Tambah Kekuatan Medis Nasional, FK UII Resmi Lepas 130 Dokter Baru Periode ke-70

SLEMAN (22/1) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali mempersembahkan bakti untuk negeri dengan melantik 130 dokter baru dalam prosesi Sumpah Dokter Periode ke-70 yang berlangsung khidmat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Rabu (21/1/2026). Pelantikan ini menambah panjang daftar kontribusi FK UII bagi kesehatan bangsa, dengan total alumni yang kini mencapai 2.668 dokter. Para dokter baru yang terdiri dari 34 laki-laki dan 96 perempuan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua Selatan, menegaskan peran UII sebagai perekat keberagaman nusantara.
Dalam sambutannya, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., mengajak para dokter baru untuk meneladani sosok Bapak Kedokteran Modern, Ibnu Sina. Ia menguraikan lima pelajaran penting dari Ibnu Sina, di antaranya pentingnya evidence-based medicine di mana dokter harus berani menjadi penjaga nalar yang tegas pada bukti namun lembut pada manusia. Prof. Fathul juga menekankan bahwa keselamatan pasien sering kali ditentukan oleh kepedulian pada detail-detail kecil, serta pentingnya dokter menjadi pembelajar lintas disiplin yang mampu menerjemahkan pengetahuan kompleks menjadi protokol layanan yang aman dan konsisten.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes. saat memberikan sambutan
Senada dengan pesan Rektor, Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., memberikan penekanan kuat pada aspek spiritual dan akuntabilitas profesi. Ia mengingatkan bahwa dalam Islam, ilmu tidak pernah netral karena selalu membawa konsekuensi dan amanah. Mengutip hadis Nabi, Dekan FK UII mengajak lulusan untuk merenungkan pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak tentang “untuk apa ilmu itu diamalkan”. Ia berpesan agar euforia kelulusan tidak melalaikan para dokter baru dari beban amanah kemanusiaan yang kini resmi terpikul di pundak mereka.
Secara akademik, periode ke-70 ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan waktu tempuh Pendidikan Profesi Dokter tercepat diraih dalam kurun waktu 2 tahun 1 bulan 24 hari. Capaian ini tidak lepas dari dukungan proses pendidikan klinis yang berkualitas di berbagai rumah sakit jejaring pendidikan utama dan satelit, seperti RSUD dr. Soedono Madiun, RSUD dr. Soeroto Ngawi, hingga RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Keberhasilan ini membuktikan efektivitas sistem pendidikan FK UII dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan siap terjun ke masyarakat.
Menutup prosesi, pelantikan ini menjadi simbol awal perjalanan panjang para dokter baru. Tidak hanya bermodal gelar akademis, mereka diharapkan menjadi figur yang memegang teguh janji moral dan profesional. Sumpah yang diucapkan bukan sekadar seremonial, melainkan kompas hidup untuk melayani masyarakat dengan integritas, kasih sayang, dan rasa takut kepada Allah SWT, sebagaimana nilai-nilai yang ditanamkan selama masa pendidikan di Universitas Islam Indonesia.

Foto bersama 130 dokter baru. (Jo)

