Wujudkan Sekolah Siaga Darurat, FK UII Terjunkan Tim Dokter Latih Pertolongan Pertama Civitas SMA Global Darussalam Academy

Sleman (22/07) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) kembali mewujudkan komitmennya dalam pelaksanaan Caturdarma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian masyarakat. Sebagai bentuk implementasi nyata dari kerjasama yang telah dijalin antara kedua institusi, FK UII menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama bagi civitas SMA Global Darussalam Academy pada Selasa, 21 Juli 2026. Berlokasi langsung di lingkungan SMA Global Darussalam Academy, kegiatan ini mengusung tema edukatif “Kenali Kondisinya, Berikan Pertolongan, Selamatkan Nyawa” yang dirancang khusus untuk membekali masyarakat sekolah dengan kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan darurat.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang tugas di sekolah. Peserta tidak hanya terdiri dari guru dan musyrif, tetapi juga meliputi satuan pengamanan (satpam), karyawan, hingga staf bagian laundry dan dapur. Keragaman ini didasari oleh prinsip kuat bahwa pertolongan pertama adalah kebutuhan krusial bersama di lingkungan sekolah, yang bukan semata-mata tanggung jawab tenaga pendidik. Untuk mengukur efektivitas program secara objektif, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pretest guna memetakan tingkat pemahaman awal mereka sebelum menerima rangkaian materi.
Untuk menjamin standar dan kualitas edukasi medis yang diberikan, FK UII secara khusus mengirimkan tenaga ahli yang seluruhnya berprofesi sebagai dokter untuk bertindak selaku pemateri sekaligus pelatih praktik. Sesi inti pelatihan mencakup beberapa modul esensial, diawali dengan materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang meliputi teori Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan panduan penggunaan Automated External Defibrillator (AED) yang disampaikan oleh dr. Muhammad Hanif Al As’ad Budiyanto. Selanjutnya, dr. Mellody Yudhashinta Putri Cahyono memberikan pemaparan komprehensif mengenai teknik pembalutan menggunakan mitela serta tata cara penggunaan bidai yang tepat guna mencegah cedera lanjutan. Rangkaian materi kemudian ditutup dengan tata laksana kondisi tersedak yang dibawakan oleh dr. Muthia Tsabita Rahmi, M.Sc., yang dipadukan secara menarik dengan simulasi kasus.

Sesi penyampaian materi oleh tim instruktur dokter FK UII
Pendekatan pelatihan ini didesain sangat interaktif dengan memadukan pemaparan teori, sesi tanya jawab, serta praktik langsung menggunakan manekin. Saat melakukan simulasi dalam kelompok-kelompok kecil, peserta didampingi secara intensif oleh tim instruktur dokter dari FK UII, yakni dr. Annisa Sofiana dan dr. Fit Anastyo. Di penghujung acara, panitia mengadakan posttest untuk mengevaluasi signifikansi peningkatan pemahaman peserta setelah pelatihan diberikan. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme yang tinggi selama kegiatan, panitia juga memberikan doorprize kepada dua peserta dengan nilai evaluasi tertinggi.
Perwakilan Humas SMA Global Darussalam Academy, Iswiyanto, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, bekal ilmu pertolongan pertama dari para dokter FK UII memberikan kesiapan nyata bagi seluruh civitas sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Hal senada turut ditegaskan oleh Petugas UKS SMA Global Darussalam Academy, Septi Tri Widianingrum, A.Md.Kep., yang meyakini bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan sangat bermanfaat dalam mendukung penanganan kondisi darurat sehari-hari di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, FK UII menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya siaga dan tanggap darurat di fasilitas pendidikan, dengan harapan bekal keterampilan dari para ahli ini mampu mencetak penolong pertama yang sigap dan siap siaga di mana pun mereka berada.

Foto bersama peserta pelatihan. (MTR/EAY/Jo)

