Tiga Mahasiswi Kedokteran Ikuti Acara Asia Pasific Regional Meeting IFMSA Japan 2017

Tiga mahasiswi berkerudung diposisi depan dengan membawa bendera merah putih adalah Aghnia Fikriya Nazihah (FK UII 2015), Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dan Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015). (Photo Wibowo/Istimewa)

 

Kaliurang (UII News) – Asia Pasific Regional Meeting (APRM) merupakan meeting tahunan IFMSA (International Federation of Medical Student Association) region Asia pasifik yang pada 2017 diadakan di National Olympic Memorial Youth Center, Tokyo Jepang selama 10 hari dari tanggal 23 Dzulhijah – 04 Muharom 1439 H / 14 – 24 September 2017. Hal tersebut disampikan oleh Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015), sepulang mengikuti Asia Pasific Regional Meeting (APRM 2017).

Menurut Fiqi, kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian acara yaitu pre-APRM (14-17 september 2017) yang berupa training, terbagi menjadi tiga yaitu Training New Medical Education Trainer (TMET), Training New Human Right and Peace Trainer (TNHRT) dan Training New Trainer (TNT). Lalu dilanjutkan dengan acara APRM (17-21 September 2017) yang terdiri dari pertemuan Standing Committee IFMSA dan acara lain seperti Activities Fair, Theme event, plenary, training session, national food and drink, cultural night, dan lain lain. Setelanya terdapat post-APRM (21-24 september 2017) berupa japan trip.

“Delegasi FK UII yang mewakili CIMSA-ISMKI dalam rangkaian pre-APRM adalah Aghnia Fikriya Nazihah (FK UII 2015) dalam TMET, Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dan Fiqki Rahmawati Fauziah (FK UII 2015) dama TNHRT. Aghnia dengan background staf pendidikan dan profesi LEM FK UII mengikuti pelatihan terkait dengan Medical Education. Sedangkan Gea dan Fao keduanya mendapatkan berbagai pelatihan mengenai hak asasi manusia dan perdamaian dunia, dan mempresentasikan sesi kelulusan trainer dalam APRM”, kata Fiqi.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Fiqi bahwa dalam APRM, setiap organisasi nasional dalam asia pasifik hanya diwakili oleh 16 orang, dari Indonesia mewakili CIMSA-ISMKI terdapat 8 delegasi dari masing-masing organisasi, setelah melalui seleksi ketat, dirinya dapat menjadi 1 dari 8 delegasi ISMKI mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

“Saya mendalami sesi standing committee of human right and peace (SCORP) dan aktif dalam mengikuti acara lainnya bersama dengan ratusan delegasi lain dari berbagai negara di Asia Pasifik”, ungkap Fiqi.

Dalam kegiatan APRM, Gea Sonia Amanda (FK UII 2015) dapat mempresentasikan satu sesi bersama delegasi cina dengan topik ‘introduction of human rights’ dan fao dapat mempresentasikan satu sesi bersama delegasi hong kong dengan topik ‘climate change, human rights and health’.

“Kedua sesi di presentasikan dalam SCORP sebagai pelatihan kelulusan (graduation training) untuk mendapat sertifikat human rights and peace trainer bertaraf internasional”, kata Fiqi. Wibowo

Mahasiswa FK UII Kembali Ramaikan Konferensi Internasional di Jepang

Caption : Gambar dari kiri ke kanan: dr. Syaefuddin Ali Akhmad dan anak, Alin Julda Qonita, Fishella Aprista Rahmanti, Yusa M. Thoriq, Zulfikar Loka Wicaksana, Rizky Rizani. (Photo : Wibowo/istimewa).

Kedokteran (UII News) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia kembali berkiprah dalam acara International Conference on “Medical, Medicine and Health Sciences” (MMHS) tahun 2017 di Tokyo Jepang.

