Pelatihan Kegawatdaruratan “Basic Life Support”

pelatiha karyawan

Yogyakarta, FK UII – Pada dasarnya pelatihan kegawatdaruratan merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan untuk dikembangkan meningkatkan upaya penanggulangan penderita gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. Keadaan gawat darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja dan dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan petugas kesehatan untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

Kegiatan ini diadakan pada 26-27 Dzulhijah 1438 H / 18-19 September 2017 di Auditorium Fakultas Kedokteran UII lantai 1, Ruang Sidang Departemen Klinik serta ruang OSCE lama lantai 4. Acara ini mengusung tema “Basic Life Support”. Sesuai dengan tema yang diusung, kegiatan ini menyampaikan berbagai materi yang menyongsong kemampuan para peserta yang merupakan karyawan edukatif Fakultas Kedokteran UII sebagai tenaga non medis yang berkecimpung di dunia pendidikan kedokteran supaya lebih tanggap ketika terjadi peristiwa kegawatdaruratan di lingkungannya. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi para peserta, terlebih lagi letak kampus pusat UII yang berada di lereng Gunung Merapi sangatlah rawan akan datangnya bercana alam terutama gunung meletus.

Bersama dokter dari Fakultas Kedokteran UGM dan dosen Fakultas Kedokteran UII, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang sangat bermanfaat diantaranya Basic Life Support serta Henti Jantung dan Resusitasi Jantung. Resusitasi Jantung atau yang lebih dikenal dengan RJP (Resusitasi Jantung Paru) sebenarnya adalah pertolongan pertama yang sangat penting dilakukan ketika seseorang tidak lagi bernafas namun jantungnya masih berdetak walaupun tidak konstan, kadaan seperti ini disebut dengan mati klinis. Penanganan RJP yang cepat dan tepat bisa saja membantu seseorang/pasien tersebut kembali bernafas sebelum terjadinya mati biologis. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini juga berlangsung praktik kemampuan medis dasar dan post test untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan. Selain itu juga dilakukan simulasi evakuasi dan transportasi. Karena tidak selamanya petugas medis ditempatkan di rumah sakit di daerah perkotaan dengan fasilitas dan transportasi yang lengkap. Sehingga mereka diajarkan cara membuat tandu darurat dengan memanfaatkan alat yang ada di lingkungan sekitar.

Tujuan kegiatan ini secara umum yaitu memperdalam kemampuan medis dasar para mahasiswa Fakultas Kedokteran UII supaya lebih terampil dalam penanganan kegawatdaruratan cepat serta tanggap jika sewaktu-waktu diperlukan tenaganya untuk membantu menangani korban kegawatdaruratan di lingungan sekitar.

Farah/Yani/Tri

Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

WhatsApp Image 2017-10-10 at 15.24.02
Yogyakarta, FK UII – Di dalam dunia kerja, kesehatan dan keselamatan para pegawai merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, kali ini Fakultas Kedokteran UII mengadakan workshop kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium.

Acara ini sukses terselenggara pada Sabtu, 25 Dzulhijah 1438 H / 16 September 2017 di Laboratorium Histologi. Dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam ini, Fakultas Kedokteran UII mengajak salah seorang ahli dari Lab. Eijkman yaitu Indah Delima. Eijkman merupakan lembaga penelitian pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Dalam kegiatan yang berjalan selama kurang lebih 6 jam ini, para peserta mendapatkan 3 macam materi yang menjadi pembahasan pokok. Pertama, Indah Delima menyampaikan Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya di Laboratorium. Apabila tidak berhati-hati, ada banyak sekali bahaya yang dapat mengintai di dalam laboratorium, seperti iritasi kulit dan saluran pernafasan, keracunan, sengatan listrik, ledakan akibat reaksi bahan-bahan kimia, sampai kebakaran.

Guna menambah pemahaman para peserta, beliau juga menambahkan materi mengenai Laboratory Ergonomic and Personal Protective Equipment. Ketika berada di laboratorium, hal pertama yang harus diperhatikan yaitu alat perlindungan diri (APD). APD merupakan solusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam kontaminasi dan bahaya akibat bahan kimia. Pemilihan APD yang tepat, dapat sangat membantu dalam bekerja di dalam laboratorium.

