Guna Meningkatkan Soft Skill, FK UII Selenggarakan Pembekalan Ke Islaman bagi Dokter Baru

Kaliurang (UII News) – Sebagai bentuk komitmen mencetak dokter muslim yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah serta menjadikan dokter bintang lima setara dengan dokter-dokter lulusan luar negeri maka Fakultas Kedokteran UII memberikan pembekalan bagi para calon dokter yang akan disumpah pada periode XXVIII.

Hal itu dijelaskan oleh dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan pesan-pesan kepada para calon dokter FK UII dalam acara Pembekalan Keagamaan Periode XXVIII, di auditorium lt.1 FK UII, Jl. Kaliurang Km.14, 5 Sleman Yogyakarta, pada Jum’at-Sabtu, 10-11 April 2015 / 20-21 Jumadil Akhir 1436 H yang diikuti sebanyak 28 dokter baru.

Sementara itu selaku ketua panitia, dr. Baiq Rohaslia Rhadiana menjelaskan bahwa kegiatan selama dua hari ini menghadirkan para narasumber yang berkompeten dibidangnnya, guna memberikan gambaran untuk bekal nantinya setalah lulus dari FK UII dan menjadi dokter untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Para calon dokter wajib mengikuti sholat fardhu yang sudah dijadwalkan, ditengah malam wajib menjalankan sholat tahajjut yang nantinya oleh panitia akan dibangunkan, dan setelah itu ditutup dengan oudboun pada hari Ahad pagi”, katanya.

Diinformasikan lagi panitia bahwa pembekalan yang menggunakan rusunawa ini diikuti jumlah peserta sebanyak 28 orang meliputi 10 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Wibowo

FK Selenggarakan Sosialisasi LPDP Bidang Kesehatan

Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran UII yang sudah terakreditasi A berkomitmen menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang profesional dan handal dengan meningkatakan kualitas dosen ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi di bidang kesehatan, komitmen tersebut di wujudkan oleh FK UII Yogyakarta dengan memberikan sosialisasi tentang beasiswa pendidikan Indonesia dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ungkapan itu disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya dalam acara sosialisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada hari Sabtu, 11 April 2015 / 21 Jumadil Akhir 1436 H di auditorium Lt. 1 FK UII yang dihadiri oleh Dosen, Mahasiswa FK UII, mahasiswa UII dan mahasiswa umum serta masarakat umum.

Menurut dokter Linda, dengan penyelenggaraan sosialisasi LPDP ini, maka komitmen FK UII sangat linier atau sejajar dengan komitmen Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan RI yang bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi terutama dibidang kesehatan.

“kami sangat mendukung komitmen Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khususnya dibidang kesehatan, sehingga bagi yang mengikuti acara ini, nantinya mandapatkan gambaran ataupun prioritas meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tersebut”, demikian katanya.

Salah satu tugas dari FK UII nantinya ikut mengawal terhadap para dosen yang mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian RI ini, sehingga program-progam dapat berjalan dengan baik, banyak kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta SDM baru yang berkualitas di bidang kesehatan dapat ditemukan di FK UII, tandas Dekan FK UII. Wibowo

 

 

FK UII Selenggarakan Workshop Penelitian

Kaliurang (UII News) – Penelitian merupakan salah satu bagian dari catur darma di Universitas Islam Indonesia. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) dituntut untuk dapat melakukan penelitian sebagai salah satu syarat menjadi sarjana pada program Pendidikan Dokter. Dengan melakukan penelitian diharapkan nantinya seorang dokter dapat memecahkan masalah di masyarakat, dapat berfikir logis dan memberi keputusan secara ilmiah.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. dr Farida Juliantina R, M.Kes saat memberikan materi tentang bekerja dengan aman di laboratorium Mikrobiologi, dalam acara Workshop Penelitian yang diselenggarakan oleh Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta, yang diikuti oleh mahasiswa FK UII, pada hari Sabtu, 11 April 2015 / 21 Jumadil Akhrir 1436 H.

Menurut Dosen S-3 FK UII ini mengatakan bahwa masih banyak mahasiswa yang bingung mau melakukan penelitian apa, bagaimana caranya, mulai dari mana, mengambil topik apa dan lain sebagainya. Sebagaian mahasiswa yang mengajukan penelitian di laboratorium Mikrobiologi ternyata belum bisa bekerja dengan baik. Banyak yang belum memperhatikan keamanan diri sendiri maupun orang lain walaupun sudah diajarkan di praktikum.

