Gandeng FK UII, BAZNAS Kota Yogyakarta Selenggarakan Khitanan Masal

 

Caption : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan bingkisan bagi peserta khitan di Baznas Kota Yogyakarta (Photo : Wibowo).

Yogyakarta (UII News) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), menggelar khitanan masal yang di ikuti oleh anak-anak SD –SMP di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Sani Rachman Soleman, M.Sc selaku Ketua Tim Khitan FK UII saat berlangsungnya acara khitanan masal di Masjdi Diponegoro, Komplek Balai kota Timoho Yogyakarta, yang diikuti sebanyak 77 orang, yang diselenggarakan pada hari Ahad, 27 Raobiul Awal 1439 H / 17 Desember 2017.

Menurut dokter Sani, acara kerjasama ini sudah sering dilakukan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dengan menggandeng FK UII sebagai operatornya, dengan menerjunkan tim medis yang teridri dari dokter dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) FK UII.

“Di acara khitan tersebut, seluruh peserta mendapatkan skrining guna mengetahui keadaan dari peserta, apakah kondisi dalam keadaan sehat atau sedang mendapatkan gejala lain”, kata Sani.

Dokter Sani menambahkan, setelah peserta dilakukan khitan maka dari Fakukltas Kedokteran UII juga memberikan pelayanan kontrol yang berguna mengecek kondisi anak setelah paska khitan dengan melepas perban dan menggantinya dengan yang baru.

Sementara itu Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes,Sp.PK bepesan kepada segenap peserta bisa mengikuti apa yang nanti diarahkan oleh tim medis, agar proses khitan bisa berjalan dengan lancar. Disisi lain setelah khitan maka peserta sudah melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW, sehingga setelah di khitan maka harus menjaga sholatnya,guna menjadi insan yang bertakwa.

Dari BAZNAS sendiri juga menambahkan bahwa kegiatan tahunan ini diselenggarakan dengan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UII yang selama ini memang sudah terjalin baik. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjalin silaturrahmi serta mengajak berdakwah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Kebanyakan peserta yang mengikuti khitanan gratis ini adalah para orang tuanya yang tidak memiliki cukup dana pergi ke rumah sakit atau bong supit, sehingga adanya khitanan ini bertujuan membantu mereka untuk mengentaskan anak-anaknya mengikuti sunah nabi”, tegas Ust. Syamsul Asyhari dari Baznas Kota Yogyakarta. Wibowo

 

Dua Dosen FK UII Ikuti Kegiatan Ilmiah di Belgia

 

Caption : dokter Utami Mulyaningrum, M.Sc dan dokter Irena Agustiningtyas, M.Sc saat mengitkuti 10th European Congress of Tropical Medicine and International Health (ECTMIH) 2017. (Photo Wibowo : istimewa)

Kaliurang (UII News) – Dua dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia berkesempatan mengikuti kegiatan 10th European Congress of Tropical Medicine and International Health (ECTMIH) 2017 yang diselenggarakan di Antwerp, Belgia.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu dosen yaitu dokter Irena Agustiningtyas, M.Sc, setelah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari mulai Senin – Jumat, 26 -30 Muharom 1439 H /16-20 Oktober 2017 di Flanders Meeting and Convention Center, Antwerp.

Menurut dokter Irena, pada kegiatan ini kedua dosen FK UII membawakan poster presentation. dr. Utami Mulyaningrum, M.Sc dengan judul The influence of dengue serotype on disease severity. Sedangkan dr. Irena Agustiningtyas, M.Sc berjudul Seroprevalence of toxoplasmosis among premarital women in, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Kedua tema diangkat karena kasus baik demam bersarah dengue dan toxoplasmosis masih cukup tinggi di Indonesia, khususnya Yogyakarta.

