Hattrick! Setelah Penyakit Dalam & PK, Kini Giliran Spesialis Anak FK UII Jalani Visitas

SLEMAN, (10/01/2026) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menunjukkan akselerasinya dalam pengembangan pendidikan medis lanjutan. Tepat pada Jumat, 9 Januari 2026, FK UII menyelenggarakan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak. Acara berlangsung khidmat di Gedung Ekstensi Auditorium Lantai 4 FK UII, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan dua evaluator ahli, yakni Dr. dr. Titis Prawitasari, Sp.A(K) dan Dr. dr. Maria Selvester Thadeus, M.Biomed., SpKKLP. Kehadiran tim Evaluator disambut hangat oleh Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan FK UII Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., serta perwakilan Yayasan Badan Wakaf UII. Turut hadir memberikan dukungan penuh, jajaran direksi Rumah Sakit Jejaring yakni RS UII dan RSUD Dr. Soedono Madiun, serta tim pembina dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS).

Foto sambutan dekan, rektor dan ketua pengembangan pendidikan yayasan badan wakaf UII.
Dalam sambutannya, Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya asesmen ini. Ia menyebut kegiatan ini sebagai kado spesial menjelang usia FK UII yang ke-25 tahun.
“Selama 24 tahun, kami hanya memiliki dua prodi. Kini, di usia perak, kami berlari kencang. Ini adalah asesmen lapangan ketiga untuk PPDS yang kami usulkan, setelah Patologi Klinik dan Penyakit Dalam,” ujar Dr. Isnatin. Beliau berharap asesmen ini dapat memotret kesiapan FK UII secara objektif, terutama dalam aspek SDM dan kurikulum, demi melahirkan dokter spesialis anak yang kompeten.
Rektor UII, Bapak Fathul Wahid, menegaskan bahwa pembukaan prodi spesialis ini adalah implementasi nyata dari strategi pengembangan kelembagaan UII.
“Filosofi kami adalah ‘sedikit tumbuh ke samping, banyak tumbuh ke atas’. Artinya, kami sangat selektif membuka prodi sarjana, namun sangat agresif mengembangkan program profesi, magister, doktor, dan spesialis,” tegas Pak. Fathul. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektoral, mulai dari yayasan hingga mitra rumah sakit, menjadi kunci solidnya persiapan ini demi memberikan opsi pendidikan yang lebih variatif bagi anak bangsa.
Dukungan regulator juga terlihat dari kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, Ph.D., secara daring. Ia mengapresiasi kecepatan tim FK UII dalam merespons kebutuhan administrasi.

Foto sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah V
“Prosesnya sangat cepat. Usulan masuk Oktober, perbaikan November, dan Desember sudah kami rekomendasikan. UII sebagai kampus tertua harus menjadi contoh dalam merespons kebutuhan dokter spesialis nasional yang masih kurang,” puji Prof. Setyabudi.
Sementara itu, mewakili Yayasan Badan Wakaf UII, Prof. Dr. Allwar, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa dukungan yayasan tidak hanya berhenti pada penyediaan gedung, melainkan menyentuh aspek vital pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami siap memfasilitasi pembiayaan studi lanjut bagi para dosen. Hal ini krusial untuk memenuhi kualifikasi tenaga pengajar yang dibutuhkan dalam pendirian prodi spesialis ini,” ujar Prof. Allwar, menekankan bahwa penjaminan mutu adalah prioritas utama yayasan.
Lebih jauh, ia memastikan bahwa stabilitas finansial untuk menopang operasional pendidikan ini didukung oleh performa unit bisnis yayasan yang terus berekspansi. Salah satunya adalah rencana pembangunan jaringan Rumah Sakit JIH baru di Jakarta yang ditargetkan mulai konstruksi pada tahun 2026. “Seluruh unit bisnis kami, mulai dari rumah sakit hingga properti, bergerak sebagai supporting system untuk memastikan kualitas pendidikan di UII terus meningkat,” pungkasnya.
Asesmen lapangan ini diharapkan berjalan lancar dan segera membuahkan izin operasional, sehingga FK UII dapat segera berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis anak di Indonesia. (rahman)