Hal tersebut disampaikan oleh mahasiwa angkatan 2014 FK UII, Zulfikar Loka Wicaksana, sepulang dari acara tersebut yang diselenggarakan di TKP Tokyo EKIMAE Conference Center, Tokyo, Jepang pada tanggal 3-5 Robiul Akhir 1439 H / 23-24 Desember 2017. Adapun delegasi FK UII terdiri dari 5 orang mahasiswa dan satu orang dosen yang semuanya melakukan presentasi baik oral presentation atau poster presentation.

Menurut Zulfikar, mahasiswa pertama yang melakukan poster presentation adalah dirinya, mempresentasikan materi dengan judul The Effect of Propolis to Amount of Pyramidal Neuron in Cortex Prefrontal Rat (Rattus norvegicus) Induced by Sodium Nitrite.

Disusul mahasiswa kedua yang melakukan poster presentation yaitu Fishella Aprista Rahmanti dengan judul The Effect of Propolis on the Number of Pyramidal Neuron in Ca1 Hippocampus Region of Rat (Rattus norvegicus) Induced by Sodium Nitrite.

“Mahasiswa ketiga yang melakukan poster presentation adalah Rizky Rizani dengan judul Effect of BBCAO Duration and Animal Models Sex on Brain Ischemic Volume After 24 Hours Reperfusion. Mahasiwa keempat, Alin Julda Qonita, melakukan oral presentation dengan judul Analysis of Fitness for Teachers used for Learning Students Faculty of Medicine Islamic University Indonesia based on Antropometry Approach”, kata Zulfikar.

Lebih lanjut Zulfikar mengatakan bahwa mahasiswa kelima, yang melakukan presentasi adalah Yusa M. Thoriq, berupa oral presentation dengan judul The Effect of Soursop Leaf Water Extract Subchronic (Annona Muricata) towards The Bax Expression on the Gaster Glandular and Non Glandular Mucosal Epithelium of Rat (Rattus norvegicus).

“Melengkapi kipran di ajang tersebut, maka terakhir presentasi adalah, dr. Syaefuddin Ali Akhmad, M.Sc berupa oral presentation dengan judul Spiritual Medicine in the Multi Perspective of Religion”, kata Zulfikar. (Wibowo)

Kedokteran Selenggarakan Pengajian dan Pelepasan Jam’ah Umroh.

 

Caption : Dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menyerahkan bingkisan umroh kepada penerima hadiah utama (doorprize) milad FK UII yaitu Wibowo.

Kaliurang (UII News) – sebagai seorang muslim jika menghadapi musibah maka sabar dn sholatlah yang harus didasarkan sebagai penolong utama sebagaimana hal tersebut tersirat dalam surat Al Baqoroh (2) : 45-46.

Hal tersebut disampaikan oleh ustadz Abdullah Sunono, dalam acara pengajian rutin dosen dan karyawan Fakultas Kedoktera Universitas Islam Indonesia pada Jumat, 06 Jumadil Awal 1439 H/26 Januari 2018 bertempat di auditorium lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Menurut Ustad Abdulloh Sunono, maka sebagai seorang muslim yang tertimpa musibah maka sesuai dengan surat tersebut harus sabar dalam menghadapainya. Sabar dengan arti yang khusuk, untuk mendapatkan bantuan dari Rabb Nya.Jika ini bisa di kelola dengan baik maka akan menenangkan hati.

“Sabari itu harus Tawakal kepada Alllah terhadapa segala musibah atau sesuatu yang belum terjadi, dan jika sesuai itu sudah terjadi maka yang dilakukan oleh seorang muslim yang sabar adalah harus ridlo terhadap kejadian yang sudah di rasakan”, demikian kata Ustadz Abdullah Sunono.

Disaat yang sama dalam acara pengajian tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia juga melepas karyawan untuk melaksanakan Ibadah Umroh yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita M.Kes, Sp.PK.

Menurut dokter Linda, keberangkatan umroh ini adalah kegiatan institusi, maka acara ini diselenggarakan untuk pelepasan bagi tendi FK UII yang mendapatkan umroh dalam acara milad FK UII yang diselenggarakan pada hari Ahad, 10 Desember 2017 tahun lalu dan yang mendapatkan hadiah utamanya adalah Wibowo.

