KKN UII di Gunung Kidul, Siapkan Master Plan Desa Wisata Berbasis Budaya dan IT

 

Foto : Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 59 UII Aden Widjan SZ, saat menyerahkan master plan program kerja yang di terima oleh Kepala Desa dan Anggota DPRD Gunung Kidul (Poto : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Melalui One Village One Concept ( Satu Desa Satu Konsep ), akan di jadikan salah satu program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia, untuk angakatan 59, yang bersinergi dengan program Perencanaan Pemerintah Desa (PPD) di Desa Petir, Kecamatan Rongkop dan Bappaeda Gunung Kidul serta LIPI Yogyakarta, sekaligus mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Gunung Kidul.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat KKN UII, dr. R.Edi Fitriyanto, M.Gizi pada hari Jumat, 29 Dzulhijah 1440 H/ 30 Agustus 2019, di Ruang Tutorial Lantai 2 FK UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Menurut dr. Edi Fitriyanto,M.Gizi bahwa di Desa Petir, Kecamatan Rongkop sedang malakukan rintisan sebagai desa budaya, dengan konsep Wisata Edukasi berbasis IT dan Budaya serta industri berupa batik dengan motif khas dengan nama kembang Gudhe dan industry Jenang Rongkop dan makanan berbahan baku kacang tanah.

“Salah satu Icon tersebut adalah pengembangan wisata Gunung Buthak dengan memanfaatkan pelestarian alam yang ada di bukit tersebut dan menjadikan obyek wisata dengan edukasi berbasis IT dan budaya, yang sesuai dengan Perencanaan Pemerintah Desa (PPD)”, ungkap dokter Edi.

Lebih lanjut, dokter Edy menjelaskan KKN 59 UII di Desa Petir, Rongkop, Gunung Kidul dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Usmar Ismail dan Aden Widjan SZ tidak hanya mengangkat desa wisa, melaikan juga membangun embung di atas bukit tersebut.

“Embung akan menjadi salah satu program kerja juga untuk mendukung irigasi, sehingga bisa untuk memabantu masyarakat dalam kegiatan bercocok tanam”, imbuh dokter Edi

Sehubungan dengan kegiatan program kerja KKN UII 59 didesa Petir, Rongkop,Gunung Kidul menselaraskan dengan Perencanaan Pemerintah Desa (PPD) setempat maka mendapatkan dukungan dari Kepala Desa, Camat, Bupati , dan DPRD Gunung Kidul. Wibowo

 

KKN UII Program Optimalkan Potensi Industri Minyak Atsiri di Purworejo

 

Caption : KKN UII 59 menyerahkan alat pengembangan minyak atsiri cengkeh dan sereh (Poto : Wibowo/istimewa)

Purworejo (UII News) – KKN UII Angkatan 59 di Purworejo melaksanakan ekspo dan presentasi kegiatan di depan Jajaran Pemrintah Daerah Kabupaten Purworejo, Camat Gebang, dan Kepala-kepala Desa di Aula Lokasi Wisata Gong Silegi, Desa Kemiri, Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo pada hari Sabtu, 27 Dzulhijah 1440 H/ 29 Agustus 2019 dengan mempertontonkan produk hasil kegiatan KKN dipamerkan dengan konsep yang menarik, dilanjutkan dengan presentasi secara ringkas dan detail program kerja unggulan KKN yang mewakili 340 mahasiswa se-Kabupaten Purworejo.

Hal tersebut di sampaikan oleh dr. R.Edi Fitriyanto, M.Gizi selaku Kepala Pusat KKN UII, dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berupa presentasi diawali dengan penyampaian sistematika kegiatan mahasiwa KKN UII yang dilakukan sesuai metode ilmiah, meliputi pengumpulan data, analisis, perumusan masalah, penyusunan fase kegiatan, sampai dengan monitoring dan evaluasi.

“Salahsatu program yang diangkat adalah pengembangan Lokasi Rest Area dan Outbond Gong Silegi. Tujuan utama pengembangan lokasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lokasi tersebut merupakan gerbang masuk wilayah Kabupaten Purworejo”, ungkap dr. Edi Fitriyanto

Selanjutnya, mahasiswa memaparkan rancangan pengembangan yang meliputi spot wisata, fasilitas, rencana pengelolaannya. Guna mendukung program tersebut dillaksanakan juga pembinaan badan usaha milik desa, pelatihan pembuatan souvenir, serta pelatihan pemasaran.

