Kedokteran UII menyambut dosen S3 dan dosen spesialis

Berita Foto : Kedokteran UII menyambut dosen S3 dan dosen spesialis, diantaranya adalah dr. Riana Rahmawati, M.Kes, Ph.D, Dr.dr. Isnatin Miladiyah, M.kes, Dr.dr. Betty Ekawti S, Sp.KK, dan dr. Firandi Saputra, Sp.JP. di audit lantai 1 Fakultas Kedokteran UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, pada Kamis, 04 Dzulhijah 1439 H/ 16 Agustus 2018 yang dihadiri seluruh civitas akademikan FK UII. (Photo : Wibowo)

dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc obati pasien korban Gempa Lombok

Berita Foto : dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat mengobati pasien korban Gempa Lombok Utara , Nusa Tenggara Barat (NTB). Dokter Udin adalah Tim Medis gelombang 3 yang berangkat pada Jumat, 05 Dzulhijah 1439 H/17 Agustus 2018 bersama 2 TBMM FK UII, 2 sopir dan 1 apoteker. (Photo : Wibowo/istimewa)

 

dokter Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S berikan motivasi kepada calon peserta Pendidikan Klinik

Berita Foto : dokter Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S saat memberikan motivasi kepada calon peserta Pendidikan Klinik dengan tema Dokter Muda Yang Sukses Dunia Akherat , di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. (Photo : Wibowo)

 

Jelang menjadi mahasiswa Pendidikan Klinik, calon dokter muda FK UII ikuti kegiatan kohesifitas

Berita Foto : Jelang menjadi mahasiswa Pendidikan Klinik, calon dokter muda FK UII ikuti kegiatan kohesifitas untuk melatih kebersamaan, saling bekerjasama, dan mejaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan alamamater, yang nantinya akan di implementasikan saat di Rumah Sakit Pendidikan. Kegiatan ini di laksanakan pada hari Sabtu, 22 Dzulqoidah 1439 H/ 04 Agustus 2018 di halaman parkir FK UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang diikuti para dokter muda FK UII periode Agustus 2018. (Photo : Wibowo)

 

Alumni Kedokteran UII berprofesi sebagai dokter spesialis meberikan simposisum ilmiah

Berita Foto : Para alumni Kedokteran UII yang sudah berprofesi sebagai dokter spesialis meberikan simposisum ilmiah pada temu alumni, yaitu dr. Tedjo Sujadmiko, Sp.OG dan dokter Maya Anggraeni, Sp.KJ pada hari Sabtu, 06 Dzulhijah 1439 H/ 18 agustus 2018 di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. (Photo : Wibowo)

 

Milad ke-10, Alumni FK UII Selenggarakan Reuni Akbar

Milad ke-10, Alumni FK UII Selenggarakan Reuni Akbar

Caption : Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni, beserta Pimpinan Fakultas Kedokteran UII menghadiri temu alumni mahasiswa FK UII. (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Ngumpulke balung pisah merupakan konsep dalam rangka mengumpulkan kembali para alumni Fakultas Kedokteran UII yang telah lulus dan mengabdi ke seluruh penjuru negeri, yang di usung dalam rangka milad ke-10 alumni FK UII.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Alumni FK UII, dr. Muhammad Yusuf Hisam, Sp.An saat menyampaikan sambutannya pada hari Sabtu,06 Dzulhijah 1439 H / 18 Agustus 2018 di auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang di hadiri sebanyak 200 dokter alumni FK UII.

Menurut dokter Yusuf, reuni akbar ini di gagas untuk mengumpulkan kembali teman-teman yang sudah merantau kemana-mana, hanya saja untuk mengumpulkan teman-teman harus ada yang mengingat diantaranya adalah symposium, temu kangen, dan rapat kerja.

“program kerja kedepan, alumni akan membentuk yayasan yang berguna untuk mewadahi kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, dan ilmiah”, kata doker Yusuf.

Sementara itu, Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni merasa bangga kepada alumni Kedokteran Universitas Islam Indonesia, banyak karya yang sudah di capai, selama ini.

“perlu diketahui bahwa tahun ajaran baru ini, mahasiswa baru UII meingkat, dan program studi yang banyak di minati adalah kedokteran. Artinya bahwa Fakultas Kedokteran UII sudah di terima dan dipandang oleh masyarakat atas segala jerih payah dan prestasinya, sehingga diminati’, ungkap Warek III UII.

Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK juga mengapresiasi atas penyelenggaraan temu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, yang sudah bisa menyatukan para alumni serta mempertemukan para dosen dan karyawan serta civitas akdemika FK UII.

“semoga kedepan bisa di kemas lebih baik lagi, lebih ramai lagi dan penuh dengan kegiatan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat, seperti saat ini tim FK UII sedang mengirimkan tim medis ke Lombok”, demikian pesan dokter Linda Rosita. Wibowo

 

Kedokteran Qurban di Desa Binaan dekat Rumah Sakit Pendidikan

Kedokteran Qurban di Desa Binaan dekat Rumah Sakit Pendidikan

Caption : Penyerahan sapi di Desa Wijirejo Pandak Bantul yang merupakan binaan FK UII dekat Rumah Sakit Pendidikan UII. (Photo : Wibowo)

Bantul (UII News) – Fakultas kedokteran UII dengan visi rahmatan lil alamin senantiasa melakukan pendekatan-pendekatan kemasyarakatan sebagai bagian dari dakwah profesi konsisten dan kontinyu melakukan kurban Idul Adha di desa binaan yaitu Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul, tepanya di sebelah selatan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Indonesia (UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengabdian Masyarakat Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul, Fakultas Kedokteran UII, dokter Sani Rahman Soleman,M.Sc, pada hari Selasa, 09 Dzulhijah 1439 H/21 Agustus 2018 saat menyerahkan satu ekor lembu hewan qurban.

Menurut dokter Sani, kegiatan yang dikemas dalam rangka mempererat hubungan antara FK UII dengan masyarakat di desa binaan tersebut merupakan amanah yang harus dilaksanakan agar terciptanya harmonisasi sebagai tanggung jawab institusi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

“Idul adha sebagai momentum untuk berkurban bukan hanya dalam tekstual Al Qur’an saja tapi values yang cakupannya lebih luas yaitu untuk membangun peradaban Qur’ani melalui kegiatan sosial kemasyarakatan” , kata dokter Sani.

Lebih lanjut di tambahkan oleh dokter Sani bahwa pendeketan-pendekatan kultural masih sangat diperlukan dalam rangka menjembati antara kepentingan umahat dengan umara sebagai bagian dari risalah islamiyah, beramal ilmiah dan berilmu amaliah sebagaimana Universitas Islam Indonesia canangkan kepada para Civitas Akademikanya.

Daging qurban nantinya di bagikan ke desa binaan Fakultas Kedokteran UII, berdekatan dengan RSP UII kepada 500 KK di desa Wijirejo. Wibowo

 

Kedokteran Meriahkan HUT RI Ke-73, Dengan Khitanan Masal

Kedokteran Meriahkan HUT RI Ke-73, Dengan Khitanan Masal

Caption : dokter R.Edy Fitriyanto, M.Gizi di bantu Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) saat melakukan khitan di Desa Dagen Gumuk Ringinharjo Bantul. (Photo : Wibowo).

Bantul (UII News) – Meriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dengan melakukan khitanan masal, yang diikuti oleh adik-adik kelas SD-SMP di Wilayah Bantul.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter R Edy Fitriyanto, M.Gizi selaku ketua tim operator khitan saat di Desa Dagen Gumuk Ringinharjo Bantul, yang berlokasi di utara Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Jumat, 05 Dzulhijah 1439 H/ 17 Agustus 2018 yang diikuti sebanyak 15 anak.

Menurut dokter Edy Fitriyanto, kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerjasama dengan para Muda Mudi Dwi Tunggal Desa Dagen Gumuk Ringinharjo Bantul.

“Memeriahkan Kemerdekaan RI adalah kewajiban kita, dan senang sekali dengan kegiatan yang di selenggarakan oleh Muda Mudi di Desa Dagen ini, salah satunya adalah khitanan masal, dengan demikian kita bisa melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat”, kata dokter Edi Fitriyanto.

Sementara itu, selaku koordinator Unit Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) FK UII dokter Nur Aisyah Jamil, M.Sc yang juga sebagai Wakil Dekan Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni FK UII membenarkan adanya kegiatan tersebut, dan dengan jelas mengatakan bahwa Dekan dan Fakultas Kedokteran UII sangat mendukung dan menyiapkan tim medis dan obat-obatan yang di perlukan untuk acara khitanan masala guna memeriahkan HUT RI ke-73 tersebut.

