Kajian di Kedokteran : Segera Bertaubat Jika Melakukan Syirik

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-06 at 09.28.42.jpeg

Caption : Fokus dan Konsentrasi terlihat dari Tendik FK UII saat mengikuti Ustad Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag memberikan tausyiah tentang tauhid di auditorium Lt.1 FK UII (Foto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Musyrik adalah perbuatan syirik, yaitu perbuatan menyekutukan Allah SWT, ini termasuk dosa besar maka dari itu harus melakukan taubat sebelum ajal menjemput agar termaafkan.

Demikian tausyiah pengajian tentang tauhid yang disampaikan oleh Ustadz. Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag pada hari Jumat, 04 Jumadil Akhir 1438 H / 03 Maret 2017 bertempat di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) yang diikuti oleh tenaga kependidikan dan di hadiri oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc

Menurut Ustadz Pasir, jika seseorang melakukan dosa syirik dan tidak melakukan pertaubatan maka pelaku kesyirikan akan masuk neraka secara kekal, jika tidak taubat selama masih hidup.

“Allah SWT akan mengampuni dosa syirik dengan 3 syarat, yang pertama meninggalkan perbuatan maksiat¸ kedua menyesal tidak melakukan perbuatan maksiat tersebut, dan tiga bertekad tidak mengulangi lagi selama-lamanya”, kata Ustadz Pasir.

Sementara itu, dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc merespon positif tetang kajian yang disampaikan ustadz Pasir, dengan menegaskan bahwa agama adalah sistem yang mengatur kehidupan kita, sehingga kita harus taat dan tunduk terhadap aturan Allah SWT.

“Belajar agama tidaklah mempelajari untuk kehidupan dunia saja, melainkan untuk kehidupan di akherat kelak”, demikian tutur Wadek FK UII, dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc. Wibowo