Setelah presentasi dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola bumdes, dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Agus Ari Sediyadi, S.Sos menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat dengan pendekatan yang tepat, hal tersebut membutuhkan pemahaman manajerial dan pembelajaran langsung ke masyarakat.

Turut memberikan sambutan Camat Kecamatan Gebang KH Makin Mubasir, SH, MH. Dalam sambutannya alumni Fakultas Hukum UII tersebut memberikan semangat dan optimisme capaian tujuan kegiatan melihat perkembangan metode pembelajaran mahasiswa yang sistematis.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Pelutan Kecamatan Gebang menyebut kegiatan mahasiswa KKN UII luarbiasa dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk pengembangan minyak atsiri cengkeh dan sereh di bawah bimbingan DR. Noor Fitri. Pak Kades juga menyoroti keberhasilan kegiatan dalam pembinaan badan usaha milik desa, terutama dalam pembenahan manajerial dan peningkatan sumber daya manusianya.

Masukan lain datang dari Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum agar menyelaraskan kegiatan KKN dengan perencanaan pembangunan daerah sehingga lebih dapat dirasakan manfaatnya.

Produk kegiatan mahasiswa KKN lainnya antara lain teknologi sederhana mesin pencacah daun, penghancur daun jati, pembinaan pengrajin gula kelapa, pembinaan pengrajin bambu, pembuatan briket dari sabut kelapa, pembuatan biopestisida dan sesuai nilai-nilai UII, kegiatan dakwah selalu mewarnai kegiatan setiap unit, mulai dari profil keagamaan sampai pembinaan kegiatan secara langsung di masyarakat. Wibowo

 

Kedokteran Terima Dana CSR dari Warung SS sebesar 20 Juta

 

Caption : dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD (Wadek Sumber Daya FK UII) menerima Dana CSR yang deserahkan oleh Kepala Humas Legal dan Spritualitas (HLS) Widyatmoyo, SE, MM di lapangan batayon Infanteri 403 Kentungan Yogyakarta (Poto : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Waroeng Spesial Sambal (SS) Indonesia dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengadakan kerjasama dalam rangka bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility untuk Unit Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya,dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD setelah menerima bantuan dari Waroeng Spesial Sambal (SS) Indonesia pada sore hari dalam rangkaian Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia, pada Sabtu sore hari, 16 Dzulhijah 1440 H/ 17 Agustus 2019 bertempat di lapangan Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista, Jl. Kaliurang Km.06, Sleman Yogyakar.

Menurut dr. Erlina Marfianti bahwa kerjasama ini akan dipergunakan oleh Kedokteran UII dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanankan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran UII untuk Desa Binaan (Desbin) Kedokteran UII.

“benar sekali bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia telah menerima dana sosial atau Corporate Social Responsibility dari Waroeng Spesial Sambal SS Indonesia untuk diberikan kepada Unit Pengabidan Masyarkat (UPPM) Fakultas Kedokteran UII sebagai dana pendampingan desa binaan dusun Ngandong Tritis, desa Girikerto, Turi Sleman”, jelas dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FK UII).

Caption : dokter Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD berforo bersama dengan Kepala Humas Legal dan Spritualitas (HLS) Widyatmoyo, SE, MM di lapangan batayon Infanteri 403 Kentungan Yogyakarta beserta penerima CSR lainnya. (Poto : Wibowo/Istimewa)

Lebih lanjut di jelaskan bahwa dana yang diberikan Waroeng Spesial Sambal SS Indonesia FK UII kepada Pihak Kedua sebesar Rp. 20.000.000,00 (Dua Puluh Juta rupiah) sudah di terima pada hari Selasa, 19 Dzulhijah 1440 H/ 20 Agustus 2019 sebagai tanda di awali kerjasama Bantuan Sosial atau Corporate Social Responsibility, dan kewajiban FK UII adalah memberikan laporan penggunaan dana tersebut, untuk keberlanjutan kegiatan selanjutnya. Wibowo

Kedokteran Selenggarakan Baksos Idul Adha 1440 H di Desa Binaan

 

Caption : Warga Dusun Ngandong dan Tritis meskipun Usia Lanjut (Usila) tetap semangat hadir pada acara Bakti Sosial Idul 1440 H FK UII (Poto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Dalam rangka memperingati hari raya Islam Idul Adha 1140 H dan upaya memberikan binaan kepada masyarakat di Desa Binaan maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Bakti Sosial.

