Pentingnya Menyusun Soal Yang Baik

 

Caption : dokter Yeny Dyah Cahyaningrum, M.Med.Ed menjelaskan tentang menyusun soal secara baik yang dihadiri para dosen pakar FK UII (Poto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Sebagai dosen pakar dalam perkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia maka diwajibakan setelahnya membuat soal yang akan di ujikan. Guna membekali bagi para dosen pakar agar bisa menyusun soal dengan baik dan benar maka Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Diani Puspa Wijaya, M.Med.Ed selaku penyelenggara lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 Muharram 1441 H/25 September 2019 jam.13.00 -15.30 bertempat di laboratorium computer lt.2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang diikuti oleh segenap dosen pakar dari eksternal UII, dosen internal FK UII, dan para tutor baru.

Menurut dr. Diani menjelaskan bahwa dalam lokakarya tersebut diajarkan cara membuat atau menyusun soal serta praktek membuat soal dengan memberikan penjelasan kepada para dosen pakar tentang konsep dasar assessment, tetang konsep dasar blueprint assessment dan tentang penyusunan soal MCQ yang baik.

“dalam kegiatan ini juga di jelaskan tentang penyusunan soal yang baik untuk materi-materi tentang kedokteran seperti MCQ dan materi-materi non kedokteran, dan dijelaskan juga penyusunan soal ujian tipe lain yang seperti SAQ, Essay, dan diakhiri dengan latihan pembuatan soal”, demikin dokter Diani menjelaskan.

Lebih lanjut, dokter Diani menambahkan bahwa untuk level kognitif soal MCQ yang disepakati adalah level reasoning dan recalling, (sesuaikan dengan blue print assessment) khusus untuk level recalling soal yang diharapkan minimal pada level taksonomi Bloom C2 (comprehension) bukan pada level C1 (murni recall)

“Soal MCQ harus memiliki 3 komponen yaitu stem soal, lead in dan option. Ketiga komponen ini harus selalu ada baik pada soal bertipe recalling maupun reasoning, soal klinik maupun biomedis”, tambah dosen dari MEU FK UII ini.

Sementara itu, selaku pemateri, dokter Yeny juga menambahkan bahwasan untuk menulis stem soal dapat berisi pernyataan, data-data, table, grafik, gambar, vignette (kasus), kemudian data-data yang ditampilkan dalam stem soal haruslah bersifat konvergen, artinya data- data yang ada mengerucut, mengarah ke satu hal (diagnostik) yang spesifik.

“data-data yang ditampilkan adalah data-data yangg penting (memiliki makna) dan tidak menjebak”, demikian penjelas dari pemateri dr. Yeny Dyah Cahyaningrum, M.Med.Ed. Wibowo

Caption : Ustad. Drs. Zamroni, M.Si saat berdiskusi di acara lokakarya pembuatan soal bagi dosen pakar FK UII (Poto : Wibowo)