,

3 Mahasiswi FK UII Raih Best Abstract of International Research Paper Congress

best abstractSekali lagi, mahasiswa Fakultas Kedokteran UII berhasil meraih penghargaan dikancah internasional. Tiga mahasiswa FK UII ini adalah angkatan 2015 yang terdiri dari Dirga Asna Ceria, Aulia Faricha Hidayat dan Retno Asih Rarasati. Penghargaan yang berhasil diraih meraka adalah ‘Best Abstract of International Research Paper Congress’. Perlombaan ini diadakan oleh oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan tema International Competition Medical Fiesta. Karyanya yang berjudul ‘On Time Sensor Tool as Rapid Detector for Ischemic Heart Disease Connected to Hospital Smartphone, Based on Body Position and Heart Rate’ berhasil bersaing dengan tim-tim lain dari dalam negeri dan luar negeri.

Selamat atas keberhasilannya

Tri

Lomba Case report dan Original Article

Yogyakarta, Faculty of Medicine UII – Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JKKI) Fakultas Kedokteran UII, telah usai mengadakan lomba Case Report dan Original Article. Proses perlombaan ini berlangsung selama 6 bulan, mulai dari 1 Maret sampai dengan 31 Agustus kemarin. Penyerahan hadiah bagi para pemenang, diberikan secara langsung pada hari Senin 03 Shafar 1439 H / 23 Oktober 2017 oleh dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, selaku dekan FK UII.

Tahun ini, merupakan tahun kedua JKKI mengadakn lomba terkait jurnalistik di bidang Kedokteran. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya mencangkup dosen dan mahasiswa di lingkungan FK UII, tahun ini JKKI merangkul dosen, dokter dan mahasiswa Kedokteran dari universitas lain untuk ikut memeriahkan perlombaan ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung, guna menarik minat peserta, para pemenang perlombaan akan mendapatkan hadiah yang cukup besar, senilai jutaan rupiah serta sertifikat penghargaan.

“Saya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas, serta membantu proses akreditasi jurnal JKKI kedepannya,” ujar Zain (staff JKKI).

Selain itu ia juga berharap, minat tenaga medis di bidang tulis menulis dapat meningkat. Sehingga selain menangani masalah kesehatan, mereka juga dapat ikut berkontribusi dalam ilmu komunikasi dan penelitian yang ada di Indonesia. Meskipun masih ada segelintir orang yang masih menganggap remeh hobi yang satu ini, dunia tulis menulis saat ini sudah semakin banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia. Terlebih di era digital seperti saat ini, pembuatan karya tulis juga dapat menambah pendapatan. Salah satunya dengan menulis teks report dan artikel sesuai dengan bidang yang ditekuni.

Seseorang yang melakukan perkerjaan sesuai dengan hal yang ia sukai, akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan kegemarannya. Sehingga, ketika seseorang ingin berkembang, ia harus melakukan apa yang ia sukai dan menyukai apa yang ia lakukan. Farah/Tri

