Update Ilmu Bidang Bedah, Outcome Baik Bagi Pasien

 

Caption : Peserta Semeniar saat mengikuti workshop Update Ilmu Bedah yang diselenggarakan oleh FK UII (Foto : Wibowo/Istimewa)

KALIURANG (UII NEWS) – Bertujuan memberikan perkembangan terkini tentang alur diagnosis dan tatalaksana pada kasus bedah sehari-hari di pelayanan medis, serta memberikan wawasan baru tentang perawatan dan tindakan pada pasien bedah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup pasien maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia selenggarakan seminar ilmiah “Symposium And Workshop Update In Surgery : Focus On Acute Cases” Continuing Medical Education(CME) 2019 .

Hal itu disampaikan oleh Adhika Rahman, S.Ked, selaku Wakil Ketua Seminar pada saat acara berlangsung pada hari Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 H / 17 Februari 2019, pukul . 07.00 – 15.00 WIB, bertempat di Eastpark Hotel, Yogyakarta.

Menurut Adhika, bahwa ide kegiatan ini terlaksana dengan di landasi bahwa dalam penanganan kasus bedah, diperlukan beberapa ilmu dasar yaitu basic surgical skill serta casting and splinting khususnya untuk penanganan awal trauma. Pada kasus trauma juga diperlukan permeriksaan khusus yaitu focused assessment sonography in trauma (FAST) sebagai salah satu pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan pada secondary survey untuk mencari sumber perdarahan.

“Sayangnya, baik pemeriksaan penunjang dan penanganan awal ini belum semua dikuasai oleh tenaga medis di lapangan, mengenali dan memberikan penanganan awal yang tepat pada kasus kegawatan bidang bedah, baik kegawatan trauma and injury atau bukan, wajib bagi tiap tenaga kesehatan khususnya dokter maka seminar dan workshop ini di selenggarakan oleh FK UII”, kata Adhika.

Lebih lanjut Adhika mengatakan bahwa hal ini masih sangat diperlukan mengingat angka mortalitas yang tinggi pada pasien-pasien kegawatan bedah. Penanganan awal yang tepat diharapkan dapat menurunkan angka mortalitas pada pasien. Untuk itu, diperlukan update ilmu bidang bedah untuk memberikan outcome yang baik bagi pasien.

Dalam acara ini keikutan peserta mencapai 500 orang mencakup mahasiswa kedokteran, dokter muda, dokter umum, dan dokter spesialis. Dengan bentuk seminar ilmiah dan workshop dengan muatan review pengetahuan dasar meliputi penyebab, mekanisme, diagnosis, dan terapi terkini mengenai kondisi yang berkaitan dengan kasus bedah untuk saat ini dalam praktek sehari-hari. Wibowo