Hal tersebut disampaikan oleh dr.Sunarto, M.Kes selaku koordinator kegiatan Bakti Sosial Idul Adha 1440 H saat kegiatan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gratis serta membagi sembako bagi masyarakat yang merupakan warga desa binaan FK UII yaitu di Dusun Ngandong, dan Dusun Tritis, Turi, Sleman Yogyakarta, pada hari Sabtu, 02 Dzulhijah 1440 H/03 Agustus 2019, dengan menghadirkan dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD selaku penyuluh kesehatan tentang kanker payudara, dan segenap dokter umum, dan dokter spesialis sebgai tim medis dan TBMM FK UII.

Menurut dr. Sunarto, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Idul Adha 1440 H, sebagai tempat kegiatan adalah di Desa Binaan FK UII, dengan memberikan penyuluhan kesehatan, memberikan sembako serta pemeriksaan gratis berserta obatnya.

Caption : Prosesi penyembelihan Hewan Qurban dari para Shohibul Civitas Akademika FK UII yang diserahkan kepada warga Ngandong dan Tritis. (Poto : Wibowo)

“Untuk pemeriksaan gratis dilakukan oleh para dokter yang merupakan dosen FK UII yang terdiri dari dokter Spesialis THT, dokter Spesialis Saraf, Dokter Gigi, dengan alur kegiatan adalah warga mendengarkan penyuluhan, kemudian pendapatkan pemeriksaan gratis dan pulang membawa paket sembako”, demikian penjelasan dr. Sunarto, M.Kes.

Lebih lanjut dr. Sunarto menjelaskan bahwa kegiatan Idul Adha 1440 H pada Desa Binaan bertempempat Dusun Ngandong, dan Dusun Tritis, Turi, Sleman Yogyakarta tidak berhenti di sini sja, melainkan ada kegiatan pengambdian selanjutnya yaitu pada hari raya Idul Adha 1440 H yang jatuh pada hari Ahad, 11 Agustus 2019 dengan meneyerahkan hewan qurban dari para shohibul yang meruopakan civitas akademika FK UII.

“Hewan kurban yang bersumber dari para shohibul yaitu civitas akademika FK UII di berikan kepada warga setempat, dan ada satu ekor lembu lagi yang diserahkan di Pandak bantul yang mwrupan warga di sekitar RS UII”, kata dr.Sunarto, M.Kes. Wibowo

 

Perjalanan Dakwah ke Texas Melalui Jalur Akademik Professional

Oleh : Syaefudin Ali Akhmad

Alhamdulillah atas ijin dan pertolongan Allah kami bisa mengunjungi kota San Antonio negara bagian Texas sekitar 3 jam dari kota Houston dan Dallas. Kunjungan kami atas undangan dari ASBMB atau Masyarakat Amerika untuk Biokimia dan Biologi Molekuler sebuah organisasi profesi ahli kimia, biokimia dan biologi molekuler yang anggotanya dari seluruh negara bagian amerika serikat yang tergabung dalam forum Experimental Biology (EB). Tahun depan 2020 pertemuan Experimental Biology akan diadakan di San Diego dengan kehadiran peserta mencapai 14.000 orang dari berbagai profesi medis bidang Anatomi, Fisiologi Farmakologi Biokimia dan Kimia Fisika (silahkan buka googling eb2020). Kami hadir selaku member dari ASBMB dan juga peserta konferensi ASBMB yang bertema Transforming education of Biochemistry and Molecular Biology in Life Science yang diadakan di University of incarnate Word (UIW) San Antonio Texas mulai dari tanggal 25-28 Juli 2019. Kami membawakan presentasi poster dengan judul lesson learnt from Biochemistry Online Learning of Harvard Medical School untuk sharing pengalaman selama kami mengikuti kursus 2 bulan secara online di Harvard Medical School mulai dari persyaratannya, biayanya, model pembelajarannya, materinya, penilaiannya, dan evaluasi programnya dengan segala kelebihan dan kekurangannnya melalui aplikasi cerego dengan pendekatan Adaptive Learning.