Bersama BKKBN, FK Selenggarakan Seminar CTU – Pre Service

Untitled

Yogyakarta, FK UII – menanggulangi masalah pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi di Indonesia, Fakultas Kedokteran UII bekerjasama dengan BKKBN menggelar Seminar CTU – Pre Service bagi calon dokter dan dokter lulusan FK UII pada hari Senin (23/10) dan Senin (31/10) di Auditorium lantai 1 FK UII.
Dalam seminar ini, para peserta mendapatkan 3 materi pokok. Diawalai dengan Rights and Empowerment Principles for Family Planning bersama dr. Titik Kuntari, M.PH. Beliau mengenalkan macam-macam KB dan pemilihan KB yang tepat untuk pasien serta konseling yang tepat kepada pasien. Sebab, seorang dokter harus memahami betul pemilihan KB yang harus diberikan, sesuai dengan apa yang pasien butuhkan. Selain itu, Beliau juga menyampaikan berbagai teknik konseling, supaya peserta bisa menerapkan teknik konseling KB dengfsean benar di masa depan.
Pasalnya hingga saat ini, masyarakat masih berasumsi bahwa menggunakan alat kontrasepsi, dapat mempengaruhi kesehatan rahim. Maka dari itu, beliau turut serta membangun jati diri para peserta supaya dapat mengubah pemikiran masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang cenderung berpikiran negatif ketika seseorang menggunakan alat kontrasepsi.
Dilanjutkan bersama dr. Yasmini Fitriyani, Sp.OG dan dr. Aji Pramudito Wibowo, M.Kes, Sp.OG menyampaikan materi mengenai Rights in the Provision of Contraceptive Information, Delivery, and Services. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan terkait KB IUD dan implant. Pengenalan ini meliputi indikasi, kontraindikasi, cara pemasangan dan pelepasan KB.
Sebagai penutupan, seminar ini juga menghadirkan Ustadz Didik Purwodarsono untuk memberikan penjelasan mengenai KB dalam perspektif Islam. Di dalam Islam, program keluarga berencana ini masih menjadi perdebatan, karena ada beberapa ulama yang menyatakan bahwa keluarga berencana dilarang tetapi ada juga ayat al-qur’an yang mendukung program keluarga berencana . Namun, pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana, secara umum dapat diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu mewujudkan kemaslahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi kebolehan KB dalam Islam.
Tidak hanya mendapatkan materi dalam seminar saja, para peserta nantinya juga akan diajak untuk mengikuti pelatihan praktek pemasangan IUD dan Impan di Puskesmas Pandak I Bantul dan Klinik Keluarga Sembada Sleman. Supaya materi yang telah disampaikan, tidak hanya digunakan untuk diri sendiri saja, akan tetapi dapat dibagikan ke masyarakat luas.Far/Yani/Tri

Kunjungan SDIT Alam Nurul Islam

Screenshot_5
dr. Dimas (kiri) sedang memberikan penjelasan kepada para siswa SDIT Alam Nurul Islam mengenai fungsi jantung pada manusia, menggunakan alat peraga yang menyerupai wujud aslinya.

Yogyakarta, FK UII –Sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia, saat ini Universitas Islam Indonesia (UII) telah mencapai masa kejayaannya sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Yogyakarta. Maka tidak mengherankan lagi apabila berbagai fakultas dan program studi di UII menjadi lebih berkualitas, salah satunya yaitu Fakultas Kedokteran UII. Fakultas ini dilengkapi dengan sarana dan pra sarana yang lengkap untuk menunjang pembelajaran serta tenaga pengajar yang berkompeten, membawa daya tarik tersendiri bagi bagi universitas, instansi bahkan sekolah-sekolah lain untuk melakukan kunjungan ke tempat ini, salah satunya SDIT Alam Nurul Islam.
Dalam rangka meningkakan wawasan para siswa, SDIT Alam Nurul Islam berkunjung ke Fakultas Kedokteran UII pada hari Kamis, 19 Oktober 2017 di Laboratorium Anatomi. Kunjungan yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB ini, dihadiri oleh 73 siswa dan 6 guru pendamping.
Bersama para dosen FK UII, para siswa mendapatkan pengetahuan terkait organ- organ tubuh manusia, seperti organ pencernaan, pernafasan dan peredaran darah. Pemahaman mereka menjadi lebih terbuka, setelah dr. Dimas Satya Hendarta
menjelaskan menggunakan alat peraga di dalam Laboratorium, berupa mannequin organ tubuh manusia.Farah/Tri

Imunisasi, Halal atau Haram?

Oleh Dito Anurogo

Yogyakarta [14/10/2017] – Kontroversi imunisasi di dalam perspektif Islam menemukan titik terangnya di dalam Simposium dan Workshop Imunisasi [SWIM] 2017 yang diselenggarakan di lantai 4 Grand Ballroom Eastparc Hotel Yogyakarta oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan IDI dan IMANI PROKAMI. Prof. Dr. Drs. Makhrus Munajat, SH, M.Hum. menjelaskan bahwa pada dasarnya para ulama memperbolehkan imunisasi. Hal ini berdasarkan fatwa MUI No. 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

Prof. Dr. Drs. Makhrus Munajat, SH, M.Hum saat menjelaskan materi.

