Gambaran Kejadian Strabismus dengan Kelainan Refraksi

  • Diposkan oleh

GAMBARAN KEJADIAN STRABISMUS DENGAN KELAINAN REFRAKSI DI  RUMAH SAKIT MATA “DR. YAP” YOGYAKARTA  (PERIODE 2003-2004)

Mata merupakan salah satu organ indera manusia yang mempunyai manfat sangat besar. Kelainan yang menggangu fungsi mata salah satunya adalah strabismus. Strabismus ini terjadi jika ada penyimpangan dari penjajaran okular yang sempurna. Penyimpangan tersebut juga bisa terjadi karena kelainan refraksi yang meliputi emetropia,miopia, hipermetropia dan astigmatisma.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian strabismus dengan kelainan refraksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental yang dilakukan pada pasien strabismus Rumah Sakit Mata “DR. YAP” Yogyakarta dari tahun 2003 sampai dengan 2004. Pengambilan data adalah dengan pencatatan dari rekam medis.

Jumlah penderita strabismus di bagian Rawat Jalan VI Rumah Sakit Mata “DR. YAP” Yogyakarta pada 1 Januari tahun 2003 sampai dengan 31 Desember 2004 adalah 84 kasus, dengan jumlah kasus Strabismus Tipe Esotropia sebanyak 31 orang, jumlah kasus Strabismus Tipe Eksotropia sebanyak 40 orang dan jumlah Strabismus tipe lain-lain sebanyak 13 orang.

Berdasarkan diagnosis kelainan refraksi, pada Strabismus Tipe Esotropia, frekuensi kasus tertinggi terdapat pada kelainan refraksi Hipermetropia yaitu sebanyak 18 orang (58%), sedangkan pada Strabismus Tipe Eksotropia, frekuensi kasus tertinggi terdapat pada kelainan refraksi Miopia dan Hipermetropia dengan jumlah yang sama, yatu masing-masing sebanyak 15 orang (38%). Berdasarkan jenis kelamin, pada Strabismus Tipe Esotropia, jumlah penderita laki-laki lebih banyak daripada jumlah penderita perempuan yaitu sebanyak 17 orang (54,84%) sedangkan pada Strabismus Tipe Eksotropia, jumlah penderita perempuan lebih banyak daripada jumlah penderita laki-laki yaitu sebanyak 22 orang (55%). Berdasarkan umur, pada Strabismus Tipe Esotropia, jumlah penderita terbanyak terdapat pada golongan umur 1-4 tahun berjumlah 10 orang (33%) sedangkan pada Strabismus Tipe Eksotropia, jumlah penderita terbanyak terdapat pada golongan umur 5-14 tahun sebanyak 14 orang (34%).

Kata Kunci : Strabismus, Esotropia, Eksotropia, Kelainan refraksi.

 

Pembimbing I
dr. Haryo Yudono, Sp.M

 
Pembimbing II

dr. Yana Supriatna, Ph.D