YOGYAKARTA (fkuiinews) – Para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) berhasil membuktikan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Menutup akhir tahun 2020, melalui para delegasinya FK UII berhasil mengukir banyak prestasi juara di tingkat nasional. Hal ini tentunya kian menegaskan predikat FK UII sebagai salah satu FK terbaik di Indonesia. Tidak hanya terakreditasi A untuk Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter, mahasiswa FK UII juga berhasil membuktikan diri mampu bersaing dengan berbagai FK dengan nama besar di Indonesia dalam hal prestasi khususnya di bidang ilmiah.

 

Dalam rentang waktu 10 bulan (Maret hingga Desember 2020), tercatat setidaknya dua belas gelar juara nasional berhasil diboyong mahasiswa FK UII dari berbagai kompetisi ilmiah yang diselenggarakan di berbagai wilayah, yaitu:

 

  1. Juara 1 Nasional Esai Ilmiah Expo & Seminar Ilmiah Tahunan Medical Student Research Center 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  2. Juara 3 Nasional Literature Review Muhammadiyah Jakarta Scientific Competition 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta
  3. Juara 1 Nasional Essay Ilmiah Hasanuddin Scientific Fair 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
  4. Juara 3 Nasional Poster Publik Hasanuddin Scientific Fair 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
  5. Juara 2 Nasional Poster Ilmiah Interfaculty Medical Scientific Competition 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
  6. Juara 2 Nasional Esai Ilmiah Airlangga Medical Scientific Week 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
  7. Juara 1 Nasional Esai Ilmiah Medical Sebelas Maret Scientific Competition 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta
  8. Juara 3 Nasional Esai Ilmiah Medical Scientific Competition 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
  9. Juara 3 Nasional Literature Review Padjadjaran Scientific Festival 2020 FK Universitas Padjadjaran
  10. Juara 3 Nasional Video Edukasi Temu Ilmiah Nasional 2020 Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia
  11. Juara Favorit Nasional Poster Publik Temu Ilmiah Nasional 2020 Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia
  12. Juara 1 Nasional Poster Publik Medical Veteran Competition 2020 FK UPN “Veteran” Jakarta

 

Menarik untuk menyimak kembali bagaimana kiprah para delegasi FK UII dalam mengharumkan almamaternya di berbagai kompetisi ilmiah yang diselenggarakan oleh berbagai FK ternama di Indonesia tersebut. Pada edisi khusus akhir tahun ini, redaksi menampilkan special report perjalanan prestasi tersebut hingga penghujung tahun.

 

  1. Expo & Seminar Ilmiah Tahunan Medical Student Research Center (EXIT MRC) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

 

Mochamad Afifudin, mahasiswa angkatan 2017 yang menjadi delegasi FK UII pada kompetisi ilmiah Expo dan Seminar Ilmiah Tahunan Medical Student Research Center (EXIT MRC) 2020 FK Universitas Andalas (UNAND), berhasil meraih hasil gemilang dengan tampil sebagai Juara 1 Nasional Esai Ilmiah. Pada babak final yang  diselenggarakan secara online pada tanggal 30 April 2020, Afifudin berhasil mengalahkan para finalis lainnya yang berasal dari berbagai universitas dengan tradisi kuat di bidang ilmiah, seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Jember, hingga tuan rumah Universitas Andalas.

 

Seperti halnya kompetisi ilmiah tingkat nasional lainnya, EXIT MRC 2020 juga menganut sistem penyisihan dan final. Setelah melalui penjurian ketat terhadap karya ilmiah yang masuk dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Indonesia, akhirnya karya Mochamad Afifudin berjudul “Potensi Apigenin dengan Konjugasi microRNA Triple Helix (microRNA-145 dan Anti-microRNA-183) melalui Metode Hydrogel Scaffold Terenkapsulasi Superparamagnetic Iron-Oxide Nanoparticle-Aptamer Sebagai Novel Terapi Kanker Prostat Tertarget” berhasil lolos dan dipresentasikan pada final round.

 

“Esai tersebut mengulas tentang Apigenin yang dikonjugasikan dengan terapi berbasis RNA dengan enkapsulasi SPIONs-Aptamer sebagai terapi kombinasi untuk meningkatkan sensitivitas terapi tertarget. Harapannya adalah kedua kombinasi tersebut dapat meningkatkan efikasi pasien dengan toksisitas pada sel normal yang terminimalisir,” jelas Afif, panggilan akrab Mochamad Afifudin.

