FK UII Juara I Nasional Lomba Video Edukasi di Makassar

unhas

MAKASSAR (Ath-Thib) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, delegasi FK UII yang beranggotakan Alif Mulyana, Naufal Abdurrahman, dan Alfian Novanda Yosanto, berhasil meraih Juara I pada Lomba Educational Video Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Maret 2018 di Fakultas Kedokteran Hasanuddin (FK UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan.

HSF 2018 merupakan acara ilmiah tahunan terbesar di wilayah Indonesia Timur yang diselenggarakan oleh Medical Youth Research Club FK UNHAS. Terdapat tiga cabang lomba ilmiah yang dikompetisikan di tingkat nasional, yaitu: Educational Video, Esai Ilmiah, dan Poster Publik. Selain itu juga terdapat dua cabang lomba ilmiah lainnya yang dipertandingkan di tingkat internasional, meliputi: Literature Review dan Research Paper Congress. Untuk menjadi finalis dan berlaga di Makassar, seluruh peserta harus menjalani seleksi karya tahap I terlebih dahulu yang dilakukan dengan ketat oleh panitia. Dari ratusan karya yang masuk dari seluruh penjuru Indonesia, hanya terpilih sepuluh finalis untuk tiap-tiap cabang.

Pada tahun ini, tema yang diangkat oleh HSF adalah: “Ophtalmology: Increase Awareness and Treatment of Ophthalmology Diseases Through a Holistic Approach of Healthcare”. Delegasi FK UII berhasil meloloskan finalis untuk cabang Literrature Review, Research Paper Congress, dan Educational Video. Penilaian dilakukan dengan cara oral presentation di depan dewan juri. Persaingan di final sangat ketat dengan kompetitor berasal dari berbagai kampus terbaik di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, Universitas Udayana, serta UNHAS selaku tuan rumah.

Delegasi FK UII menampilkan karya berjudul “Atasi Katarak, Wujudkan Kesetaraan Hak Untuk Melihat Secara Optimal”. Menurut Alfian, salah satu personel tim Educational Video FK UII, pembuatan karya tersebut dilatarbelakangi oleh masih minimnya pemahaman masyarakat tentang katarak sehingga menyebabkan tingginya angka kejadian katarak di Indonesia.

“Tujuan dari pembuatan video tersebut yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia mengenai katarak, sehingga masyarakat mengerti dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan guna membantu menurunkan angka kejadian katarak di Indonesia,” jelas Alfian. (dsh/Tri)