Manfaat Jilbab Bagi Kesehatan Kulit

Manfaat Jilbab Bagi Kesehatan Kulit

dr. Niufti Ayu Dewi Mahila, M.Sc., Sp.F.M.

Departemen Bioetika dan Hukum Islam

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Penggunaan jilbab pada setiap Muslimah adalah wajib hukumnya, sebagaimana perintah Allah swt., dalam QS. Al-A’raf 26 “Hai anak cucu Adam, sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik. Demikianlah sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahkan mereka ingat” dan dalam QS. Al-Ahzab 59 “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan istri-istri orang mukmin. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”/ (Al-Qur’an Kemenag RI, 2023).

Selain bertujuan untuk menutup aurat dan menjaga diri, mengenakan jilbab juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, diantaranya adalah menghindari sengatan sinar matahari, jilbab dianggap dapat menjaga kulit dari sengatan sinar matahari secara langsung sehingga dalam penggunaan yang tepat dapat meminimalkan risiko terkena beberapa penyakit dan gangguan pada kulit (doktersehat kemenkes RI, 2023).

Ada beberapa gangguan atau penyakit kulit yang dapat disebabkan oleh sengatan atau paparan sinar matahari secara langsung, seperti :

  1. Sunburn

Merupakan reaksi peradangan akut pada kulit terhadap radiasi ultraviolet, peritema (kemerahan) pada kulit dengan riwayat paparan sinar matahari secara langsung, gejala utama diawali dengan kemerahan (eritema), kemudian diikuti dengan berbagai tingkat rasa sakit dan keparahan yang berbanding lurus dengan durasi dan intensitas pajanan (Roy dan Zakiah, 2018).

Paparan radiasi sinar UV juga dianggap berpotensi menjadi faktor risiko kanker kulit (Krisnayanti dkk., 2021).

  1. Melasma

Merupakan penyakit hipermelanosis yang paling sering ditemui dan biasanya paling sering ditemui pada bagian wajah yang paling sering terkena paparan sinar matahari. Berdasarkan beberapa penelitian tentang proses terjadinya melasma menunjukkan hasil adanya peran paparan radiasi sinar UV matahari dapat menyebabkan risiko terjadinya melasma (Setyawati dkk., 2019).

Untuk menghindari dan meminimalkan faktor risiko terjadinya gangguan ataupun penyakit pada kulit, maka disarankan bagi setiap Muslimah mengenakan hijab sesuai dengan yang telah tercantum pada Al-Qur’an dan dapat menggunakan pelindung tambahan seperti pakaian panjang, tabir surya serta melakukan perawatan kulit secara rutin dan melakukan konsultasi kepada dokter apabila mengalami gejala dari gangguan-gangguan tersebut.

Allah SWT telah memerintahkan kepada para hambanya untuk taat dan mematuhi segala perintah dan larangan yang telah tercantum pada Al-Qur’an dan Al- Hadits agar untuk kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Referensi :

Al-Qur’an Online. 2023. Kementrian Agama Republik Indonesia.

Krisnayanti, putu mega. Utami, kadek cahya. Yanti, Ni Putu Emy Darma. 2021. Gambaran pengetahuan dan perilaku pencegahan sunburn pada anak dari wisatawan mancanegara di wilayah kuta utara kabupaten badung. Community of Publishing In Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980.

Nuramdani, Muhammad. 2023. Menggunakan hijab ternyata menyehatkan. www.doktersehat.com. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Roy, Rena. Zakiah O, Rasmi. 2018. Tatalaksana dan pencegahan komplikasi sunburn pada orang-orang dengan risiko pajanan matahari lama. J Agromedicine volume 5 nomor 1.

Setyawati, Ni Kadek. Indira, I Gusti Ayu Agung Elis. Puspawati, Ni Made Dwi. 2019. Insiden Dan Profil melasma di rumah sakit umum pusat sanglah denpasar periode januari 2014 sampai desember 2014. E-Jurnal Medika, Vol.8 No.2 Februari.