 

Menurut Afif, ide pembuatan karya tersebut muncul karena dirinya ingin mengoptimalkan terapi kanker (yang seringkali menggunakan kurkumin) dengan agen lainnya. Pada akhirnya dirinya menemukan studi terbaru yang menunjukkan bahwa Apigenin (derivat fenolik yang serupa dengan kurkumin) ternyata memiliki toksisitas terhadap sel kanker prostat yang lebih tinggi. Selain itu studi preklinis terbaru juga menunjukkan kemampuan induksi apoptosis sel kanker yang lebih tinggi pada kombinasi antara terapi apigenin dan terapi genetik.

 

  1. Muhammadiyah Jakarta Scientific Competition (MAJESTYNAS) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta

 

Pada perhelatan kompetisi ilmiah nasional MAJESTYNAS FK Universitas Muhammadiyah Jakarta, delegasi FK UII yang terdiri dari Muhammad Hanif Al Asad, Dita Juliana Pravita, dan Ridhwanah Nadhiratuz Zahrah berhasil meraih gelar Juara 3 Nasional Literature Review setelah bersaing ketat dengan delegasi dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Negeri Sebelas Maret di babak final yang berlangsung secara online pada tanggal 19 Juli 2020.

 

MAJESTYNAS merupakan salah satu kompetisi ilmiah dengan animo peserta yang besar karena terbuka untuk semua mahasiswa kesehatan di seluruh Indonesia, sehingga pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa kedokteran saja, namun juga kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, dan sebagainya. Dari sekian banyak peserta tersebut kemudian diambil 5 besar dengan nilai terbaik untuk mempresentasikan karyanya pada babak final.

 

Pada babak final, karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul : “Potensi Terapi Kombinasi Agen Kemoterapi Cisplatin Terkonjugasi siRNA Terenkapsulasi Immunoliposom sebagai Modalitas Kuratif Mutakhir Neuroblastoma pada Anak”.

 

“Latar belakang yang mendasari dari essay ilmiah kami adalah karena prevalensi neuroblastoma yang cukup tinggi serta angka five years survival rate yang rendah pada anak. Sehingga dari situ kami memiliki ide terkait regimen terapi kombinasi untuk memaksimalkan proses kuratif pada kanker tersebut. Melalui karya ini kami ingin menawarkan suatu terobosan terkait proses kuratif neuroblastoma yang memanfaatkan agen kemoterapi cisplatin dengan efek toksisitas yang lebih tertarget dan lebih efisien,” jelas Hanif.

 

  1. Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

 

Mochamad Afifudin yang menjadi delegasi FK UII pada kompetisi ilmiah HSF 2020 FK Universitas Hasanuddin (UNHAS), kembali meraih hasil gemilang dengan tampil sebagai Juara 1 Nasional Esai Ilmiah. Pada babak final yang diselenggarakan secara online pada tanggal Sabtu, 29 Agustus 2020, Afifudin berhasil mengalahkan para finalis lainnya yang berasal dari berbagai universitas top di Indonesia, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

 

HSF merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Medical Youth Research Club (MYRC) FK UNHAS. Tahun ini, HSF mengangkat tema umum berupa “Obstetric and Gynecology: Current Updates of Obstetric and Gynecology Clinical Management Throught a Holistic Approach of Healthcare” dengan enam sub kegiatan besar meliputi lomba literature review, research paper congress (RPC), poster publik, video edukasi, esai ilmiah, dan simposium.

 

Seperti halnya kompetisi ilmiah tingkat nasional lainnya, HSF 2020 juga menganut sistem penyisihan dan final. Setelah melalui penjurian ketat terhadap karya ilmiah yang masuk dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Indonesia, akhirnya karya Mochamad Afifudin berjudul “Formulari microRNA Triple Helix dari miRNA-150 dan hsa-miRNA-6852 Melalui Metode Hydrogel Scaffold Terkonjugasi Aptamer Sebagai Novel Terapi Sel Kanker Serviks Tertarget” berhasil lolos dan dipresentasikan pada final round.

 

Menurut Afif, ide pembuatan karya tersebut muncul karena dirinya melihat dari berbagai data penelitian ternyata prevalensi kanker serviks kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa terapi mengalami resistensi akibat mutasi dari virus HPV.

