Perjalanan Dakwah ke Texas Melalui Jalur Akademik Professional

page1image68875472

Oleh : Syaefudin Ali Akhmad

Alhamdulillah atas ijin dan pertolongan Allah kami bisa mengunjungi kota San Antonio negara bagian Texas sekitar 3 jam dari kota Houston dan Dallas. Kunjungan kami atas undangan dari ASBMB atau Masyarakat Amerika untuk Biokimia dan Biologi Molekuler sebuah organisasi profesi ahli kimia, biokimia dan biologi molekuler yang anggotanya dari seluruh negara bagian amerika serikat yang tergabung dalam forum Experimental Biology (EB). Tahun depan 2020 pertemuan Experimental Biology akan diadakan di San Diego dengan kehadiran peserta mencapai 14.000 orang dari berbagai profesi medis bidang Anatomi, Fisiologi Farmakologi Biokimia dan Kimia Fisika (silahkan buka googling eb2020). Kami hadir selaku member dari ASBMB dan juga peserta konferensi ASBMB yang bertema Transforming education of Biochemistry and Molecular Biology in Life Science yang diadakan di University of incarnate Word (UIW) San Antonio Texas mulai dari tanggal 25-28 Juli 2019. Kami membawakan presentasi poster dengan judul lesson learnt from Biochemistry Online Learning of Harvard Medical School untuk sharing pengalaman selama kami mengikuti kursus 2 bulan secara online di Harvard Medical School mulai dari persyaratannya, biayanya, model pembelajarannya, materinya, penilaiannya, dan evaluasi programnya dengan segala kelebihan dan kekurangannnya melalui aplikasi cerego dengan pendekatan Adaptive Learning.

Dalam acara tersebut diharadiri lebih dari 100 peserta dari seluruh universitas di semua negara bagian amerika serikat yang tergabung dalam ASBMB. Pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan rutin tahunan organisasi dan tiap bulan juga ada pertemuan rutin sesuai dengan minat atau research interest group masing masing yang terbagi dalam minat penelitian lipid, penelitian discovery biomolekul baru dan penelitian instrumentasi untuk pengembangan alat ukur kuantitatif untuk menjaga mutu hasil pemeriksaan biokimiawi. Pada bulan Agustus tahun ini akan diadakan pertemuan mengenai aplikasi LC/MS untuk discovery biomolekul baru. Manfaat positif yang kami rasakan setelah bisa bergabung sebagai member ASBMB adalah bisa update ilmu dan sharing pengalaman dan sharing evidence terbaru dalam pendidikan biokimia dan bisa mengikuti perkembangan terbaru khususnya di dunia penelitian biokimia dan biologi molekuler. Manfaat lainya adalah bisa bergabung dalam kolaborasi penelitian multicenter dan networking untuk peningkatan Pendidikan Biokimia dalam jaringan CURE atau course based undergraduate research experience. CURE dibentuk untuk standarisasi kurikulum biokimia dan biologi molekuler untuk level undergraduate yang melibatkan student chapter dari berbagai universitas terkemuka di amerika serikat sehingga mahasiswa terampil dalam penelitian biologi molekuler. FK UII berminat untuk mengadopsi kurikulum CURE tersebut tetapi terbentur dengan model PBL yang sangat singkat pembelajarannya dalam sistem blok sehingga kurang memungkinkan untuk menjalankan program CURE 1 semester. Selain itu juga ada kolaborasi Genomic Education Partnership (GEP) untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa S1 dalam penelitian genomic dengan memanfaatkan tools bioinformatics seperti UCSC genome browser yang free untuk mengetahui filogenetik, evolusi, dan gene annotasi berdasarkan kasus yang dipilih. Keuntunga lainnya bergabung dengan ASBMB adalah bisa mengakses jurnal gratis yang terdiri dari journal of lipid research, Journal of Biological Chemistry, dan Journal Molecular dan Cellular Proteomic selama satu tahun atau selama keanggotaan ASBMB masih aktif.

Materi yang cukup menarik dari pertemuan ASBMB adalah perlunya kesesuaian model dan cara mengajar biokimia dengan teori pembelajaran yang ada atau learning theory. Dari 5 jenis learning theory yang ada yaitu teori behaviorisme, teori kognitif, teori konstruktivisme, teori social learning dan teori social contructivism maka setiap model pembelajaran harus mengoptimalkan learning style masing masing mahasiwa supaya mencapai kompetensi dan profeciency serta mastery yang bisa masuk memori jangka panjang ( dalam hitungan tahun).