“Dalam rangka membantu mahasiswa untuk menemukan topik yang akan diteliti, melatih keterampilan dan dapat bekerja di laboratorium Mikrobiologi dengan aman maka Departemen Mikrobiologi FK UII menyelenggarakan Workshop Penelitian Di Laboratorium Mikrobiologi dengan tema “Bekerja dengan Aman, Terampil dan Sukses” “, katanya.

Lebih lanjut ditambahkan oleh dokter Farida, dengan workshop ini, mahasiswa dilatih untuk bekerja secara aman dan profesional sebagai peneliti sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mahasiswa akan dikenalkan beberapa penelitian yang dapat dijadikan topik penelitiaannya dan disediakan wahana untuk konsultasi.

“Jika memungkinkan mahasiswa juga dapat terlibat pada penelitian yang dilakukan dosen. Dengan demikian diharapkan mahasiswa yang akan melakukan penelitian di laboratorium Mikrobiologi dapat bekerja dengan baik”, demikian penjelasannya. Wibowo

 

 

Wadir RSUD Sragen : Dokter Muda FK UII Harus Menghormati Pasien

Sragen (UII News) – Sumber Ilmu dan Guru terbaik bagi para dokter muda/koas adalah pasien, oleh karena itu setiap mahasiswa yang mengikuti pendidikan (dokter muda) harus menghormati betul mereka, keluarganya dan menjaga rahasiannya.

Pesan itu disampaikan oleh Wakil Direktur RSUD Sragen, dr. Mursidi, Sp.B saat menerima penyerahan dokter muda FK UII, oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc di aula RSUD Sragen, Senin, 27 April 2015 / 8 Rajab 1346 H.

Menurut dokter Mursidi, Ilmu yang bisa digali oleh dokter muda sesungguhnya ada di Rumah Sakit, sehingga ada baiknya Dokter Muda memperhatikan kasus-kasus yang diperoleh dari pasien.

“Soal Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) kemungkinan berasal dari kasus-kasus yang diperoleh dari pasien, sehingga dokter muda sebaiknya memperhatikan kasus-kasus tersebut yang ada di RS Sragen”, kata dokter bedah Sragen tersebut.

Sementara itu Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc meminta kepada Dokter Muda tidak hanya menguasai skill saja, tapi harus mempunyai intuisi klinis yang bisa dikaitkan dengan kasus-kasus yang ada di pada pasien serta mampu menggali ilmu yang dimiliki oleh Dosen Pembimbing Klinis (DPK).

“Dokter Muda dituntut profesional, karena di RSUD pelayanan diutamakan. Jangan sampai celelekan didepan pasien”, pesan Wadek FK UII.

Lebih lanjut dokter Udin menyampaikan selama pendidikan klinik nantinya Dokter Muda akan mendapatkan pembinaan keIslaman tahap pendidikan klinik, bagi Dokter Muda di RSUD Sragen kegiatan keagamaan akan dilaksanakan berkerjasama denga Ponpes Sragen Jawa Tengah.

Penyerahan Dokter Muda FK UII oleh Wadek FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc diterima langsung oleh Wakil Direktur RSUD Sragen dr. Mursidi, Sp.B, dr. Lulus Budiarto, Sp.PD, FINASIM (Bakordik), dr. Iman Fadli, Sp.B (Ketua Komite Medik). Wibowo

 

 

FK UII Latihan Tenis Bersama di Keparakan Kidul

Yogyakarta (UII News) – Dalam rangka mempersiapkan liga tenis untuk milad ke-72 UII, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia semangat melakukan kegiatan latihan. Latiahan kali ini dilakukan bersama-sama dengan tim tenis Keparakan Kidul Yogyakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator cabang tenis FK UII, Afivudien Muhammad saat latihan bersama di Lapangan Tenis nDalem Mangunjayan Keparakan Kidul, Mergangsan, Yogyakrta, Ahad, 26 April 2015 / 06 Rajab 1436 H.

Menurut Udin, mengatakan bahwa latihan ini bukan mencari kalah maupun menang melainkan untuk ajang silaturahmi dan saling keakraban.

“Kita tidak mencari tandingan melainkan latihan bersama, guna saling mengisi dan belajar agar mendapatkan ilmu benar dengan para pemain tenis yang sudah pengalaman”, katanya.

