Menjaga Keimanan Dalam Segala Keadaan

Seiring dengan maraknya berbagai pemberitaan yang menyudutkan umat islam, maka disadari atau tidak lambat laun akan mengikis kualitas keimanan setiap individu muslim. Untuk itulah, tema menjaga keimanan dalam segala keadaan sengaja diangkat dalam pengajian rutin dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Pengajian yang digelar pada hari Rabu (23/10/2019), bertepatan dengan 23 Shafar 1441H ini, menghadirkan narasumber yang mantan misionaris, Drs. H. WR. Lasiman, MA.  Sebagaimana sudah diagendakan oleh panitia, pengajian bertempat di ruang Auditorium Lantai 1 FK UII, dihadiri tidak kurang dari 50 dosen dan karyawan FK UII.

 

Pengajian dimulai bakda dhuhur, tepatnya pada pukul 13:00 dan berakhir pukul 15:00, seiring dikumandangkannya adzan ashar dari masjid Ulil Albab UII. Dalam range waktu tersebut narasumber mamaparkan banyak hal, sejak pengalaman dirinya yang masih menjadi misionaris dengan berbagai pengalaman & tekniknya memurtadkan umat islam, hingga kini berubah total menjadi pendakwah yang telah berhasil mengislam ribuan orang yang semula menolak ajaran islam.

 

Willybrordus Romanus (WR) Lasiman, yang juga akrab dipanggil pak Willy dalam penjelasannya, dia merasa gelisah dalam beragama waktu itu. Kegelisahan demi kegelisahan menyerang keyakinannya, yang pada akhirnya ia pun berkelana dari Katolik ke Kristen Baptis, lalu pindah ke Kebatinan Pangestu, mendalami kitab Sasongko Jati, Sabdo Kudus, dan lain-lainnya. Akhirnya pada usianya yang ke 25 tahun kurang sebulan beliau menambatkan keyakinannya pada agama Islam, dan mengganti gelar baptisnya WR tidak lagi Willibrordus Romanus, tapi menjadi Wakhid Rosyid.

 

Dalam paparannya, WR. Lasiman menerangkan, bahwa Yesus itu sebenarnya beragama Islam. Yesus merupakan Bahasa Yunani yang sama artinya dengan Isa dalam Bahasa Arab dan Yoshua dalam bahasa Ibrani. Namun demikian, karena faktor ketidaktahuan maka banyak yang beranggapan bahwa Yesus berbeda dengan Isa. Menurutnya, bahwa Yesus merupakan seorang yang ahli sholat di Masjidil Aqsa (Yerrusalem). Bahkan sesaat setelah lahir, Yesus (Isa) telah menyatakan dirinya sebagai abdi Allah swt yang akan senantiasa menegakkan shalat dan membayar zakat.  Selain menyampaikan permasalahan keyakinan beragama Islam, merupakan keyakinan yang harus senantiasa dijaga dalam segala keadaan, beliau juga memberikan gambaran tentang pendidikan anak. Penting bagi setiap orangtua memilihkan pendidikan anaknya yang memiliki dasar keimanan dalam islam. Maka pendidikan harus dimulai sejak dalam rumah masing-masing oleh orangtuanya. ”Pendidikan yang paling utama adalah pendidikan yang dibangun oleh orangtua di rumah”, tegasnya.

 

Sebagaimana sudah direncanakan sebelumnya oleh panitia, selain menambah ilmu dan pemahaman dalam beragama, sebagian bagian yang tidak terpisahkan adalah doorprize dan quit menggunakan kahoot. Kehadiran peserta diundi untuk medapatkan hadiah yang terdiri dari 4 hadiah untuk peserta putra didapatkan oleh: drg. Andy Yok, Ponimin, Wibowo, dan Sumantoro. Sementara 4 peserta putri yang mendapatkan hadiah: Isti Ari, Ernadita, Marfi, dan Redi G. Selanjutnya, 5 hadiah lainnya diberikan kepada pemenang dalam quiz menggunakan kahoot.

 

es.