 

“Selain itu telah ditemukan pula strain HPV terbaru yang juga dapat menyebabkan lesi pre-kanker. Kemudian kami mencoba mencari literatur yang menunjukkan efektivitas inhibitor faktor transkripsional onkogen dari HPV seperti miRNA tersebut, dan ternyata memiliki efektivitas yang cukup baik,” jelas Afif, panggilan akrab Mochamad Afifudin.

 

Prestasi yang diraih oleh Afifudin patut diapresiasi mengingat hingga saat ini masalah kanker masih menjadi salah satu momok bagi dunia kesehatan. Data dari Globocan menunjukkan bahwa di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru kanker dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyebutkan bahwa 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan di dunia meninggal karena kanker.

 

Sedangkan angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dirilis pada tanggal 31 Januari 2019 mencapai 136.2 per 100.000 penduduk. Jumlah tersebut berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke-23 di Asia urutan ke 23. Angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara, yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk, dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

 

Dengan makin banyaknya scientist muda yang memiliki minat dalam mengkaji dan meneliti berbagai perkembangan terkini terkait terapi kanker seperti Afifudin, bukan tidak mungkin suatu saat nanti hasil studi mereka dapat diaplikasikan secara nyata dalam bentuk protokol terapi terbaru pada kasus kanker yang memberikan hasil treatment yang lebih baik pada pasien.

 

Pada ajang HSF 2020, delegasi FK UII yang terdiri dari Farras Intan Barnita dan Yoni Aulia Masruroh juga berhasil meraih gelar Juara 3 Nasional Poster Publik. Pada cabang ini, delegasi FK UII harus bersaing dengan sembilan finalis lainnya yang berasal dari berbagai universitas ternama di babak final, seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, tuan rumah UNHAS, dan sebagainya.

 

Karya yang ditampilkan delegasi FK UII berjudul: “Kesal pada Preeklampsia, Cegah Dengan Sayang!”. Menurut Yoni, ketertarikan mereka membuat poster publik tersebut dikarenakan masalah preeklampsia pada ibu hamil merupakan salah satu kasus yang banyak ditemukan dan menjadi salah satu panyebab kematian tersering pada janin serta ibu hamil.

 

Dari data yang dimiliki pemerintah, angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2016 masih tinggi, yaitu 305 per 100.000 persalinan hidup. Sangat jauh dari target sustainable development goals (SDG’s) tahun 2015 yang menargetkan angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Tiga penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh: perdarahan (30,13%), preeklamsia (27,1%), dan infeksi (7,3%).

 

Dilansir dari UpToDate, preeklamsia sendiri merupakan kondisi dimana terdapat peningkatan tekanan darah dengan disertai satu atau lebih keadaan berikut: terdapat protein dalam urin, kadar trombosit yang rendah, peningkatan kadar kreatinin serum, peningkatan enzim hati, edema paru, nyeri kepala menetap, dan gangguan penglihatan. Kondisi ini terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

 

Pasien dengan preeklamsia dapat mengalami gejala seperti: sakit kepala berat atau terus-menerus, gangguan penglihatan (seperti pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya), nyeri di perut kanan atas, sesak nafas, pusing, lemas, tidak enak badan, mual, muntah, bengkak pada anggota tubuh, dan sebagainya.

 

“Preeklampsia dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya seperti pola makan yang sembarangan dan tidak memenuhi gizi seimbang. Melalu poster publik ini, kami mencoba untuk memberikan informasi terkait hal tersebut agar ibu hamil dapat mencegah preeklampsia,” jelas Yoni.

 

  1. Interfaculty Medical Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

 

FK UII selaku tuan rumah turut meraih hasil gemilang pada INTERMEDISCO 2020 yang diselenggarakan oleh Scientific Medical Activities of Research and Technology (SMART) FK UII secara online pada tanggal 18-20 September 2020.

 

Pada kompetisi ilmiah nasional yang diikuti oleh tim dari FK di berbagai wilayah Indonesia tersebut, delegasi FK UII yang terdiri dari Salama Suci Nurani, Dita Juliana Pravita, dan Muhammad Hanif berhasil meraih gelar Juara 2 Nasional Lomba Poster Ilmiah setelah bersaing ketat di babak final dengan delegasi dari berbagai FK di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jember, Universitas Udayana, Universitas Katolik Atma Jaya, dan sebagainya.

