Mahasiswi Kedokteran Raih Best Press Delegate di Taiwan WHO Simulation

word-image

 

Caption : Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015) / Tengah saat menerima Best Press Delegate (Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Event yang memiliki topic “Combating the outbreak of emerging and re-emerging infectious disease”serta diikuti lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai negara berdiskusi, berdebat dan bernegosiasi demi dapat menghasilkan sebuah draft resolution (naskah resolusi) yang secara langsung akan dibawa oleh IFMSA (International Federation of Medical Student Association) sebagai usulan solusi dalam World health general assembly (pertemuan besar WHO).

Hal tersebut disampaikan oleh Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015) setelah mengikuti Taiwan WHO simulation 2017 yang merupakan simulasi pertemuan World Health Organization (organisasi kesehatan dunia) pertama di Asia yang diadakan di National Cheng Kung University, Tainan, Taiwan dari tanggal 18 – 22 Robiul Akhir 1438 H /17-21 Januari 2017.

Menurut Fiqki dalam Taiwan WHO simulation, seluruh peserta memainkan perannya masing-masing, dan menyuarakan pendapat sesuai dengan peran mereka sehingga dalam mendalami topik tersebut, delegasi diminta untuk memecahkan masalah emerging disease di seluruh dunia, sebagai contoh pada regional Eropa permasalahan difokuskan pada penanganan kesehatan refugee dan immigrant, kemudian regional Afrika mengevaluasi ulang sistem respon pada penyebaran penyakit infeksi, pada regional Amerika diskusi mengenai Zika menjadi sorotan utama, sedangkan pada western-pacific mendiskusikan cara terbaik untuk menanggulangi mosquitos-borne disease seperti dengue, chikungunya dan malaria, dan pada regional east-mediterranean fokus pada negosiasi antar Negara dalam berkerjasama untuk menyediakan fasilitas kesehatan.

“Namun pada keseluruhan, diskusi mengenai topik ini adalah pencegahan dan penanganan penyakit infeksi, sistem pengawasan, pelatihan tenaga kerja kesehatan dan pembangunan fasilitas kesehatan pada Negara yang membutuhkan. Pada executive board meeting juga membahas mengenai pembagian budget dari WHO agar dapat memberikan respon maksimal pada outbreak”, kata Fiqki.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Fiqki bahwa dari Indonesia sendiri, mengirimkan 10 delegasi dimana 9 diantaranya merupakan delegasi resmi dari ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia), dari UII hanya mengirimkan satu delegasi dari Fakultas Kedokteran angkatan 2015, yaitu dirinya sendiri.

Dalam Taiwan WHO simulation 2017, Fiqki diberi peran sebagai WHO official press of Europe atau lembaga press resmi WHO dari eropa, dalam perannya ia bertugas untuk mengikuti jalannya diskusi dan menguak fakta dan pendapat Negara/pihak lain dalam diskusi, setiap harinya ia di wajibkan mengirim press release dan pada hari terakhir harus mewawancari beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam diskusi.

Jika melihat dalam kesempatan sebelumnya, Fiqki juga pernah mendapatkan penghargaan berupa best diplomacy award dalam ajang London International Model United Nation pada 2016 lalu. Kali ini ia juga mendapat penghargaan berupa Best Press Delegate. Pada penilaian dalam penunjukan best press delegate, dapat dilihat dari sisi keaktifan peran dan penguasaan materi delegasi dalam diskusi.

“saya sangat menikmati peran sebagai press delegate, karena saya tergolong aktif dan berperan dalam mengikuti semua diskusi seperti plenary, seluruh regional meeting, executive board meeting, dan press conference. Dalam diskusi tersebut saya juga menunjukan poin poin penting dalam diskusi dan mengarahkan kemana diskusi akan berjalan, selama event ini berlangsung saya selalu bertukar pikiran dan mendapat respect dengan orang-orang yang sangat berpengaruh dalam pemecahan masalah topik tersebut”, pendapatnya ketika ditanya alasan kemenangannya. Pada event tersebut hanya 2 orang yang meraih penghargaan best press delegate.

Ketika ditanya rahasia dari memenangkan perlombaan tersebut ia menjawab, “kuncinya nikmati perlombaan, jangan terlalu ambisius tapi fokus, jangan menganggap orang lain sebagai lawan tapi sebagai kawan, ajak berteman dan kerjasama dari Negara manapun. Dan kali ini saya selalu mengingatkan pada diri saya salah satu moto hidup baru saya yaitu be unsure and prepared”, ungkap Fiqki saat mengikuti kegiatan tersebut.

Caption : Fiqki saat menyampaikan debatnya dalam acara Taiwan WHO Simulation 2017 (Wibowo)