Dalam acara tersebut diharadiri lebih dari 100 peserta dari seluruh universitas di semua negara bagian amerika serikat yang tergabung dalam ASBMB. Pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan rutin tahunan organisasi dan tiap bulan juga ada pertemuan rutin sesuai dengan minat atau research interest group masing masing yang terbagi dalam minat penelitian lipid, penelitian discovery biomolekul baru dan penelitian instrumentasi untuk pengembangan alat ukur kuantitatif untuk menjaga mutu hasil pemeriksaan biokimiawi. Pada bulan Agustus tahun ini akan diadakan pertemuan mengenai aplikasi LC/MS untuk discovery biomolekul baru. Manfaat positif yang kami rasakan setelah bisa bergabung sebagai member ASBMB adalah bisa update ilmu dan sharing pengalaman dan sharing evidence terbaru dalam pendidikan biokimia dan bisa mengikuti perkembangan terbaru khususnya di dunia penelitian biokimia dan biologi molekuler. Manfaat lainya adalah bisa bergabung dalam kolaborasi penelitian multicenter dan networking untuk peningkatan Pendidikan Biokimia dalam jaringan CURE atau course based undergraduate research experience. CURE dibentuk untuk standarisasi kurikulum biokimia dan biologi molekuler untuk level undergraduate yang melibatkan student chapter dari berbagai universitas terkemuka di amerika serikat sehingga mahasiswa terampil dalam penelitian biologi molekuler. FK UII berminat untuk mengadopsi kurikulum CURE tersebut tetapi terbentur dengan model PBL yang sangat singkat pembelajarannya dalam sistem blok sehingga kurang memungkinkan untuk menjalankan program CURE 1 semester. Selain itu juga ada kolaborasi Genomic Education Partnership (GEP) untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa S1 dalam penelitian genomic dengan memanfaatkan tools bioinformatics seperti UCSC genome browser yang free untuk mengetahui filogenetik, evolusi, dan gene annotasi berdasarkan kasus yang dipilih. Keuntunga lainnya bergabung dengan ASBMB adalah bisa mengakses jurnal gratis yang terdiri dari journal of lipid research, Journal of Biological Chemistry, dan Journal Molecular dan Cellular Proteomic selama satu tahun atau selama keanggotaan ASBMB masih aktif.

Materi yang cukup menarik dari pertemuan ASBMB adalah perlunya kesesuaian model dan cara mengajar biokimia dengan teori pembelajaran yang ada atau learning theory. Dari 5 jenis learning theory yang ada yaitu teori behaviorisme, teori kognitif, teori konstruktivisme, teori social learning dan teori social contructivism maka setiap model pembelajaran harus mengoptimalkan learning style masing masing mahasiwa supaya mencapai kompetensi dan profeciency serta mastery yang bisa masuk memori jangka panjang ( dalam hitungan tahun).

Di sela sela pertemuan ASBMB tersebut kami delagasi FK UII bisa melakukan dakwah dengan cara memilah makanan yang halal setiap acara makan dengan memesan Moslem Meal (MOML). Dan alhamdulillah sepanjang perjalanan dari Indonesia dengan menggunakan pesawat ANA atau All Nippon Airways milik Jepang dan United Airlines (UA) milik Amerika kami mendapatkan pelayanan istimewa dengan dilayani terlebih dahulu dengan kode MOML di tempat duduk kami. Selama perjalanan dan selama tinggal di amerika bisa memakai jubah dan surban gaya Pangeran Diponegoro dengan bebas dan banyak orang yang minta foto bareng dan ingin berkenalan. Karena acara ASBMB diadakan di University of Incarnate Word yang merupakan universitas katolik terbesar dan basis misionaris dunia maka kami bisa bertemu dengan tokoh tokoh misionaris dan para suster yang sedang mengikuti pertemuan dunia di tempat yang sama untuk misi penginjil di Mexico dan Columbia. Kami juga bertemu dengan banyak saudara muslim saat shalat jumah di Islamic center di kota san Antonio. Mereka kebanyakan para pengungsi Burma atau Myanmar, Afganistan, Irak dan Somalia serta Ethiopia. Yang membuat kami terharu adalah bertemu saudara Yasir pengungsi Rohingya yang harus berjuang untuk hidup lari dari negaranya. Yasir beserta keluarganya awalnya mengungsi ke Makasar dengan 40 pengungsi lainnya namun di tahan di Maksar dan lari ke Bogor teru lari ke Australia dan tinggal di pulau Christmas 5 tahun. Karena tidak ada kejelasanan nasib di pulau Christmas maka akhirnya mereka cari suaka ke Amerika Serikat dan akhirnya bisa dapat green card untuk tinggal di amerika serikat baru satu tahun ini. Alhamdulillan bisa kerja dan bisa tinggal di apartemen dengan sewa per bulan $ 1500.

