Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran CMIA FKUII Raih FULDFK Award 2017

 

Caption : Rahman Suhendri (Baju Putih) saat menerima penghargaan CMIA sebagai lembaga terbaik Nasional (Photo Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran(FULDFK) merupakan wadah bagi lembaga dakwah fakultas kedokteran yang ada di indonesia. Beberapa tujuan hadirnya FULDFK adalah sebagai sarana untuk meningkatkan ukhuwah dan kordinasi diantara lembaga dakwah fakultas kedokteran.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua CMIA FK UII, Rahman Suhendri, saat menceritakan perolehan award yang diterima di Fakultas Kedokteran UII, Ahad, 14 Robiul Awal 1439 H / 03 Desember 2017.

Menurut Rahman, FULDFK Award merupakan ajang penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian yang telah dicapai baik individu maupun institusi dalam kegiatan dakwahnya. Penghargaan ini diberikan pada saat Musyawarah Nasional FULDFK ke XIII yang diselenggarakan di Hotel Prima Yogyakarta.

“Center for Medical Islamic Activities FKUII (CMIA FKUII) merupakan satu-satunya lembaga dakwah yang mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut sebagai lembaga dakwah terkontributif nasional”, kata Rahman.

Lebih lanjut dijelaskan Rahman bahwa penghargaan ini didasarkan pada banyaknya jumlah anggota CMIA FKUII dalam kegiatan pendelegasian pada acara-acara FULDFK, keikutsertaan dalam lomba-lomba keislaman, jumlah anggota FULDFK yang berasal dari FKUII, dan partisipasi aktif sebagian anggota CMIA pada kajian online FULDFK sebagai pembicara.

“Alhamdulillah ini adalah nikmat sekaligus ujian bagi kami apakah kami menjadi orang yang bersyukur atau kufur. saya sungguh tidak menyangka, CMIA FKUII dinobatkan sebagai LDFK terkontributif nasional. Semoga ini menjadi pelecut bagi CMIA FKUII untuk terus membuktikan bahwa ia layak menerima penghargaan tersebut”, kesan Rahman Suhendri. Wibowo

 

Kedokteran UII jadi Tuan Rumah FOKI

 

Caption : Peserta Seminar dan Workshop FOKI berfoto bersama dengan Rektor UII dan pimpinan Fakultas Kedokteran UII. (Photo : Wibowo/istimewa)

Yogyakarta (UII News) – Berkiprah di dunia pendidikan Kedokteran Islam menjadi hal yang wajib dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, sebagai jawaban atas tantangan globalisasi yang harus di jawab agar bisa bersaing dengan fakultas kedokteran lain baik di dalam maupun diluar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya saat menjadi tuan rumah acara Seminar dan Workshop Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) se Indonesia yang diselengarakan pada Rabu – Jumat, 24 – 26 Robiul Awal 1439 H / 13 -1 5 Desember 2017 di Andrawina Ballroom Jogjakarta Plaza Hotel, Jl. Affandi-Gejayan, Komplek Kolombo, Yogyakarta. Yang diikuti oleh Fakultas Kedokteran Islam se Indonesia.

Menurut dokter Linda, menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini karena FK UII menjadi anggota Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI). FOKI merupakan wadah yang memfasilitasi fakultas-fakultas kedokteran Islam di Indonesia untuk dapat bersinergi siap menghadapi globalisasi di pendidikan kedokteran.

“Seminar nasional dengan tema Meningkatakan Daya Saing Fakultas Kedokteran Islam di Era persaingan global diadakan sebagai salah satu sarana untuk bersilaturahim serta meningkatkan wawasan dan sinergisitas antar fakultas kedokteran Islam dalam upaya pengembangan fakultas kedokteran Islam untuk dapat bersaing di era global”, kata dokter Linda.

Lebih lanjut di jelaskan oleh Dekan FK UII ini bahwa salah satu isu tantangan global, jumlah fakultas kedokteran mencapai 84 fakultas kedokteran, sehingga mendorong fakultas kedokteran Islam untuk dapat berbenah meningkatkan kualitas sehingga dapat bersaing di era global ini.