Kredit foto oleh Dito Anurogo

Di dalam putusan fatwa tersebut juga dijelaskan terminologi tentang imunisasi dan vaksin. Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dengan cara memasukkan vaksin. Adapun vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lain, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Selanjutnya, ketua komisi fatwa MUI DIY menjelaskan beberapa ketentuan hukum terkait imunisasi. Pertama, imunisasi pada dasarnya dibolehkan [mubah] sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh [imunitas] dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Kedua, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Ketiga, penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis, hukumnya haram. Keempat, imunisasi dengan vaksin yang haram dan/atau najis tidak dibolehkan kecuali digunakan pada kondisi al-dlarurat atau al-hajat, belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci, adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal. Kelima, dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib. Keenam, imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan [dlarar].

Guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut mengatakan bahwa ada beberapa kaidah tentang darurat dalam pengobatan. Pertama, darurat adalah suatu keadaan terdesak untuk menerjang keharaman. Kedua, darurat itu membolehkan suatu yang dilarang. Ketiga, jika ada dua mudharat [bahaya] saling berhadapan, maka diambil yang paling ringan.

Pemaparan materi oleh dr. Piprim B. Yanuarso, SpA[K]

Kredit foto oleh Dito Anurogo

Kontroversi lain terkait imunisasi dibahas secara mendalam oleh dr. Piprim B. Yanuarso, SpA[K]. Beliau mengemukakan beragam miskonsepsi [kesalahpahaman] dalam imunisasi dan peran komunikasi untuk mengubah miskonsepsi. Menurut CDC-WHO tahun 1996, ada enam miskonsepsi dalam imunisasi. Pertama, penyakit infeksi sudah menurun sebelum program imunisasi karena perbaikan higiene dan sanitasi, bukan karena imunisasi. Kedua, sebagian besar pasien tetap sakit setelah mendapat imunisasi; membuktikan vaksin tidak efektif. Ketiga, ada lot tertentu vaksin yang banyak menimbulkan KIPI [Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi]. Keempat, vaksin mengakibatkan efek samping berbahaya, sakit, dan kematian. Kelima, penyakit telah tereliminasi sehingga tidak perlu program imunisasi. Keenam, beberapa vaksin bila diberikan bersamaan meningkatkan risiko KIPI berbahaya dan beban sistem imun.

Sekjen PP IDAI ini juga menjelaskan perkembangan miskonsepsi imunisasi di Indonesia. Misalnya, imunisasi tidak bermanfaat karena seusai imunisasi masih bisa tertular penyakit; kejadian penyakit jarang, tidak berbahaya cukup dengan ASI dan herbal; kekebalan karena infeksi alamiah lebih baik daripada imunisasi; banyak imunisasi justru melemahkan kekebalan tubuh; anak yang tidak diimunisasi malah jarang sakit; vaksin berbahaya karena mengakibatkan kejang, lumpuh, merusak otak, menyebabkan autisme, kecacatan, dan kematian; vaksin mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, alumunium, formaldehid; vaksin haram karena mengandung lemak babi, terbuat dari janin abortus, darah, nanah, organ binatang dan manusia; vaksin menyebarkan virus AIDS dan hepatitis B, imunisasi cukup sampai sembilan bulan; imunisasi cukup lima dasar lengkap; imunisasi penting hanya sesuai jadwal pemerintah, di luar jadwal pemerintah tidak penting; kalau sudah lewat jadwal tidak boleh diimunisasi; batuk pilek tidak boleh diimunisasi; sakit-mati adalah cobaan Tuhan, vaksinasi sama dengan tidak tawakal; program imunisasi adalah konspirasi Yahudi dan Amerika untuk melemahkan anak-anak muslim di seluruh dunia; penyakit sengaja disebarkan untuk kepentingan bisnis vaksin; pemerintah zalim memaksa semua bayi-balita diimunisasi; vaksin program imunisasi di Indonesia buatan Amerika untuk membuat anak muslim Indonesia bodoh; harga vaksin non-program mahal, menguntungkan konspirasi kapitalis; metode tahnik, bekam, herbal lebih murah dan efektif daripada imunisasi.