“Semoga kegiatan milad dengan hadiah utama umroh ini bisa menjadikan semangat untuk meningkatkan kinerja di Fakultas Kedoktean Universtas Islam Indonesia agar cita-cita luhur untuk menjadikan dokter muslim yang berkualitas merupakan keharusan yang harus dikerjakan bersama”, sambut dokter Linda Rosita.

Selain Pengajian dan Pelepasan umroh, kegaitan tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah bagi yang bisa menjawab pertanyaan kuis melalau kahoot.it yang disiapkan oleh penyelenggara pengajian FK UII. Wibowo

 

Kedokeran Juara Favorit Video Edukasi di FK UI Jakarta

 

Caption : Yudo Pratama (angkatan 2014), selaku kontingen FK UII bersama temannya Arief Prasidi (angkatan 2014) dan berhasil meraih juara favorit dalam cabang kompetisi ilmiah di bidang video edukasi (Photo : Wibowo/Istimewa).

 

JAKARTA (UIII News) – Mahsiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali menorehkan tinta emas di tingkat nasional dalam ajang Islamic Scientific Medical Fair / IMSF 2017 yang berlangsung pada tanggal 4-5 November di Gedung C Fakultas Rumpun Kesehatan, Universitas Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Yanasta Yudo Pratama (angkatan 2014), selaku kontingen FK UII bersama temannya Arief Prasidi (angkatan 2014) dan berhasil meraih juara favorit dalam cabang kompetisi ilmiah di bidang video edukasi.

Menurut Yanasta Yudo Pratama atau akrab disapa Yudo menjelaskan bahwa IMSF 2017 adalah acara FULDFK tahunan dengan tuan rumah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).

“Pada tahun ini IMSF digabung oleh JIMU (Jakarta Islamic Medical Updates / JIMU 2017) menjadi IMSF-JIMU 2017 yang merupakan serangkaian ajang kompetisi ilmiah, seminar, dan talkshow tingkat nasional yang diikuti fakultas kedokteran se-Indonesia.”, kata Yudo.

Lebih lanjut Yodo mengatakan bahwa acara ini diikuti lebih dari 16 FK dan Lembaga Dakwah yang ada di dalamnya dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti FK UGM Yogyakarta, FK Universitas Airlangga Surabaya, FK UIN Syarif Hidayatullah, FK Universitas Sumatra Utara, FK Universitas Sumatera Utara dan masih banyak lagi.

Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan para peserta terlihat serius mempersiapkan presentasi sebaik-baiknya untuk berkompetisi menjadi yang terbaik. Pada kesempatan tersebut, kontingen FK UII mengangkat tema “Langkah Preventif Upaya Menjaga Kesehatan Geriatri Secara Islami”, u.ngkap Yudo.

“Kami terkejut dan belum percaya bisa memenangkan juara favorit. Ini tidak lain karena kuasa Allah S.W.T. Berawal dari mimpi, lalu kami berniat untuk mengikuti kompetisi IMSF sebagai ajang kompetisi bergengsi dari FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran). Kita tentu punya segudang mimpi namun tanpa ikhtiar maka kita tidak akan mewujudkannya. Selain itu, niat yang benar dan lurus karena ingin mengharumkan nama FK UII maka Insya Allah kita akan mendapatkan ridho dan berkahnya,” ujar Yudo. Wibowo – 1

 

Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran CMIA FKUII Raih FULDFK Award 2017

 

Caption : Rahman Suhendri (Baju Putih) saat menerima penghargaan CMIA sebagai lembaga terbaik Nasional (Photo Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran(FULDFK) merupakan wadah bagi lembaga dakwah fakultas kedokteran yang ada di indonesia. Beberapa tujuan hadirnya FULDFK adalah sebagai sarana untuk meningkatkan ukhuwah dan kordinasi diantara lembaga dakwah fakultas kedokteran.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua CMIA FK UII, Rahman Suhendri, saat menceritakan perolehan award yang diterima di Fakultas Kedokteran UII, Ahad, 14 Robiul Awal 1439 H / 03 Desember 2017.