Saat acara jalan jalan ke lokasi river walk destinasi wisata paling terkenal di downtown kota San Antonio Sejarah lahirnya kota San Antonio mulai kota kecil Alamo yang dulu dijajah oleh spanyol dan kemudian jatuh penguasa Mexico. Selanjutnya terjadi peperangan besar pada tahun 1834 di Alamo antara imigran amerika dengan tantara meksiko.

Pada weekend kota wisata ini selalu penuh dengan para wisatawan baik dari turunan China turunan Meksiko, Spanyol, Inggris dan German, dan turunan Asia selatan seperti India dan Pakistan. Di restoran, kami bisa berdakwah kepada pengungsi irak yang kerja di restoran Casa Rio tempat kami foto bersama (gambar terlampir). Sebut saja namanya Ahmad yang sudah tidak lagi sholat dan tidak lagi mau mengamalkan islam dan cenderung atheis karena sakit hati dengan ISIS. Lama berdiskusi dengan kami dan kami ajak untuk kembali kepada kalaimatun sawa yaitu kalimat tauhid dan alhamdulillah akhirnya diam mau menjaga paasswordnya surga yaitu kalimat thoyyibah Laa ilaaha illallah. Kami cerita kebiasaan kami yang mengamalkan puasa daud sehingga meskipun di restoran kami tidak ikut makan malam (dinner) karena sedang jatahnya puasa. Hal itulah yang membuat ahmad takjub dan mau mendengarkan cerita kami selanjutnya. Akhirnya dakwah kami sampai kepada kepada temannya ahmad yang bernama ilya dari Bulgaria yang nonmuslim dan kami tawari password the heaven/paradise dengan penjelasan secukupnya akhirnya bisa mengucapkan “illallah” saja. Saat waktu sholat maghrib pukul 20.40 waktu Texas dimana saat sedang semua peserta ASBMB jalan jalan dan cari makanan khas/favoritenya yaitu ice cream terbaiknya maka kami sempatkan sholat maghrib di dekat perempatan lampu merah pusat kota Alamo. Alhamdulillah setelah sholat bisa dakwah lagi ke kumpulan atau tongkrongan anak anak muda yang sedang malam mingguan di situ. Dengan pakaian sunah ala Pangeran Diponegoro kami berjaulah atau berkeliling menawarkan kalimah thoyyibah dan alhamdulillah 3 orang bisa mengucapkan kalimat tersebut. Sampai jam 22.30 akhirnya kami pulang ke penginapan kami di dormitory kampus UIW.

page1image68875472

Masih ada satu malam lagi kami tinggal di Texas setelah acara konferensi selesai dan kami gunakan untuk iktikaf di mushola dan sekaligus madrasah yang sedang dirintis oleh maulana Ilyas dari India yang menjadi guru ngaji dan sekaligus pemilik madrasaah di Chicago. Kami bisa berjaulah atau berkeliling dari apartemen ke apartemen kepada komunitas muslim yang berbahasa melayu dan komunitas

muslim dari Asia Selatan untuk menjaga amal agama dan menghidupkan amal masjid di tengah godaaan materialisme yang begitu kuat. Semua kenalan kami selama di Texas kami simpan nomor kontaknya di HP kami namun ternyata belum rejekinya untuk menjalin silarurohim lebih intensif karena HP kami tertinggal di dormitory dan teringat saat kami mau boarding pesawat.