Beliau menyampaikan beberapa APD minimal yang harus digunakan ketika praktikum di dalam laboratorium, seperti menggunakan jas laboratorium. Jas laboratorium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Sebelum digunakan, pastikan terlebih dahulu jas laboratorium belum terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia. Serta demi keamanan dan kenyamanan selama praktikum berlangsung, kancing harus dalam kondisi terpasang dan selalu memakai jas laboratorium yang pas dengan ukuran tubuh. Selain itu, sangatlah penting menggunakan masker dan pelindung mata untuk melindungi mata, wajah dan pernafasan dari bahan kimia secara langsung. Karena di dalam laboratorium, para laboran pasti akan menjumpai perubahan bahan kimia menjadi gas hingga kabut yang dapat merusak fungsi mata dan pernafasan. Seperti sebuah ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati”, penggunaan sarung tangan lateks/karet juga merupakan salah satu APD yang harus digunakan. Pemilihan sarung tangan ini berguna untuk mencegah tangan terkena zat kimia secara langsung. Di dalam laboratorium tidak diperkenankan untuk praktikum menggunakan sarung tangan kain karena, sarung tangan kain masih dapat menyerap zat kimia yang menyebabkan tangan gatal atau melepuh.

Sebagai penutup, beliau juga menyampaikan materi mengenai Laboratory Safety Plan dan Prosedur Penanganan Kecelakaan Kerja di Laboratorium. K3 bertujuan untuk menghindari, mengurangi, bahkan juga menihilkan resiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi kapan saja ketika berada di dalam laboratorium.
Farah/Tri

Kedokteran Kirimkan Mahassiwa Ikuti Blok Elektif di CUCMC Malaysia

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\IMG-20170814-WA0074.jpg

Caption : Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat menghantarkan 5 mahasiswa FK UII untuk mengikuti perkuliahan blok Elektif di Cyberjaya University of College Medical Sciences, Malaysia.

Kaliurang (UII News) – Guna memperluas networking dan koneksi dengan budaya akademik masyarakat global maka kegiatan perkuliahan semester ganjil Tahun Ajaran 2017/2018, Kedokteran UII kembali mengirimkan 5 mahasiswanya untuk mengikuti pertukaran mahasiswa (student exchange) untuk mengikuti proses pembelajaran dalam blok elektif Evidence Based Medicine (EBM) selama 1 bulan di CUCMS.

Adapun kelima mahasiswa kedokteran tersebut adalah Inge Nolia Purwita Siwi (013711127), Fajar tri Mudianto (14711029), Ammalia RAchmi (14711065), Rachmat Aryadi Bimanjaya (14711159), Widaya Kharisma Cahya Putra (14711171).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc pada hari Senin, 13 Dzulhijjah 1438 H / 04 Sepetmeber 2017 sepulang mengantarkan kelima mahasiswa Kedokteran UII untuk mengikuti pertukaran mahassiswa antara FK UII dengan Cyberjaya University of College Medical Sciences (CUCMS),Malaysia.

“Cyberjaya University of College Medical Sciences (CUCMS),Malaysia sendiri sebagai univesitas swasta yang bervisi keislaman memiliki tujuan mendidik tenaga kesehatan dokter farmasi dan ahli homeopathic yang sesuai dengan nilai islam.”, ungkap dokter Udin.

Selema di CUCMS Malaysia, maahasiswa Kedokteran UII akan mengikuti proses pembelajaran mula dari tutorial, kuliah dan praktikum dalam bahasa inggris serta mengikuti ujian blok di CUCMS. Pada akhirnya mereka akan mendapatkan nilai dengan transfer kredit.