“Kumpul silaturahmi dan seminar yang dihadiri kedokteran Islam se Indonesia ini sebagai sarana diskusi untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi yang sudah di tetapkan”, tegas dokter Linda, Dekan FK UII. Wibowo

 

Kedokteran Adakan Lomba Balita untuk Warga Sekitar RSA UII

 

Caption : Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK bersama warga Wijirejo Pandak Bantul, dan para balita peserta lomba yang diselenggarakan oleh FK UII. (Photo Wibowo/Istimewa)

Bantul (UII News) – Guna mensosialiasikan adanya Rumah Sakit akademik (RSA) Universitas Islam Indonesia serta lebih mendekatkan kepada warga setempat maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lomba Balita.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dihadapan warga di komplek Kantor Kelurahan Wijirejo, Pandak, Bantul pada hari Ahad, 04 Jumadil Awal 1439 H/21 Januari 2018.

Dalam kesempatan tersebut dokter Linda menyampaikan bahwa hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang adalah kirang lebih 4 juta rupiah dengan membayar kontribusi Rp. 15.000,00 bagi peserta dengan mendapat bingkisan dan snack saat kegiatan dialangsungkan.

“Kegiatan lomba balita ini untuk bersosialisasi kepada warga masyarakat sekitar Rumah Sakit Akademik (RSA) serta lebih mengeratkan kepada masyarakat setempat dengan berbagai kegaitan pengabdian kepada masyarakat”, demikian ungkap dokter Linda.

Adapun dalam kegiatan lomba balita tersebut dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia membagi berbagai macam kategori diantarannya adalah kategori Balita sehat, Lomba Busana Muslim Syar’I Balita dan hafalan Juzz 30 (usia 3-5 tahun). Wibowo

Dosen Mikrobiologi FK UII Ikuti PIT 2017 di Padang

 

Caption : Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes, nomor dua dari kiri saat berfoto dengan sejawatnya dalam acara PIT 2017 9photo Wibowo/istimewa).

Kaliurang (UII News) – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh delegasi FK UII dari Departemen Mikrobiologi FK UII yaitu Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes sepulang mengkuti acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang diselenggarakan yang berlangsung di Pangeran Beach Hotel Padang pada hari Kamis – Sabtu, 22 -24 Muharom 1439 H / 12 -14 Oktober 2017 yang diikuti oleh para ahli Mikrobiologi se Indonesia.

Menurut dokter Farida, dalam acara tersebut, Ia membawa makalah yang berjudul “Optimasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus”.

Kegiatan berlangsung mulai tanggal 12-14 Oktober 2017. Hari pertama merupakan kegiatan workshop sedang hari ke-2 dan ke-3 merupakan kegiatan simposium. Kegiatan yang diikuti oleh peserta di sebagian besar wilayah Indonesia ini mengetengahkan beberapa informasi terkini. Di antaranya adalah tingginya kasus resistensi bakteri di berbagai center rumah sakit, terutama di ICU yang memerlukan koordinasi secara komprehensif.

“Di sisi lain posisi kasus TB Indonesia di dunia yang menjadi peringkat ke-2 setelah sebelumnya membaik pada peringkat ke-5. Ada juga beberapa penemuan baru yang perlu diketahui seperti adanya rak magnetik yang digunakan pada proses isolasi DNA,.”, kata dokter Farida.

Ditambahkan lagi bahwa dengan menggunakan rak magnetik tersebut pemisahan antara supernatan dan pelet tidak perlu menggunakan sentrifuse. Namun cukup dengan meletakkan pada rak magnetik yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga suspensi dalam microtube yang akan diperiksa secara otomatis akan terpisah menjadi pelet dan supernatan.

Teknologi baru yang juga sedang dikembangkan adalah untuk diagnosis tuberlulosis. Beberapa tahun terakhir diagnosis TB secara cepat dapat dilakukan dengan menggunakan gen expert saat ini dikembangkan TB Lamp.