Ditambahkan oleh Udin, selain di Keparakan Kidul, kegiatan latihan bersama ini juga akan di lakukan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Wibowofk uii latihan tenis bersama di kepadakan kidul

FK Selenggarakan Pembekalan KeIslaman bagi Calon Koas

Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia selenggarakan pembekalan keIslaman bagi dokter muda FK UII yang akan memasuki stasi pendidikan klinik atau koas di Rumah Sakit Pendidikan mitra Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia, dr. Baiq Rohaslia Radhiana, saat kegiatan berlangsung di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, pada hari Jum’at-Sabtu, 17 – 18 April 2015/ 27 -28 JUmadil Akhir 1436 H yang diikuti sejumlah 37 sarjana kedokteran.

Menurut dokter Lia, materi dan agenda tidak ada bedannya dengan tahun-tahun yang lalu atau periode sebelumnya, selama 2 hari 1 malam, peserta wajib mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh dan tidak diperkenan ijin.

“Selama dua hari kegiatan berlangsung, para peserta menginap di Rusunawa sebelah utara kampus kedokteran UII, tidak diperkenankan bolos atau ijin, karena kegiatan ini sebagai prasarat mengikuti kegiatan sesudahnya yaitu Janji Dokter Muda dan Pemberangkatan koas”, katanya.

Meskipun kegiatan sangat padat dan harus diikuti , Rhea Veda mengaku merasa senang dan harus tetap semangat dalam menjalaninnya, kesan Rhea (mahasiswa IPK tertinggi). Wibowo

37 Sarjana Kedokteran Ikuti Janji Dokter Muda

            Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan Janji Dokter Muda bagi calon koas periode April 2015 yang akan memasuki jenjang Pendidikan Klinik di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) mitra FK UII sebanyak 37 orang.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia, dr. Abd Basit, saat berlangsungngnya kegiatan Janji Dokter Muda FK UII, di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Senin, 20 April 2015 / 01 Rajab 1436 H yang dihadiri oleh Wakil Rektor I UII, Ilya Fadjar Mahardika, DR-Ing, MA, IAI dan dokter Linda Rosita selaku Dekan FK UII.

Selanjutnya Dekan FKUII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK meminta kepada para dokter muda untuk benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh karena dihadapkan dengan real setting.

“Selama pendidikan klinik para dokter muda akan mendapatkan kurikulum ke Islaman yang didapatkan selama koas di Rumah Sakit Pendidikan, sehingga dimanfaatkan sebagai bekal untuk menjadi dokter muslim yang berakhalkul karimah sesuai dengan cita-cita pendiri UII”, pesannya.

Sementara itu Wakil Rektor I UII, Ilya Fadjar Mahardika, DR-Ing, MA, IAI mengajak kepada semua dokter muda yang diterjukan di Rumah Sakit agar selalu menjaga almamater, serta mampu membuat suatu produk ilmiah yang terintegrasi dari keilmuan dokter dan keIslaman, demikian pidatonya.

Dalam janji dokter muda ini, juga dihadiri oleh segenap orang tua, tamu undangan dan dosen serta guru besar di FK UII. Seusai acara dilakukan jabat tangan dari dokter muda FK UII kepada para dosen, Wakil Rektor I UII, Dekan FK UII, sebagai wujud permintaan doa agar dimudahkan dalam proses pembelajarannya di Pendidikan Klinik. -Wibowo-

Wadek FK UII Pimpin Pleno Karyawan

            Kaliurang (UII News) – Menciptakan lingkungan organisasi berbasi Islami sangatlah penting di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, sehingga dengan kegiatan pleno karyawan seperti ini, aspirasi bisa didapatkan untuk memberikan masukan-masukan kepada pimpinan.

Hal itu disampaikan oleh Wadek FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat memimpin rapat pleno karyawan bulan April 2015 di ruang laboratorium computer lt.2 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta yang dihadiri oleh segenap karywan, petugas parkir, satpam dan petugas kebersihan FK UII.

Lebih lanjut dikatakan oleh dokter Udin, dalam kesempatan rapat kali ini, dari pihak Fakultas mengundang dari CV. Cemerlang yang bergerak di bidang jasa outsoursing di cleaning service dan satpam serta pemeliharaan tanaman guna memberikan gambaran tata cara mengelola kebersihan.

