Mengenal Allah, Kunci Utama Meraih Ketenangan Jiwa di Tengah Keriuhan Dunia

KALIURANG (27/04)— Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali memperkuat aspek spiritualitas sivitas akademikanya melalui penyelenggaraan pengajian bulanan pada Senin, 27 April 2026. Mengusung tema reflektif “Hijrah Menuju Ketenangan: Menjaga Hati dan Jiwa di Tengah Kesibukan”, acara ini menghadirkan narasumber pakar, Ustadz Ir. M. Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. Bertempat di Auditorium Lantai 1 Gedung FK UII, pengajian ini menjadi oase spiritual bagi para staf dan pengajar di tengah padatnya aktivitas akademik dan pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Ustadz Ridwan Andi Purnomo menekankan bahwa akar dari kegelisahan saat bekerja sering kali bersumber dari ketidakmengenalan seseorang terhadap Allah SWT. Mengutip pesan mendalam dari Imam Ghazali, beliau menjelaskan bahwa barangsiapa yang mengenal Allah, maka ia akan merasa tenang. Fenomena kelelahan mental atau burnout di tempat kerja sering kali diperparah oleh sikap manusia yang terlalu menyandarkan segala sesuatu pada kemampuannya sendiri, sehingga merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam setiap langkahnya.

Lebih lanjut, narasumber membagikan kiat praktis untuk meraih keberkahan dan ketenangan dalam bekerja melalui konsep hijrah sejati. Salah satu poin utamanya adalah menanamkan niat bahwa bekerja merupakan bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Dengan niat yang lurus, setiap lelah yang dirasakan tidak akan berujung pada stres yang merusak, melainkan menjadi tabungan pahala. Ketenangan sejati akan hadir ketika seorang pekerja mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas profesinya, sehingga pekerjaan tidak lagi menjadi beban, melainkan jalan menuju rida-Nya.

Ustadz Ridwan juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin spiritual, terutama melalui salat dan zikir, sebagai sarana untuk beristirahat dari keriuhan dunia. Beliau mencontohkan teladan Nabi Muhammad SAW yang segera bergegas menuju salat ketika menghadapi kesulitan atau urusan yang berat. Di era digital yang menuntut kecepatan ini, jeda spiritual melalui shalat dinilai sebagai mekanisme paling efektif untuk memulihkan energi jiwa, sehingga seseorang tetap memiliki resiliensi dan integritas dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.

Sebagai penutup, pengajian ini menekankan bahwa hasil akhir dari setiap pekerjaan adalah hak prerogatif Allah SWT, sehingga sikap tawakal menjadi kunci pamungkas agar hati tetap lapang. Dengan menyadari sepenuhnya bahwa manusia hanya berkewajiban untuk berusaha secara maksimal dan bersyukur atas setiap hasil yang dicapai, maka ketenangan jiwa akan senantiasa terjaga. Melalui agenda rutin ini, FK UII berharap dapat membentuk lingkungan kerja yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh berbasis nilai-nilai keislaman. (Jo)