Diakhir pertemuan dokter Udin mengharapkan dari CUCMS Malaysia segera mengirimkan mahasiswanya ke FK UII untuk belajar dalam beberapa bulan sehingga ada sharing pengalaman yang saling menguntungkan., demikian tambahnya. Wibowo/Tri

Bakti Sosial di Dusun Pandak

baksos

Yogyakarta, FK UII – Hari raya Idul Adha, merupakan salah satu momen yang sangat di tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bertepatan dengan lebaran haji 9 Dzulhijah 1438 H tahun ini, Fakultas Kedokteran UII mengadakan bakti sosial di Dusun Pandak, Wijrejo, Pandak, Bantul. Dalam kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UII bermaksud untuk berbagi terhadap sesama di hari yang penuh suka cita ini. Acara ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Dusun Pandak. Karena, selain merangkul segenap masyarakat, kegiatan ini juga bekerja sama dengan puskesmas Pandak guna membantu dalam pelaksanaan acara ini nantinya.

Kegiatan Bakti sosial ini berlangsung selama 6 hari dari tanggal 27-02 September 2017. Diawali dengan lomba kebersihan antar RT di Dusun Pandak selama 4 hari.Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Karena kebersihan lingkungan merupakan sebagian dari iman, selain itu lingkungan yang bersih juga dapat menghindarkan warga dari berbagai penyakit yang dapat menjangkit kapan saja.

Ketika proses penilaian, juri hampir bingung untuk menentukan pemenang karena selisih skore yang tipis. Namun, hanya ada 1 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp.700.000, 00 yaitu RT 01. Selang satu hari sebelum acara puncak, pada hari raya Idul Adha FK UII membantu pemotongan hewan qurban dengan mendonasikan 1 ekor kambing dari PT. Fajar Mas serta 1 ekor sapi dari Bank Syariah Mandiri.

Pada hari terakhir, puncak acara berlangsung meriah dengan penampilan hadroh dari Dusun Pandak. Selain itu dr. Edi Fitrianto, M. Gizi., juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, terutama untuk para lansia. Beliau juga menyampaikan beberapa tips agar tetap sehat di usia senja, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi setiap harinya. Karena, makanan yang masuk kedalam tubuh sangatlah berpengaruh bagi kesehatan. Makan makanan yang bergizi dan mudah dicerna, merupakan kunci utama tubuh tetap sehat.

Bersama para dokter Fakultas Kedokteran UII, yaitu dr. Titik Kuntari, M.P.H., dr. Novyan Lusiyana, M.Sc, dr. Edi Fitrianto, M. Gizi., dan dr. Alifa diadakan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan yaitu pengukuran tensi dan gula darah, serta asam urat. Selain memeriksaan kesehatan, warga juga dapat menukarkan kupon yang telah dibagikan ke bazar sembako murah.

Farah/Tri

Fakultas Kedokteran UII Menjalin Kerjasama dengan University of South Asia

Screenshot_13

Yogyakarta, FK UII – Pada penghujung bulan Agustus(30/08) Fakultas Kedokteran UII mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan University of South Asia. University of South Asia merupakan salah satu universitas swasta ternama di Bangladesh. Kerjasama ini terjalin karena keprihatinan akan tingginya tingkat penyandang difabilitas pada anak-anak di Bangladesh melalui seminar yang berlangsung di Auditorium lantai 1 Fakultas Kedokteran UII. Dalam kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UII kedatangan dosen tamu dari University of South Asia yaitu Prof. Mohammad Muhit.

Kegiatan ini mengusung tema “Epidemologi of Childhood Disability in a LMIC Country: for research to practice”. Dalam seminar ini Prof. Mohammad Muhit menyampaikan berbagai latar belakang yang menyebabkan maraknya penyandang difabilitas pada anak-anak di Bangladesh. Beliau juga menyampaikan bahwa penyandang disabilitas kebanyakan baru berusia 6-10 tahun. Berdasarkan badan kesehatan dunia (WHO), 13% diantaranya mengalami lebih dari satu disabilitas. Persentase tersebut belum termasuk penderita gangguan ringan dan sedang. Beliau juga membahas mengenai berbagai metode dan solusi penanganan yang telah dilaksanakan guna menanggulangi disabilitas di Bangladesh, terutama pada beberapa daerah di Rajshahi seperti Sirajganj, Natore dan Bogra. Salah satu penanggulangan yang telah berjalan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai difabilitas pada anak-anak. Selain itu juga di buka forum diskusi bersama dr. Pariawan Lutfi Ghazali, M.Kes., sebagai moderator.