“Kita belajar dari CV. Cemerlang, dengan harapan kita bisa mendapatkan ilmunya yang berguna bagi kebersihan di lingkungan kita, semoga pihak Universitas bisa menerima masukan kita, dan bisa mengajari bagi cleaning service yang ada saat ini”, kata dokter Udin. Wibowo

Kekuatan Pengorbanan Dalam Membangun Islam di UII

Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc-Wadek FK UII

Pepatah jawa yang terkenal salah satunya adalah jer basuki mawa bea yang bisa dimaknai perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan (biaya). Pengorbanan tidak sekedar diartikan duit tapi bisa juga harta benda selain duit, tahta, senjata, wanita, keluarga dan jiwa. Pengorbanan dilakukan juga terus menerus tidak sesaat atau hanya sekejap seperti kembang api. Tengoklah para pendiri UII yang berjuang dan berkorban terus menerus. Bobotnya pengorbanan mereka sungguh luar biasanya sehingga masih bisa dinikmati sampai detik ini pada usia UII yang ke-71. Ibarat lemparan batu maka pengorbanan mereka seperti lemparan batu besar dengan tenaga besar di suatu kolam yang mampu menyebarkan gelombang air sampai keseluruh tepian kolam. Pertanyaannya apakah kita mampu memberikan pengorbanan untuk Islam di UII yang bisa dirasakan oleh generasi UII 70 tahun yang akan datang di tahun 2100-an. Mungkinkah nama-nama kita masih dikenang sebagai kelompok shalihin dan sidiqin sebagai perintis kebaikan dan pembangun kemaslahatan di UII atau di negeri ini. Bagi peradaban manusia maka pengorbanan Nabi Akhir Jaman (N.Muhammad) adalah pengorbanan terbesar yang efeknya sampai pada umat terakhir dalam episode peradaban manusia.

Ibnu Khladun telah membagi setiap 100 tahun pasti akan muncul 4 kelompok masyarakat yaitu 1)kelompok perintis, 2)kelompok pembangun, 3)kelompok penikmat dan 4)kelompok masa bodoh. Kelompok pertama dan kedua merupakan kelompok yang paling banyak membuat pengorbanan dalam membentuk dan mencerdaskan masyarakat sedangkan kelompok ketiga dan keempat yang paling sedikit berkorban dan berjuang. Kelompok ketiga dan keempat justru paling banyak menimbulkan kerusakan daripada perbaikan. Kelompok pertama dan kelompok kedua memilih lagi “maju tak gentar membela yang benar” dengan segala pengorbanannya sedangkan kelompok ketiga dan keempat lebih memilih lagu “Di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang”. Gejolak biasanya muncul saat kelompok ketiga dan keempat yang lebih banyak di suatu komunitas sehingga memunculkan lagi generasi pertama dan kedua.

Belajar dari Kisah para Nabi dan Sahabat saat mereka menjadi golangan perintis kebaikan dengan sebutan “assabiquunal awwalun” maka mereka juga siap dengan iuran pengorbanan masing-masing berupa harta, kehormatan, jiwa dan raga serta keluarga. Sampailah pada kondisi saat pengorbanan Nabi dan Sahabat pada level yang dikehendaki oleh Allah maka baru Allah hancurkan kebatilan atau kedholiman. Berkaca dari kisah mereka pula maka lumrah jika penyiksaan, kekalahan perang atau penderitaan yang mereka alami belum mendatangkan nusrotullah padahal Allah melihat dan mengetahui itu semua. Mengapa saat Bilal disiksa Allah belum membantunya padahal Allah tahu bahwa Bilal disiksa bukan karena mencuri atau korupsi tapi hanya karena beriman kepada Alah dan Rosulnya. Saat itu kebenaran belum bisa mengalahkan kebatilan. Jenis dan dosis pengorbanan memang harus mencapai kadar tertentu supaya ditolong oleh Allah swt. Berkurban juga tidak asal berkorban karena salah korban hanya akan menimbulkan penyesalan dan salah paham. Tidak ada pengorbanan tentu tidak akan pernah ada perjuangan dan tanpa pengorbanan tidak akan pernah paham arti perjuangan. Demikian pula jika kurang pengorbanan maka hasilnya jelas kurang maksimal.

Dari kisah para sahabat kita dapat mengambil 3 macam pengorbanan yaitu pengorbanan Abu Bakar, pengorbanan Kholid bin Walid dan pengorbanan Hasan R.A. Abu Bakar membuat pengorbanan sampai habis-habisan untuk agama yang selalu tidak rela kalau agama berkurang. Prinsip Abu Bakar sangat terkenal dengan pernyataanya “Ayanqusshoddiin wa ana hayyi’ akankah agama berkurang selagi saya masih hidup. Tipe pengorbanan Abu Bakar cocok untuk para tokoh perintis. Pengorbanan berikutnya adalah pengorbanan sahabat Kholid bin Walid ketika Umar secara tiba-tiba menggantii posisinya sebagai panglima perang maka kholid dengan lapang dada menerimanya tanpa ada keberatan sama sekali. Sahabat Kholid tidak merasa jagoan dan tidak merasa sudah banyak berjasa dan tidak juga merasa banyak berkorban untuk Islam. Tipe terakhir adalah tipe pengorbanan Ali R.A yang rela berkorban dalam situasi perang saudara dan penuh fitnah dengan Muawiyah R.A. untuk menerima tahkim atau arbitrasi demi mencegah terjadinya korban yang lebih banyak lagi meskipun dia dipihak yang benar. Kadang berkorban dengan mengalah merupakan konsekwensi dari perjuangan.