“Kesempatan bertemu dan sharing penemuan dalam berbagai sudut pandang penyakit infeksi dengan peneliti dari seluruh dunia mampu menambah khasanah pengembangan penelitian terkait penyakit infeksi di institusi FK UII”, katan dokter Irena.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tTema yang disuguhkan dalam berbagai kelompok presentasi kecil dari molekuler diagnosis sampai sistem informasi kesehatan dikemas dengan baik agar para peserta dapat mengikuti sesuai interest masing-masing.

“Prevalensi Neglected Disease begitu banyak disajikan dari negara2 berkembang. dr. Irena berharap ke depannya penelitian mengenai Neglected Disesase di Indonesia juga banyak dieksplore sehingga informasi data dapat dengan mudah didapatkan dan pada akhirnya Neglected Disease mampu diatasi dengan paripurna”, demikian harapnnya. Wibowo

Mohamad Rahman Suhendri Terima MERCK DIABETES AWARD 2017

 

Mohamad Rahman Suhendri penerima Merck Diabetes Award 2017 (Photo : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Merck Diabetes Award 2017 merupakan kompetisi karya tulis inovasi dalam menyelesaikan masalah diabetes di masing-masing negara. Acara ini diselenggarakan oleh merck foundation. Merck sendiri merupakan salah satu perusahan terbesar di bidang kedokteran yang memiliki 140 cabang di seluruh dunia dengan pusat di New Jersey.

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri, mahasiswa Prodi Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), saat memberikan penjelasannya ketika menerima pengharaggan Merck Diabetes Award 2017 pada hari Kamis, 01 Jumadil Awal 1439 H / 18 Januari 2018 di Kampus FK UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta

Menurut Rahman, bahwa pemberian award in adalah dari perusahaan yang memproduksi obat, vaksin, dan produk kesehatan untuk hewan dan acara ini ditujukan untuk membangun platform bagi ahli diabetes dan hipertensi di seluruh dunia. Tema tahun ini adalah “everyday is diabetes day”. Kompetisi ini diikuti lebih dari 500 peserta dari seluruh universitas di benua Asia dan Afrika. Pemenang kompetisi ini diumumkan menjelang akhir tahun 2017.

“Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah saya sangat bersyukur menjadi salah satu penerima penghargaan prestigious ini, semoga bisa menjadi motivasi bagi diri untuk bisa terus meningkatkan kompetensi dan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman untuk selalu berkarya dan berprestasi”, kata Rahman

Lebih lanjut , adapun hadiah yang didapatkan bagi para penerima penghargaan adalah kesempatan kuliah post graduate diploma manajemen diabetes di University of Southwales, United kingdom melalui sistem daring online. Wibowo

LAM PTKes Nyatakan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia Terakreditasi A

 

Caption : Foto Logo Pengurus perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTkes). (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia dan Program Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia di tahun 2017 kembali terakreditas dengan predikat A berdasarkan Surat keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga akreditasi mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes).

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat setelah menerima Surat Keputusan pada hari Sabtu siang, 10 Shafar 1439 H/04 November 2017 di hadapan para Dosen dan Karyawan saat dilangsungkan acara oudbound di Magelang.

Menurut Dekan FK UII, dokter Linda Rosita menyatakan bahwa perolehan akreditasi tersebut telah legal berdasarkan surat keputusan dari Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes Nomor : 0006/LAM-PTkes/akr.Bd/Sar/X/2017 tentang status, nilai dan peringkat akreditasi Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang menyandang predikat A.

“Semetara itu untuk Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia meraih akredisasi A berdasarkan surat keputusan dari Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes Nomor : 0007/LAM-PTkes/Akr.Bd/Pro/X/2017 tentang status, nilai dan peringkat akreditasi Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia yang menyandang predikat A”, jelas doker Linda.