Menurut Rahman, FULDFK Award merupakan ajang penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian yang telah dicapai baik individu maupun institusi dalam kegiatan dakwahnya. Penghargaan ini diberikan pada saat Musyawarah Nasional FULDFK ke XIII yang diselenggarakan di Hotel Prima Yogyakarta.

“Center for Medical Islamic Activities FKUII (CMIA FKUII) merupakan satu-satunya lembaga dakwah yang mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut sebagai lembaga dakwah terkontributif nasional”, kata Rahman.

Lebih lanjut dijelaskan Rahman bahwa penghargaan ini didasarkan pada banyaknya jumlah anggota CMIA FKUII dalam kegiatan pendelegasian pada acara-acara FULDFK, keikutsertaan dalam lomba-lomba keislaman, jumlah anggota FULDFK yang berasal dari FKUII, dan partisipasi aktif sebagian anggota CMIA pada kajian online FULDFK sebagai pembicara.

“Alhamdulillah ini adalah nikmat sekaligus ujian bagi kami apakah kami menjadi orang yang bersyukur atau kufur. saya sungguh tidak menyangka, CMIA FKUII dinobatkan sebagai LDFK terkontributif nasional. Semoga ini menjadi pelecut bagi CMIA FKUII untuk terus membuktikan bahwa ia layak menerima penghargaan tersebut”, kesan Rahman Suhendri. Wibowo

 

Kedokteran UII jadi Tuan Rumah FOKI

 

Caption : Peserta Seminar dan Workshop FOKI berfoto bersama dengan Rektor UII dan pimpinan Fakultas Kedokteran UII. (Photo : Wibowo/istimewa)

Yogyakarta (UII News) – Berkiprah di dunia pendidikan Kedokteran Islam menjadi hal yang wajib dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, sebagai jawaban atas tantangan globalisasi yang harus di jawab agar bisa bersaing dengan fakultas kedokteran lain baik di dalam maupun diluar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya saat menjadi tuan rumah acara Seminar dan Workshop Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) se Indonesia yang diselengarakan pada Rabu – Jumat, 24 – 26 Robiul Awal 1439 H / 13 -1 5 Desember 2017 di Andrawina Ballroom Jogjakarta Plaza Hotel, Jl. Affandi-Gejayan, Komplek Kolombo, Yogyakarta. Yang diikuti oleh Fakultas Kedokteran Islam se Indonesia.

Menurut dokter Linda, menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini karena FK UII menjadi anggota Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI). FOKI merupakan wadah yang memfasilitasi fakultas-fakultas kedokteran Islam di Indonesia untuk dapat bersinergi siap menghadapi globalisasi di pendidikan kedokteran.

“Seminar nasional dengan tema Meningkatakan Daya Saing Fakultas Kedokteran Islam di Era persaingan global diadakan sebagai salah satu sarana untuk bersilaturahim serta meningkatkan wawasan dan sinergisitas antar fakultas kedokteran Islam dalam upaya pengembangan fakultas kedokteran Islam untuk dapat bersaing di era global”, kata dokter Linda.

Lebih lanjut di jelaskan oleh Dekan FK UII ini bahwa salah satu isu tantangan global, jumlah fakultas kedokteran mencapai 84 fakultas kedokteran, sehingga mendorong fakultas kedokteran Islam untuk dapat berbenah meningkatkan kualitas sehingga dapat bersaing di era global ini.

“Kumpul silaturahmi dan seminar yang dihadiri kedokteran Islam se Indonesia ini sebagai sarana diskusi untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi yang sesuai dengan standar kompetensi yang sudah di tetapkan”, tegas dokter Linda, Dekan FK UII. Wibowo

 

Kedokteran Adakan Lomba Balita untuk Warga Sekitar RSA UII

 

Caption : Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK bersama warga Wijirejo Pandak Bantul, dan para balita peserta lomba yang diselenggarakan oleh FK UII. (Photo Wibowo/Istimewa)

Bantul (UII News) – Guna mensosialiasikan adanya Rumah Sakit akademik (RSA) Universitas Islam Indonesia serta lebih mendekatkan kepada warga setempat maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lomba Balita.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dihadapan warga di komplek Kantor Kelurahan Wijirejo, Pandak, Bantul pada hari Ahad, 04 Jumadil Awal 1439 H/21 Januari 2018.

