Perkuat Kolaborasi Medis, Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi UII Paparkan Solusi Isu Kesehatan di Presentasi Akhir IPE Blok Sistem Endokrin

SLEMAN (21/7) – Rangkaian program Interprofessional Education (IPE) Blok Sistem Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) resmi ditutup melalui Presentasi Penugasan IPE yang berlangsung pada 17 dan 20 Juli 2026. Bertempat di Ruang Tutorial FK UII, agenda puncak ini menjadi ajang pembuktian sinergi antarprofesi. Mahasiswa mempresentasikan hasil karya kolaboratif berupa poster ilmiah yang merumuskan solusi atas berbagai permasalahan kesehatan masyarakat terkini.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Farmasi Program Sarjana UII. Selama proses IPE, setiap kelompok telah turun mengidentifikasi isu kesehatan di lingkungan sekitar, membedah faktor risikonya, serta merancang rencana intervensi terpadu. Hasil analisis mendalam tersebut kemudian dituangkan dalam poster ilmiah yang mencakup pendekatan medis promotif, preventif, kuratif, hingga edukatif.

Dalam teknis pelaksanaannya, mekanisme pemaparan disajikan secara hibrida namun tetap menjunjung tinggi nilai kolaborasi. Mahasiswa kedokteran menyampaikan presentasi secara tatap muka langsung di hadapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sementara mahasiswa farmasi menyajikan gagasan mereka melalui tayangan video rekaman yang dipersiapkan sebelumnya. Penggabungan dua metode ini tetap berhasil memperlihatkan peran dan kontribusi seimbang dari masing-masing profesi kesehatan.

Seusai pemaparan poster, DPL melakukan evaluasi komprehensif sekaligus memberikan umpan balik (feedback) bagi setiap kelompok. Penilaian berfokus pada ketepatan analisis masalah, relevansi gagasan solusi, kedalaman sinergi antarprofesi, hingga estetika penyajian poster. Sesi evaluasi ini menjadi sarana refleksi krusial agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif menerima kritik konstruktif demi perbaikan rancangan program medis.

Salah satu DPL mengapresiasi tinggi hasil karya kolaboratif yang disajikan para mahasiswa. Menurutnya, perpaduan antara calon dokter dan calon apoteker mampu melahirkan solusi kesehatan yang jauh lebih holistik dan aplikatif bagi masyarakat. Penilaian tidak sekadar menitikberatkan pada produk akhir poster, tetapi juga menilai proses berpikir kritis, kelancaran komunikasi ilmiah, serta soliditas kerja sama tim yang terbangun sepanjang program.

Penyelenggaraan IPE Blok Sistem Endokrin ini menegaskan komitmen FK UII dalam mencetak tenaga kesehatan masa depan yang siap berkolaborasi. Pengalaman belajar interprofesional sejak jenjang sarjana diproyeksikan menjadi bekal fundamental bagi para lulusan. Sinergi dini antara calon dokter dan apoteker ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan terpadu, efektif, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat. (Irfan/Jo)