Pengorbanan merupakan efek langsung dari tuntutan pengambilan keputusan. Kalau sudah memilih UII yang harus mau berkorban untuk Islam dan pengembangan pendidikan di UII. Dalam 10 prinsip ekonomi dunia modern pelajaran pertamanya adalah pengambilan keputusan yang dirangkum dalam pribahasa “tidak ada sesuatu yang gratis didunia ini” artinya saat hendak mendapatkan sesuatu maka kita harus mengorbankan sesuatu yang lainnya. Sebagai contoh, saat seseorang memilih belajar, maka orang tersebut telah kehilangan kesempatan untuk mengerjakan hal lainnya seperti bermain futsal, sepeda atau jalan-jalan. Kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan saat seseorang tersebut belajar di sebut sebagai biaya. Proses menukar biaya dengan pilihan yang kita buat disebut dengan trade off. Trade off yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal dari sumberdaya langka yang ada. Inti pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata dari sumberdaya langka tersebut terhadap seluruh komponen masyarakat akademik di UII. Akhirnya tradeoff yang tertinggi adalah mengorbankan dunia apa yang kita cintai demi mencapai ridho Allah sebagai mana firman Allah SWR dalam QS Ali Imron 92 Lan tanalul birra hatta tunfiqu mimma tuhibbun “sekali-kali tidak akan mencapai kebaikan sempurna sehingga kamu menginfakkan/mengorbankan apa yang kamu cintai”. Infak atau sedekah adalah jalan pengorbanan dalam mencapai kebahagiaan sempurna. Dengan merenungi ayat ini artinya kita dikritik ketika diberikan pilihan antara mobil atau surga maka kita dengan menjawab surga tapi anehnya pengorbanan untuk mendapatkan mobil lebih heroic daripada untuk mendapatkan surga. Jadi pilihan surga itu menuntut pengorbanan yang memberikan power untuk secara persisten berjuang untuk mendapatkannya.

Semoga kita bisa berkorban dengan apa yang kita cintai dengan cara bersedekah apa saja seperti makanan, uang, mobil, status, jabatan dan mengurangi hobi gadget untuk efisensi kerja dan menghindari misalokasi. Dengan demikian tentu kejayaan UII sejati akan cepat kita raih. Mari kita iuran pengorbanan untuk Islam di UII dengan memenuhi panggilan Allah di Ulil Albab saat waktu telah tiba. Akumulasi pengorbanan semua pihak akan mencapai kadar atau level pengorbanan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Semoga Allah selalu meridhoi UII amien. Wibowo/SAA

 

 

Bangga dengan FK UII, Yang Telah Mendidik Keempat Anaknya Menjadi Dokter

Kaliurang (UII News) – Saya bangga menguliahkan anak-anak saya di Fakultas Kedokteran UII, yang sudah mengajarkan kepada anak-anak saya pendidikan yang berkaraketer, ke Islaman serta memiliki komitmen untuk menjadi dokter.

Hal itu disampaikan oleh Ibu Poniah Budi, S.Pd pada saat acara Janji Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, yang diselenggarakan oleh FK UII pada hari Senin, 20 April 2015/01 Rajab 1436 H di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Ibu Poniah Budi S.Pd berserta Suami Drs. Sarbun Sahara, MM menghadiri acara janji dokter muda untuk anaknya yang ke empat Rio Sahara, S.Ked. Sebelumnya kehadirannya di acara tersebut untuk ketiga kakaknya yang telah menyelesaikan pendidikan dokter umum di FK UII.

Adapun keempat putra-putrinya yang di kuliahkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia adalah dr. Nining Fajarwati Sahara angkatan 2001, dr. Yohana Sahara angkatan 2003, dr. Marisa Sahara angkatan 2007 dan terkahir yang akan memasuki pendidikan klinik yaitu Rio Sahara, S.Ked.

“Saya terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang mengantarkan anak-anaknya menggapai cita-citanya untuk menjadi dokter, semoga FK UII selalu jaya, berkualitas dalam mendidik calon-calon dokter”, demikian kesan dan pesan dari Ibu Poniah. Wibowo