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UII dapat menjalin kerjasama dengan salah satu universitas ternama di Bangladesh. Karena tidak semua fakultas memiliki kesempatan yang sama. Terlebih banyak sekali manfaat yang dapat diambil dengan terselenggaranya acara ini. Sehingga, untuk memererat tali silaturahmi dan memerluas wawasan antar universitas, maka tahun depan acara ini akan kembali diselenggarakan.

Farah/Tri

Program Asuh Menuju Prodi Unggul

uisu

Yogyakarta, FK UII – Dalam rangka meningkatkan mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirpenjamu) menyelenggarakan Program Asuh Menuju Prodi Unggul tahun 2017. Dalam acara ini, Universitas Islam Indonesia (UII) menjalin mitra dengan 3 PTS yaitu, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45), Universitas Islam Makassar (UIM), dan Universitas Islam Sumatra Utara (UISU). Secara umum, program ini terdiri dari 3 aktifitas yaitu, lokakarya, study banding dan magang.

Sebagai salah satu Universitas yang bertengger di jajaran 10 besar PTS terbaik di Indonesia, UII mendapatkan amanah dari Dirpenjamu untuk menyelenggarakan Program Asuh Menuju Prodi Unggul tahun 2017. Dalam program ini, terdapat 5 fakultas yang terlibat, salah satunya adalah Fakultas Kedokteran UII. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 28-29 Dzulka’idah 1438 H / 21-22 Agustus 2017 di lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali lesson learned dari pengalaman prodi UII dalam upaya peningkatan dan pemeliharaan status akreditasi. Serta meningkatkan wawasan bagi prodi asuh dalam hal penyusunan strategi pengembangan, kurikulum dan penjaminan mutu program studi.

uisu 2“Dengan lingkungan pembelajaran yang penuh semangat dan potensi dalam inovasi, kami berkomitmen dalam mendidik mahasiswa kami menjadi pemimpin global yang inovatif,” ujar Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D., selaku Rektor UII.

Dalam acara ini juga disampaikan berbagai strategi pengembangandan penjaminan mutu program studi yang dapat diterapkan oleh PTS yang melakukan studi banding ke UII. Supaya kedepannya, universitas-universitas tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik lagi

Farah

Kedokteran UII Hadiri Acara Ilimiah Kedokteran Islam Se Dunia di Turki

C:\Users\User\Downloads\IMG-20170718-WA0055 (2).jpg

Caption : Para delegasi Kedokteran Islam se Dunia, dan salah satunya adalah dari UII Yogyakarta berfoto besama dengan Presiden Turki Erdogan dalam acara FIMA council meeting dan annual scientific meeting ke-35 di Istanbul Turki pada tanggal 17-21 Juli 2017 (Photo : Istimewa).

Kaliurang – Guna merespon isu global, serta aktif berkontribusi dalam penerapan kurikulum kedokteran islam di tiap negara dan rumah sakit berbasis syariah di dunia, sebagai wujudnya maka Kedokteran UII bergabung dalam FIMA.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc sepulang menghadiri acara FIMA council meeting dan annual scientific meeting ke-34 di Istanbul Turki pada tanggal 17-21 Juli 2017, mendampingi Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK.

Menurut dokter Udin, sangat beruntung sekali bagi FK UII menjadi salah satu institusi yang tergabung dalam Federation of Islamic Medical Association (FIMA) atau Federasi Kedokteran Islam sedunia yang beranggotakan 41 negara.

“Selain itu, FK UII juga aktif dalam menghadiri acara ilmiah tahunan dan sidang organisasi FIMA di berbagai negara tiap tahun untuk merespon isu global kedokteran isla, sebagai bukti keaktifan tersebut maka beberapa waktu yang lalu, menghadiri acara FIMA council meeting dan annual scientific meeting ke-34 di Istanbul Turki”, kata dokter Udin,

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-08-26 at 21.28.27.jpeg

Lebih lanjut dokter menyampaikan bahwa acara tersebut bersamaan dengan kongres Kesehatan Afrika di lokasi yang sama dan paaralel dengan FIMA annual scientific meeting. Delegasi FK UII terdiri dari Dekan dan Wakil Dekan sempat menjadi pembicara dalam acara tersebut dengan paper yang berjudul perpektif bioetik islam terhadap masalah kesehatan di Afrika.