Dalam kesempatan tersebut dokter Linda menyampaikan bahwa hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang adalah kirang lebih 4 juta rupiah dengan membayar kontribusi Rp. 15.000,00 bagi peserta dengan mendapat bingkisan dan snack saat kegiatan dialangsungkan.

“Kegiatan lomba balita ini untuk bersosialisasi kepada warga masyarakat sekitar Rumah Sakit Akademik (RSA) serta lebih mengeratkan kepada masyarakat setempat dengan berbagai kegaitan pengabdian kepada masyarakat”, demikian ungkap dokter Linda.

Adapun dalam kegiatan lomba balita tersebut dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia membagi berbagai macam kategori diantarannya adalah kategori Balita sehat, Lomba Busana Muslim Syar’I Balita dan hafalan Juzz 30 (usia 3-5 tahun). Wibowo

Dosen Mikrobiologi FK UII Ikuti PIT 2017 di Padang

 

Caption : Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes, nomor dua dari kiri saat berfoto dengan sejawatnya dalam acara PIT 2017 9photo Wibowo/istimewa).

Kaliurang (UII News) – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh delegasi FK UII dari Departemen Mikrobiologi FK UII yaitu Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes sepulang mengkuti acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang diselenggarakan yang berlangsung di Pangeran Beach Hotel Padang pada hari Kamis – Sabtu, 22 -24 Muharom 1439 H / 12 -14 Oktober 2017 yang diikuti oleh para ahli Mikrobiologi se Indonesia.

Menurut dokter Farida, dalam acara tersebut, Ia membawa makalah yang berjudul “Optimasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus”.

Kegiatan berlangsung mulai tanggal 12-14 Oktober 2017. Hari pertama merupakan kegiatan workshop sedang hari ke-2 dan ke-3 merupakan kegiatan simposium. Kegiatan yang diikuti oleh peserta di sebagian besar wilayah Indonesia ini mengetengahkan beberapa informasi terkini. Di antaranya adalah tingginya kasus resistensi bakteri di berbagai center rumah sakit, terutama di ICU yang memerlukan koordinasi secara komprehensif.

“Di sisi lain posisi kasus TB Indonesia di dunia yang menjadi peringkat ke-2 setelah sebelumnya membaik pada peringkat ke-5. Ada juga beberapa penemuan baru yang perlu diketahui seperti adanya rak magnetik yang digunakan pada proses isolasi DNA,.”, kata dokter Farida.

Ditambahkan lagi bahwa dengan menggunakan rak magnetik tersebut pemisahan antara supernatan dan pelet tidak perlu menggunakan sentrifuse. Namun cukup dengan meletakkan pada rak magnetik yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga suspensi dalam microtube yang akan diperiksa secara otomatis akan terpisah menjadi pelet dan supernatan.

Teknologi baru yang juga sedang dikembangkan adalah untuk diagnosis tuberlulosis. Beberapa tahun terakhir diagnosis TB secara cepat dapat dilakukan dengan menggunakan gen expert saat ini dikembangkan TB Lamp.

Pada kesempatan ini doker Farida berkesmpatan mendapatkan hadiah berupa jam couple merk Alexander Christy karena dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Wibowo

Pentingya Nilai KeIslaman Bagi Seorang Dokter Muslim Berkualitas FK UII

 nilai keislaman

Caption : calon dokter FK UII saat mengikuti kegiatan kohesifitas atau kerjasama dengan kegiatan game outdor di halaman FK UII (Photo Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Penambahan keahlian bagi seorang dokter adalah sangat penting bagi seorang dokter selain sebagai tenaga professional yang meningkatkan pembangunan bagi kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat memberikan sambutannya dalam acara pembekalan keIslaman bagi para calon dokter yang akan mengikuti sumpah dokter period eke-40. Adapun pembekalan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran pada hari Jumat –Sabtu, 24-25 Robiul Akhir 1439 H/12-13 Januari 2018 bertempat di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Menurut dokter Udin, melatih berkomunikasi, menambah keterampilan serta pengamalan nilai-nilai islam sangatlah diperlukan oleh para calon dokter FK UII yang akan berkarakter sebagai dokter muslim yang berkualitas.