Pada kesempatan ini doker Farida berkesmpatan mendapatkan hadiah berupa jam couple merk Alexander Christy karena dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Wibowo

Pentingya Nilai KeIslaman Bagi Seorang Dokter Muslim Berkualitas FK UII

 nilai keislaman

Caption : calon dokter FK UII saat mengikuti kegiatan kohesifitas atau kerjasama dengan kegiatan game outdor di halaman FK UII (Photo Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Penambahan keahlian bagi seorang dokter adalah sangat penting bagi seorang dokter selain sebagai tenaga professional yang meningkatkan pembangunan bagi kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat memberikan sambutannya dalam acara pembekalan keIslaman bagi para calon dokter yang akan mengikuti sumpah dokter period eke-40. Adapun pembekalan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran pada hari Jumat –Sabtu, 24-25 Robiul Akhir 1439 H/12-13 Januari 2018 bertempat di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Menurut dokter Udin, melatih berkomunikasi, menambah keterampilan serta pengamalan nilai-nilai islam sangatlah diperlukan oleh para calon dokter FK UII yang akan berkarakter sebagai dokter muslim yang berkualitas.

“jadi kegiatan ini penting untuk diikuti, sehingga jangan ada yang membolos, meskipun ini sifatnya wajib maka jangan dilakukan secara terpaksa, artinya harus dengan keiklasan hati”, demikian kata dokter Udin.

Sementara itu selaku ketua Panita, dokter Muhammad Kharisma mengatakan bahwa untuk meningkatakan pemahaman keislaman maka materi ini banyak memberikan wawasan dan motivasi terkait seputan praktek seorang dokter muslim, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya seperti Ustad Supriyanto Pasir, dokter Zainal Muttaqin M Sofro, dokter Umatul Khoiriyah.

“sementara itu untuk bacaan Al quran dilakukan dengan mengingat kembali dengan baca bersama dengan tartil, kemudian untuk ibadah selain wajib ditambah dengan shoalt tahajjut dimalam hari, dengan meminta peserta sebagai imam dan kultum juga dari peserta”, kata dokter Kharisma.

Selain materi-matiri seputar praktek dokter islami serta ilmu-ilmu agama, acara selam dua hari satu malam diakhri dengan kegiatan game outdor guna membangun semangat kerjasama dan kohesifitas bagai segenap calon dokter FK UII untuk menuju menjadi dokter muslim yang berkualitas. Wibowo

Kedokteran Siaga Pos Kesehatan Kebajiaran di Kebon Agung, Imogiri, Bantul

 

Caption : Nampak doktr Fila Afrianai dan anggota TBMM di Posko Kesehatan TBMM Humerus FK UII di Kebon Agung, Bantul saat melakukan pemeriksaan kesehatan. (Photo Wibowo/istimewa)

Bantul (UII News) – Kedokteran Universitas Islam Indonesia mendelegasikan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Humerus FK UII untuk siap siaga dalam kegiatan pengabdian kemasyarakatan dalam penanganan bencana banjir di wilayah Bantul.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota tim TBMM Humerus FK UII, Yusa angkatan 2014 FK UII, saat di Kampus FK UII, pada hari Jumat , 12 Robiul Awal `439 H / 01 Desember 2017 di ruang TBMM Humerus FK UII.

Menurut Yusa, di posko Bantul, tepatnya di Kebon Agung merupakan titik pengungsian di dalam kawasan ini, yang sangat membutuhkan tim medis guna melakukan pemeriksan kesehatan bagi para pengungsi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Yusa, bahwa di posko kesehatan terdapat personil lain, diantaranya dari PMI, Koramil, dan Polsek setempat. Adapun tugas jaga sudah terjadwal dengan sistem piket/jaga yang tersusun secara regulasi dari Puskesmas.

“dalam menjalankan fungsi dan perannya di Poso Kesehatan, TBMM Humerus FK UII sifatnya adalah memback-up, untuk jaga dan piket, dari puskesmas”, kata Yusa.

Lebih lanjut Yusa mengatakan bahwa tim bantuan FK UII menjelaskan tentang perkembangan/prognosis menjaga posko serta kebutuhan tim kesehatan, sangatlah tergantung pada cuaca, jika cuaca memburuk, berarti akan tambah lama stay disini.