“Para pakar kedokteran islam tersebut bertemu dalam rangka untuk membahas mengenai progress penerapan kurikulum kedokteran islam di tiap negara dan rumah sakit berbasis syariah.Tidak ketinggalan pula 2 orang mahasiwa FK UII juga ikut dalam acara FIMA student camp di Istambul Turki sebagai rangkaian congress FIMA ke-34”, demikian penjelasan dokter Udin.

Di akhir acara tersebut semua delagasi FIMA diundang makan malam di Istana Dolmabache oleh Presiden Turki Erdogan termasuk delegasi FK UII. Dalam sambutannya Presiden Erdogan menekan penting umat islam bersatu untuk membantu Afrika dari ketertinggalan dan keterpurukan dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Turki telah menyedeiakn jutaan dollar untuk membangun Afrika dengan menyediakan ratusan beasiswa, bantuan kemanusiaan dan pembanguan proyek infrastruktur di bidang kesehatan seperti rumah sakit dan sekolah sekolah. Wibowo/Tri

Apa Salahnya Mulai Berwirausaha?

socialpreneurship

Yogyakarta, FK UII – Di era globalisasi ini, mencari tambahan penghasilan bisa dilakukan di berbagai bidang dan berbagai hal, bahkan kebiasaan dan hobi sehari-hari pun bisa juga mendatangkan uang. Salah satu cara yang sudah tidak asing lagi di telinga kita yaitu dengan berwirausaha. Banyak orang yang mengaku enggan untuk mendirikan sebuah usaha, ada berbagai macam alasan yang tercurah, seperti memerlukan banyak modal, tidak tahu caranya, hingga takut apabila suatu saat nanti harus menanggung kerugian yang melebihi modal awal. Padahal tidak semua usaha memerlukan modal besar dan sulit untuk dilakukan.

Oleh karena itu, guna meningkatkan potensi pengusaha dadi bidang pelayanan kesehatan, Fakultas Kedokteran UII mengadakan “Seminar & Workshop Socioentrepreneurship untuk Profesi Kesehatan”. Acara yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito lantai 3 Timur ini, dibagi menjadi dua bagian yaitu Seminar “Socioentrepreneurship untuk Profesi Kesehatan” dan Workshop “Penyusunan Studi Kelayakan Klinik dan Penyusunan Business Rencana Bisnis Klinik” yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, 26-27 Dzulka’idah 1438 H / 19-20 Agustus 2017 pukul 07.00-15.00 WIB.

Seminar diawali dengan Panel 1 bersama dr. Bambang Edy, M.Kes, Sp.A., sebagai moderator. Tentu bukan hanya itu saja, seminar ini juga membahas berbagai pembahasan yang menarik bersama para expert yang tidak perlu lagi diragukan wawasan serta pengalamannya. Dilanjutkan dengan “Pemberdayaan Masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan di Era JKN: Testimoni” yang disampaikan oleh Dr. dr. Sagiran, Sp.B-KL, M.Kes., mengenai. Lalu dr. Linda Rosita, M.kes, Sp.PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran UII, menyampaikan “Penyiapan SDM Kesehatan dalam Era JKN”. Sesuai dengan materi yang disampaikan oleh dr. Linda, SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan salah satu aspek penting dalam membangun suatu wirausaha, terutama di bidang kesehatan. Kemudian disambung oleh dr. Gamal Albinsaid dengan “Sosioentrepreneurship Bidang Pelayanan Kesehatan”. Setelah seluruh materi tersampaikan, seminar ditutup dengan forum dikusi. Dalam forum diskusi tersebut, tujuannya supaya seluruh materi yang telah tersampaikan dapat diterima dengan baik.