“jadi kegiatan ini penting untuk diikuti, sehingga jangan ada yang membolos, meskipun ini sifatnya wajib maka jangan dilakukan secara terpaksa, artinya harus dengan keiklasan hati”, demikian kata dokter Udin.

Sementara itu selaku ketua Panita, dokter Muhammad Kharisma mengatakan bahwa untuk meningkatakan pemahaman keislaman maka materi ini banyak memberikan wawasan dan motivasi terkait seputan praktek seorang dokter muslim, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya seperti Ustad Supriyanto Pasir, dokter Zainal Muttaqin M Sofro, dokter Umatul Khoiriyah.

“sementara itu untuk bacaan Al quran dilakukan dengan mengingat kembali dengan baca bersama dengan tartil, kemudian untuk ibadah selain wajib ditambah dengan shoalt tahajjut dimalam hari, dengan meminta peserta sebagai imam dan kultum juga dari peserta”, kata dokter Kharisma.

Selain materi-matiri seputar praktek dokter islami serta ilmu-ilmu agama, acara selam dua hari satu malam diakhri dengan kegiatan game outdor guna membangun semangat kerjasama dan kohesifitas bagai segenap calon dokter FK UII untuk menuju menjadi dokter muslim yang berkualitas. Wibowo

Kedokteran Siaga Pos Kesehatan Kebajiaran di Kebon Agung, Imogiri, Bantul

 

Caption : Nampak doktr Fila Afrianai dan anggota TBMM di Posko Kesehatan TBMM Humerus FK UII di Kebon Agung, Bantul saat melakukan pemeriksaan kesehatan. (Photo Wibowo/istimewa)

Bantul (UII News) – Kedokteran Universitas Islam Indonesia mendelegasikan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Humerus FK UII untuk siap siaga dalam kegiatan pengabdian kemasyarakatan dalam penanganan bencana banjir di wilayah Bantul.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota tim TBMM Humerus FK UII, Yusa angkatan 2014 FK UII, saat di Kampus FK UII, pada hari Jumat , 12 Robiul Awal `439 H / 01 Desember 2017 di ruang TBMM Humerus FK UII.

Menurut Yusa, di posko Bantul, tepatnya di Kebon Agung merupakan titik pengungsian di dalam kawasan ini, yang sangat membutuhkan tim medis guna melakukan pemeriksan kesehatan bagi para pengungsi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Yusa, bahwa di posko kesehatan terdapat personil lain, diantaranya dari PMI, Koramil, dan Polsek setempat. Adapun tugas jaga sudah terjadwal dengan sistem piket/jaga yang tersusun secara regulasi dari Puskesmas.

“dalam menjalankan fungsi dan perannya di Poso Kesehatan, TBMM Humerus FK UII sifatnya adalah memback-up, untuk jaga dan piket, dari puskesmas”, kata Yusa.

Lebih lanjut Yusa mengatakan bahwa tim bantuan FK UII menjelaskan tentang perkembangan/prognosis menjaga posko serta kebutuhan tim kesehatan, sangatlah tergantung pada cuaca, jika cuaca memburuk, berarti akan tambah lama stay disini.

“Sejauh ini regulasi kesehatan dibentuk dari Puskesmas, PMI, Poltekkes dan Dokpol. sampai saat ini koordinator tim kesehatan utama, ada di PMI. dari ke empat tim kesehatan tersrbut, kami bekerja sama dengan regulasi nya seperti jaga baksos. jadi kalau ada yg butuh pemeriksaan, tim bantuan humerus fk uii siap jaga. pmi, siap on call dokter”, demikian penjelasan Yusa saat di tempat Posko Kesehatan Kebon Agung Bantul. Wibowo