Pertajam Keterampilan Klinis Terintegrasi Mahasiswa, FK UII Gelar Item Development Soal IPM

SLEMAN (21/9) – Dalam rangka memperkuat mutu kurikulum dan metode pembelajaran klinis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menggelar kegiatan Item Development Soal Integrated Patient Management (IPM) beserta suplemen pendukung pada Senin, 21 September 2026. Lokakarya akademik yang berlangsung di Auditorium Lantai 1 FK UII ini menghadirkan dan melibatkan puluhan dosen pakar dari berbagai cabang departemen klinis.

Keterlibatan lintas disiplin ilmu tersebut mencakup sembilan departemen utama, yaitu Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Jiwa, Neurologi, Anestesi, Terapi Intensif dan Manajemen Nyeri, hingga Departemen Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok Bedah Kepala dan Leher. Kolaborasi multidepartemen ini menjadi fondasi penting dalam merumuskan skenario kasus medis yang realistis, komprehensif, serta mencakup berbagai bidang spesialistik.

Penyelenggaraan agenda ini difokuskan untuk merancang modul kasus klinis terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa FK UII. Dalam proses pengembangannya, para pakar dituntut untuk menyusun skenario kasus serta materi suplemen dengan berpatokan pada literatur dan referensi medis terkini. Pembaruan berbasis bukti ilmu kedokteran terbaru (evidence-based medicine) ini krusial agar materi pengajaran selalu relevan dengan perkembangan dinamika dunia medis modern.

Pengembangan soal IPM berbasis kasus terintegrasi ini diproyeksikan dapat melatih pola pikir ilmiah serta kemampuan pengambilan keputusan klinis mahasiswa secara holistik. Melalui pendekatan interdisipliner dari berbagai departemen, mahasiswa dilatih untuk melihat kondisi kesehatan pasien dari pelbagai sudut pandang spesialistik. Langkah ini menjadi sarana efektif dalam memperkaya bahan kajian dan materi simulasi pada rangkaian kegiatan akademik.

Selain penyusunan skenario utama, pembuatan suplemen panduan instruktur juga menjadi bagian vital yang digarap dalam lokakarya ini. Suplemen tersebut dirancang sebagai acuan baku bagi para instruktur klinis saat mendampingi sesi pembelajaran IPM. Kehadiran suplemen ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman antar-instruktur sehingga dapat meminimalkan potensi bias maupun miskonsepsi saat mengarahkan mahasiswa.

Seluruh hasil dari kegiatan Item Development ini nantinya akan dibakukan sebagai instrumen pembelajaran utama di lingkungan FK UII. Melalui kolaborasi erat para dosen pakar lintas disiplin serta pemanfaatan referensi tepercaya, FK UII menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran medis yang terstruktur, terarah, dan berkualitas tinggi demi melahirkan calon dokter yang kompeten. (Irfan/Jo)