpun Kesehatan, Universitas Indonesia, Kontingen FK UII yang terdiri dari Yanasta Yudho Pratama (angkatan 2014), Reineke Larasati Fajrin (angkatan 2015), dan Galvin Giffari Grenaldi (angkatan 2013) berhasil menyabet juara I dalam cabang kompetisi ilmiah di bidang video edukasi dengan mengalahkan tuan rumah FK Universitas Indonesia sebagai juara II dan FK Universitas Jenderal Soedirman sebagai juara III.

Yanasta Yudho Pratama atau akrab disapa Yudho menjelaskan bahwa JIMU merupakan serangkaian ajang kompetisi ilmiah, seminar, dan talkshow tingkat nasional yang diikuti fakultas kedokteran se-Indonesia. Acara ini diikuti lebih dari 13 FK dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti FK UGM Yogyakarta, FK Airlangga Surabaya, FK UIN Syarif Hidayatullah, FK Universitas Sumatra Utara, FK Universitas Tanjung Pura Pontianak dan masih banyak lagi. Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan para peserta terlihat serius mempersiapkan presentasi sebaik-baiknya untuk berkompetisi menjadi yang terbaik. Pada kesempatan tersebut, kontingen FK UII mengangkat tema “Langkah Preventif Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi Secara Islami”.

“Kami terkejut dan belum percaya bisa memenangkan juara satu. Ini semua berawal dari niat dan mimpi. Kita tentu punya segudang mimpi namun dengan bertindak maka kita akan mewujudkannya. Disertai dengan niat yang benar maka Insya Allah kita akan mendapatkan ridho dan berkahnya,” ujar Yudho. (yud/fm/dsh)

,

Delegasi Kedokteran Lolos Finalis Public Campaign kompetisi keilmiahan tingkat internasional Medicalfiesta 2016

delegasi-kedokteran-lolos-finalis-public-campaign-kompetisi-keilmiahan-tingkat-internasional-medicalfiesta-2016

Foto Wibowo/Istimewa : Tiga Mahasiswa FK UII Finalis Public Campign Berfoto Bersama Dengan Para Delegasi Peserta Medicalfiesta 2016

 

Kaliurang (UII News) –  Alhamdulillah dengan izin Allah kami  dinyatakan lolos sebagai finalis public campaign kompetisi keilmiahan tingkat internasional Medicalfiesta 2016 pada kompetisi 3 cabang lomba, yaitu, literature rivew, research abstract and paper dan public campaign .

Hal tersebut di ungkapkan oleh Ayu Indra Mashita mahasiswa Kedokteran UII setelah mengikuti kegiatan Medicalfiesta 2016 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang pada  tanggal 5-8 Muharram 1437 H / 6-9 Oktober 201 bersama kedua mahasiswa kedokteran lainnya, yaitu Urani Nur Hidayah, dan Mohamad Rahman Suhendri.

Menurut  Ayu Indra Mashita, aara Medicalfiesta 2016 merupakan kompetisi ilmiah tingkat internasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Pada kompetisi ini terdapat 3 cabang lomba, yaitu, literature rivew, research abstract and paper dan public campaign .

Lebih lanjut di katakan bahwa delegasi dari Kedokteran UII setelah melalui peniliaian dan selekasi setiap cabang lomba, maka akan diambil 10 karya terbaik untuk dipresentasikan.  Adapun kami yang berhasil lolos pada cabang lomba public campaign yaitu Ayu Indra Mashita, Urani Nur Hidayah, dan Mohamad Rahman Suhendri.

Selain lomba yang disebutkan Medicalfiesta 2016,  kegiatan juga di lengkapi dengan seminar internasional yang membahas tentang emergency in endocrine disease serta workshop mengenai diagnosis dan pengobatan diabetes melitus.

 

“Ini merupakan lomba kami yang pertama dan merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.Setelah mempresentasikan karya kami dan membandingkan dengan finalis yang lain kami sadar karya kami masih banyak kekurangan. Walaupun kami belum bisa menjadi juara akan tetapi acara ini dapat menambah ilmu kami dan memberi semangat bagi kami untuk menjadi lebih baik saat mengikuti kegiatan lomba yang akan datang dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi untuk mengahrumkan nama FK UII diajang nasional maupun internasional lianya.” kata Ayu. Wibowo

 

 

 

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

 

,

Mahasiswa Kedokteran Borong Prestasi di IMSF Malang

Mahasiswa Kedokteran Borong Prestasi di IMSF Malang

        Kaliurang (UII News) – IMSF adalah Islamic Medical Science Festival, event yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diikuti oleh seluruh lembaga dakwah Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri, mahasiswa Kedokteran angkatan 2014 setelah mengkuti acara IMSF ke-8 yang diselenggarakan pada hari Jumat-Ahad, 23-25 September 2016 / 21-23 Dzulhijah 1437 H bersama ketiga temannya

        Menurut Rahman, IMSF8 sendiri merupakan event nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat mahasiswa guna menggali korelasi antara islam dan ilmu kedokteran modern. Adapun cabang yang diperlombakan pada tahun ini meliputi karya tulis ilmiah, essay ilmiah, poster ilmiah, dan tahfidzul qur’an beserta maknanya kategori 1 juz dan 2 juz.

        Lebih lanjut dijelaskan Rahman yang menceritakan bahwa dengan izin Allah, keempat kontingen UII meraih prestasi yang membanggakan, diantaranya Asyam Syafiq Hasbullah sebagai juara 1 tahfidzul qur’an kategori 1 juz ikhwan, Farida Rahmatika sebagai juara 1 tahfidzul qur’an kategori 2 juz akhwat, Mohamad Rahman Suhendri sebagai juara 3 essay ilmiah. Selain itu meski tidak masuk kategori juara, Fathimah Az Zahra dan Mohamad Rahman Suhendri berhasil meraih posisi 1st runner up(peringkat 2) tahfidzul qur’an kategori 1 juz akhwat dan 1st runner up tahfidzul qur’an kategori 2 juz ikhwan. Seandainya ada kategori juara umum, maka gelar tersebut diberikan kepada FKUII, katanya.

        “Alhamdulillah, usaha kami membuahkan, tidaklah pencapaian yang kami dapatkan melainkan atas kehendak dan izin Allah, kami telah mengusahakan yang terbaik yang bisa kami lakukan, semoga pencapaian ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk meningkatkan potensi diri terutama dalam bidang keilmiahan dan Al Qur’an”, kesan Mohamad Rahman Suhendri. Wibowo/Tri