Ingin hidup bahagia dan bebas dari tekanan?
Triana Purnajati (257110501)
Anak anda susah diatur? Suami anda banyak menuntut? Gaji tidak sesuai dengan harapan? Biasanya apa yang anda lakukan jika berada dalam situasi seperti ini? Memarahi anak anda? Menuduh suami kurang bersyukur? Berpindah-pindah tempat kerja berharap mendapatkan tempat kerja yang nyaman dan gaji yang banyak? Cari pelarian berkedok healing?
Perjalanan hidup manusia tidak lepas dari tekanan, tekanan dalam pekerjaan, tekanan dalam rumah tangga, tekanan dam keluarga, dan banyak tekanan hidup yang lain. Banyak literatur menunjukkan bahwa pengalaman hidup yang penuh dengan tekanan menyebabkan penurunan kesehatan mental dan menimbulkan penyakit mental seperti depresi dan gangguan cemas. Bahagia dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan emosi positif yang muncul ketika seseorang merasa puas dan seimbang dalam hidupnya, meskipun menghadapi tekanan hidup yang tidak dapat dihindari. Bagaimana kalau agama kita mempunyai solusi agar kita bahagia?
Imam Ghazali dalam kitab kimiya as sa’adah menyampaikan bahwa langkah pertama dalam mencapai kebahagiaan adalah dengan mengenal diri sendiri, siapa kita, dari mana asal kita, apa tujuan kita. Quran menyebutkan dalam beberapa ayat seperti As Sajdah:7, Al Mu’minun :12, At Tin:4, Al Infithar:7, bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Tujuan manusia diciptakan juga telah disebutkan dalam QS Adz Dzariyat:56, bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini memiliki makna yang luas, tidak hanya ibadah mahdhah seperti sholat dan puasa tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya karena Allah SWT.
Bila kita senantiasa mengingat bahwa kita adalah ciptaan Allah, kita akan mengingat pula bahwa kita sedang berada dalam perjalanan dari Allah dan menuju kepada Allah. Kita juga akan ingat bahwa setiap yang terjadi dalam hidup kita adalah atas ijin Allah dan terbaik menurut Allah. Saat kita mengingat bahwa tujuan hidup kita di dunia adalah untuk beribadah, maka niatkanlah setiap perbuatan kita untuk beribadah. Saat pasangan hidup kita tidak bersikap seperti harapan kita, sabar, ikhlaskan dan minta pada Allah agar digantikan dengan pahala. Mari kita mulai dari diri kita sendiri saat ini juga, mulai dari menyisihkan sepuluh menit setiap hari sebelum tidur untuk muhasabah.
Al-Ghazali (2002) Kimiya al-Saádah: Kimia Ruhani Untuk Kebahagiaan Abadi, Terj. The Alchemy of Happiness. Jakarta: Zaman.
Firmansyah, Ricky. (2021) Psikologi Ghazalian: Formula Kebahagiaan. Jakarta: Assura.
Riyono, Bagus. (2025) A Practical Guidebook for Tazkiya Therapy, Yogyakarta.