“Tim Medis FK UII akan mendukung penuh dengan cara melakukan pengecekan awal sebelum khitan, kemudian melakukan khitan dan memberikan pelayanan paska khitan bagi peserta”, katnya.

Selain hal tersebut, dokter Nur Aisyah Jamil mejelaskan bahwa FK UII juga siap memberikan edukasi kepada orang tua dan peserta khitan tentang metode khitan, apa yang harus di lakuka setelah khitan dan minum obat setelah khitan, demikian penjelasannya. Wibowo

 

Kedokteran Kirim Tim Medis ke Lombok

Kedokteran Kirim Tim Medis ke Lombok

Caption : Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.dan Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni berfotoberama dengan Wakil Dekan Sumber Daya, dr Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD, Wakil Dekan Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni (KKA), beserta Tim Medis saat akan berangkat ke Lombok. (Photo : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Adanya gempa di Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTB), maka Fakultas Kedokteran (FK ) Universitas Islam Indonesia (UII) membentuk Tim Bantuan Medis Penduli Lombok.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni (KKA) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc saat memberangkatan tim medis untuk peduli Lombok pada hari Selasa, 07 Agustus 2018 bertempat di halaman parkir FK UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, yang di hadiri oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.dan Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni.

Menurut dokter Nur Aisyah Jamil, M.Sc., pengiriman tim medis peduli Lombok akan di lakukan secara periodik dengan waktu kurang lebih satu pekan, dengan melibatkan para dokter spesialis. Diantaranya, Bedah, Anestesi.

“Pergantian tim medis peduli Lombok dilakukan dalam satu minggu secara bergantian, dan sekaligus penarikannya, serta saat pengiriman tim medis di bekali dengan logistik serta obat-obatan”, jelas dokter Nur Aisyah Jamil.

Sementara itu Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan kepada tim medis yaitu menitipkan nama baik Universitas Islam Indonesia kepara para relawan dari UII.

“Jadilah duta kami, sebagai mata-mata Universitas Islam Indonesia terkait kebutuhan yang di perlukan di Lombok, penting juga menjaga kesehatan bagi para relawan, agar bisa kerja secara maksimal dan menolong sesame”, pesan Rektor UII.

Pada periode pertama pemberangkatan tim medis tersebut di kirim sejumlah 2 orang dokter umum, 1 oerawat, dan 3 mahasiswa FK UII dari Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) FK UII. Wibowo

 

 

Rafik Prabowo, Finalis Mawapres 2018

rofikd

Adalah Rafik Prabowo, mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UII angkatan 2015, menjadi seorang mawapres (Mahasiswa Berprestasi) tahun 2018.

Menurutnya bukanlah tujuannya saat itu. Katanya inilah takdirnya dari Allah SWT.

“Allah izinkan saya untuk bisa bertemu dengan orang-orang hebat se-Indonesia”, katanya.

Lebih lanjut, berawal dari ketertarikan nya dalam dunia ilmiah dan penelitian di SMA nya dulu, Rafik mulai menemukan apa yang menjadi hobi sekaligus bisa menjadi sebuah profesi bagi nya. Semenjak saya masuk FK UII, dirinya sudah bertekad untuk terus dan akan tetap mengembangkan skill ini.

“Saya bergabung di lembaga ilmiah fakultas yakni SMART (Scientific Medical Activites of Research and Technology) FK UII. Saya mendapatkan banyak motivasi, semangat dan pengalaman luar biasa dari kakak-kakak SMART FK UII sehingga membuat saya ingin terus berkarya”, katanya.

“Saya juga bergabung di lembaga ilmiah tingkat UII yakni Laboratorium Mahasiswa UII (LABMA UII). Di LABMA UII, saya mendapatkan pengalaman yang lebih banyak lagi karena saya dapat bertemu dengan teman-teman se UII dari latar belakang jurusan yg berbeda untuk bisa sharing dan berbagi ilmu dalam dunia keilmiahan. Di LABMA UII kita memiliki tujuan yang sama sehingga membuat saya menjadi lebih terintegrasi untuk melakukan sebuah penelitian”, imbuhnya.

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu dengan bergabungnya saya pada kedua organisasi tersebut Allah izinkan saya untuk meraih beberapa prestasi lomba dalam bidang karya tulis ilmiah baik ditingkat nasional dan internasional.