 

Pada final round, delegasi FK UII menampilkan karya berjudul : “Potensi Latanoprost Terenkapsulasi Chitosan-Hyaluronic Acid Berbasis Nanopartikel Sebagai Upaya Pengendalian Tekanan Intraokular pada Penderita Glaukoma Sudut Terbuka”.

 

“Latar belakang kami membuat karya ini adalah karena glaukoma merupakan penyakit penyebab kebutaan (peringkat) ke-2 di dunia, dan 5 dari 1000 penduduk Indonesia menderita glaukoma. Selain itu, kami juga melihat adanya kekurangan pada terapi saat ini yang dapat menimbulkan efek samping, sehingga kami mengusulkan suatu terobosan baru terkait drug delivery system dari chitosan dan hyaluronic acid,” jelas Hanif, salah satu personel tim poster ilmiah dari delegasi FK UII.

 

INTERMEDISCO merupakan acara nasional tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah untuk menampung minat mahasiswa lingkup kesehatan dalam membuat karya ilmiah yang bertujuan meningkatkan tingkat kesejahteraan kesehatan di Indonesia. Tema yang diangkat tahun ini oleh panitia adalah “Novel Strategy to Achieve Better Health Solution for Degenerative Disease in Special Senses”, dengan cabang karya ilmiah yang dapat dipilih peserta meliputi : Essai Ilmiah, Literature Review, Poster Ilmiah, Poster Publik, dan Video Edukasi.

 

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan INTERMEDISCO 2020 ini juga terdapat acara seminar online dengan topik : “Kiat-Kiat Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Saat Pandemi COVID-19 Menurut Medis dan Islam” pada Ahad, 20 September 2020 yang bersifat free dan terbuka untuk umum dengan maksimum 500 peserta di aplikasi Zoom, dan pendaftar selebihnya mendapat link Youtube Live. Bertindak selaku narasumber adalah dr.Gia Pratama (dokter, novelis, dan selebtwit) serta dr.Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S (Ketua Departemen Ilmu Penyakit Saraf FK UII), dengan moderator dr.Anisa Rachmawati (dokter, entrepreneur, dan tutor FK UII).

 

Acara berlangsung meriah dengan diskusi yang berjalan hangat antara pemateri dan peserta seminar yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat dan para finalis INTERMEDISCO. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu dan manfaat bagi para peserta lomba namun juga bagi khalayak ramai. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi: FK UII tidak hanya sukses sebagai peserta namun juga sebagai penyelenggara.

 

  1. Airlangga Medical Scientific Week (AMSW) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

 

   Pada perhelatan kompetisi ilmiah nasional AMSW 2020 FK Universitas Airlangga (UNAIR) tanggal 11-13 September 2020, delegasi FK UII yang terdiri dari Muhammad Luthfi Mahrus dan Salama Suci Nurani berhasil menjadi Juara 2 Nasional Esai Ilmiah.

 

AMSW merupakan acara ilmiah tahunan yang diadakan oleh FK UNAIR yang memberi kesempatan bagi mahasiswa kedokteran di Indonesia dan seluruh dunia untuk berpartisipasi mengirimkan karya-karya terbaiknya berupa research paper dan literature review untuk tingkat internasional, dan esai ilmiah, poster publik, dan video edukasi untuk tingkat nasional. Tahun ini, AMSW diikuti oleh 155 tim dari 35 universitas, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada edisi 2020 ini AMSW mengangkat tema: “Respiratory Disease : Research and Innovation on Prevention and Treatment for a Better Future”.

 

Dengan menerapkan format preliminary round dimana para peserta diminta untuk men-submit karyanya kepada panitia untuk diseleksi terlebih dahulu, maka persaingan menuju ke final round begitu ketat. Di babak final, delegasi FK UII harus bersaing ketat dengan delegasi dari berbagai universitas dengan nama besar di bidang prestasi ilmiah, seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jember, Universitas Sriwijaya, Universitas Udayana, tuan rumah UNAIR, dan sebagainya.

 

Pada kesempatan kali ini, delegasi FK UII menampilkan karya berjudul : “Potensi Kombinasi Proanthocyanidin dan Resveratrol dari Ekstrak Biji Anggur (Vitis vinifera) Terenkapsulasi Mesoporous Silicon Particle dalam Sediaan Nano Spray Inhaler sebagai Modalitas Kuratif Mutakhir Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)”.