Demikian cerita singkat perjalanan dakwah kami sesuai dengan amanah RKAT FK UII bahwa untuk perjalanan dinas ke amerika dibatasi maksimal Rp 40.000.000,00 untuk biaya pendaftaran, tiket pesawat, penginapan uang saku dan visa. Alhamdulillah dengan ijin Allah semuanya barokah dan mencukupi sert asemoga menjadi asbab hidayah.

Dosen FK UII IKuti Kegiatan Ilmiah ASBMB

 

Caption : dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc berfoto bersama dengan delegasi ASBMB (Poto : Wibowo/Isteimewa)

Kampus Terpadu (UII News) – ASBMB adalah American Society for Biochemistry and Molecular Biology, dan merupakan masyarakat Amerika untuk biokimia dan biologi molekuler sebuah organisasi profesi ahli kimia, biokimia dan biologi molekuler yang anggotanya dari seluruh negara bagian Amerika Serikat yang tergabung dalam Forum Experiment Biology.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen tetap Departemen Biokimia Kedokteran UII, yaitu dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc, sepulang mengikuti kegitan tersebut pada hari Kamis-Ahad, 22-25 Dzulqoidah 1440 H/25-28 Juli 2019, di University of incarnate Word (UIW) San Antonio, dengna tema Transforming education of Biochemistry and Molecular Biology in Life Science.

Menurut dr. Syaefudin Ali Akhmad menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang pertemuan ilmiah para ahli biokimia dan berkesempatan membawakan poster untuk melakukan sharing pengalaman.

Kami membawakan presentasi poster dengan judul lesson learnt from Biochemistry Online Learning of Harvard Medical School untuk sharing pengalaman.

“manfaat positif yang kami rasakan setelah bisa bergabung sebagai member ASBMB adalah bisa update ilmu dan sharing pengalaman dan sharing evidence terbaru dalam pendidikan biokimia dan bisa mengikuti perkembangan terbaru khususnya di dunia penelitian biokimia dan biologi molekuler”, kata dokter Udin.

Caption : dr. Syaefudin Ali Akmad, M.Sc dengan poster Ilmiahnya yang di presentasikan di hadapan delegasi ASBMB (Poto : WIbowo/Istimewa)

Lebih lanjut, ditambahkan bahwa pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan rutin tahunan organisasi dan tiap bulan juga ada pertemuan rutin sesuai dengan minat atau research interest group masing masing yang terbagi dalam minat penelitian lipid, penelitian discovery biomolekul baru dan penelitian instrumentasi untuk pengembangan alat ukur kuantitatif untuk menjaga mutu hasil pemeriksaan biokimiawi. Pada bulan Agustus tahun ini akan diadakan pertemuan mengenai aplikasi LC/MS untuk discovery biomolekul baru. Wibowo

 

Kedokteran Tuan Rumah FORDEK

 

Caption : Para Dekan Kedokteran se Indonesia hadir dalam FORDEK dan berksempatan berfoto dengan Rektor UII, Fathul Wachid, ST., MSc., Ph.D (Poto : Wibowo)

Yogyakarta (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) di percaya sebagai penyelenggara kegiatan Nasional yaitu Pertemuan Forum Dekan (FORDEK) Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK setelah penyelenggaraan kegiatan pertemuan Forum Dekan Se Indonesia pada hari Jumat-Sabtu, 23 – 24 Dzulqoidah 1440 H/ 26-27 Juli 2019 bertempat di Eastparc Hotel yang di hadiri oleh Rektor UII, Fathul Wachid, ST., MSc., Ph.D untuk memberikan sambutan dan Ceramah Kebangasaan oleh Dosen FH UII, Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM (Mantan Hakim Agung)

Menurut dr. Linda, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) merupakan forum komunikasi institusi pendidikan kedokteran Indonesia, salah satu kegiatannya adalah Forum Dekan Kedokteran se Indonesia.

“Asosiasi ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi antar isntitusi dalam meningkatkan kualilitas pendidikan kedokteran Indonesia”, ungkap dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (Dekan FK UII)

Sementara itu, dalam ceramah kebangsaan yang disampaikan oleh Dosen FH UII, Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM (Mantan Hakim Agung), mengajak kepada para dokter dan para dekan kedokteran untuk memiliki jiwa dan menanamkan nilai-nilai Integritas, kejujuran dalam menjalankan profesinya sebagai dokter.