Mahasiswa kelahiran di Pasir Jaya, 10 Juli 1997 ini menjelaskan bahwa pada akhir 2017 yang lalu, dia mendapatkan info dari salah seorang sahabat nya di LABMA, kemudian Rafiq direkomendasikan oleh sahabatanya untuk mengikuti seleksi pilmapres tingkat UII.

“Bismillah, dengan hati yang saat itu belum terlalu yakin saya coba daftar ke fakultas dan saya mewakili FK UII ke tingkat universitas, kemudian saya mengikuti seleksi tingkat UII”, katanya.

Pada saat pengumuman, ternyata Allah berikan amanah mawapres itu kepada nya, sehingga dia menjadi Mahasiswa Berprestasi utama UII tahun 2018. Kemudian, dia diberikan fasilitas bimbingan oleh pihak kemahasiswaan UII untuk melakukan berbagai macam persiapan menghadapi seleksi PILMAPRES tingkat KOPERTIS V.

“Seleksi pilmapres untuk universitas swasta jauh lebih panjang, ribet dan menguras tenaga. Kenapa? Karena setelah menjadi mawapres univ, kita harus melakukan seleksi lagi tingkat kopertis. Dari kopertis akan dipilih lagi sesuai dengan jumlah masing-masing kopertis untuk mewakili kopertis tersebut seleksi ditingkat nasional. Ya semacam tiket yang harus kita dapatkan sebagai univ swasta. Sedangkan jika universitas negeri, setelah menjadi mawapres maka universitas directly dia sudah mendapatkan tiket untuk seleksi nasional. Jadi tambah geregetkan? “, demikian Rafiq menjelaskan.

Kemudian setelah menjadi mawapres universitas, dia ikut seleksi ditingkat kopertis. Dia dibimbing oleh salah satu dosen ilmu komunikasi untuk melatih gaya, cara dan bahan presentasi yang baik. Alhamdulillah, Rafiq bisa menerima amanah itu lagi, dia menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama KOPERTIS V Yogyakarta. Seleksi mawapres kopertis V diikuti oleh seluruh PTS yang ada di Yogyakarta. “Saya mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Ditengah hiruk pikuk kuliah mahasiswa kedokteran, saya harus pintar-pintar membagi waktu. Jujur, perjalanan hingga bisa menuju pilmapres tingkat nasional menurut saya adalah sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya berorientasi pada nilai akhir. Tapi sebuah perjalanan yang benar-benar mengajarkan saya jauh lebih dewasa, lebih mengerti, lebih bisa membagi waktu dan tau mana yang menjadi priortias utama yang harus diselesaikan”, ungkapnya.

Persiapan presentasi, membuat video profil dan keseharian, serta bimbingan untuk public speaking juga saya jalani untuk mempersiapkan diri pada PILMAPRES tingkat Nasional. Alhamdulillah, ditingkat nasional Allah amanahkan seorang Rafiq Prabowo sebagai seorang finalis.

Meskipun belum bisa menjadi juara 1, 2 atau 3, tapi menjadi seorang finalis menurut dia adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

“Saya bisa berdiri diantara ke 17 finalis luar biasa se-Indonesia. Setiap dari mereka menurut saya adalah sang juara, ya sang juara dibidangnya mereka masing masing. Karena ke 17 finalis mawapres 2018 yang telah diseleksi dari lebih kurang 200 an peserta se-Indonesia, memiliki prestasi dan capaian luar biasa dibidang mereka masing-masing, seperti ada yang unggul dalam bidang atlet dan olahraga, dalam bidang seni, akutansi dan lain-lain. Bisa berdiri membawa nama UII diantara PTN-PTN hebat di negeri ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Terlebih, setelah sekian lama UII tidak pernah lolos ketingkat nasional dan pada tahun ini UII bersama 3 PTS lainnya menjadi perwakilan PTS se-Indonesia untuk bergabung pada pilmapres 2018”, kata Rafik.

Semoga, adik-adik 2016, 2017 dan seterusnya dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi. Insya Allah, jalan untuk UII ketingkat nasional sudah kebuka, jangan biarkan dia secara perlahan menutup kembali. Persiapkan dirimu sebaik mungkin. Jadilah yang terbaik dalam bidangmu masing-masing. Yakin, atas izin Allah kalian pasti bisa mendapatkannya, pesan Rafik Prabowo.Wibowo