“Sejauh ini regulasi kesehatan dibentuk dari Puskesmas, PMI, Poltekkes dan Dokpol. sampai saat ini koordinator tim kesehatan utama, ada di PMI. dari ke empat tim kesehatan tersrbut, kami bekerja sama dengan regulasi nya seperti jaga baksos. jadi kalau ada yg butuh pemeriksaan, tim bantuan humerus fk uii siap jaga. pmi, siap on call dokter”, demikian penjelasan Yusa saat di tempat Posko Kesehatan Kebon Agung Bantul. Wibowo

Gandeng FK UII, BAZNAS Kota Yogyakarta Selenggarakan Khitanan Masal

 

Caption : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan bingkisan bagi peserta khitan di Baznas Kota Yogyakarta (Photo : Wibowo).

Yogyakarta (UII News) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), menggelar khitanan masal yang di ikuti oleh anak-anak SD –SMP di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Sani Rachman Soleman, M.Sc selaku Ketua Tim Khitan FK UII saat berlangsungnya acara khitanan masal di Masjdi Diponegoro, Komplek Balai kota Timoho Yogyakarta, yang diikuti sebanyak 77 orang, yang diselenggarakan pada hari Ahad, 27 Raobiul Awal 1439 H / 17 Desember 2017.

Menurut dokter Sani, acara kerjasama ini sudah sering dilakukan oleh BAZNAS Kota Yogyakarta dengan menggandeng FK UII sebagai operatornya, dengan menerjunkan tim medis yang teridri dari dokter dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) FK UII.

“Di acara khitan tersebut, seluruh peserta mendapatkan skrining guna mengetahui keadaan dari peserta, apakah kondisi dalam keadaan sehat atau sedang mendapatkan gejala lain”, kata Sani.

Dokter Sani menambahkan, setelah peserta dilakukan khitan maka dari Fakukltas Kedokteran UII juga memberikan pelayanan kontrol yang berguna mengecek kondisi anak setelah paska khitan dengan melepas perban dan menggantinya dengan yang baru.

Sementara itu Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes,Sp.PK bepesan kepada segenap peserta bisa mengikuti apa yang nanti diarahkan oleh tim medis, agar proses khitan bisa berjalan dengan lancar. Disisi lain setelah khitan maka peserta sudah melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW, sehingga setelah di khitan maka harus menjaga sholatnya,guna menjadi insan yang bertakwa.

Dari BAZNAS sendiri juga menambahkan bahwa kegiatan tahunan ini diselenggarakan dengan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UII yang selama ini memang sudah terjalin baik. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjalin silaturrahmi serta mengajak berdakwah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Kebanyakan peserta yang mengikuti khitanan gratis ini adalah para orang tuanya yang tidak memiliki cukup dana pergi ke rumah sakit atau bong supit, sehingga adanya khitanan ini bertujuan membantu mereka untuk mengentaskan anak-anaknya mengikuti sunah nabi”, tegas Ust. Syamsul Asyhari dari Baznas Kota Yogyakarta. Wibowo

 

Dua Dosen FK UII Ikuti Kegiatan Ilmiah di Belgia

 

Caption : dokter Utami Mulyaningrum, M.Sc dan dokter Irena Agustiningtyas, M.Sc saat mengitkuti 10th European Congress of Tropical Medicine and International Health (ECTMIH) 2017. (Photo Wibowo : istimewa)

Kaliurang (UII News) – Dua dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia berkesempatan mengikuti kegiatan 10th European Congress of Tropical Medicine and International Health (ECTMIH) 2017 yang diselenggarakan di Antwerp, Belgia.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu dosen yaitu dokter Irena Agustiningtyas, M.Sc, setelah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari mulai Senin – Jumat, 26 -30 Muharom 1439 H /16-20 Oktober 2017 di Flanders Meeting and Convention Center, Antwerp.

Menurut dokter Irena, pada kegiatan ini kedua dosen FK UII membawakan poster presentation. dr. Utami Mulyaningrum, M.Sc dengan judul The influence of dengue serotype on disease severity. Sedangkan dr. Irena Agustiningtyas, M.Sc berjudul Seroprevalence of toxoplasmosis among premarital women in, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Kedua tema diangkat karena kasus baik demam bersarah dengue dan toxoplasmosis masih cukup tinggi di Indonesia, khususnya Yogyakarta.