Penyebab semua miskonsepsi ini, menurut dr. Piprim B. Yanuarso, SpA[K]., ada beberapa hal. Pertama, ketidaktahuan atau kekurangan informasi terkait berbagai aspek imunisasi, seperti bahaya penyakit, manfaat imunisasi, isi vaksin, jadwal imunisasi, risiko KIPI. Kedua, pengalaman atau berita berlebihan tentang KIPI. Ketiga, informasi tidak benar yang sengaja disebarluaskan kelompok antivaksin, terapi alternatif, dan herbalis. Keempat, keyakinan agama. Untuk mengubahnya, beberapa hal perlu dilakukan. Seperti melakukan upaya komunikasi informasi edukasi secara terus-menerus, tatap-muka [individu, kelompok], media massa, jejaring sosial, bekerjasama dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, organisasi wanita, LPA, KPAI, dan melibatkan para tokoh agama.

Simposium yang dihadiri sekitar dua ratus peserta ini juga mendiskusikan beragam topik yang menarik dan menghadirkan para pakar di bidangnya. Seperti Dr. dr. Wikan Indrarto, Sp.A. yang menjelaskan tentang pengenalan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi; dr. Nurcholid Umam, SpA yang menguraikan tentang imunisasi apa dan mengapa; dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A[K], Ph.D. yang membahas tentang jadwal imunisasi Kemenkes dan IDAI; dr. Erlina Marfianti, MSc., SpPD yang membahas tentang imunisasi tidak hanya untuk anak; dr. Yasmini Fitriyati, SpOG yang mengemukakan tentang pencegahan kelahiran cacat dengan imunisasi pada calon ibu.

‘’Tempat representatif, peserta antusias, pembicara memang pakar di bidangnya, panitia siip, makanan delicious,’’ ujar dr. Soeroyo Machfudz, MPH, SpA[K] saat dikonfirmasi melalui komunikasi pribadi. SWIM 2017 memang amat sayang untuk dilewatkan karena membahas imunisasi dari perspektif nan komprehensif. [Liputan oleh dr. Dito Anurogo, MSc.]

DA/SAA/Tri

Perluas Jalinan Kerjasama Bersama BPJS KC Surakarta

WhatsApp Image 2017-10-17 at 18.21.29

Yogyakarta, FK UII – Memperluas silaturahmi antar sesama, merupakan salah satu perbuatan baik yang sangat dianjuran di dalam Islam. Karena dalam bersilaturahmi, terdapat banyak manfaat yang bisa di peroleh, seperti mengakrabkan hubungan antara sesama manusia dan memperluas rezeki. Oleh karena itu pada hari Kamis, 22 Muharram 1439 H / 12 Oktober 2017 Fakultas Kedokteran UII bersilaturahmi ke kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) KC Surakarta.

Selain bersilaturahmi, FK UII bermaksud mengajak BPJS Kantor Cabang (KC) Surakarta menjalin kerjasama praktik bagi mahasiswa serta magang dokter muda atau istilah populernya co-ass. Kegiatan ini dihadiri oleh 4 orang perwakilan dari FKUII, yaitu dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc., dr. Pariawan Luthfi Ghazali, M.Kes., dr. Sunarto, dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc. dan Syukriyani Rochmawati. Kehadiran mereka disambut dengan baik oleh Khoirur Rosidi selaku kepala bidang kepersertaan dan pelayanan peserta BPJS KC Surakarta

Kerjasama ini diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan tahap klinik program studi pendidikan dokter di BPJS KC Surakarta. Karena selain para mahasiswa mampu belajar langsung di lembaga milik pemerintah, disini mereka dapat melaksanakan praktik secara langsung dilapangan. Meskipun dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, akan tetapi waktu yang dingkat ini dianggap efektif untuk menyerap ilmu baru dari luar kampus.

