Kesehatan Mata dalam Islam: Kesehatan Mataku, Kebeningan Hatiku

 

Mata adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar. Dengannya kita dapat melihat, membaca, belajar, dan merenungi ciptaan-Nya. Namun di balik keindahan nikmat ini, ada amanah besar yang harus dijaga, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi keimanan. Era digital membuat mata juga kerap terpapar layar gadget berjam-jam, menyebabkan masalah seperti digital eye strain (DES) atau tegang pada mata, mata kering, rabun, sakit kepala, hingga kantuk. Studi global menunjukkan prevalensi DES meningkat tajam dari sebelum pandemi antara 50–65 %, kini melonjak hingga 80–94 % pada pengguna layar > 4 jam sehari. Survei di India juga melaporkan penggunaan layar > 5 jam sehari berkaitan dengan gejala rabun dan kering.

Secara medis, mata adalah organ sensitif yang mudah mengalami gangguan. Di zaman sekarang, paparan layar gadget yang berlebihan menjadi penyebab utama berbagai masalah mata seperti mata kering, kelelahan mata digital (digital eye strain), hingga rabun saat muda. Dari segi kedokteran menyarankan pola 20-20-20: yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Selain itu, konsumsi makanan tinggi vitamin A (wortel, bayam, pepaya), istirahat cukup, dan kontrol rutin sangat disarankan.

Melebihi dari anjuran kedokteran, Islam menekankan pentingnya menjaga pandangan mata dari hal-hal yang haram. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

Menundukkan pandangan bukan hanya mencegah maksiat, tapi juga menyehatkan jiwa.

Dalam hadits shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis. Siapa yang menundukkan pandangan karena takut kepada Allah, maka Allah akan menggantikan dengan manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya.” (HR. Al-Hakim no. 3494 – Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 1093).

Menjaga mata dari yang haram juga berarti melindungi hati dari penyakit. Sebaliknya, mata yang digunakan untuk hal baik seperti membaca Al-Qur’an dan merenungi alam, akan menambah ketenangan dan memperkuat iman.

Rasulullah ﷺ pun berdo’a agar diberi kesehatan penglihatan:

“Ya Allah, berilah kami kenikmatan dari pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami” (HR. Ahmad no. 14255 – Shahih).

Jadi, menjaga kesehatan mata bukan hanya soal medis, tapi juga bagian dari ketakwaan kita kepada Allah. Mata adalah amanah, bukan sekadar organ. Merawat melalui cara ilmiah dan ajaran Islam. Karena itu, mari rawat mata kita dengan gaya hidup sehat dan pandangan yang dijaga. Menjaga mata di dunia, agar ia menjadi saksi kebaikan di akhirat. Semoga Allah menjaga penglihatan kita, memberkahi ilmu yang kita cari, dan menjadikan mata kita saksi amal sholeh di akhirat.

Referensi:

Amit, Pradhnya, Chintan, et al., 2021. Prevalence and risk factor assessment of digital eye strain among children using online e-learning during the COVID-19 pandemic. Digital eye strain among kids (DESK study-1). Indian Journal Ophtalmology. DOI:10.4103/ijo.IJO_2535_20

Al-Qur’an, QS An-Nur: 30 HR. Al-Hakim no. 3494 HR. Ahmad no. 14255

WebMD, Mayo Clinic: Tips menjaga kesehatan mata

Penulis:

dr. Mahdea Kasyiva 207110404