 

Lebih lanjut dokter Linda menambah dengan terakreditasinya Program Sarjana dan Program Profesi merupakan hasil dari sebuah upaya untuk menjadikan lulusan FK UII memiliki kompeten dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Dari data yang di sampaikan oleh dokter Linda bahwa di Indonesia terdapat 84 Fakultas Kedokteran, dengan 16 Fakultas telah terakreditasi A, dan dari 16 fakultas terdiri dari 12 berasal dari Perguruan tinggi negeri (PTN) dan 4 dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satunya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Wibowo

 

Delegasi Kedokteran Berhasil Peroleh Spesial Award di SIIF 2017

 

Caption : Delegasi FK UII saat menerima Special Award di acara Seoul International Invention Fair 2017 (SIIF), di Samsung-Dong, Gangnam-Seoul, Korea Selatan. (Photo Wibowo /Istimewa).

Kaliurang (UII News) – Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017 merupakan acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Korean Invention Promotion Association (KIPA) yang dinaungi oleh organisasi penelitian International bernama World Invention Intectual Property Asociation (WIIPA) yang berpusat di Taiwan.

Hal tersebut disampaikan oleh Naufal Abdurrahman (2016) sepulang dari Seoul Korea Selatan dalam acara 15th Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017 pada hari Jumat – Ahad,11 – 14 Robiul Awal 1439 H / 30 November – 03 Desember 2017 bersama dengan teman-temanya diantaranya adalah Ulinnuha Khirza (20140, M.T. Machfudz (2014), Rahmadhani Sasongko (2014), Sifa Anisa Yaoma (2014), Rizky Rizami (2014), <.Woldan Jauhar (2014), M. Nur Imansyah (2015), Siska Marina (2015), Anisa Tristifany (2015).

Menurut Naufal dalam kontes tersbut, delegasi FK UII menyampaikan presentasinya tentang karya ilmiah yang berjudul PORTABOX (Portable and Adjustable Cooler Box ) To Bring Vaccines, Blood, or Research Sample dan berhasil mendapatkan special award dari seoul International Invention Fair 2017.

“ini adalah hasil penelitian dari inovasi yang besar dan bergensi yang kami peroleh dengan melalui alur seleksi yang cukup panjang di mulai dari pembuatan karya berupa produk dan pengiriman abstrak ke Invention Promotion Association (INNOPA) sebagai selector tingkat nasional hingga sampai pada tahap mempresentasikan produk dan hasil penelitiannya ke Dewan juri”, kata Naufal.

Lebih lanjut Naufal berharap agar output yang dapat dicapai dari mengikuti kompetisi ini adalah pengalaman partisipasi, perluasan jaringan international, wawasan riset dan inovasi teknologi terkini, serta mendapatkan mendali , piala dan uang tunai.

“Seoul Internation Invention Fair (SIIF) 2017 merupakan salah satu sarana untuk mahasiswa sebagai epresentasi dari Universitas Islam Indonesia di level dunia bahwa ini sebagai bukti mahasisa UII siap bersaing global dan juga dapat berpartisipasi dalam menciptakan perubahan dengan global change markers lainya”, kesan Naufal. Wibowo

Masyarakat Bangga Putra Putrianya Masuk Kedokteran UII

 

Caption : dokter Suko Setyanto selaku wakil orang tua mahasiswa baru FK UII saat membacakan naskah penyerahan mahasiswa baru FK UII TA 2017/2018 kepada Dekan FK UII yang disaksikan oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D. (Photo Wibowo)

 

Kaliurang (UII News) – Saya sampaikan bahwa kami merasa gembira dan bangga putra-putri kami dapat berhasil mewujudkan keinginannya untuk bisa kuliah di Universitas Terbaik ini – di Fakultas Kedokteran UII yang menjadi impiannya , karena kami menyadari bahwa persaingan untuk meraih kesempatan agar dapat masuk kedalam FK UII ini cukup berat dan harus melalui tahapan seleksi yang sangat selektif.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Suko Setyanto saat menyampaikan pidato sambutannya dalam acara pertemuan orang tua/wali mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unviersitas Islam Indonesia (FK UII) TA 2017/2018 pada hari Jumat, 12 Robiul Awal 1439 H/01 Desember 2017 bertempat di auditorium KHA Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang dihadiri oleh seluruh orang tua/wali mahasiswa mahasiswa baru FK UII.