 

“Latar belakang karya kami adalah karena melihat mortalitas PPOK yang cukup tinggi dan terapi yang ada sekarang sehingga melalui karya ini kami menawarkan terobosan terbaru terkait terapi untuk penderita PPOK dengan memanfaatkan kombinasi proanthocyanidin dan resveratrol dari bahan-bahan yang mudah ditemukan yaitu biji anggur,” jelas Luthfi dan Suci.

 

  1. Medical Sebelas Maret Scientific Competition (MEDSMOTION) 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

 

Zavia Putri Salsabila, mahasiswi FK UII angkatan 2019 yang menjadi delegasi pada kompetisi ilmiah MEDSMOTION 2020 FK Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara 1 Nasional Esai Ilmiah pada babak final yang berlangsung pada tanggal 26 September 2020 secara daring.

 

MEDSMOTION 2020 merupakan suatu ajang kegiatan ilmiah yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa aktif S1, D3, D4 program studi bidang kesehatan (kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, farmasi, psikologi, kebidanan, keperawatan, dan sebagainya) dari perguruan tinggi negeri ataupun swasta se-Indonesia. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kastrat de Geneeskunde FK UNS. Kegiatan ini terdiri dari National Scientific Competition serta National Symposium. Cabang kompetisi MEDSMOTION 2020 terdiri dari Research Paper Congress, Literature Review, Esai Ilmiah, Poster Publik, dan Video Edukasi.

 

Tema besar yang diangkat pada MEDSMOTION 2020 adalah “Current Update of Management on Digestive Disease to Improve Global Health”, dengan lima subtema, yaitu:

  • Perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir sebagai upaya promotif, preventif, kuratif, atau rehabilitatif penyakit pencernaan,
  • Aplikasi klinis penggunaan teknologi biomolekuler, genetika, atau imunologi sebagai upaya promotif, preventif, kuratif, atau rehabilitatif penyakit pencernaan,
  • Pemanfaatan sumber daya alam dalam upaya promotif, preventif, kuratif, atau rehabilitatif penyakit pencernaan,
  • Pengembangan edukasi atau pemberdayaan masyarakat kominitas di bidang penyakit pencernaan,
  • Penanganan penyakit kegawatdaruratan pada system pencernaan.

 

Pada final round esai ilmiah, Zavia Putri Salsabila menampilkan karya berjudul : “Terapi Pengobatan Pasien GERD Usia Lanjut Menggunakan Minuman Kombinasi Cinnamomum burmannii dan Aloe vera”. Materi presentasi yang disampaikan delegasi FK UII ini ternyata mampu memikat dewan juri yang terdiri dari dr.Evi Rokhayati, Sp.A, M.Kes, Prof. dr.Ari Natalia Probandari, MPH, Ph.D, dan dr.Triyanta Yuli Pramana, Sp.PD-KGEH, FINASIM, sehingga meraih skor tertinggi dan mengalahkan para finalis lainnya yang berasal dari berbagai kampus dengan tradisi ilmiah yang kuat, seperti Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sumatra Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana, dan sebagainya.

 

Yang menarik, prestasi yang diraih oleh Zavia Putri Salsabila ini sekaligus mengulangi prestasi serupa yang pernah diraih oleh seniornya di FK UII, yaitu Rafik Prabowo dari angkatan 2015 yang juga berhasil meraih gelar Juara 1 Nasional Esai Ilmiah pada MEDSMOTION edisi tahun 2017 lalu. Setelah 2 tahun absen dari podium juara, akhirnya pada tahun ini delegasi FK UII berhasil tampil kembali di puncak prestasi cabang esai ilmiah.

 

“Ide awal saya adalah memilih penyakit pencernaan yang memiliki prevalensi besar dan tidak banyak disadari masyarakat, yaitu penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease-red). Ternyata untuk penyakit GERD sendiri penanganannya melalui obat kimia masih kurang efektif dan cenderung memiliki efek samping. Untuk itu, saya mencoba mencari bahan alternatif berupa tanaman herbal yang banyak terdapat di sekitar kita, contohnya kayu manis dan lidah buaya. Saya mencoba untuk mengkaji kedua tanaman tersebut dan ternyata keduanya pernah diteliti untuk menangani GERD. Dari sinilah, saya mencoba untuk menggabungkan khasiat keduanya yang saya wujudkan dalam bentuk karya esai tersebut” jelas Zavia.