Bersama kurang lebih 60 orang yang mengikuti seminar ini, Workshop yang dilaksanakan pada hari ke-2 dapat berjalan seperti yang telah diharapkan. Bersama dr. Burhanuddin Hamid, MARS., terdapat 3 materi yang beliau sampaikan. Yaitu “Peluang dan Tantangan Bisnis Klinik di Era JKN”, “Workshop Menyusun Studi Kelayakan Pendirian Klinik” serta “Workshop menyusun Rencana Bisnis Klinik”

Together with approximately 60 people who attending this seminar,a Workshop was held on the 2nd day it can take place as had been expected. Together with Dr. Burhanuddin Hamid, of MARS, there are 3 material that he would convey. “Opportunities and challenges in the Era of JKN Clinic Business”, “Workshop on Compiling feasibility study the establishment of Clinics” and “Workshop” Clinic Business Plan

Farah

CHRONIC (Current Update of Hypertension & Diabetic)

berita chronic

Yogyakarta, FK UII – Guna memenuhi syarat kelulusan mahasiswa profesi tingkat akhir, kali ini Fakultas Kedokteran UII mengadakan simposium nasional mengenai perkembangan terkini penyakit hipertensi dan diabetes.

Salah satu alasan terselenggaranya acara ini, yaitu rasa kepedulian para mahasiswa Fakultas Kedokteran UII dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengidap hipertensi dan diabetes. Ternyata kedua penyakit ini bukan hanya dapat disebabkan oleh faktor usia dan faktor keturunan. Melainkan bisa juga disebabkan oleh pola makan dan pola hidup yang kurang baik.

Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad 20 Dzulka’idah 1438 H / 13 Agustus 2017 bertempat di Ballrom Hotel Alana Yogyakarta ini, mengangkat tema “Improving quality of life for people with crhonic diseases, thus creating a better future”.

Bersama para expert yang menjadi pembicara dalam acara ini. Selain bertujuan memberikan ilmu dan motivasi hidup untuk para pengidap penyakit kronis. Diharapkan melalui para dokter umum yang mengikuti simposium kali ini, mereka yang telah mengidap penyakit akut menjadi lebih produktif lagi dan tidak menyesali apa yang telah terjadi pada dirinya. Karena setiap tahunnya penderita hipertensi dan diabetes terus meningkat. Bahkan berdasarkan badan kesehatan dunia (WHO), tahun lalu Indonesia menempati urutan ke-7 penderita diabetes mellitus dengan jumlah penderita kurang lebih 10 juta orang. Bahkan penderita diabetes di Indonesia bukan hanya di Indonesia bukan hanya dari golongan orang lanjut usia saja, namun anak kecil hingga orang dewasa juga tidak kalah banyak.

Farah/Tri

Deteksi Dini Penyebaran Sel Kanker dengan Flow Cytometry

bd indonesia fk uii

Yogyakarta, FK UII – Flow cytometry adalah suatu teknik yang digunakan untuk menganalisis jenis-jenis sel yang terdapat pada suatu populasi sel. Penggunaan flowcytometri telah berkembang pesat selama 30 tahun terakhir, dimulai dari suatu alat teknik laboratorium yang rutin digunakan oleh ahli patologi dan ahli imunologi untuk diagnosa dan memonitoring pasien dengan penderita kanker sampai penyakit kelainan atau defisiensi sistem imun (penyakit penurunan daya tahan tubuh). Hingga saat ini flowcytometri menjadi salah satu alat penting dalam perkembangan medis maupun penelitian.

Guna mempertajam pengetahuan para dosen dan mahasiswa tentang aplikasi flowcytometri, Fakultas Kedokteran UII mengadakan Mini Simposium BD “Aplikasi Flowcytometri dalam Klinis dan Penelitian”. Acara ini digelar pada hari Kamis 10 Dzulka’idah 1438 H/03 Agustus 2017 mulai pukul 13.00 WIB di Auditorium FK UII.

Acara ini semakin menarik dengan kehadiran Muhammad Hasan, S.Si., selaku Senior Application Specialist BD Indonesia yang menjadi narasumber dalam acara ini. Bersama dengan Bectun Dickinson (BD) Indonesia dan Fakultas Kedokteran UII, diharapakan acara ini bisa meningkatkan kemampuan para peserta workshop dengan keberadaan flowcytometri di dunia medis. Selain sangat bermanfaat untuk penelitian, alat ini juga memiliki banyak fungsi lainnya. Misalnya mampu mendeteksi dini ketika di dalam tubuh muncul sel baru yang tidak diinginkan dan berbahaya seperti kanker.

Farah/Tri