Menurut dokter Suko Setyanto selaku orang tua merasa bangga karena juga gembira bahwa hari ini kita bisa bertemu , bersilahturahmi antara pihak Universitas , Fakultas dan Orang tua mahasiswa tahun akademik 2017.

“Pada kesempatan ini kami berharap dapat tercipta komunikasi yang efektif antara pihak Fakultas Kedokteran UII dengan orang tua mahasiswa sehingga segala bentuk perkembangan, permasalahan dan mungkin hambatan yang muncul, yang berkaitan dengan pendidikan putra-putri kami dapat diketahui secara dini”, kesan dokter Suko selaku wakil para orang tua.

Menjawab permohonan dari orang tua mahasiswa baru maka Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menyatakan bahwa proses belajar-mengajar di Program Studi Pendidikan Dokter memang tidak mudah, banyak tantangan dan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk menjalani proses pendidikan ini. Kerja keras, ketekunan, dan doa yang mengiringi In Syaa Allah akan dapat mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kami menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para orangtua wali yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk membimbing putra-putri bapak dan ibu sekalian dalam meniti cita-cita menjadi seorang dokter dan perlu dipahami segala usaha yang dilakukan hendaklah diniatkan karena mencari ridho Allah dalam setiap prosesnya agar dapat menjadi ‘a good muslim doctor’. “ pesan dokter Linda Rosita dalam sambutannya.

Sementara itu Rektor UII, Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D mengapresiasi terhadap para orang tua yang memutuskan Universitas Islam Indonesia sebagai tempat mendidik putra putrinya sebagai dokter yang berilmu amalaiah dan beamal ilmiah, hal ini dibenarkan karena memang UII memiliki segudang prestasi.

“Seluruh prestasi yang mampu diraih UII ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua atau wali mahasiswa yang ada di UII khususnya di Fakultas Kedokteran. Untuk itu, kami sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya karena bapak dan ibu sekalian sudah mempercayai UII untuk mendidik putra-putrinya”, tutur Rektor UII, Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D. Wibowo.

 

Kedokteran Selenggarakan Pelantikan Sebanyak 36 Dokter Baru

 

Caption 1 : Seusai Sumpah para dokter berfoto bersama dengan para dosen (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Kedokteran UII kembali melantik dan mengambil sumpah yang ke-40 sebanyak 36 dokter baru, yang terdiri dari 21 dokter laki-laki dan 15 dokter perempuan. Artinya dokter yang dilantik pada hari ini sudah kompeten untuk bekerja di Layanan Kesehatan

 

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Hj. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya dalam acara pelantikan dan sumpah dokter periode ke-40 yang di selenggarakan di auditorium KHA. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang dihadiri oleh Wakil Rektor I UII, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Dinkes DIY, Rumah Sakit Pendidikan FK UII, para orang tua dan segenap dosen di lingkungan FK UII.

 

Menurut dokter Linda, sampai saat ini PSPD FK UII telah meluluskan sebanyak 1.423 dokter, yang telah berkiprah sebagai PNS, dosen, dokter praktek pribadi, pemilik RS dan klinik serta banyak pula yang masih menempuh studi lanjut baik ke jenjang magister ataupun spesialis.

“Arti sumpah dokter merupakan sesuatu ikatan perjanjian yang sakral karena menyertakan Allah SWT sebagai bentuk keyakinan kita apa yang kita lakukan diawasi Allah SWT. Untuk itu dokter lulusan UII selalu mengingat butir sumpah dokter”, pesan dokter Linda.

Sementara itu, sebagai organisasi profesi, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dr.dr. Probosuseno, Sp.PD, K-Ger mengingatkan kepada para dokter baru FK UII, haru berupaya menjadi dokter yang baik.

