Pelajari Penyakit akibat Nyamuk, Kedokteran Ikuti Workshop Arbovirus di FK UNAIR

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-02 at 18.42.51.jpeg

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-02 at 18.42.51.jpeg

Caption : Staf Kedokteran UII mengikuti Workhop tentang penyakit yang di sebabkan oleh Nyamuk di FK UNAIR. (Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Nyamuk berperan penting dalam penyebaran penyakit melalui gigitan. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikingunya & Zika (Arbovirus) dan West Nile mempunyai gejala klinis yang mirip, sehingga perlu teknologi diagnostik pembeda molekular untuk virus-virus tersebut yang bersifat akurat, tepat, cepat dan spesifik.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Novyan Lusiyana, M.Sc dan dokter Fitria Siwi Nurohmah,M.Sc dan Mujiyanto, S.Si (Laboran) saat mengikuti Workhsip Arbovirus di Fakultas Kedokteran Universitas Erlangga (UNAIR) pada hari Rabu-Jumat, 4-6 Robiul Awal 1438 H/1-3 Februari 2017.

Menurut dokter Novyan, Nyamuk sebagai vektor beberapa virus dalam kajian epidemiologi molekular dan virus mapping di lapangan, juga diperlukan teknologi tersebut. Nyamuk sebagai vektor penyakit perlu dipahami tentang proses pengembangbiakan dan cara infeksi terhadap nyamuk di dalam fasilitas animal BSL-3 maka dari itulah Kedokteran mengirimkan staf nya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih lanjut di terangkan ulang bahwa akhir-akhir ini telah dipahami nyamuk berpotensi disalahgunakan sebagai senjata biologis serta bagian dari mata rantai penyakit zoonosis ( penularan dari hewan ke manusia atau sebaliknya), sehingga perlu digunakan teknologi deteksi mutakhir untuk arbovirus secara cepat, akurat, dan tepat.

“Teknologi deteksi arbovirus baik pada penderita manusia maupun deteksi virus pada nyamuk dapat digunakan dengan teknologi deteksi : MULTIPEX real Time PCR dan Mikro-Volume Spectrophotometer serta Primers pembeda spesifik”, demikian katanya. Wibowo