 

  1. Medical Scientific Competition (MEDSCO) 2020 FK Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

Pada event ilmiah nasional tahunan yang diselenggarakan oleh FK Universitas Muhammadiyah Surakarta ini, delegasi FK UII yang berasal dari angkatan 2019, yaitu Muhammad Ariq Naufal Arofiq dan Rana Aulia Farah Kamila berhasil meraih Juara 3 Nasional Esai Ilmiah pada babak final yang berlangsung pada 21-22 November 2020.

 

Perjuangan delegasi FK UII untuk meraih gelar juara ini tidaklah mudah karena harus bersaing dengan delapan finalis yang berasal dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lampung. Menariknya, diantara para finalis tersebut ternyata hanya FK UII satu-satunya finalis yang berasal dari perguruan tinggi swasta. Hal ini kian membuktikan kapasitas FK UII sebagai salah satu FK terbaik di Indonesia.

 

Pada final round, delegasi FK UII mempresentasikan karya berjudul: “Potensi Apelin-13 Terenkapsulasi Nanopatikel-DGL Modifikasi PEG-RVG29-DPeptide Terkonjugasi shRNA BACE1-Inhibitor Sebagai Multifunctional Nanocarrier Tertarget: Modalitas Kuratif Novel Terapi Alzheimer”.

 

“Ide kami berawal dari pemilihan penyakit neuropsikiatri yang memiliki prevalensi tinggi di dunia dan di Indonesia. Selain itu, tatalaksana terapi Alzheimer melalui intervensi farmakologi belum menunjukkan perbaikan maksimal dan berujung timbulnya efek samping. oleh karena itu, kami mencoba mencari alternatif lain dengan menggunakan modifikasi nanopartikel sebagai multifunctional nanocarrier tertarget agen pembawa Apelin-13, shRNA BACE1-Inhibitor, dan DPeptide yang mengintervensi pathogenesis Alzheimer yaitu β-Amiloid (Aβ) dan akumulasi protein tau (NFT) secara spesifik dan minim efek samping,” jelas Ariq Naufal, salah satu anggota delegasi.

 

  1. Padjadjaran Scientific (PASIFIC) Festival 2020 FK Universitas Padjadjaran

 

Pada PASIFIC Festival 2020, delegasi FK UII yang juga berasal dari angkatan 2019, yaitu Muhammad Ariq Naufal Arofiq, Raden Muhammad Bagus Muliawan, dan Amany Taqiyyah Wardhani tampil sebagai Juara 3 Nasional Literature Review PASIFIC Festival 2020 FK Universitas Padjadjaran pada final yang berlangsung secara virtual tanggal 29 November 2020.

 

Menghadapi kompetitor tangguh yang berasal dari berbagai universitas besar di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana, dan sebagainya di babak final, delegasi FK UII tetap percaya diri mempresentasikan karya mereka di babak final dengan judul : “Potensi Kombinasi Curcumin dari Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L) dan S1-Peptide BACE1-Inhibitor Terenkapsulasi PLGA-Nanopartikel dengan Konjugasi CRT Peptide Sebagai Dual Targeting Treatment: Modalitas Kuratif Novel Terapi Alzheimer”.

 

Seperti diketahui, penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang dapat menyebabkan  gangguan kognitif dan perilaku yang mengganggu fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari pasien. Dirunut dari sejarahnya, penyakit Alzheimer pertama kali dikemukakan oleh psikiater Alois Alzheimer pada tahun 1907. Saat itu Alois Alzheimer berhasil menemukan adanya perubahan pada otak pasien yang diautopsi, berupa amyloid plaque dan paired helical filamen. Kelainan anatomis tersebut diyakini menjadi dasar penyebab perubahan status mental pasien sehingga sejak saat itu kita mengenal kasus tersebut dengan nama penyakit Alzheimer.

 

Penyakit Alzheimer bukanlah penyakit yang dapat disepelekan. Sebuah publikasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa penderita penyakit ini di seluruh dunia mencapai sekitar 46,8 juta orang. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup manusia, diperkirakan angka kejadian Alzheimer juga akan terus bertambah hingga mencapai angka 131,5 juta orang penderita pada tahun 2050 nanti.