“IDI mengajak kepada adik-adik untuk bersemangat bekerja di tempat intership, dan bisa mengambil didaerah yang terpencil, karena di tempat terpencil itu gaji bisa gede, sehingga bisa untuk modal sekolah sepesialis lagi”, pesannya.

Lebih lanjut dokter Probo mengingatkan kepada lulusan UII agar selalu menjaga alamamater yang islami dengan menjadi doter yang baik. Dokter yang baik yaitu dokter yang baik akhlaknya, baik itikatnya, dan baik kelakuannya..

Sementara itu Wakil Rektor I, Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI menyampaikan sambutannya senanda dengan IDI, bahwa sepakat menjadi dokter itu harus tekun dan sekolah terus menerus. Ungkapan tersebut berdasarkan pengalamannya memiliki istri seorang dokter.

“harus tidak bosan untuk belajar bagi seorang dokter, pengalaman saya memiliki istri dokter, semenjak koas, kemudian istri saya harus sekolah lagi dari dokter umum, bertugas di Puskesmas, kemudian sekolah menjadi spesialis, kemudian harus sekolah lagi menjadi konsultan, nah ini merupakah sebuah perjuangan belajar sepanjang hayat bagi seorang dokter, sehingga hal tersebut harus tertanam sejak saat ini”, pesan Warek I UII.

Dalam acara tersebut juga diberikan penghargaan bagi para dokter baru FK UII yang memiliki prestasi nilai terbaik hasil Uji Kompetensi yang diberikan oleh FK UII kepada dokter Bondan Satrio Utomo yang memiliki nilau UKMPPD dengan nilai 86.5 , sementara itu dari Forum Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa (FOSMA FK UII) memberikan penghargaan bagi pemimilk IPK tertinggi selama studinya dengan IPK Dokter 3,62 yaitu dokter Faiz Alam Rasyid. Wibowo

Caption 2 : Prosesi penandatangan naskah sumpah dokter di hadapan Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dan didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI

Dokter Lulusan UII Wajib Mengingat Butir Sumpah Dokter

Caption : 32 dokter baru FK UII, yang mengikuti sumpah dokter periode 39 pada Kamis, 19 Oktober 2017. (Photo : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Arti sumpah dokter merupakan sesuatu ikatan perjanjian yang sakral karena menyertakan Allah SWT sebagai bentuk keyakinan kita, dengan apa yang kita lakukan diawasi Allah SWT. Untuk itu dokter lulusan UII selalu mengingat butir sumpah dokter.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedoktean Universitas Islam Indoensia (FK UII) saat memberikan sambutan dalam acara sumpah dokter untuk periode ke-39 pada hari ini Kamis, 29 Muharom 1439 H/ 19 Oktober 2017 bertempat di Auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Universitas Islam Indonesia, Kamus terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta, yang diikuti sebanyak 32 dokter baru, yang terdiri dari 13 dokter laki-laki dan 19 dokter perempuan.

Menurut dokter Linda, dengan telah disumpahnya para alumni FK UII menjadi dokter berarti bahwa dokter yang dilantik pada hari ini sudah kompeten untuk bekerja di Layanan Kesehatan. Dan Alhamdulillah sampai saat ini PSPD FK UII telah meluluskan sebanyak 1.387 dokter, yang telah berkiprah sebagai PNS, dosen, dokter praktek pribadi, pemilik RS dan klinik serta banyak pula yang masih menempuh studi lanjut baik ke jenjang magister ataupun spesialis.

“Arti sumpah dokter merupakan sesuatu ikatan perjanjian yang sakral karena menyertakan Allah SWT sebagai bentuk keyakinan kita apa yang kita lakukan diawasi Allah SWT. Untuk itu dokter lulusan UII harus selalu mengingat butir sumpah dokter”, pesan dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK.