Di sela sela pertemuan ASBMB tersebut kami delagasi FK UII bisa melakukan dakwah dengan cara memilah makanan yang halal setiap acara makan dengan memesan Moslem Meal (MOML). Dan alhamdulillah sepanjang perjalanan dari Indonesia dengan menggunakan pesawat ANA atau All Nippon Airways milik Jepang dan United Airlines (UA) milik Amerika kami mendapatkan pelayanan istimewa dengan dilayani terlebih dahulu dengan kode MOML di tempat duduk kami. Selama perjalanan dan selama tinggal di amerika bisa memakai jubah dan surban gaya Pangeran Diponegoro dengan bebas dan banyak orang yang minta foto bareng dan ingin berkenalan. Karena acara ASBMB diadakan di University of Incarnate Word yang merupakan universitas katolik terbesar dan basis misionaris dunia maka kami bisa bertemu dengan tokoh tokoh misionaris dan para suster yang sedang mengikuti pertemuan dunia di tempat yang sama untuk misi penginjil di Mexico dan Columbia. Kami juga bertemu dengan banyak saudara muslim saat shalat jumah di Islamic center di kota san Antonio. Mereka kebanyakan para pengungsi Burma atau Myanmar, Afganistan, Irak dan Somalia serta Ethiopia. Yang membuat kami terharu adalah bertemu saudara Yasir pengungsi Rohingya yang harus berjuang untuk hidup lari dari negaranya. Yasir beserta keluarganya awalnya mengungsi ke Makasar dengan 40 pengungsi lainnya namun di tahan di Maksar dan lari ke Bogor teru lari ke Australia dan tinggal di pulau Christmas 5 tahun. Karena tidak ada kejelasanan nasib di pulau Christmas maka akhirnya mereka cari suaka ke Amerika Serikat dan akhirnya bisa dapat green card untuk tinggal di amerika serikat baru satu tahun ini. Alhamdulillan bisa kerja dan bisa tinggal di apartemen dengan sewa per bulan $ 1500.

Saat acara jalan jalan ke lokasi river walk destinasi wisata paling terkenal di downtown kota San Antonio Sejarah lahirnya kota San Antonio mulai kota kecil Alamo yang dulu dijajah oleh spanyol dan kemudian jatuh penguasa Mexico. Selanjutnya terjadi peperangan besar pada tahun 1834 di Alamo antara imigran amerika dengan tantara meksiko.

Pada weekend kota wisata ini selalu penuh dengan para wisatawan baik dari turunan China turunan Meksiko, Spanyol, Inggris dan German, dan turunan Asia selatan seperti India dan Pakistan. Di restoran, kami bisa berdakwah kepada pengungsi irak yang kerja di restoran Casa Rio tempat kami foto bersama (gambar terlampir). Sebut saja namanya Ahmad yang sudah tidak lagi sholat dan tidak lagi mau mengamalkan islam dan cenderung atheis karena sakit hati dengan ISIS. Lama berdiskusi dengan kami dan kami ajak untuk kembali kepada kalaimatun sawa yaitu kalimat tauhid dan alhamdulillah akhirnya diam mau menjaga paasswordnya surga yaitu kalimat thoyyibah Laa ilaaha illallah. Kami cerita kebiasaan kami yang mengamalkan puasa daud sehingga meskipun di restoran kami tidak ikut makan malam (dinner) karena sedang jatahnya puasa. Hal itulah yang membuat ahmad takjub dan mau mendengarkan cerita kami selanjutnya. Akhirnya dakwah kami sampai kepada kepada temannya ahmad yang bernama ilya dari Bulgaria yang nonmuslim dan kami tawari password the heaven/paradise dengan penjelasan secukupnya akhirnya bisa mengucapkan “illallah” saja. Saat waktu sholat maghrib pukul 20.40 waktu Texas dimana saat sedang semua peserta ASBMB jalan jalan dan cari makanan khas/favoritenya yaitu ice cream terbaiknya maka kami sempatkan sholat maghrib di dekat perempatan lampu merah pusat kota Alamo. Alhamdulillah setelah sholat bisa dakwah lagi ke kumpulan atau tongkrongan anak anak muda yang sedang malam mingguan di situ. Dengan pakaian sunah ala Pangeran Diponegoro kami berjaulah atau berkeliling menawarkan kalimah thoyyibah dan alhamdulillah 3 orang bisa mengucapkan kalimat tersebut. Sampai jam 22.30 akhirnya kami pulang ke penginapan kami di dormitory kampus UIW.

page1image68875472

Masih ada satu malam lagi kami tinggal di Texas setelah acara konferensi selesai dan kami gunakan untuk iktikaf di mushola dan sekaligus madrasah yang sedang dirintis oleh maulana Ilyas dari India yang menjadi guru ngaji dan sekaligus pemilik madrasaah di Chicago. Kami bisa berjaulah atau berkeliling dari apartemen ke apartemen kepada komunitas muslim yang berbahasa melayu dan komunitas

muslim dari Asia Selatan untuk menjaga amal agama dan menghidupkan amal masjid di tengah godaaan materialisme yang begitu kuat. Semua kenalan kami selama di Texas kami simpan nomor kontaknya di HP kami namun ternyata belum rejekinya untuk menjalin silarurohim lebih intensif karena HP kami tertinggal di dormitory dan teringat saat kami mau boarding pesawat.

Demikian cerita singkat perjalanan dakwah kami sesuai dengan amanah RKAT FK UII bahwa untuk perjalanan dinas ke amerika dibatasi maksimal Rp 40.000.000,00 untuk biaya pendaftaran, tiket pesawat, penginapan uang saku dan visa. Alhamdulillah dengan ijin Allah semuanya barokah dan mencukupi sert asemoga menjadi asbab hidayah.