“sama hal nya dengan profesi hakim, maka sebagai dokter harus bisa menjalankan profesinya yang sangat mulia saat menyembuhkan pasien dengan nilai-nilai integritas atau kejujuaran”, pesan Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM.

Caption : Dosen FH UII, Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM (Mantan Hakim Agung), saat memberikan ceramah kebangsaan tentang integritas kepada Firum Dekan Kedokteran se Indonesia (Poto : Wibowo).

Lebih lanjut, Pak Artijo menegaskan dihadapan para Dekan Kedokteran se Indonesia bahwa orang berintegritas yang berpegang kepada kejujuran akan memiliki akuntabilitas, dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara moral, sosial dan yuridis. Sedangkan orang yang mengalami krisis integritas akan dihantui oleh rasa was-was, rasa galau, stress, rasa bersalah, atau penyesalan, demikian urainnya. Wibowo

 

Materi Forum Dekan AIPKI 2019 di Yogyakarta

MOHON DIISI KUISIONER EVALUASI PELAKSANAAN FORUM DEKAN 2019 DI YOGYAKARTA

Berikut materi pertemuan Forum Dekan AIPKI 2019 di Yogyakarta

1. PIDI (Program Intership Dokter Indonesia)
2. Komisi Kurikulum
3. Monitoring & Evaluasi Kegiatan Internsip
4. Laporan singkat Divisi RS Pendidikan
5. INTEGRITAS MENUJU KESUKSESAN
5. Laporan Penyusunan SKDI dan SPPD
6. Uji Tahap Bersama Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (UTB Kedokteran)

Dokumentasi foto dapat diunduh di link berikut ini.

Download

KKN UII 59, Pemberdayaan Umat dan Mengungkit Potensi Masyarakat Desa

 

Caption : Suasana Upacara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKn) Universitas Islam Indonesia, pada hari Kamis, 25 Juli 2019 (Foto : Istimewa/wibowo).

Kaliurang (UII News) – Pelepasan mahasiswa peserta KKN UII Angkatan 59 dilakukan oleh Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang I Akademik dan Riset Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Pimpinan DPPM, Dosen Pembimbing Lapangan I dan II, dan segenap mahasiswa peserta KKN.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Indonesia, dokter Edy Fitriyanto, M.Gizi pada hari Kamis, 22 Dzulqoidah 1440 H/ 25 Juli 2019, di halaman Parkir Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya (FPSB) dan Fakultas Kedokteran UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Dalam sambutannya Rektor UII, mengingatkan mahasiswa bahwa kegiatan KKN merupakan kegiatan akademik dengan metode pengabdian yang penuh dengan tantangan bagi mahasiswa. Tantangan tersebut diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga, menggembleng mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa merupakan sebagian kecil dari generasi muda yang berkesempatan mendapatkan pendidikan tinggi, kesempatan tersebut harus disyukuri dan dimamanfaatkan sebaik-baiknya” , jelas Rektor UII.

Lebih lanjut Rektor UII, juga berpesan untuk menjaga nama baik UII, diberikannya suatu tips mudah yaitu “Menjaga nama baik pribadi masing-masing mahasiswa berarti menjaga nama baik UII”, karena mahasiswa merupakan duta UII di masyarakat.

Di jelaskan dokter Edy Fitriyanto, bahwa pada periode ini KKN Angkatan 59, akan diterjunkan 2512 mahasiswa yang terdiri dari 1202 laki-laki dan 1310 perempuan, terbagi dalam 313 unit KKN model reguler dan 1 unit KKN model AIESEC, melibatkan 46 Dosen Pembimbing Lapangan I (DPL 1), 46 DPL 2. Lokasi KKN Reguler meliputi wilayah Kabupaten Kebumen, Purworejo, Magelang, Klaten, Boyolali, dan Gunungkidul.

“Pada periode ini kegiatan KKN UII menekankan penggalian potensi desa, penerapan model pemberdayaan masyarakat yang sistematik berkelanjutan, dan peran dakwah yang lebih masif. Profil potensi desa merupakan data base yang informatif hasil penggalian potensi desa yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan pembangunan”, ungkap dokter Edy.