Kedepannya akan diadakan evaluasi secara berkala sekali dalam setahun. Evaluasi ini supaya para co-ass lulusan FK UII yang ikut menimba ilmu di BPJS KC Magelang bisa menjadi tenaga kesehatan yang profesional, beramal ilmiah, berilmu amaliah, dan berakhlakul karimah.
Farah/Tri

Kelola Limbah, Sebelum Penyakit Mewabah

limbah
Yogyakarta, FK UII – Selain pabrik industri dan rumah sakit, laboratorium juga menjadi salah satu tempat yang menghasilkan limbah. Setelah melaksanakan praktikum di dalam laboratorium, limbah menjadi salah satu permasalahan yang harus diatasi di dalam laboratorium. Setelah melaksanakan praktikum, para mahasiswa dan dosen tidak jarang menjumpai berbagai limbah, mulai dari limbah yang dapat larut dalam air sampai limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Pengolahan limbah yang baik, tentunya dapat meminimalisir para laboran terjangkit penyakit akibat limbah yang dihasilkan. Sebagai upaya pengolahan limbah di laboratorium, kali ini Fakultas Kedokteran UII mengadakan workshop pengolahan limbah di laboratorium bagi para dosen. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Muharram 1439 H / 04 Oktober 2017 di Auditorium Lantai 1 FK UII pukul 12.15-16.00 WIB.

Dalam acara ini, FK UII bekerjasama dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. Diawali dengan Pengenalan jenis Limbah Laboratorium Dan Alur Pengolahan Limbah Laboratorium yang disampaikan oleh Agung Sapto Budi Nugroho, S.T. Pengelolaan limbah ini dibagi menjadi beberapa pembahasan pokok, mulai dari limbah cair dan padat, sampai limbah B3 dan non B3. Bukan hanya itu saja, peserta juga memperoleh cara pengolahan limbah mandiri hingga ke pihak ketiga bersama Nur Farichah, S.K.M.

Tujuan penanganan limbah adalah untuk mengurangi resiko pemaparan limbah terhadap kuman yang menimbulkan penyakit yang mungkin berada dalam limbah tersebut, dengan cara menetralisir kandungan zat berbahaya dan beracun. Melalui berbagai macam metode yang telah disampaikan para ahli dari IPAL RSUP Dr. Sardjito, diharapkan kedepannya pengolahan limbah dapat dilakukan dengan benar, sehingga tidak mencemari lingkungan FK UII.
Farah/Tri

Peresmian Gedung Forensik RS Bhayangkara Polda DIY

Screenshot_12

Yogyakarta, FK UII – Gedung Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY telah selesai dibangun dan pada tanggal 14 Muharram 1439 / 04 Oktober 2017 telah diresmikan oleh Kapolda DIY. Acara peresmian ini berlangsung dari pukul 09.35 WIB-13.00 WIB di lingkungan RS Bhayangkara DIY. Selain dihadiri oleh anggota dan petinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (KNRI) DIY, acara ini juga dihadiri oleh Rektor UII Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. yang turut memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, beliau berharap supaya dengan diresmikannya Gedung Forensik dan Pembangunan Poliklinik Mata ini akan semakin menguatkan kapasitas RS Bhayangkara Polda DIY sebagai institusi kesehatan yang mendukung kinerja kepolisian di DIY.

Acara ini diawali dengan pembacaan doa yang dilanjutkan sambutan kepala rumah sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda DIY, Rektor UII, Ketua SMEC, Kapusdokkes Polri dan Kapolda DIY. Setelah penandatanganan berita acara serah terima gedung forensik dari Rektor UII, Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri menandatangani prasasti peresmian Gedung Forensik dan meresmikan pembangunan Poliklinik Mata. Peresmian Gedung Forensik ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapusdokkes Polri.

“Ini merupakan hibah dari UII. Jadi selain di RSUP dr. Sardjito, kegiatan forensik saat ini bisa dilakukan di sini,” kata Karumkit Bhayangkara Polda DIY Theresia Lindawatiusai peresmian Gedung Forensik RS Bhayangkara Polda DIY

Di penghujung acara, para peserta peresmian foto bersama di dalam Gedung Forensik dan halaman belakang RS Bhayangkara. Peresmian ini diakhiri dengan sholat dzuhur dan makan siang bersama di Masjid Istiqomah.