“Kesempatan bertemu dan sharing penemuan dalam berbagai sudut pandang penyakit infeksi dengan peneliti dari seluruh dunia mampu menambah khasanah pengembangan penelitian terkait penyakit infeksi di institusi FK UII”, katan dokter Irena.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tTema yang disuguhkan dalam berbagai kelompok presentasi kecil dari molekuler diagnosis sampai sistem informasi kesehatan dikemas dengan baik agar para peserta dapat mengikuti sesuai interest masing-masing.

“Prevalensi Neglected Disease begitu banyak disajikan dari negara2 berkembang. dr. Irena berharap ke depannya penelitian mengenai Neglected Disesase di Indonesia juga banyak dieksplore sehingga informasi data dapat dengan mudah didapatkan dan pada akhirnya Neglected Disease mampu diatasi dengan paripurna”, demikian harapnnya. Wibowo

Mohamad Rahman Suhendri Terima MERCK DIABETES AWARD 2017

 

Mohamad Rahman Suhendri penerima Merck Diabetes Award 2017 (Photo : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Merck Diabetes Award 2017 merupakan kompetisi karya tulis inovasi dalam menyelesaikan masalah diabetes di masing-masing negara. Acara ini diselenggarakan oleh merck foundation. Merck sendiri merupakan salah satu perusahan terbesar di bidang kedokteran yang memiliki 140 cabang di seluruh dunia dengan pusat di New Jersey.

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri, mahasiswa Prodi Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), saat memberikan penjelasannya ketika menerima pengharaggan Merck Diabetes Award 2017 pada hari Kamis, 01 Jumadil Awal 1439 H / 18 Januari 2018 di Kampus FK UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta

Menurut Rahman, bahwa pemberian award in adalah dari perusahaan yang memproduksi obat, vaksin, dan produk kesehatan untuk hewan dan acara ini ditujukan untuk membangun platform bagi ahli diabetes dan hipertensi di seluruh dunia. Tema tahun ini adalah “everyday is diabetes day”. Kompetisi ini diikuti lebih dari 500 peserta dari seluruh universitas di benua Asia dan Afrika. Pemenang kompetisi ini diumumkan menjelang akhir tahun 2017.

“Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah saya sangat bersyukur menjadi salah satu penerima penghargaan prestigious ini, semoga bisa menjadi motivasi bagi diri untuk bisa terus meningkatkan kompetensi dan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman untuk selalu berkarya dan berprestasi”, kata Rahman

Lebih lanjut , adapun hadiah yang didapatkan bagi para penerima penghargaan adalah kesempatan kuliah post graduate diploma manajemen diabetes di University of Southwales, United kingdom melalui sistem daring online. Wibowo

LAM PTKes Nyatakan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia Terakreditasi A

 

Caption : Foto Logo Pengurus perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTkes). (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia dan Program Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia di tahun 2017 kembali terakreditas dengan predikat A berdasarkan Surat keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga akreditasi mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes).

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat setelah menerima Surat Keputusan pada hari Sabtu siang, 10 Shafar 1439 H/04 November 2017 di hadapan para Dosen dan Karyawan saat dilangsungkan acara oudbound di Magelang.

Menurut Dekan FK UII, dokter Linda Rosita menyatakan bahwa perolehan akreditasi tersebut telah legal berdasarkan surat keputusan dari Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes Nomor : 0006/LAM-PTkes/akr.Bd/Sar/X/2017 tentang status, nilai dan peringkat akreditasi Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang menyandang predikat A.

“Semetara itu untuk Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia meraih akredisasi A berdasarkan surat keputusan dari Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes Nomor : 0007/LAM-PTkes/Akr.Bd/Pro/X/2017 tentang status, nilai dan peringkat akreditasi Program Studi Profesi Dokter Universitas Islam Indonesia yang menyandang predikat A”, jelas doker Linda.

 

Lebih lanjut dokter Linda menambah dengan terakreditasinya Program Sarjana dan Program Profesi merupakan hasil dari sebuah upaya untuk menjadikan lulusan FK UII memiliki kompeten dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Dari data yang di sampaikan oleh dokter Linda bahwa di Indonesia terdapat 84 Fakultas Kedokteran, dengan 16 Fakultas telah terakreditasi A, dan dari 16 fakultas terdiri dari 12 berasal dari Perguruan tinggi negeri (PTN) dan 4 dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satunya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Wibowo