Selanjutnya, model pemberdayaan yang sistematik berkelanjutan mengutamakan peningkatan kemampuan masyarakat dan aparat desa dalam merencana pembangunan dan anggaran desa, pendirian dan pelatihan pengelola Badan Usaha Milik Desa. Sementara itu, peningkatan kompetensi indivudal maupun kelompok masyarakat tetap dilakukan seiring dengan arah pembangunan.

Ditambahkan dokter Edy, bahwa Dakwah Islamiyah sebagai mercu suar UII akan ditingkatkan, diawali dengan identifikasi fasilitas ibadah, pendidikan, dan aktifitas kegiatan ke-Islaman yang ada di masyarakat yang akan dijabarkan dalam profil keagamaan desa. Profil ini juga memuat sejarah terkait dakwah dan ke-islaman di wilayah setempat sebagai iktibar dan pengingat agar tidak hilang ditelan waktu. Kegiatan dakwah akan lebih intensif dengan peningkatan peran DPL dan terjalinnya kerjasama antara DPPM dan DPPAI dalam penyediaan materi dakwah dan narasumber. Dakwah diimplementasikan dapat secara bil hal atau bil khitabah atau bil kitabah sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dengan kegiatan KKN diharapkan mahasiswa mampu untuk menidentifikasi dan menganalisis potensi serta masalah yang dihadapi masyarakat, kemudian menyusun rencana kerja dan mengelola program untuk menyelesaikan maslah sesuai dengan kompetensinya”, imbuh dokter Edy Fitriyanto.

Selain hasil nyata di masyarakat KKN UII juga mentargetkan luaran berupa artikel pengabdian dan dakwah sehingga diharapkan dapat mempertegas noktah UII dalam publikasi ilmiah, sekaligus bermanfaat bagi pembinaan karis dosen pembimbing.

Penjaminan agar tujuan tersebut dapat tercapai dilakukan persiapan khusus, diantaranya persyaratan akademik mahasiswa peserta KKN yang bertujuan untuk memastikan penguasaan disiplin ilmu dan kemapuan dalam penulisan ilmiah. Juga dilakukan pesantrenisasi dan pelatihan oleh DPL sebagai upaya untuk pengayaan materi dakwah dan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam mencapai tujuan KKN dan pembinaan kemampuan kerjasama tim untuk melaksanakan kegiatan dan menghadapi masalah di lapangan, demikian di penjelasan dokter Edy Fitriyanto, M.Gizi selaku Ketua Program KKN UII dan juga dosen tetap FK UII. Wibowo

Bahas Akreditasi, Kedokteran Hadiri Musyawarah XX AFKSI

 

Caption : Segenap Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) salah satunya FK UII, mengikuti Munas XX di Surabaya pada 19-20 Juli 2019. (Poto: Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolaan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr.Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK sepulangnya mengikuti Musyawarah Nasional XX Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) yang di selenggarakan di Surabaya pada Jumat-Sabtu-16-17 Dzulqo’dah 1440 H/19-20 Juli 2019, bersama Wakil Dekan Sumber Daya, dr.Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD, Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Keagamaan dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc dan Kaprodi Pendidikan Dokter dr. Umatul Khoiriyah, M.Med.Ed., Ph.D

Menurut dokter Linda, kehadiran FK UII mengikuti musyawarah XX AFKSI guna membahas tentang akreditasi. Akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan.

“Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi”, ungkap Dekan FK UII.

Leih lanjut, Dekan FK UII menjelaskan bahwa sesuai dengan Permenristekdikti No 32/2016, BAN-PT mengembangkan instrumen akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor pendidikan tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global berupa Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS). BAN-PT mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 2018, yang secara singkat ditulis IAPS 4.0 (IAPS 1.0 tahun 1996, IAPS 2.0 tahun 2000, dan IAPS 3.0 tahun 2008).

Setelah mengikuti kegiatan ini maka FK UII menyiapkan tindak lanjut berupa persiapan akreditasi, salah satunya dengan Segera melakukan persiapan akreditasi 9 standard dengan membentuk PIC dan tim sendiri, demikian jelas Dekan FK UII, dr.Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK. Wibowo