TBMM FK UII Buka Posko Banjir di Bantul

 

Caption : Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dilokasi banjir Bantul guna memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Foto : Wibowo/istimewa

Bantul (UII News) – Banjir di wilayah Bantul, menyebabkan kerusakan di beberapa tempat, dan pengungsian di berbagai lokasi. Atas kejadian tersebut maka Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan SAR, dan Organisasi Sosial lainya membuka posko penanggulangan bencana banjir guna meringankan beban dan memberikan pemeriksaan kesehatan bagi warga berdampak di Bantul.

Hal tersebut di sampaikan oleh Dian Muhamad Gibran, selaku ketua Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, saat membuka posko kesehatan korban Banjir Bantul, di Desa Donotirto dan Tirtohargo, Bantul, DIY pada hari Senin, 11 Rajab 1440 H/18 Maret 2019.

Menurut Gibran, sebelum posko kesehatan di buka, TBMM FK UII melakukan assessment di lokasi bencana banjir. Dari hasil koordinasi tim diarahkan menuju ke beberapa daerah salah satunya adalah Kec. Karangtalun. Tim memutuskan untuk menuju Kec. Karangtalun karena nenurut informasi dari ACT, kecamatan tersebut yang paling membutuhkan.

“Jenis bencana adalah bajir, akibat hujan deras, sifat yang ditimbulkan meluapnya sungai dan menggenangi jalan hingga rumah rumah warga, akses menuju lokasi dapat dilalui namun beberapa jalan seperti Jl. Parangtritis masih digenangi air setinggi lutut,” kata Gibran.

Selanjutnya setelah pengobatan selesai team melanjutkan assessment ke Daerah Tilaman, Imogiri, Bantul pada tanggal 19 Maret 2019, telah terjadi longsor susulan sehingga menyebabkan beberapa akses jalan tertutup sehingga ada beberapa warga yang terisolir. Menurut informasi yang didapatkan, ada 3 korban dan 2 diantaranya belum ditemukan. Tim gabungan SAR dan beberapa relawan masih dalam proses membuka akses jalan dan pencarian korban. Wibowo

Caption : Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia memberikan layanan kesehatan para pengungsi bencana Banjir Bantul. Foto : Wibowo/istimewa