Doomscrolling dan Krisis Ketenangan Jiwa dalam Perspektif Islam

Oleh: Dina Aulia Rahman, S.Pd

 

Pernahkah kita berniat membuka media sosial hanya selama lima menit, tetapi tanpa sadar menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk membaca berbagai berita, komentar, dan informasi yang sebagian besar bernada negatif? Fenomena ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu kebiasaan mengonsumsi informasi negatif secara terus-menerus melalui media digital. Di tengah kemudahan akses informasi, manusia modern justru semakin rentan mengalami kecemasan dan kehilangan ketenangan jiwa.

Doomscrolling berpengaruh terhadap kesehatan mental. Paparan informasi negatif secara terus-menerus dapat memicu stres, mengganggu emosi, dan meningkatkan kecemasan seseorang.

Selain itu, kebiasaan ini dapat memicu kekhawatiran berlebihan yang meningkatkan risiko kelelahan mental dan fisik akibat overstimulation pada otak karena menerima informasi tanpa henti. Hal ini dapat diperburuk dengan adanya algoritma media sosial yang dirancang untuk membuat pengguna terpaku pada layar. Ketika pengguna sering berinteraksi dengan konten negatif, algoritma media sosial akan semakin sering merekomendasikan konten serupa demi meningkatkan keterlibatan pengguna. Akibatnya, paparan informasi negatif terus meningkat dan berpotensi memperparah kecemasan pengguna.

Dalam perspektif Islam, kesehatan dipandang secara holistik yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial. Gangguan pada salah satu aspek akan memengaruhi aspek lainnya. Oleh karena itu, kecemasan akibat doomscrolling pada akhirnya juga dapat berdampak pada kondisi fisik seseorang. Ketika pikiran dipenuhi oleh informasi yang berlebihan, hati pun kehilangan ruang untuk merasakan ketenangan. Untuk mengatasinya, Islam mengenalkan konsep tazkiyatun nafs, yaitu penyucian jiwa melalui pengendalian diri dan upaya mendekatkan hati kepada Allah SWT. Dalam konteks doomscrolling, tazkiyatun nafs dapat diwujudkan melalui detoks digital, yaitu upaya membatasi paparan informasi yang tidak bermanfaat dan mengalihkan perhatian pada aktivitas yang menenangkan jiwa. Bentuk detoks digital tersebut dapat dilakukan melalui dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, serta membatasi penggunaan media sosial. Seperti halnya firman Allah dalam Q.S. Ar Ra’du ayat 28 yang artinya ”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa ketenangan hati sejati diperoleh melalui kedekatan dan ingatan kepada Allah SWT. Islam juga mengajarkan pentingnya pengendalian diri serta menjauhi hal-hal yang melalaikan, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, ketika penggunaan media sosial telah melampaui batas yang wajar, diperlukan kontrol diri agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kesehatan mental maupun spiritual.

Fenomena doomscrolling menjadi pengingat bahwa tidak semua informasi yang mudah diakses membawa manfaat bagi kesehatan jiwa. Pada dasarnya, teknologi bukanlah musuh manusia, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan terkontrol. Di tengah arus digital yang semakin deras, Islam menawarkan solusi melalui pengendalian diri, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), dan kedekatan kepada Allah SWT. Dengan berpegang pada nilai-nilai Islam, manusia dapat menjaga kesehatan mental sekaligus mempertahankan keseimbangan hidupnya. Pada akhirnya, ketenangan hati tidak ditemukan dalam validasi digital atau scrolling tanpa akhir, melainkan pada hati yang mampu mengendalikan diri dan senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Daftar Pustaka

Al-Qur’an Al-Karim. Surah Ar-Ra’d Ayat 28.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cirebon. (2024). Peran Algoritma Media Sosial dalam Membentuk Konten yang Relate di Kalangan Generasi Z.

https://dkis.cirebonkota.go.id/artikel/peran-algoritma-media-sosial-dalam-membentuk-konten-yang-relate-di-kalangan-gen-z

Hana, A. (2024). Konsep kesehatan holistik dalam Islam. Jurnal Ijtihad, 2(1).

Putri, F. E. (2025). Konsep tazkiyatun nafs dalam tasawuf sebagai upaya pembentukan akhlak mulia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(3), 585–595.

Tirmidzi, M. I. (tanpa tahun). Sunan At-Tirmidzi, Hadis No. 2318.

Universitas Airlangga. (2024). Waspada Doomscrolling: Dosen Psikologi Beberkan Risiko dan Solusinya. https://unair.ac.id/waspada-doomscrolling-dosen-psikologi-beberkan-risiko-dan-solusinya/

Universitas Indonesia. Fakultas Psikologi. (2026). Doomscrolling dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental. https://psikologi.ui.ac.id/2026/01/15/doomscrolling-dan-dampaknya-bagi-kesehatan-mental/

Universitas Tarumanagara. Fakultas Psikologi. (2025). Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja. https://fpsi.untar.ac.id/2025/03/25/pengaruh-