Senada dengan Dekan FK UII, Ketua IDI DIY, dr Joko Murdiyanto SpAn MPH menyampaiakn salah satu poin sumpah dokter, yaitu pandai-pandailah memanusiakan manusia, utamakan keselamatan pasien, hargai hak-hak pasien.

“Setiap melakukan kegiatan profesi khususnya, bertindaklah berdasar dan berpedoman pada Kode Etik Kedokteran Indonesia”, pesan dokter Joko.

Sementara itu Rektor UII Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum.,Ph.D menyampaikan bahwa pengambilan sumpah kali ini juga melengkapi jumlah dokter yang menjadi alumni Fakultas Kedokteran UII menjadi 1.387 orang.

“Dengan pelantikan dan pengambilan sumpah ini, maka keluarga besar UII kembali meningkatkan peran dan kontribusinya meningkatkan kesehatan bangsa dan negara, khususnya lewat peran alumninya di tengah masyarakat.”, ungkap Pak Nandang. Wibowo

Delegasi UII Sabet 3 Medali Emas dan 4 Best Award di Taiwan

 

Caption : Delegasi Universitas Islam Indonesia saat berfoto di depan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. (Photo Wibowo / Istimewa).

Kaliurang (UII News) – Tiga tim Universitas Islam Indonesia dari tujuh belas proyek inovasi yang berasal dari berbagai institusi di Indonesia berhasil meraih penghargaan di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) yang diselenggarakan oleh World Invention and Intellectual Property Association (WIIPA) dan Taiwan Inventions Product Promotion Association (TIPPA) di Taiwan.

Hal tersebut disampaikan oleh Yanasta Yudo Pratama mahasiswa angkatan 2014 FK UII atau yang kerap disapa oleh Yudo, sepulang mengikuti acara International Convention Centre Kaohsiung (ICCK), Taiwan sejak tanggal 19 -21 Robiul awal 1439 H / 8-10 Desember 2017.

Yudo menjelaskan bahwa dari 8 medali emas yang diraih oleh Bangsa Indonesia, tiga diantara nya diraih oleh delegasi dari Universitas Islam Indonesia. Delegasi UII ini bersaing lebih dari 500 karya inovasi yang berasal dari 20 negara seperti, China, Kroasia, Mesir, Hong Kong, Iran, Korea, Macao, Thailand, Turkey, Vietnam dan lain lain.

Menurut Yudo yang juga sebagai koordinator delegasi Universitas Islam Indonesia, mengatakan bahwa tim Universitas Islam Indonesia mengirimkan 3 tim lomba di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) tahun 2017. Adapun judul inovasi dari ketiga tim Universitas Islam Indonesia, yaitu : UNISI Doll as a Toll Overcoming Adherence in Tuberculosis Treatment dengan nama Inovator: Yanasta Yudo Pratama, Reinike Larasati Fajrin, Nurmala Widya Absari, Taufiq Singgih Baskoro, Putri Wahyu Ningsih, Hasyim Abdulloh, Riadho Clara Shinta dan dengan didampingi oleh dosen pembimbing yakni dr. Sufi Desrini, M.Sc

“Sementara itu untuk judul Jogja Siaga, Application for Relief in Emergency dengan nama inovator: Yanasta Yudo Pratama, Nadhifah Khairunnisa Alfath, Ikhwan Alfath Nurul Fathony, Nastiti Widya Ikhsani”, kata Yudo

Lebih lanjut Yudo menerangkan bahwa karya ilmiah lain denga judul MIRACLE (Mosquito Repellent Mat Electric) From Breadfruit Flower (Artocarpus altilis) and Frangipani Flower (Plumeria alba) Essential Oil as An Innovation of Eco-Friendly Aromatic Insecticides. Dengan nama Inovator : Al Wafie Akbar Basaqi, Endah Desiyani, Lilis Suryani.