 

Selain jumlahnya yang terus berkembang, Alzheimer ternyata juga menjadi penyebab kematian yang cukup sering, khususnya pada lansia. Di Amerika Serikat, Alzheimer merupakan penyebab kematian tertinggi ke-enam dan menghabiskan anggaran kesehatan hingga mencapai 172 milyar dolar per tahunnya. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk mengobati sebuah penyakit.

 

Penyakit Alzheimer sejatinya merupakan bentuk paling umum dari demensia. Hingga sekarang penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui, namun terdapat teori yang mengungkapkan bahwa interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan disinyalir dapat menyebabkan kelainan yang menimbulkan penyakit Alzheimer. Faktor-faktor yang diyakini dapat memicu terjadinya penyakit Alzheimer, antara lain keturunan, usia tua, kegemukan, gangguan metabolisme, kadar lemak darah yang terlalu tinggi, hingga kencing manis.

 

Terkait pengobatan, sampai hari ini belum ditemukan obat yang mampu menghilangkan penyakit Alzheimer secara tuntas. Adapun pengobatan yang selama ini dilakukan masih sebatas terapi yang ditujukan untuk mengurangi/mengontrol gejala pasien dengan pengembangan yang didasari dari perjalanan penyakit Alzheimer itu sendiri, seperti golongan penghambat kolinesterase.

 

Dengan kian banyaknya ilmuwan muda yang tertarik untuk meneliti dan mengkaji pengobatan penyakit Alzheimer seperti yang dilakukan oleh Bagus dan kawan-kawan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti terapi yang komprehensif bagi pasien Alzheimer dapat ditemukan.

 

  1. Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) 2020 ISMKI dan Medical Veteran Competition (MVC) 2020 FK UPN Veteran Jakarta

 

TEMILNAS 2020 merupakan ajang ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) ISMKI yang pada tahun ini diadakan secara online dengan FK Universitas Kristen Maranatha Bandung selaku host, pada Sabtu-Ahad, 28-29 November 2020. TEMILNAS 2020 mengangkat tema utama: Respiratory Disease: “Update On Management for A Healthy Lung and Better Respiration”

 

Agenda utama TEMILNAS 2020 terdiri dari memiliki 3 rangkaian acara, yaitu kompetisi ilmiah nasional yang diikuti oleh mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia, pertemuan ketua lembaga ilmiah fakultas kedokteran se-Indonesia, dan simposium nasional. Acara ini juga bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandung.

 

Selain tema utama, juga terdapat lima subtema yang diusung pada TEMILNAS 2020, yaitu:

  1. Pengembangan dan penerapan IPTEK resolusi 4.0 dalam upaya preventif dan kuratif pada penyakit paru
  2. Upaya pengembangan inovatif di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada penyakit paru
  3. Aplikasi biomolekuler, mikrobiologi dan radiologi dalam diagnostik dan intervensi dalam bidang penyakit paru
  4. Pengembangan sumber daya alam/herbal dalam bidang penyakit paru
  5. Update terbaru penyakit paru yg bersifat urgensi dan emergensi serta tatalaksana yang tepat

 

Adapun cabang kompetisi ilmiah nasional yang diadakan pada TEMILNAS 2020, meliputi:

 

  1. Penelitian Multi Center (PMC)

 

  1. Literature Review

 

  1. Esai Ilmiah

 

  1. Poster Publik

 

  1. Video Edukasi

 

Pada final round TEMILNAS 2020 ISMKI, delegasi FK UII yang terdiri dari Marcellino Sebastian Ananta dan Danan Budi Primadi berhasil meraih Juara 3 Nasional Video Edukasi dengan menampilkan karya berjudul “Mari Cegah Covid-19 dengan SEMANGAT”, dan bersaing ketat dengan finalis dari Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Padjadjaran, dan sebagainya.

 

“Kami berusaha menciptakan karya berdasarkan tema yang diangkat penyelenggara yaitu masalah pada sistem respirasi dan berakhir pada kami yang memikirkan keprihatinan akan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari pandemi COVID-19,” jelas Marcellino.

 

Sementara itu delegasi FK UII lainnya yaitu Khairunnisa, Anindya Amanda Damayanti, dan Clarissa Angelia Adiputri berhasil meraih Juara Favorit Nasional Poster Publik setelah berkompetisi dengan finalis dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatra Utara, Universitas Padjadjaran, dan sebagainya.

