FK Lantik Dokter Periode XLII

word-image

Caption : Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., selaku Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia, berfoto bersama dengan pimpinan Fakultas Kedotkeran UII, Para Direktur RS Pendidikan, dan dokter baru FK UII. (Photo : Wibowo)

Kedokteran (UII) – Dokter adalah profesi mulia. Tidak jarang, di tangannya nyawa anak manusia dititipkan. Dedikasi dan kecermatan dalam bertindak tidak dapat ditawar, termasuk para alumni Kedokteran UII. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi pembuka pintu bagi UII untuk semakin menebar rahmat dalam bentuk layanan kesehatan untuk bangsa Indonesia dan umat manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., selaku Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia, saat menyampaikan teks tertulis Rektor UII dalam memberikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode XLII, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu, 05 Dzulqoidah 1439 H/18 Juli 2018, bertempat di auditorium Prof. KHA. Kahar Muzakir, Komplek Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta, yang diikuti sebanyak 76 dokter baru yang terdiri 28 putri, dan 48 putra.

Menurut Rektor UII, yang dibacakan oleh Wakil Rektor I UII menyampaikan bahwa berdaasarkan indikator yang di akses di situsweb World Health Organization (WHO) pada 11 Juli 2018, mengindikasikan potret umum kualitas kesehatan bangsa ini yang masih perlu dikembangkan. Kematian neonatal, misalnya, masih di angka 70 per 1.000 bayi. Kematian ibu masih mencapai 126 orang per 100.000 kelahiran hidup. Peran dokter sangat menentukan di sini.

“dengan demikin maka konsep dokter bintang lima yang dicanangkan oleh WHO dan diadopsi untuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dalam mendefinisikan profil lulusan, harus betul-betul diamalkan”, pesan Rektor UII yang di bacakan oleh Warek I UII Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc

Hal senada disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK, yang menyampaikan bahwa Karir dokter pada masa milienial ini, terbuka lebar untuk berkarya tidak hanya secara langsung melayani masyarakat. Juga dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Dengan pengalaman selama kuliah di UII, sistem IT membuka cakrawala untuk dokter bertindak cepat, tepat, efektif dan efisien. Pengembangan inovasi IT di bidang kesehatan, tentu akan memberikan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Sampai saat ini, dengan dokter baru yang baru saja mengucapkan sumpah, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia telah meluluskan 1.545 orang dokter.

“Semoga ikhtiar kecil ini menjadi pembuka pintu bagi UII untuk semakin menebar rahmat dalam bentuk layanan kesehatan untuk bangsa Indonesia dan umat manusia”, doa Rektor UII untuk para dokter baru FK UII. Wibowo/Tri