Kado Manis Akhir Tahun: FK UII Jalani Asesmen Lapangan PPDS Penyakit Dalam

SLEMAN, (24/12/2025) – Menjelang pergantian tahun, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menerima momentum istimewa yang disebut sebagai “kado akhir tahun”. Tepat pada Selasa, 23 Desember 2025, FK UII menggelar Asesmen Lapangan (AL) untuk pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam, bertempat di Gedung Ekstensi Auditorium Lantai 4 FK UII, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan dua asesor kredibel dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yakni Dr. dr. Deddy Nur Wachid Achadiono, M.Kes., Sp.PD-KR, FINASIM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dr. dr. Seskoati Prayitnaningsih, Sp.M(K) dari Universitas Brawijaya (UB).
Kehadiran para asesor disambut hangat oleh jajaran pimpinan puncak universitas, termasuk Rektor UII Fathul Wahid, Dekan FK UII Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., serta perwakilan Yayasan Badan Wakaf UII. Turut hadir memberikan dukungan penuh, segenap direktur Rumah Sakit Jejaring FK UII, serta dosen calon prodi PPDS Penyakit Dalam dari RSUD Madiun, RSUD Sragen, dan RS UII.
Apresiasi atas Respons Cepat Dalam sambutannya, Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut asesmen ini sebagai kejutan yang membahagiakan.

Foto sambutan dekan, Rektor dan ketua pengembangan pendidikan yayasan badan wakaf UII.
“Ini adalah surprise luar biasa. Informasi awal yang kami terima, asesmen baru akan dilakukan Februari 2026. Namun, ternyata dipercepat di akhir tahun ini. Meski persiapannya singkat, tim Task Force bekerja keras demi menyukseskan amanah ini,” ujar Dr. Isnatin. Beliau menegaskan bahwa pembukaan prodi ini adalah wujud komitmen FK UII mendukung program pemerintah dalam percepatan produksi dokter spesialis di Indonesia.
UII Fokus “Tumbuh ke Atas” Senada dengan Dekan, Rektor UII, Fathul Wahid, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan filosofi pengembangan institusi UII saat ini, yaitu “Sedikit tumbuh ke samping, banyak tumbuh ke atas.”
“Artinya, kami fokus memperbanyak program pendidikan lanjutan: profesi, magister, doktor, dan spesialis,” jelas Pak. Fathul. Beliau memaparkan bahwa saat ini UII memiliki 64 program studi, di mana 64% di antaranya telah terakreditasi Unggul dan 17 prodi terakreditasi internasional. “Asesmen ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan anak bangsa mendapatkan fasilitas pendidikan spesialis yang tervalidasi mutunya,” tambahnya.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Yayasan Kepala LLDikti Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang hadir secara daring, memberikan apresiasi khusus atas keberanian UII. “Usulan Prodi Spesialis Penyakit Dalam di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) masih sangat jarang. Langkah UII ini luar biasa,” puji Prof. Setyabudi. Ia juga menyoroti kecepatan proses administrasi prodi ini yang dinilai sangat efisien, dari pengajuan hingga asesmen lapangan hanya memakan waktu kurang dari dua bulan.
Dukungan infrastruktur juga dijamin oleh Yayasan Badan Wakaf UII. Mewakili Ketua Umum Yayasan, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa yayasan siap menopang kebutuhan pendidikan dokter spesialis melalui unit-unit bisnis strategis, termasuk jejaring Rumah Sakit JIH di berbagai kota.
“Kami menyadari Indonesia masih kekurangan ribuan dokter spesialis penyakit dalam. Yayasan berkomitmen penuh, bahkan kami sedang menyiapkan rencana pembangunan ‘Klaster Kesehatan’ terpadu seluas 5 hektare di Bantul untuk mendukung integrasi pendidikan kedokteran di masa depan,” tegas Prof. Allwar.
Kegiatan asesmen lapangan ini diharapkan berjalan lancar dan membuahkan hasil rekomendasi positif, sehingga FK UII dapat segera berkontribusi dalam melahirkan dokter spesialis penyakit dalam yang kompeten dan beretika untuk melayani masyarakat Indonesia. (rahman)