Selain pencapaian diatas, dari 20 negara yang bergabung, tim Universitas Islam Indonesia dengan judul Jogja Siaga mendapatkan gelar Best Award Asian Invention dan Best Award dari Malaysia. Tim Unisi Doll juga meraih Best Award dari Saudi Arabia serta tim Miracle UII meraih Best Award dari Canada.

“Tidak ada kata lain untuk bersyukur kepada Allah S.W.T dan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dan tidak dapat kami sebutkan satu persatu namanya, sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internaasional”, kesan Yudo.

“Tentu saja, ini sangat mengharumkan nama Universitas Islam Indonesia dan negara Indonesia sehingga nantinya dapat menjadi motivasi teman-teman untuk dapat berprestasi di tingkat Internasional dan bersama-sama mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional”, demikian ungkap Yanasta Yudo Pratama mahasiswa angkatan 2014 FK UII. (Wibowo)

Muhasabah Th 2017 – Pengajian Periode Desember 2017 FK UII – Dr. Aunur Rohim Faqih, SH., M.Hum

Image result for Dr. Aunur Rohim Faqih

Kaliurang (FK UII) – Diantara makhluk – makhluk Allah SWT, manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang terbaik. Hal ini sesuai dengan ayat Al Quran yaitu “…ahsanitaqwiin”. Jadi pada hakekatnya kodrat manusia itu baik. Apabila manusia berbuat tidak baik dalam hidupnya, maka ia sudah tidak megikuti kodratnya sebagai manusia akan tetapi mengikuti kodrat dari makhluk Allah yang lain seperti Syaitan. Demikian pengantar Dr. Aunur Rohim Faqih, SH., M.Hum dalam pengajian Dosen Karyawan FK UII pada Hari Kamis, 28 Desember 2017 di Auditorium Lt. 1 FK UII.

Lebih lanjut Ustadz Aunur mengajak para jamaah pengajian untuk menjaga agar kita sebagai manusia harus bertindak sebagai kodratnya manusia. “ Jangan pernah mengikuti perbuatan makhluk Allah yang lain seperti syaitan atau binatang, karena kodrat kita bukan mereka. Kita adalah makhluk Ciptaan Allah yang paling mulia. Kalau kita berbuat mengikuti syaitan pasti kita akan salah karena syaitan bukan kita dan kita bukan syaitan,” demikian ajaknya.

Menurut beliau, kalau ada manusia yang berbuat tidak baik maka dapat dikatakan ia tidak sedang menjalankan dirinya sebagai manusia, dan itu sering terjadi dalam kehidupan manusia di dunia ini. Hal ini disebabkan karena di dunia ini penuh dengan tipu daya dan godaan syaitan yang akan menjerumuskan manusia. Untuk itu kita butuh perjuangan dalam menghadapi godaan hidup di dunia ini.

Untuk mengalahkan godaan syaitan di dunia ini, ustad sekaligus Dekan FH UII itu menyampaikan bahwa salah satu caranya adalah harus sering bermuhasabah. Menurut beliau, muhasabah tidak hanya setahun sekali akan tetapi setiap hari harus kita lakukan. “ Muhasabah bisa kita lakukan setiap hari yaitu pada saat kita sholat, “ begitu terangnya. Dengan muhasabah kita akan sering melakukan evaluasi tingkah laku kita apakah sudah benar sesuai yang diinginkan oleh sang Pencipta kita yaitu Allah SWT atau belum. Jadi dengan muhasabah kita bisa selalu memperbaiki diri.

Di akhir pengajian, Ustad Aunur mengajak seluruh jamaah untuk mengevaluasi dan memperbaiki sholat masing – masing. “ Marilah yang pertama kita perbaiki sholat lkita dulu. Apakah sholat kta sudah khusyuk, apakah ketika sholat masih ada sesuatu yang “Akbar” selain Allah?, kalau sholat kita sudah baik secara kualitas maupun kuantitasnya, maka yang baik lainnya akan mengikuti kita,” demikian jelasnya. (AK)