Tiga Mahasiswi Kedokteran Ikuti Acara Asia Pasific Regional Meeting IFMSA Japan 2017

Tiga mahasiswi berkerudung diposisi depan dengan membawa bendera merah putih adalah Aghnia Fikriya Nazihah (FK UII 2015), Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dan Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015). (Photo Wibowo/Istimewa)

 

Kaliurang (UII News) – Asia Pasific Regional Meeting (APRM) merupakan meeting tahunan IFMSA (International Federation of Medical Student Association) region Asia pasifik yang pada 2017 diadakan di National Olympic Memorial Youth Center, Tokyo Jepang selama 10 hari dari tanggal 23 Dzulhijah – 04 Muharom 1439 H / 14 – 24 September 2017. Hal tersebut disampikan oleh Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015), sepulang mengikuti Asia Pasific Regional Meeting (APRM 2017).

Menurut Fiqi, kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian acara yaitu pre-APRM (14-17 september 2017) yang berupa training, terbagi menjadi tiga yaitu Training New Medical Education Trainer (TMET), Training New Human Right and Peace Trainer (TNHRT) dan Training New Trainer (TNT). Lalu dilanjutkan dengan acara APRM (17-21 September 2017) yang terdiri dari pertemuan Standing Committee IFMSA dan acara lain seperti Activities Fair, Theme event, plenary, training session, national food and drink, cultural night, dan lain lain. Setelanya terdapat post-APRM (21-24 september 2017) berupa japan trip.

“Delegasi FK UII yang mewakili CIMSA-ISMKI dalam rangkaian pre-APRM adalah Aghnia Fikriya Nazihah (FK UII 2015) dalam TMET, Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dan Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015) dama TNHRT. Aghnia dengan background staf pendidikan dan profesi LEM FK UII mengikuti pelatihan terkait dengan Medical Education. Sedangkan Gea dan Fao keduanya mendapatkan berbagai pelatihan mengenai hak asasi manusia dan perdamaian dunia, dan mempresentasikan sesi kelulusan trainer dalam APRM”, kata Fiqi.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Fiqi bahwa dalam APRM, setiap organisasi nasional dalam asia pasifik hanya diwakili oleh 16 orang, dari Indonesia mewakili CIMSA-ISMKI terdapat 8 delegasi dari masing-masing organisasi, setelah melalui seleksi ketat, dirinya dapat menjadi 1 dari 8 delegasi ISMKI mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

“Saya mendalami sesi standing committee of human right and peace (SCORP) dan aktif dalam mengikuti acara lainnya bersama dengan ratusan delegasi lain dari berbagai negara di Asia Pasifik”, ungkap Fiqi.

Dalam kegiatan APRM, Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dapat mempresentasikan satu sesi bersama delegasi cina dengan topik ‘introduction of human rights’ dan fao dapat mempresentasikan satu sesi bersama delegasi hong kong dengan topik ‘climate change, human rights and health’.

“Kedua sesi di presentasikan dalam SCORP sebagai pelatihan kelulusan (graduation training) untuk mendapat sertifikat human rights and peace trainer bertaraf internasional”, kata Fiqi. Wibowo