Farah/Tri

Tingkatkan Hubungan, FK UII Bertemu BPJS KC Magelang

WhatsApp Image 2017-10-17 at 18.20.58
Yogyakarta, FK UII – Fakultas Kedokteran UII menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Magelang pada hari Selasa 13 Muharram 1439 H / 03 Oktober 2017 di Magelang. Jalinan kerjasama ini bertujuan untuk menambah tempat praktik bagi mahasiswa FK UII serta magang dokter muda (co-ass). Dalam Audiensi tersebut Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dr. Nur Aisyah Jamil, M. Sc berserta empat Staf IKM lainnya yaitu, dr. Sunarto, M.Kes., dr. Pariawan Lufi Ghazali, M.Kes., dan dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc. Audiensi tersebut langsung disambut dengan baik oleh Kepala BPJS Kantor Cabang Magelang Surmiyati, S.K.M., M.P.H., AAK.
Kerjasama ini diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan tahap klinik program studi pendidikan dokter di BPJS KC Magelang. Karena selain para mahasiswa mampu belajar langsung di lembaga milik pemerintah, disini mereka dapat melaksanakan praktik secara langsung dilapangan. Meskipun dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, akan tetapi waktu yang dingkat ini dianggap efektif untuk menyerap ilmu baru dari luar kampus.
Kedepannya akan diadakan evaluasi secara berkala sekali dalam setahun. Evaluasi ini supaya para co-ass lulusan FK UII yang ikut menimba ilmu di BPJS KC Magelang bisa menjadi tenaga kesehatan yang profesional, beramal ilmiah, berilmu amaliah, dan berakhlakul karimah.
Farah/Yani/Tri

Pererat Silaturahmi dengan Wisata Religi

WhatsApp Image 2017-10-10 at 15.20.20

Yogyakarta, FK UII – Setelah disibukkan dengan aktifitas yang padat, jajaran staff dan karyawan Fakultas Kedokteran UII meluangkan waktu bersama untuk wisata religi, selama 2 hari 3 malam. Peserta berangkat bersama pada Jum’at malam(29/09) di Stasiun Tugu dan tiba di Bandung keesokan harinya. Tujuan utama wisata religi kali ini adalah Pondok Pesantren (PonPes) Daarut Tauhiid, Bandung. Pesantren yang telah berdiri sejak 4 September 1990 ini, didirikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa’ Gym. Ustadz yang dikenal memiliki gaya yang khas dalam menyampaikan dakwah ini mengundang ketertarikan tersendiri bagi FK UII untuk berwisata sekaligus menimba ilmu agama di pesantren yang beliau dirikan.

Setelah mandi dan sarapan, Sabtu pagi (30/09) para peserta mengaji bersama Ustadz Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd yang membahas Kewirausaahan di Aula Daarut Tauhiid. Pada sore hari, peserta mendapat kajian tematik Parenting. Supaya kajian berjalan kondusif, jamaah putra dan putri dipisahkan. Jamaah putra diisi oleh Ustadz Jamaludin, S.Pd.I., sementara jamaah putri bersama Ustadzah Ninih Muthmainnah sebagai pemateri. Sebagai penghulu hari, peserta kembali mengikuti kajian tematik namun kali ini membahas Management Qolbu bersam Ustadz Ahmad Qomarudin.

Pada Kajian Ahad pagi (01/10) akhirnya para peserta bisa mendapatkan tausyiah secara langsung dari Aa’ Gym. Setelah selesai kajian dan persiapan check out dari Ponpes Daarut Tauhiid, peserta mengunjungi PonPes Darus Sunnah didampingi oleh Aa’ Gym. Momen bersama Beliau diakhiri dengan kajian jelang dzuhur dan sholat dzuhur berjamaah. Selain menghilangkan penat setelah bekerja sepanjang hari, dari pagi hari sampai senja menghampiri setiap harinya. Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan rasa solidaritas dan mengukuhkan ukhuwah antar sesama pegawai FK UII.

Farah/Tri