 

Di babak final, mereka mempresentasikan karya berjudul: “Sadari PPOK dengan BERMAIN, cegah dengan CERDIK”. Menurut Khairunnisa, ide awal dari pengambilan topik menyesuaikan dengan tema lomba yaitu Respiratory Disease. “Lalu kami memilih tema PPOK sebagai topik poster publik karena PPOK merupakan penyebab kematian ketiga, sehingga urgensi dari edukasi masyarakat mengenai PPOK sangat tinggi,” jelasnya.

 

Perjalanan gemilang mahasiswa FK UII dalam meniti prestasi di tahun 2020 ini akhirnya ditutup dengan manis oleh delegasi FK UII yang terdiri dari Muhammad Ariq Naufal Arofiq, Raden Muhammad Bagus Muliawan, dan Amany Taqiyyah Wardhani dengan merebut Juara 1 Nasional Poster Publik Medical Veteran Competition 2020 FK UPN Veteran Jakarta setelah merajai babak final yang berlangsung pada 29 November 2020 secara online. Sebuah rentetan prestasi yang perlu kita syukuri bersama: dalam tempo 10 bulan, terbentang 12 prestasi nasional yang berhasil diukir oleh para delegasi FK UII.

 

Fakultas Berperan Aktif, Prestasi Mahasiswa pun Masif

 

Menurut Mochamad Afifudin, delegasi FK UII yang berhasil mencetak brace dengan meraih juara 1 nasional esai ilmiah di EXIT MRC 2020 UNAND dan HSF 2020 UNHAS, keberhasilan para mahasiswa dalam menorehkan berbagai prestasi membanggakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran dan pola didik yang diterapkan fakultas.

 

“Belajar di FK UII menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Sejak awal, kami diajarkan untuk selalu berilmu amaliah-beramal ilmiah, dididik menjadi mahasiswa yang berpikir kritis, serta dilatih dapat menyaring informasi yang masuk dan apa yang hendak dilakukan kedepannya. FK UII juga selalu memberikan peluang untuk mengembangkan bakat dan minat para mahasiswanya, di mana kami memiliki ruang untuk lebih mengembangkan soft skill yang dimiliki,” jelas Afif.

 

Senada dengan Afif, beberapa mahasiswa pendidikan profesi dokter FK UII yang dahulu semasa pendidikan program sarjana sering menjadi delegasi FK UII pada berbagai kompetisi ilmiah juga mengutarakan hal yang sama, salah satunya adalah Rafik Prabowo, mahasiswa Prodi Profesi Dokter FK UII angkatan 2015 yang pernah meraih berbagai prestasi gemilang di level nasional hingga internasional, seperti :

 

  • Juara 1 Lomba Esai Ilmiah Diponegoro Medical and Health Scientific Competition 2017 FK Universitas Diponegoro
  • Juara 1 Lomba Esai Ilmiah Medical Sebelas Maret Competition 2017 FK Universitas Sebelas Maret
  • Travel Grant Award the 5th Seoul International Congress of Endocrinology and Metabolism 2017 South Korea
  • Travel Grant Award Hypertension Jeju 2018 in Conjunction with the 48th Scientific Conference of the the Korean Society of Hypertension
  • Travel Grant Award the 7th International Congress on Lipid & Atherosclerosis 2018 South Korea
  • Mahasiswa Berprestasi Kopertis V Yogyakarta 2018
  • Finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia 2018
  • Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Scifi Neutron 2018 Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia

 

“Saya merasa tidak salah memilih untuk masuk di FK UII di mana saya merasa berada di kampus atau fakultas yang bisa membantu menyeimbangkan potensi diri. Di sini saya dilatih untuk menyeimbangkan potensi baik dari sisi agama, akademik, prestasi, sosial, dan organisasi. Saya juga banyak belajar bahwa menjadi mahasiswa FK itu tidak melulu hanya tentang belajar, belajar, dan belajar, dimana kampus ini mengajarkan saya untuk mampu mengembangkan bakat dan minat yang ada dalam diri saya,” ujar Rafik.

 

“Hal yang paling saya suka dari FK UII dan UII adalah mereka selalu mendukung mahasiswanya untuk terus bisa berkarya dan berprestasi, baik dari sisi moril dan materil, saya bangga menjadi bagian darI FK UII!,” pungkasnya. (dsh)